Home » » Kalimat Efektif Lengkap), Pengertian, Syarat - Syarat, Ciri -Ciri, Penggunaan, Contoh - Contoh Kalimat Efektif, Effective Sentence.

Kalimat Efektif Lengkap), Pengertian, Syarat - Syarat, Ciri -Ciri, Penggunaan, Contoh - Contoh Kalimat Efektif, Effective Sentence.

Posted by berbagaireviews.com on 9 Juli 2018

Pengertian kalimat efektif dan Contoh - Contoh kalimat efektif - berbagaireviews.com


Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang disusun berdasarkan kaidah-kaidah yang berlaku, seperti unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat (subjek dan predikat); memperhatikan ejaan yang disempurnakan;serta cara memilih kata (diksi) yang tepat dalam kalimat. kalimat yang memenuhi kaidah-kaidah tersebut jelas akan mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar.

Kalimat merupakan satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulis yang memiliki sekurang-kurangnya subjek dan predikat. Bagi seorang pendengar atau pembaca, kalimat adalah kesatuan kata yang mengandung makna atau pikiran. Sedangkan bagi penutur atau penulis, kalimat adalah satu kesatuan pikiran atau makna yang diungkapkan dalam kesatuan kata.

Efektif mengandung pengertian tepat guna, artinya sesuatu akan berguna jika dipakai pada sasaran yang tepat. Pengertian edektif dalam kalimat adalah ketepatan penggunaan kalimat dan ragam bahasa tertentu dalam situasi kebahasaan tertentu pula.

Sedangkan pengertian Kalimat efektif adalah kalimat yang memperlihatkan bahwa proses penyampaian oleh pembicara/penulis dan proses penerimaan oleh pendengar/pembaca berlangsung dengan sempurna sehingga isi atau  maksud yang di sampaikan oleh pembicara/penulis tergambar lengkap dalam pikiran pendengar/pembaca. Pesan yang diterima oleh pendengar/pembaca relative sama dengan yang di kehendaki oleh pembicara/penulis.

Kalimat efektif juga bisa diartikan sebagai sebuah kalimat yang susunan kata-kata di dalamnya memiliki unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan. Kalimat efektif itu tidak berbelit-belit. Singkat, padat, namun jelas. Keseluruhan maksud si penyampai dapat diterima dengan baik.

Menurut JS badudu

kalimat efektif adalah kalimat yang baik karena apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh si pembaca (si penulis dalam bahasa tulis) dapat diterami dan dipahami oleh pendengar (pembaca dalam bahasa tulis) sama benar dengan apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh si penutur atau si penulis.

Syarat - Syarat Kalimat Efektif.

Suatu kalimat dapat dikatakan sebagai kalimat efektif jika memiliki beberapa syarat sebagai berikut:

1. Kesatuan.

Menurut Amran Tasai dan Arifin, kesatuan adalah keseimbangan antara pikiran (gagasan) dan struktur bahasa yang digunakan. Kesatuan gagasan kalimat ini diperlihatkan oleh kesepadanan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.

Ciri-ciri yang kesatuan:

a. Adanya subjek dan predikat yang jelas.

Hindari menggunakan kata depan (di, ke, sebagai, dll) sebelum subjek.

Contoh kalimat kesatuan:
  • Di rumah adat para petua mendiskusikan masalah kejahatan yang terjadi. (Salah)
  • Para tetua adat mendiskusikan masalah kejahatan yang terjadi di rumah adat. (Benar)

b. Tidak terdapat subjek ganda

Misalnya:
  • Pembangunan jalan itu kami dibantu oleh warga desa. (Salah)
  • Dalam membangun jalan itu, kami dibantu oleh warga desa. (Benar)

c. Tidak menggunakan kata penghubung intrakalimat dalam kalimat tunggal

Misalnya:
  • Kami datang agak terlambat. Sehingga kami tidak dapat mengikuti acara pertama (Salah)
  • Kami datang agak terlambat. Oleh karena itu, kami tidak dapat mengikuti acara pertama. (Benar)

d. Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang

Misalnya:
  • Bahasa Indonesa yang berasal dari bahasa Melayu.(Salah)
  • Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.(Benar)

2. Kehematan.

Menurut Finoza, kehematan adalah usaha menghindari pemakaian kata yang tidak perlu. Hemat disini berarti tidak menggunakan kata-kata mubazir, tidak menjamakkan kata yang sudah berbentuk jamak, dan tidak mengulang subjek. Dengan menghemat kata, kalimat menjadi padat dan berisi.

Contoh kalimat kehematan:
  • Karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke pesta itu. (Salah)
  • Karena tidak diundang, dia tidak datang ke pesta itu. (Benar)
  • Presiden SBY menghadiri Rapin ABRI hari Senin (Salah)
  • Presiden SBY menghadiri rapat ABRI Senin itu. (Benar)
  • Dia hanya membawa badannya saja (Salah)
  • Dia membawa badannya saja / Dia hanya membawa badannya.  (Benar)
  • Para tamu-tamu (Salah)
  • Para tamu/ Tamu-tamu. (Benar)

3. Keparalelan.

Menurut Amran Tasai dan Arifin, keparalelan merupakan kesamaan bentuk yang digunakan dalam kalimat itu.

Maksudnya yaitu jika pada kata pertama berbentuk verba, maka kata kedua juga harus berbentuk verba.

Contoh kalimat keparalelan:
  • Sang tutor menjelaskan, memaparkan, dan penerapan sebuah aplikasi pada para praktikan. (Salah)
  • Sang tutor menjelaskan, memaparkan, dan menerapkan sebuah aplikasi pada para praktikan. (Benar).

4. Kelogisan.

Menurut Arifin dan Amran Tasai, kelogisan adalah ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.

Contoh kalimat efektif kelogisan:
  • Waktu dan tempat kami persilahkan. (Salah)
  • Bapak dosen kami persilahkan. (Benar)

5. Kepaduan (Koherensi).

Menurut Finoza, koherensi adalah terjadinya hubungan yang padu antara unsur-unsur pembentukan kalimat.

Merupakan syarat dari kalimat efektif agar diharapakan nantinya setiap informasi yang diterima tidak terpecah-pecah.

Ciri-ciri di contoh koherensi dibawah ini yaitu koherensi yang rusak karena tempat kata dalam kalimat tidak sesuai dengan pola kalimat.

Misalnya:
  • Ikan memakan adik tadi pagi (Salah)
  • Adik memakan ikan tadi pagi (Benar)

Selain itu, satu contoh lagi koherensi yang rusak karena menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita.

Contoh kalimat kepaduan:
  • Mereka membahas daripada kehendak rakyat. (Salah)
  • Mereka membahas kehendak rakyat. (Benar)

6. Ketepatan.

Menurut Finoza, ketepatan adalah kesesuaian atau kecocokan pemakaian unsur-unsur yang membentuk suatu kalimat sehingga tercipta pengertian yang bulat dan pasti.

Contoh kalimat ketepatan, misalnya dibawah ini tentang kesalahan dalam penggunaan tanda koma:
  • Sidik lupa bagaimana cara melukis, mengecat dan berjahitan. (Salah)
  • Sidik lupa bagaimana cara melukis, mengecat, dan menjahit.(Benar)

Penggunaan Kalimat Efektif.

Kalimat efektif biasanya digunakan pada karya tulis yang mengandung unsut keilmuan dan kekinian. Juga pada karya ilmiah, seperti tesis, skripsi, makalah, disertasi, laporan penelitian, proposal pekerjaan, dan sebagainya.

Kalimat jenis ini berbeda dengan kalimat-kalimat yang digunakan oleh para sastrawan yang lebih banyak menggunakan majas dan metafora. Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa kalimat efektif haruslah kalimat yang sebenarnya dan tidak mengandung kiasan apapun di dalam kalimat itu sendiri.

Ciri - Ciri Kalimat Efektif.

Kalimat efektif memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan kalimat tidak efektif. Selain itu, juga memiliki gaya bahasa yang sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam Ejaan Yang Disempurnakan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini uraian mengenai beberapa ciri-ciri kalimat efektif yang harus diketahui :
  • Memakai diksi yang tepat.
  • Mempunyai unsur pokok atau penting, minimal Subjek Predikat (SP).
  • Taat kepada tata aturan ejaan yang disempurnakan (EYD) yang berlaku.
  • Melakukan penekanan ide pokok.
  • Mengacu kepada penghematan penggunaan kata.
  • Memakai kesejajaran bentuk bahasa yang dipakai.
  • Memakai variasi struktur kalimat.
  • Memakai kesepadanan antara struktur bahasa dan jalan pikiran yang logis dan sistematis.
  • Mewujudkan koherensi yang baik dan kompak.
  • Memperhatikan pararelisme.
  • Merupakan komunikasi yang berharkat.
  • Diwarnai kehematan.
  • Didasarkan pada pilihan kata yang baik

Hubungan Diksi dan Kalimat Efektif.

Pengertian diksi adalah penempatan atau pemilihan kata yang digunakan oleh seseorang untuk berbahasa. Pemilihan kata yang tepat diperlukan untuk membentuk suatu kalimat efektif. Ini karena hubungan antara diksi dengan kalimat efektif sebenarnya sangat erat. Di mana pada saat kalimat efektif dibangun (dibentuk) maka harus menggunakan pilihan kata yang tepat dan sesuai untuk menyampaikan informasi yang dimaksud.

Dengan diksi atau pemilihan kata yang tepat, biasanya kita juga dituntut untuk mempelajari berbagai sinonim kata. Di mana kata yag bentuknya berbeda, kadang memiliki makna yang serupa atau mirip. Sehingga kata tersebut dapat menggantikan kata lainnya demi pencapaian makna yang sama dengan kalimat efektif.

Contoh Kalimat Efektif dalam Paragraf

Saya ini adalah mahasiswa Universitas Gajah Mada, kebetulan saya kontrak rumah di daerah Stasiun Tugu. Jadi untuk pergi kuliah saya harus menggunakan transportasi umum yaitu, Trans Jogja. Selain saya, Banyak para mahasiswa Gajah Mada yang tinggal di daerah Stasiun Tugu yang menggunakan fasilitas Trans Jogja sebagai sarana transportasi.

Contoh kalimat yang sudah dibenarkan sehingga menjadi kalimat efektif:

Saya adalah mahasiswa Universitas Gajah Mada. Saya kontrak rumah di daerah Stasiun Tugu. Untuk pergi kuliah, saya menggunakan transportasi umum yaitu, Trans Jogja. Selain saya, banyak mahasiswa Gajah Mada yang tinggal di Stasiun Tugu menggunakan fasilitas Trans Jogja sebagai sarana transportasi.

Contoh - Contoh Kalimat Efektif.
  • Karena tidak tidur semalaman, dia terlambat datang ke sekolah.
  • Dia memakai baju merah.
  • Sesudah dipahami dan dihayati pancasila harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
  • Tugas itu bagi saya sangat mudah.
  • Semua mahasiswa diwajibkan membayar uang kuliah sebelum tanggal 26 Februari 2015.
  • Saya sedang membuat nasi goreng.
  • Selanjutnya, saya akan menjelaskan pentingnya air bagi kehidupan.


Kalimat Efektif dan Contoh - Contoh Kalimat Tidak Efektif, silahkan click  http://www.berbagaireviews.com/2018/07/kaliamt-tidak-eektif-lengkap-pengertian.html

Thanks for reading & sharing berbagaireviews.com

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Search

Translate

Diberdayakan oleh Blogger.

subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

Follow by Email

Facebook  Twitter  Google+  RSS Feed

RSS