Home » » Kalimat Tidak Eektif (Lengkap), Pengertian, Ciri - Ciri, Penyebab, Perbedaan, Contoh - Contoh Kalimat Tidak Efektif, Sentence Not Effective.

Kalimat Tidak Eektif (Lengkap), Pengertian, Ciri - Ciri, Penyebab, Perbedaan, Contoh - Contoh Kalimat Tidak Efektif, Sentence Not Effective.

Posted by berbagaireviews.com on 9 Juli 2018

Pengertian kalimat tidak efektif dan Contoh - Contoh kalimat tidak efektif - berbagaireviews.com


Pengertian Kalimat Tidak Efektif.

Kalimat Tidak Efektif Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang tidak memiliki sifat-sifat yang terdapat pada kalimat efektif.

Ciri - Ciri Kalimat Tidak Efektif.
  • Kalimat tidak efektif terdapat dua kunjungsi pada suatu kalimat yang memiliki dua klausa.
  • Kalimat tidak efektif terdapat kunjungsi setelah tanda koma.
  • Kalimat tidak efektif adalah kalimat yang diawali dengan kunjungsi.
  • Kalimat yang diawali dengan preposisi kemudian diikuti oleh predikat yang berimbuhan me.
  • Kalimat tidak efektif tidak sesuai EYD
  • Kalimat tidak efektif bahasanya terkadang tidak logis.

Penyebab Kalimat Tidak Efektif.

Ada beberapa penyebab mengapa muncul kalimat tdiak efektfi, diantaranya :

1. Struktur Kalimat Tidak Kompak.

Setiap kalimat minimal terdiri atas unsur pokok dan sebutan (yang menerangkan pokok) atau unsur subjek dan predikat. Kalimat yang baik adalah kalimat yang menggunakan subjek dan predikat secara benar dan kompak. Kekurangkompakan dan ketidakjelasan subjek dapat terjadi jika digunakan kata depan di depan subjek. Misalnya penggunaan dalam, untuk, bagi, di, pada, sebagai, tentang, dan, karena sebelum subjek kalimat tersebut.

Contoh :
  • Bagi semua siswa harus memahami uraian berikut ini.
  • Dalam pembahasan ini menyajikan contoh nyata.
  • Sebagai contoh dari uraian di atas adalah perkalian di bawah ini.

Kalimat di atas menjadi tidak efektif karena unsurnya tidak lengkap.

2. Kalimat Tidak Paralel.

Kalimat yang efektif adalah kalimat yang tersusun secara paralel. Keparalelan itu tampak pada jenis kata yang digunakan sebagai suatu yang paralel dengan memiliki unsur atau jenis kata yang sama. Kesalahan dalam menggunakan paralelis kata akan menjadikan kalimat tersebut menjadi tidak efektif.

Contoh :

Kegiatan akhir dari percobaan itu adalah menyusun laporan, kelengkapan materi yang harus dilampirkan, penggambaran tahap-tahap kegiatan, dan simpulan hasil pengujian.

Ketidakefektifan kalimat tersebut, karena memfaralelkan jenis kata menyusun, dengan kelengkapan, penggambaran, dan simpulan. Kalimat tersebut memfaralelkan “kegiatan” sebagai verba, maka kata lainnya seharusnya menggunakan verba. Misalnya, kata menyusun seharusnya berfaralel dengan melampirkan (materi secara lengkap), menggambarkan (tahap-tahap kegiatan), dan menyimpulkan (hasil pengujian).

3. Kalimat Bertele-tele.

Kalimat efektif harus hemat. Kalimat hemat memiliki ciri kalimat yang menghindari pengulangan subjek, pleonasme, hiponimi, dan penjamakan kata yang sudah bermakna jamak.

Contoh:

Air raksa ini harus dicampur dengan kain warna merah.

Kalimat di atas kurang efektif karena menggunakan kata bermakna hiponimi, yaitu kata warna dan merah (merah merupakan salah satu warna, sehingga tidak perlu menggunakan kata warna).

4. Kalimat Tidak Berpadu.

Kalimat yang berpadu adalah kalimat yang berisi kepaduan pernyataan. Kalimat yang tidak berpadu biasanya terjadi karena salah dalam menggunakan verba (kata kerja) atau preposisi (kata depan) secara tidak tepat.

5. Kalimat Kurang Logis.

Kalimat yang logis adalah kalimat yang dapat diterima oleh akal atau pikiran sehat. Biasanya ketidaklogisan kalimat terjadi karena pemilihan kata atau ejaan yang salah.

Contoh :

Untuk mempersingkat waktu, marilah kita bersama-sama mulai mengerjakan tugas tersebut.

Kalimat di atas memiliki makna yang tidak mungkin waktu dipersingkat, kecuali acara yang dipersingkat atau waktu yang dihemat.

6. Kontaminasi.

Kontaminasi yang berarti merancukan 2 struktur benar 1 struktur salah

Contoh :

sangat baik, baik sekali    sangat baik sekali (salah)

7. Pleonasme.

Pleonasme artinya berlebihan atau kalimat yang kata-katanya tumpang tindih

Contoh :
  • para hadirin (hadirin sudah jamak, tidak perlu para)
  • agar supaya (agar bersinonim dengan supaya)

8. Tidak Memiliki Subjek.

Contoh :
  • Buah mangga mengandung vitamin C.(SPO) (benar)
  • Di dalam buah mangga mengandung vitamin C. (KPO) (salah)

9. Adanya kata depan tidak perlu.

Contoh :

Kepada siswa kelas I berkumpul di aula.

10. Salah Nalar.

Contoh :
  •  Pak, saya minta izin ke belakang. (toilet tidak selalu berada di belakang)
  • Saya absen dulu anak-anak. (absen: tidak masuk, seharusnya presensi)
  • Bola gagal masuk gawang(kata gagal lebih untuk subjek bernyawa)

11. Kesalahan Pembentukan kata.

Contoh :
  • mengenyampingkan seharusnya mengesampingkan
  • mensoal seharusnya menyoal
  • sejarawan seharusnya ahli sejarah

12. Pengaruh bahasa asing.

Contoh :
  • Rumah di mana ia tinggal … (the house where he lives …) (seharusnya tempat)
  • Sebab-sebab daripada perselisihan … (cause of the quarrel) (kata daripada dihilangkan)
  • Saya telah katakan … (I have told) (Ingat: pasif persona) (seharusnya telah saya katakan)

13. Pengaruh bahasa daerah.

Contoh :
  • … sudah pada hadir. (Jawa: wis padha teka) (seharusnya sudah hadir)
  • Jangan-jangan … (Jawa: ojo-ojo) (seharusnya mungkin)

Perbedaan Kalimat Efektif dan Tidak Efektif.

Cara membedakan kalimat efektif dan tidak efektif tentu tidak sulit, cukup melihat dari kedua ciri-ciri yang ada pada masing-masing kalimat. Karena ciri-ciri tersebut sudah cukup bisa menjadi pembeda. Selain itu, perhatikan baku dan tidaknya kalimat, jika efektif maka akan baku, tetapi jika tidak efektif tidak baku, justru cenderung tidak mengikuti aturan EYD.

Contoh Kalimat Tidak Efektif.

Contoh 1.

Kalimat Tidak Efektif

Penelitian yang penulis jalani ini, menyimpulkan bahwa banyak para pedagang yang memakai vetsin yang melebihi batas sehingga hasil yang dirasakan begitu sangat gurih sekali.

Kalimat Efektif

Penelitian yang penulis jalani ini, menyimpulkan bahwa banyak pedagang yang memakai vetsin yang melebihi batas sehingga hasil yang dirasakan sangat gurih.

Contoh 2.

Kalimat Tidak Efektif

Penentuan harga dari suatu produk akan sangat mempengaruhi dari keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh keuntungan yang akan didapatkan oleh suatu perusahaan. Kebijakan dalam menentukan harga dari suatu produk, maka kelak akan sangat mempengaruhi daripelayanan harus dilakukan oleh perusahaan terhadap konsumen. Dan ini tentunya juga membutuhkan biaya budget yang juga harus diperhitungkan dengan menentukan nilai harga dari produk itu sendiri yang sangat diharapkan dan telah dirancang agardari harga produk itu sendiri dapat menutupi semua biaya produksi sehingga akan menghasilkan profit bagi perusahaan. Harga sangat mempengaruhi penjualdari suatu produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan. Penentuan harga sangat dibutuhkan strategi pemasaran yangamatlah matang agar perusahaan tidak mengalami kerugian.

Kalimat Efektif

Penentuan harga suatu produk akan sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan dalam memperoleh keuntungan yang akan didapatkan oleh suatu perusahaan. Kebijakan dalam menentukan harga dari suatu produk, kelak akan sangat mempengaruhi pelayanan yang harus dilakukan oleh perusahaan terhadap konsumen. Dan ini tentunya juga membutuhkan budget yang juga harus diperhitungkan dengan menentukan nilai harga dari produk itu sendiri yang sangat diharapkan dan telah dirancang agar harga produk itu sendiri dapat menutupi semua biaya produksi sehingga akan menghasilkan profit bagi perusahaan. Harga sangat mempengaruhi penjualan  suatu produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan. Penentuan harga sangat dibutuhkan strategi pemasaran yang amat matang agar perusahaan tidak mengalami kerugian.



Kalimat Efektif dan Contoh - Contoh Kalimat Efektif, silahkan click  http://www.berbagaireviews.com/2018/07/kalimat-efektif-lengkap-pengertian.html

Thanks for reading & sharing berbagaireviews.com

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Translate

Diberdayakan oleh Blogger.

subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

Follow by Email

Facebook  Twitter  Google+  RSS Feed

RSS

Download