berbagaireviews.com

Various Reviews of Knowledge and Education.

1 Juni 2019

Profil dan Biografi Ani Yudhoyono, Istri dari Presiden Indonesia ke 6 (enam).

Profil dan Biografi Ani Yudhoyono, Istri dari Presiden Indonesia ke 6 (enam).


Profil dan Biografi Ani Yudhoyono - berbagaireviews.com


Ani Yudhoyono adalah istri dari mantan Presiden Republik Indonesia yaitu Susilo Bambang Yudhoyono. Beliau sangat hobi dalam fotografi dan juga berkebun. Ia juga merupakan ibu negara dalam sejarah negara Indonesia dari Presiden ke 6.

Hj. Kristiani Herrawati, S.IP. (lahir di Yogyakarta, Indonesia, 6 Juli 1952 – meninggal di Singapura, 1 Juni 2019 pada umur 66 tahun), atau lebih dikenal dengan nama Ani Yudhoyono, adalah Ibu Negara Republik Indonesia sejak 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014. Ia adalah istri dari Presiden Indonesia keenam, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono.
  • Lahir: 6 Juli 1952, Yogyakarta
  • Meninggal: 1 Juni 2019
  • Nama lengkap: Kristiani Herrawati
  • Pasangan: Susilo Bambang Yudhoyono (m. 1976)
  • Orang Tua: Sarwo Edhie Wibowo, Hj. Sri Sunarti Hadiyah
  • Saudara kandung: Pramono Edhie Wibowo, lainnya

Keluarga Ani Yudhoyono

Lahir pada 6 Juli 1952, anak ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Letnan Jenderal (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dan Hj. Sunarti Sri Hadiyah. Menikah dengan SBY pada tanggal 30 Juli 1976, ketika SBY baru saja dilantik menjadi Perwira TNI dan menjadi lulusan terbaik.

Di dalam keluarga, Ani Yudhoyono adalah ibu panutan bagi putra-putrinya. Bahkan sang menantu mengatakan bahwa ia adalah sumber kekuatan dalam keluarga SBY. Tidak sekalipun ia meninggalkan SBY.
Beliau selalu ikut kemanapun bapak SBY bertugas kala beliau masih menjabat sebagai presiden. Ani Yudhoyono dan SBY dikarunia dua orang putra yang kini keduanya sudah menikah yaitu Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono.


Pendidikan Ani Yudhoyono

Ia sempat kuliah Jurusan Kedokteran di Universitas Kristen Indonesia, tetapi pada tahun ketiga meninggalkan bangku kuliah karena pindah untuk mengikuti Ayahnya yang ditunjuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan. Setelah pulang ke Indonesia, ia menikah dengan SBY. Ani melanjutkan kuliahnya di Universitas Terbuka dan lulus dengan gelar Sarjana Ilmu Politik pada tahun 1998.


Karir Ani Yudhoyono

Salah satu karir politik Ani Yudhoyono yang sudah banyak orang tahu adalah sebagai pendamping bapak SBY dalam menjalankan tugas kenegaraan pada saat menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia.

Biografi ani yudhoyonoSejak SBY menjabat menjadi presiden pada tahun 2004, Ibu Ani juga mulai menjadi Ibu Negara Republik Indonesia. Tentu saja tidak hanya menemani Bapak SBY, sebagai ibu Negara, ia juga sudah ikut andil dalam memegang tanggung jawab sebagai istri presiden RI.

Hal tersebut dibuktikannya dengan mengikuti berbagai organisasi. Salah satunya, Ibu Any pernah menjadi Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Tidak hanya itu saja organisasi yang pernah digeluti oleh istri SBY ini.

Setidaknya ada beberapa organisasi yang pernah mencatatkan namanya, yaitu Pelindung utama kegiatan PKK, Pelindung Nasional Women International Club, Duta HIV/ AIDS dan ASl, dan masih banyak lagi.

Biografi ani yudhoyonoSampai sekarangpun, Ia juga masih aktif dalam organisasi PERSIT Candra Kirana dan Dharma Wanita. Meski kini, kesehatannya sedang diuji, tetapi semangatnya untuk memajukan Indonesia tetap dapat dilihat lewat tidak absennya beliau pada saat pemilu 2019 yang baru saja berlangsung.


Kegiatan sosial dan politik Ani Yudhoyono


Pernah memegang jabatan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat,ia juga aktif dalam kegiatan sosial di Persit Kartika Chandra Kirana (Persatuan Istri Tentara), Dharma Pertiwi, dan Dharma Wanita selama SBY menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada era Pemerintahan Abdurrahman Wahid dan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan era Pemerintahan Megawati Soekarnoputri.


Ani Yudhoyono Wafat

Ani Yudhoyono meninggal dunia pada 1 Juni 2019 pukul 11.50 waktu Singapura akibat kanker darah yang ia alami sejak 2 Februari 2019. Bu Ani Yudhoyono diketahui mulai dirawat di rumah sakit National University Hospital (NUH) Singapore sejak bulan Februari 2019. Ia divonis mengidap penyakit kanker darah atau leukimia.

Selama tiga bulan ia dirawat dirumah sakit dan jarang keluar rumah sakit. Ia selalu didampingi oleh Susilo Bambang Yudhoyono dan juga anak anaknya serta menantunya selama perawatannya.

Setelah beberapa kali di kemoterapi serta dilakukan perawatan intensif, kondisi mantan ibu negara ini sempat membaik namun kemudian memburuk hingga tidak sadarkan diri.

Pada tanggal 1 Juni 2019, Ani Yudhoyono, mantan ibu negara Indonesia ini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 11.50 waktu Singapura setelah lama berjuang melawan penyakit kanker yang ia derita.

Jenazahnya kemudian diterbangkan dari Singapura ke Jakarta dan disemayamkan di Cikeas, Bogor. Beliau kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta pada tanggal 2 Juni 2019.


Demikianlah yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan atau kekurangan kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.

Profil dan Biografi Rocky Gerung
https://www.berbagaireviews.com/2018/05/profil-dan-biografi-rocky-gerung.html
Pengertian Peta Konsep Isi Buku, Fungsi, Cara Membuat, Keunggulan, dan Contoh Peta Konsep Isi Buku, Concept Book Contents Map.

Pengertian Peta Konsep Isi Buku, Fungsi, Cara Membuat, Keunggulan, dan Contoh Peta Konsep Isi Buku, Concept Book Contents Map.

Peta konsep isi buku - berbagaireviews.com

 
Isi buku pada umumnya terdiri atas beberapa bab dan di dalam setiap bab terbagi pula ke dalam beberapa sub bab. Pada setiap sub-babnya juga kembali dirinci ke dalam beberapa bagian lagi. Pembahasan isi buku seperti itu akan lebih mudah apabila disajikan ke dalam suatu pemetaan yang sering disebut dengan peta konsep.

Catatan tentang isi buku atau bacaan banyak sekali manfaatnya. Apalagi kalau kamu bermaksud membahas kembali isi bacaan itu. Kamu perlu melakukan persiapan, diantaranya berupa catatan tentang pokok-pokok isi buku yang akan didiskusikan. Catatan yang kamu buat akan lebih mudah dibahas kembali apabila disajikan dalam bentuk peta konsep.


Pengertian Peta Konsep

“Peta konsep adalah suatu alat yang digunakan untuk menyatakan hubu-ngan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi. Pro-posisi-proposisi merupakan dua atau lebih konsep-konsep yang dihubungkan oleh kata-kata dalam suatu unit semantik” (Dahar, 1989:122).  Dalam bentuknya yang paling sederhana, suatu peta konsep hanya terdiri atas dua konsep yang dihubung-kan oleh satu kata penghubung untuk membentuk suatu proposisi. Dalam peta konsep dapat diamati bagaimana konsep yang satu berkaitan dengan konsep yang lain. Menurut Ausubel (1968) dalam Dahar (1989:123) belajar bermakna lebih mudah berlangsung apabila konsep baru yang lebih khusus dikaitkan dengan kon-sep lama yang lebih umum yang sudah ada dalam struktur kognitif siswa.

Dalam peta konsep, tidak semua konsep memiliki bobot yang sama. Ini berarti, bahwa ada beberapa konsep yang lebih inklusif daripada konsep-konsep yang lain. Konsep yang paling inklusif (konsep fokus atau konsep utama) terletak di puncak dan memberikan identitas peta konsep yang bersangkutan. Makin ke bawah konsep-konsep menjadi lebih khusus. Ada kalanya konsep-konsep yang sama, oleh orang lain menghasilkan peta konsep yang berbeda, sebab untuk orang itu kaitan konsep yang demikinlah yang bermakna. Setiap peta konsep memperli-hatkan kaitan-kaitan konsep yang bermakna bagi orang yang menyusunnya. Di si-nilah kita lihat perbedaan-perbedaan individual yang ada pada mahasiswa. De-ngan kata lain hubungan antara konsep-konsep bagi seseorang itu adalah idiosin-kratik. Ini berarti bahwa kebermaknaan konsep-konsep itu khas bagi setiap orang (Dahar. RW:1989), sehingga peta konsep yang dibuat oleh masing- masing orang akan berbeda.

Fungsi Peta Konsep

Dalam pendidikan, peta konsep dapat diterapkan untuk berbagai tujuan. Menurut Dahar (1989:129) menyatakan bahwa berdasarkan tujuannya, fungsi peta konsep ada empat.

1. Menyelidiki apa yang telah diketahui siswa.

Sebelumnya telah diketahui bahwa belajar bermakna membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh dari pihak siswa untuk menghubungkan pengetahuan baru dengan konsep-konsep relevan yang telah mereka miliki.Untuk memperlancar proses ini, baik dosen dan mahasiswa perlu mengetahui konsep-konsep apa yang telah dimiliki mahasiswa ketika pelajaran baru akan dimulai, sedangkan maha-siswa diharapkan dapat menunjukkan di mana mereka berada, atau konsep-konsep apa yang telah mereka miliki.dalam menghadapi pelajaran baru itu. Dengan menggunakan peta konsep dosen dapat melaksankan apa yang telah dikemukakan di atas, dan dengan demikian mahasiswa diharapkan akan mengalami belajar ber-makna. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dosen untuk maksud ini ialah dengan memilih satu konsep utama dari pokok bahasan yang akan dibahas, kemu-dian menyuruh mahasiswa untuk menyusun peta konsep dengan menghubungkan konsep-konsep itu. Selanjutnya mahasiswa diminta untuk menambahkan konsep-konsep dan mengaitkan konsep-konsep itu hingga mambentuk proposisi yang ber-makna. Dari peta konsep-peta konsep yang dihasilkan oleh mahasiswa, guru dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan mahasiswa tentang pokok bahasan yang akan diajarkan.

2. Mempelajari Cara Belajar

Bila seseorang dihadapkan pada suatu bab dari buku pelajaran , ia tidak akan begitu saja memahami apa yang dibacanya.Dengan diminta untuk menyusun peta konsep dari isi bab itu , ia akan berusaha untuk mengeluarkan konsep-konsep dari apa yang dibacanya, meletakkan konsep yang paling inklusif pada puncak pe-ta konsep yang dibuatnya, kemudian mengurutkan konsep-konsep yang lain yang kurang inklusif pada konsep yang paling inklusif, demikian seterusnya.

3. Mengungkapkan konsepsi salah

Selain kegunaan-kegunaan yang telah disebutkn di atas, peta konsep dapat pula mengungkapkan konsepsi salah (misconception) yang terjadi pada  mahasis-wa. Konsep salah biasanya timbul karena terdapat kaitan antara konsep-konsep yang mengakibatkan proposisi yang salah.

4. Alat Evaluasi

Penerapan peta konsep dalam pendidikan yang terakhir dibahas adalah peta konsep sebagai alat evaluasi. Selama ini alat-alat evaluasi yang digunakan guru adalah tes obyektif atau tes esai. Walaupun cara evaluasi ini akan terus me-megang peranan dalam dunia pendidikan, teknik-teknik evaluasi baru perlu dipi-kirkan untuk memecahkan masalah-masalah evaluasi yang kita hadapi selama ini.

Menurut Susilo dalam Parno (2007:8) fungsi peta konsep dalam pembel-ajaran adalah
  1. merencanakan kuliah,
  2. merencanakan dan evaluasi kurikulum,
  3. mengembangkan pembelajaran dengan bertitik tolak pada identifikasi miskon-sepsi mahasiswa dari peta konsep,
  4. mendiskusikan peta konsep dalam kelas,
  5. peta konsep yang menghubungkan teori dasar dan prosedur eksperimen dalam praktikum mahasiswa,
  6. mempelajari buku teks,
  7. meminta mahasiswa mem-buat peta konsep dari soal tes, dan
  8. menganalisis miskonsepsi mahasiswa.

Dalam penelitian ini peta konsep yang dibuat oleh mahasiswa bersumber pada pengetahuannya tentang materi fisika sekolah yang sudah didapatkannya dari matakuliah yang ditempuhnya selama empat semester sebelumnya. Peta konsep yang telah dibuat oleh mahasiswa digunakan untuk menemukan miskonsepsi ten-tang dasar-dasar fisika sekolah. Selanjutnya sejumlah miskonsepsi tersebut akan diperbaiki dengan pembelajaran pemecahan masalah dalam matakuliah KSFS.


Cara Membuat Peta Konsep

“Dalam membuat peta konsep ada enam langkah yang harus diikuti“ (Da-har, 1989:126). Keenam langkah tersebut adalah
  1. menentukan bahan bacaan,
  2. menentukan konsep-konsep yang relevan,
  3. mengurutkan konsep-konsep itu, mulai dari yang paling inklusif sampai yang paling tidak inklusif atau contoh- contoh,
  4. menyusun konsep- konsep itu di atas kertas, mulai dengan konsep yang paling inklusif di puncak ke konsep yang paling tidak inklusif
  5. menghu-bungkan konsep yang berkaitan dengan garis-garis penghubung dan memberi kata penghubung pada setiap garis penghubung itu, dan
  6. mengembangkan peta kon-sep tersebut, misalnya dengan menambahkan dua atau lebih konsep yang baru ke setiap konsep yang sudah ada dalam peta konsep.

Keunggulan Peta Konsep

Novak dan Gowin (dalam Haris, 2005:18) mengemukakan kelebihan peta konsep bagi guru dan siswa. Kelebihan peta konsep bagi guru adalah sebagai berikut.
  • Pemetaan konsep dapat menolong guru mengorganisir seperangkat pe-ngalaman belajar secara keseluruhan yang akan disajikan
  • Pemetaan konsep merupakan cara terbaik menghadirkan materi pel-ajaran, hal ini disebabkan peta konsep adalah alat belajar yang tidak menimbulkan efek verbal bagi siswa, karena siswa dengan mudah me-lihat, membaca, dan mengerti makna yang diberikan
  • Pemetaan konsep menolong guru memilh aturan pengajaran berdasar-kan kerangka kerja yang hierarki, hal ini mengingat banyak materi pe-lajaran yang disajikan dalam urutan yang acak
  • Peta konsep membantu guru meningkatkan efisiensi dan efektifitas pengajaran.

Kelebihan Peta Konsep

Sedangkan kelebihan peta konsep bagi siswa adalah sebagai berikut.
  • Pemetaan konsep merupakan cara belajar yang mengembangkan pro-ses belajar yang bermakna, yang akan meningkatkan pemahaman sis-wa dan daya ingat belajarnya,
  • Dapat meningkatkan keaktifan dan kreatifitas berfikir siswa, yang pada gilirannya akan menimbulkan sikap kemandirian belajar yang lebih pa-da siswa
  • Mengembangkan struktur kognitif yang terintegrasi dengan baik, yang akan memudahkan belajar
    Dapat membantu siswa melihat makna materi pelajaran secara lebih komprehensif dalam setiap komponen konsep- konsep dan mengenali miskonsepsi.


Kelemahan Peta Konsep

Beberapa kelemahan atau hambatan yang mungkin dialami mahasiswa da-lam menyusun peta konsep antara lain:
  • Perlunya waktu yang cukup lama un-tuk menyusun peta konsep, sedangkan waktu yang tersedia terbatas,
  • Sulit me-nentukan konsep-konsep yang terdapat pada materi yang dipelajari,
  • Sulit me-nentukan kata-kata untuk menghubungkan konsep yang satu dengan konsp yang lain (Haris, 2005:20).
Jadi hambatan yang kemungkinan dialami mahasiswa akan dapat diatasi dengan melakukan hal-hal sebagai berikut:
  • Mahasiswa diminta untuk membu-at peta konsep di rumah dan pada pertemuan selanjutnya dibahas di kelas,
  • Mahasiswa diharapkan dapat membaca kembali materi dan memahaminya, agar da-pat mengenali konsep-konsep yang ada dalam bacaan sehingga dapat mengaitkan konsep-konsep tersebut dalam peta konsep (Haris, 2005:21).

Teknik Membaca untuk Menemukan Isi Pokok Buku

Pemahaman tentang isi suatu buku secara keseluruhan dapat terus ditingkatkan dengan latihan membaca cepat. Teknik membaca cepat dilakukan dengan gerakan mata yang menyapu halaman demi halaman suatu buku dengan kecepatan tinggi. Membaca cepat dilakukan dengan berbagai teknik. Salah satu di antaranya teknik fiksasi.

Berikut langkah-langkah membaca dengan teknik fiksasi.
  • Sediakan kertas yang diberi gambar berupa titik.
  • Gerakan tatapan mata dengan mengikuti titik-titik hitam itu secara cepat.
  • Ulangi latihan itu berkali-kali dengan titik-titik hitam yang semakin dijarankan.

Terapkanlah latihan itu terhadap bahan bacaan yang sesungguhnya. Bacalah halaman demi halaman bacaan itu secara cepat. Tidak setiap kata kamu baca, tetapi baris atau kata tertentu saja. Misalnya, pada baris pertama saja, baris terakhir saja, atau bagian-bagian lain yang kamu anggap penting dalam halaman itu.

Proses membaca cepat dapat dilakukan dalam berbagai teknik. Pemilihan teknik membaca bergantung pada jenis bacaannya. Bentuk zig-zag digunakan untuk teks yang sulit, bentuk spiral untuk teks yang agak sulit, dan bentuk diagonal ataupun vertikal untuk teks yang mudah, misalnya kamus ataupun surat kabar.


Contoh - Contoh Penyajian Peta Konsep

Berikut contoh-contoh penyajiaanya.

Isi Buku Apresiasi Sastra

Bab 1
Pendahuluan
1. Pengertian kesusastraan
2. Menfaat karya sastra
3. Jenis-jenis karya sastra

Bab 2
Puisi
1. Pengertian puisi
2. Karateristik puisi
3. Jenis-jenis puisi
4. Cara menulis puisi

Bab 3
Prosa
1. Pengertian prosa
2. Karateristik prosa
3. Jenis-jenis prosa
4. Cara menulis prosa

Bab 4
Drama
1. Pengertian drama
2. Karateristik drama
3. Jenis-jenis drama
4. Cara mementaskan

Bab 5
Penutup
Dengan pemetaan seperti itu, isi keseluruhan buku itu bisa tergambarkan dengan jelas; begitu pun dengan susunan dan rinciannya.

Peta konsep terhadap isi buku dapat pula disajikan sebagai berikut.

Apresiasi Sastra

1. Pendahuluan
Pengertian sastra
Manfaat karya sastra
Jenis-jenis karya sastra

Isi setiap bab dalam sebuah buku dapat lebih diperjelas dengan peta konsep seperti di atas. Satu bab disajikan dalam suatu bagan sehingga sistematikanya bisa lebih terperinci. Hubungan antar bagiannya pun akan lebih mudah dipahami.

Akan tetapi, untuk buku-buku cerita semacam novel ataupun buku kumpulan cerpen/dongeng, akan lebih mudah dipahami apabila disajikan dalam bentuk bagan alur. Dengan begitu rangkaian cerita yang ada pada buku itu akan lebih jelas dan mudah terpahami.

Misalnya ;
  • Pengenalan
  • Penanggalan peristiwa
  • Terjadinya konflik
  • Penyelesaian konflik
  • Penutup cerita

Pada setiap bagiannya itu, kemudian diisi dengan catatan - catatan ringkas. Misalnya, pada bagian pengenalan: 
  1. apa yang disampaikan pengarangnya,
  2. gambaran tentang tokoh siapa, dan
  3. dimana cerita bermula.
Pada bagian pengenalan peristiwa, perlu dicatat tentang latar belakang masalah yang dihadapi tokoh utamanya. Pada bagian konflik, diceritakan masalah yang dialami tokoh utama, penyebab, dan reaksi yang dilakukan tokoh tersebut.


Demikianlah yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan atau kekurangan kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.


Pengertian Teks Narasi

Pengertian Ide Pokok

31 Mei 2019

Pengertian Kebudayaan Nasional, Karakteristik, Fungsi, Tujuan, dan Contoh Budaya Nasional Indonesia, National Culture.

Pengertian Kebudayaan Nasional, Karakteristik, Fungsi, Tujuan, dan Contoh Budaya Nasional Indonesia, National Culture.

Kebudayaan nasional - berbagaireviews.com


 

Budaya nasional adalah budaya yang sudah ada dan mengakar pada suatu bangsa. Biasanya kebudayaan ini telah ada sejak dahulu kala dan terus diwariskan kepada anak cucu agar tetap lestari tidak termakan perubahan jaman.
 
Kebudayaan nasional memiliki syarat mutlak yakni harus memiliki sifat yang khas dan dapat dibanggakan serta dapat memberikan suatu identitas bagi suatu negara. Kebudayaan nasional adalah suatu kebudayaan lokal yang diangkat dan dianggap dapat mewakili keseluruhan bangsa.


Pengertian Kebudayaan Nasional

Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang menjadi identitas nasional bangsa Indonesia yang didukung penuh dan dibanggakan oleh sebagian besar warga negara Indonesia. Kebudayaan Nasional sebagai identitas bangsa mengandung karakter dan jati diri yang membedakan bangsa kita dengan bangsa lainnya di dunia.

Kebudayaan nasional adalah kebudayaan yang diakui sebagai identitas nasional. Menurut TAP MPR No. II tahun 1998, definisi kebudayaan nasional yang berlandaskan Pancasila adalah perwujudan cipta, karya dan karsa bangsa Indonesia dan merupakan keseluruhan daya upaya manusia Indonesia untuk mengembangkan harkat dan martabat sebagai bangsa, serta diarahkan untuk memberikan wawasan dan makna pada pembangunan nasional dalam segenap bidang kehidupan bangsa.

Kebudayaan nasional adalah suatu kebudayaan yang didukung oleh sebagian besar warga negara dan memiliki syarat dibanggakan serta memberikan identitas terhadap warga. Atau dengan kata lain, pengertian budaya nasional adalah budaya yang dihasilkan oleh masyarakat bangsa tersebut sejak zaman dahulu hingga kini sebagai suatu karya yang dibanggakan yang memiliki kekhasan bangsa tersebut dan memberi identitas warga, serta menciptakan suatu jati diri bangsa yang kuat.


Pengertian Kebudayaan Nasional Menurut Para Ahli

Sutan Takdir Alisyahbana

Menurut Sutan Takdir Alisyahbana, kebudayaan nasional Indonesia sebagai suatu kebudayaan yang universal. Unsur-unsur dikreasikan terutama yang masih langka dan dimiliki masyarakat Indonesia masa itu, yaitu: teknologi, ekonomi, keterampilan berorganisasi, ilmu pengetahuan.

Upaya mengkreasi ke arah itu bisa dicapai lewat usaha mempertajam rasio (akal) masyarakat Indonesia dengan mengambil alih dinamisme Barat.

Sanusi Pane

Menurut Sanusi Pane, kebudayaan nasional Indonesia sebagai kebudayaan timur, harus mementingkan unsur-unsur kerohanian, perasaan, dan gotong-royong.

Poerbatjaraka

Menurut Poerbatjaraka, kebudayaan nasional Indonesia harus berakar pada kebudayaan Indonesia sendiri, artinya harus berakar pada kebudayaan suku-suku bangsa yang ada di Nusantara. Dianjurkan pula agar manusia Indonesia banyak mempelajari sejarah kebudayaan sendiri.

Ki Hajar Dewantara

Menurut Ki Hajar Dewantara, kebudayaan nasional Indonesia adalah puncak kebudayaan daerah. Dalam hal ini ia telah memasukkan aspek mutu karena ungkapan puncak berarti unsur-unsur kebudayaan daerah yang paling tinggi mutunya.

Koentjaraningrat

Menurut Koentjaraningrat, ada beberapa konsep kebudayaan nasional diantaranya yaitu:
  • Kebudayaan nasional merupakan karya warga negara Indonesia, termasuk juga karya-karya zaman dahulu di berbagai wilayah tanah air.
  • Kebudayaan nasional merupakan hasil karya warga negara Indonesia yang tema pikiran dan wujudnya mengandung ciri-ciri khas Indonesia.
  • Kebudayaan nasional merupakan hasil karya warga Indonesia dan umumnya dirasakan memiliki nilai yang tinggi sehingga menjadi kebanggaan orang Indonesia.

Karakteristik Kebudayaan Nasional

Adapun karakteristik atau ciri-ciri kebudayaan nasional, diantaranya yaitu:
  • Hasil budidaya masyarakat bangsa.
  • Hasil budidaya masyarakat sejak zaman dahulu hingga kini.
  • Hasil budidaya yang dibanggakan.
  • Hasil budidaya yang memiliki kekhasan bangsa.
  • Hasil budaya yang menciptakan jati diri bangsa.
  • Hasil budaya yang memberikan identitas bangsa.

Fungsi Kebudayaan Nasional

Menurut Usman Pelly, fungsi kebudayaan nasional diantaranya yaitu:
Sebagai pedoman dalam membina persatuan dan kesatuan bangsa bagi masyarakat majemuk Indonesia.
Sebagai pedoman dalam pengambilalihan ilmu dan teknologi modern.


Tujuan Kebudayaan Nasional Indonesia

Terdapat 4 (empat) ketentuan arah dan tujuan pengembangan kebudayaan nasional Indonesia, diantaranya yaitu:
  1. Kebudayaan nasional merupakan perwujudan hasil upaya dan tanggapan aktif masyarakat Indonesia dalam proses adaptasi terhadap lingkungannya dalam arti luas.
  2. Kebudayaan nasional merupakan perpaduan puncak-puncak kebudayaan daerah, sehingga mewujudkan konfigurasi budaya bangsa.
  3. Pengembangan kebudayaan nasional itu harus menuju ke arah kemajuan adab yang dapat memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
  4. Tidak menutup kemungkinan untuk menyerap unsur-unsur kebudayaan asing yang dapat mengembangkan dan memperkaya kebudayaan nasional, serta mempertinggi kemanusiaan bangsa Indonesia.


Contoh Budaya Nasional di Indonesia
 
Adapun contoh kebudayaan nasional Indonesia, diantaranya yaitu:

Pakaian nasional
 
 
 
Pakaian nasional - berbagaireviews.com
 
 
Contohnya batik dan kebaya.

Rumah adat nasional.
 
 
 
 
 
Contohnya rumah joglo dan rumah gadang.

Alat musik nasional.
 
 
Alat musik nasional - berbagaireviews.com
 
 
Contohnya gamelan.

Kesenian nasional
 
 
Kesenian nasional - berbagaireviews.com
 
 
Contohnya kesenian wayang kulit.

Masakan nasional.
 
 
Masakan nasional - berbagaireviews.com
 
 
Contohnya masakan rendang Padang.

Peninggalan bersejarah
 
 

 
Contohnya Candi Borobudur dan Candi Prambanan.
 

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan atau kekurangan kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.

Pengertian Seni Budaya

29 Mei 2019

Proyek Konstruksi (Construction Project), Jenis - Jenis dan Tahapan Proses / Skema Proyek Konstruksi.

Proyek Konstruksi (Construction Project), Jenis - Jenis dan Tahapan Proses / Skema Proyek Konstruksi.

Proyek konstruksi - berbagaireviews.com


Proyek merupakan suatu kegiatan yang mempunyai jangka waktu tertentu dengan alokasi sumber daya terbatas, untuk melaksanakan suatu tugas yang telah digariskan. Menurut D.I Cleland dan W.R. King (1987), proyek adalah gabungan dari berbagai sumber daya, yang dihimpun dalam suatu wadah organisasi sementara untuk mencapai suatu sasaran tertentu. Kegiatan atau tugas yang dilaksanakan pada proyek berupa pembangunan/perbaikan sarana fasilitas (gedung, jalan, jembatan, bendungan dan sebagainya) atau bisa juga berupa kegiatan penelitian, pengembangan


Karakteristik Proyek


Dari pengertian dan batasan di atas, maka dapat dijabarkan beberapa karakteristik proyek sebagai berikut.
  • Waktu proyek terbatas, artinya jangka waktu, waktu mulai (awal proyek dan waktu finish (akhir proyek) sudah tertentu.
  • Hasilnya tidak berulang, artinya produk suatu proyek hanya sekali, bukan produk rutin/berulang (Pabrikasi).
  • Mempunyai tahapan kegiatan-kegiatan berbeda-beda, dengan pola di awal sedikit, berkembang makin banyak, menurun dan berhenti.
  • Intensitas kegiatan-kegiatan (tahapan, perencanaan, tahapan perancangan dan pelaksanaan).
  • Banyak ragam kegiatan dan memerlukan klasifikasi tenaga beragam pula.
  • Lahan/lokasi proyek tertentu, artinya luasan dan tempat proyek sudah ditetapkan, tidak dapat sembarang tempat.
  • Spesifikasi proyek tertentu, artinya persyaratan yang berkaitan dengan bahan, alat, tenaga dan metoda pelaksanaannya yang sudah ditetapkan dan harus memenuhi prosedur persyaratan tersebut.

Pengertian Proyek Konstruksi

Proyek Konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan upaya pembangunan sesuatu bangunan, mencakup pekerjaan pokok dalam bidang teknik sipil dan arsitektur, meskipun tidak jarang juga melibatkan disiplin lain seperti teknik industri, mesin, elektro, geoteknik, maupun lansekap.


Jenis - Jenis Proyek Konstruksi

Proyek konstruksi berkembang sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia dankemajuan teknologi. Bidang-bidang kehidupan manusia yang makin beragam menuntut industri jasa konstruksi, membangun proyek-proyek konstruksi sesuai dengan keragaman bidang tersebut. Proyek konstruksi untuk bangunan pabrik tentu berbeda dengan bangunan gedung untuk sekolah. Proyek konstruksi bendungan, terowongan, jalan, jembatan dan proyek teknik sipil lainnya membutuhkan spesifikasi, keahlian dan teknologi tertentu, yang tentu berbeda dengan proyek perumahan/pemukiman (Real Estate). Memang agak sulit mengkategorikan jenis-jenis proyek dalam kategori-kategori /jenis yang rinci dan tegas, namun secara umum (garis besar) klasifikasi/jenis proyek konstruksi dapat dibagi menjadi.

1. Proyek konstruksi bangunan gedung (Building Construction)

Proyek konstruksi bangunan gedung mencakup bangunan gedung perkantoran, sekolah, pertokoan, rumah sakit, rumah tinggal dan sebagainya. Dari segi biaya dan teknologi terdiri dari yang berskala rendah, menengah, dan tinggi. Biasanya perencanaan untuk proyek bangunan gedung lebih lengkap dan detail. Untuk proyek-proyek pemerintah (di Indonesia) proyek bangunan gedung ini dibawah pengawasan/pengelolaan DPU sub Dinas Cipta Karya.

2. Proyek bangunan perumahan/pemukiman (Residential Contruction/Real Estate)

Di sini proyek pembangunan perumahan/pemukiman (real estate) dibedakan denganproyek bangunan gedung secara rinci yang didasarkan pada klase pembangunannya serempak dengan penyerahan prasarana-prasarana penunjangnya, jadi memerlukan perencanaan infrastruktur dari perumahan tersebut (jaringan transfusi, jaringan air, dan fasilitas lainnya). Proyek pembangunan pemukiman ini dari rumah yang sangat sederhana sampai rumah mewah, dan rumah susun. Di Indonesia pengawasan di bawah Sub Dinas Cipta Karya.

3. Proyek konstruksi teknik sipil/proyek

Konstruksi rekayasa berat (Heavy Engineering Construction) umumnya proyek yang masuk jenis ini adalah proyek-proyek yang bersifat infrastruktur seperti proyek bendungan, proyek jalan raya, jembatan, terowongan, jalan kereta api, pelabuhan, dan lain-lain. Jenis proyek ini umumnya berskala besar dan membutuhkan teknologi tinggi.

4. Proyek konstruksi industri (Industrial Construction)

Proyek konstruksi yang termasuk dalam jenis ini biasanya proyek industri yang membutuhkan spesifikasi dan persyaratan khusus seperti untuk kilang minyak, industri berat/industri dasar, pertambangan, nuklir dan sebagainya. Perencanaan dan pelaksanaannya membutuhkan ketelitian dan keahlian/ teknologi yang spesifik.

 
Tahapan Proyek Konstruksi

Secara garis besar tahapan proyek konstruksi dapat dibagi menjadi:
  • tahap perencanaan (planning)
  • tahap perancangan (design)
  • tahap pengadaan/pelelangan
  • tahap pelaksanaan (construction)
  • Masing-masing tahap proyek di atas dibagi lagi dalam beberapa kegiatan yang lebih detail.

1. Tahapan perencanaan (planning)


Merupakan penetapan garis-garis besar rencana proyek, mencakup: recruitment konsultan
(MK, perencana) untuk menterjemahkan kebutuhan pemilik, pembuatan TOR, survey, feasibility studies studi kelayakan proyek, pemilihan design, schematic design, program dan budget, financing. Disini merupakan tahap pengelolaan (briefing), studi, evaluasi dan program yang mencakup hal-hal teknis ekonomis, lingkungan, dll.

Hasil dari tahap ini adalah:
  • laporan survey
  • studi kelayakan
  • program dan budget
  • TOR (Term Of Reference)
  • master plan

2. Tahap perancangan (design)

Tahap Perancangan terdiri dari:

a. Prelimenery Design (Pra Rancangan)
  • yang mencakup kriteria desain, skematik desain, proses diagram blok plan, rencana tapak, potongan, denah, gambar situasi/site plan tata ruang, estimasi cost (kerja global).
 
b. Design Development (Pengembangan Rancangan)
 
Merupakan tahap pengembangan dari pra rancangan yang sudah dibuat dan perhitungan-perhitungan yang lebih detail, mencakup:
  • perhitungan-perhitungan detail (struktural maupun non struktural) secara terperinci.
  • gambar-gambar detail (gambar arsitektur, elektrikal, struktur, mekanikal, dsb.)
  • outline specification (garis besar)
  • estimasi cost untuk konstruksi secara terperinci.
c. Disain akhir dan penyiapan dokumen pelaksanaan (final design & construction document).

Merupakan tahap akhir dari perencanaan dan persiapan untk tahap pelelangan, mencakup:
  • gambar-gambar detail, untuk seluruh bagian pekerjaan
  • detail spesifikasi
  • bill of quantity (daftar volume)
  • estimasi biaya konstruksi (secara terperinci)
  • syarat-syarat umum administrasi dan peraturan umum (dokumen lelang)

3. Tahap pengadaan/pelelangan

Pengadaan/pelelangan dilakukan untuk:

a. pengadaan konsultan
  • Konsultan Perencanaan/MK setelah gagasan awal/TOR ada.
  • Konsultan pengawas/supervisi setelah dokumen lelang ada
b. Pengadaan kontraktor setelah dokumen lelang ada


4. Tahap pelaksanaan (construction)

Merupakan pelaksanaan pembangunan konstruksi fisik yang telah dirancang pada tahap design. Pada tahap ini, setelah kontrak ditandatangani, SPK dikeluarkan, maka pekerjaan pelaksanaan dilakukan. Pekerjaan pelaksanaan mencakup.
  • rencana kerja (time schedule)
  • pembagian waktu secara terperinci
  • rencana lapangan (site plan/instalation) rencana peletakan bahan, alat dan bangunan bangunan pembantu lainnya.
  • organisasi lapangan
  • pengadaan bahan/material
  • pengadaan dan mobilisasi alat
  • pengadaan dan mobilisasi tenaga
  • pek. persiapan dan pengukuran (stake out)

Pelaksanaan pekerjaan konstruksi gedung
 
Pelaksanaan pekerjaan konstruksi untuk gedung berbeda dengan pekerjaan konstruksi jalan atau konstruksi bendungan, pelabuhan, dsb. Pada pekerjaan konstruksi 4 target yang harus dicapai kontraktor:
  • selesai dengan mutu/kualitas paling tidak asma dengan yang ditentukan dalam spec/perencanaan.
  • selesai dengan waktu ≤ waktu perencanaan
  • selesai dengan biaya ≤ biaya yang direncanakan
  • selesai dengan tidak menimbulkan dampak lingkungan (sosial, fisik, dan administratif)
  • pemeriksaan lab/testing
  • penyerahan pertama
  • masa pemeliharaan
  • penyerahan kedua

Skema tahapan proyek konstruksi

secara skematis tahapan/proses proyek konstruksi dapat dijabarkan sebagai berikut:


Tahapan proyek konstruksi - berbagaireviews.com



Demikianlah yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan atau kekurangan kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.

28 Mei 2019

Karakteristik Proyek Konstruksi, Characteristics of Construction Projects.

Karakteristik Proyek Konstruksi, Characteristics of Construction Projects.


Karakteristik proyek konstruksi - berbagaireviews.com



Pengertian Proyek.

Menurut D.I Cleland dan W.R. King (1987), proyek adalah gabungan dari berbagai sumber daya, yang dihimpun dalam suatu wadah organisasi sementara untuk mencapai suatu sasaran tertentu. Kegiatan atau tugas yang dilaksanakan pada proyek berupa pembangunan/perbaikan sarana fasilitas (gedung, jalan, jembatan, bendungan dan sebagainya) atau bisa juga berupa kegiatan penelitian, pengembangan.

Secara umum kedengarannya istilah "Proyek" itu selalu identik terhadap sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan konstruksi dalam pembicaraan sehari-hari, namun jika dilihat secara lebih luas proyek sebenarnya banyak jenisnya tergantung cases-nya masing-masing, ada berupa proyek konstruksi, proyek industri manufaktur, proyek penelitian/research, proyek dalam bidang pendidikan, proyek perfilman dsb. Untuk pembahasan kali ini saya tentunya tidak membahas secara keseluruan dari berbagai macam proyek tersebut, namun sesuai dengan ciri khas dari blog ini maka yang akan dibahas secara khusus hanya ciri-ciri  "Proyek Konstruksi" yang memiliki beberapa karakteristik dibandingan dengan proyek lainnya. 


Karakteristik Proyek Konstruksi

Untuk proyek konstruksi memang secara khusus jika dilihat secara menyeluruh memiliki beberapa keunikan jika dibandingkan dengan beberapa jenis proyek lainnya seperti proyek industri manufaktur. Oleh karena itu dalam penulisan kali ini akan dibahas 

Karakteristik proyek konstruksi adalah sebagai berikut ini.

1. Kegiatannya dibatasi oleh waktu.

Dalam kontrak proyek terdapat perjanjian antara owner (pemilik) proyek dengan pelaksana proyek, misalnya proyek tersebut harus diselesaikan dalam waktu 18 minggu. Sesuai dengan kontrak maka pelaksana harus menyelesaikan proyek tersebut tepat atau kurang dari 18 minggu.
2. Sifatnya sementara, diketahui kapan mulai dan berakhirnya.
 Proyek dilaksanakan dalam satuan waktu, sehingga dapat diketahui waktu mulai dan waktu kapan proyek tersebut selesai. Misal proyek dilaksanakan mulai tanggal 19 Januari 2008 dan proyek tersebut selesai pada 30 November 2009.

3. Dibatasi oleh biaya.

 Nilai kontrak dimisalkan saja bernilai 5 milyar rupiah, sehingga Pelaksana proyek harus mengelola uang tersebut bagaimanapun caranya agar proyek tersebut dapat selesai tepat pada waktunya dengan nilai kontrak 5 milyar rupiah tersebut.

4. Dibatasi oleh kualitas.

 Dalam proyek konstruksi bangunan gedung misalnya, kolom - kolom bangunan tersebut harus memiliki kuat tekan beton sebesar 25 MPa. Sehingga Pelaksana proyek harus membuat kolom dengan mutu kuat tekan beton sebesar 25 MPa dan tidak boleh kurang dari nilai tersebut setelah dilakukan uji tes kuat tekan beton di laboratorium.

5. Biasanya tidak berulang-ulang.

Suatu proyek misalnya membuat bangunan gedung untuk perumahan. Maka rumah yang dibangun memiliki tipe yang berbeda-beda ada tipe 36 dan ada tipe 46. Kedua bangunan rumah tersebut berfungsi sama yaitu perumahan tetapi memiliki spesifikasi, luas bangunan yang berbeda.


 Ciri - Ciri Proyek Konstruksi.

Ciri - ciri suatu proyek konstruksi, antara lain sebagai berikut.

Bersifat Unik,

Suatu proyek konstruksi selalu memiliki sifat keunikan yang berbeda-beda dalam pelaksanaannya, walaupun misalkan proyek X memiliki spesifikasi dan jenis yang sama dengan proyek Y tetapi dikarenakan lokasi proyek yang berbeda tentunya memiliki keunikan tersendiri dalam proses pelaksanaannya baik dikarenakan kondisi alam, transportasi material, akses peralatan, maupun faktor lain yang berpengaruh dalam pelaksanaan proyek tersebut.


Terbatas Dengan Waktu, Mutu dan Biaya,

Tentunya secara umum semua proyek juga dibatasi oleh biaya, mutu dan waktu dalam proses pelaksanaannya, dikarenakan proyek secara umum dibiayai dengan biaya yang terbatas (sesuai angaran) dan dengan waktu yang harus dicapai sesuai dengan scheduled plan serta dengan kualitas yang sesuai dengan kontrak kerja. Dalam proyek konstruksi parameter waktu dan biaya memang menjadi tolak ukur yang harus diupayakan dan ditargetkan di samping unsur kualitas dan keselamatan kerja, sehingga proyek dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Oleh karena itu pada dasarnya umur suatu proyek konstruksi bersifat sementara karena dibatasi oleh durasi yang telah direncanakan.

Item Pekerjaan Dilakukan Secara Sistematis,

Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi setiap item pekerjaan dilakukan secara sistematis dan berurutan sesuai dengan metode pelaksanaannya, jadi setiap elemen suatu struktur bangunan konstruksi umumnya dikerjakan berdasarkan susunan yang sistematis misalnya mulai dari sub-structures,  upper structures, dan pekerjaan finishing dan tidak berulang setelah item pekerjaan tersebut selesai dikerjakan. 

Umumnya Menggunakan Tenaga Kerja Ahli dan Profesional,

Dalam praktik konstruksi di lapangan tenaga kerja yang digunakan umumnya menggunakan tenaga kerja terlatih, terdidik sampai profesional karena pekerjaan yang dikerjakan memang membutuhkan suatu skill tersendiri mulai dari tahap perencanaan oleh insinyur perencana sampai pelaksanaannnya di lapangan oleh pekerja  seperti pekerjaan pengelasan, perakitan tulangan, pengecetan, plesteran, instalasi listrik-air, dsb. Kendala akhir-akhir ini yaitu sulitnya memperoleh tenaga kerja yang berkompeten dan profesional dibidangnnya.

Umumnya Pekerja/Labour  Bersifat Tenaga Kerja Lepas, 

Pada industri proyek konstruksi  umumnya tenaga yang digunakan  lebih bersifat tenaga kerja lepas sehingga jumlah tenaga kerja lepas pada dasarnya lebih besar dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja tetap yang dimiliki oleh pihak pelaksana. Hal ini dikarenakan karena salah satu ciri dari suatu proyek yaitu bersifat sementara (terbatas oleh durasi suatu proyek), sehingga jika proyek telah selesai biasanya pekerja akan mencari proyek baru dengan pihak pelaksana yang baru pula. Berbeda dengan industri manufaktur dimana pada umumnya jumlah pekerjanya bersifat tetap dan tetap bekerja selama proses produksi terus berjalan.

Umumnya Bekerja di Ruangan Terbuka,

Hampir semua pekerjaan konstruksi dilakukan di ruangan terbuka dalam proses pelaksanaannnya dimana sangat dipengaruhi oleh iklim/cuaca. Bekerja di ruangan terbuka juga berpotensi menimbulkan risiko kecelakan kerja bagi pekerja di lapangan. Sehingga proyek konstruksi berbeda dengan industri manufaktur yang umumnya dilakukan di dalam ruangan.

Pekerjaannya Tidak Berulang-Ulang, 

Pada industri manufaktur proses pekerjaannya dilakukan secara berulang-ulang (Cycle), berbeda dengan proyek industri konstruksi dimana item pekerjaannya tidak dilakukan secara berulang dimana prosesnya bersifat berkelanjutan dan sistematis (jika item pekerjaan X selesai maka berlanjut ke item pekerjaan Y).

Hasil Pekerjaan Bersifat Handmade,

Berbeda dengan industri manufaktur dimana output dari proses pembuatan produknya umumnya menggunakan mesin sedangkan proyek konstruksi umumnya hasil output pekerjaannya bersifat handmade. Perluh diketahui bahwa hasil dari output pekerjaan konstruksi biasanya tidak sesempurna jika dibandingkan dengan buatan mesin, oleh karena itu ketidaksempurnaan dari hasil produk konstruksi merupakaan hal yang normal selama dalam batas-batas yang dapat diterima.

Perhitungan Biaya Dilakukan Sebelum Pelaksanan,

Pada umumnya perhitungan biaya dilakukan  pada tahap awal pengadaan (procurement) kemudian jika telah disepakati maka dilaksanakan pada tahap konstruksi, berbeda dengan industri manufaktur dimana perhitungan biayanya dilakukan setelah produk selesai dikerjakan yang berupa harga pokok produksi (HPP). Oleh karena itu khusus untuk proyek konstruksi sering ditemukan kesalahan perhitungan maupun akibat faktor lain yang menyebabkan pembengkakan biaya setelah proyek selesai dikerjakan dikarenakan perhitungan biaya secara dini dan dengan waktu yang terbatas serta akibat faktor-faktor lain selama konstruksi yang mempengaruhi biaya total proyek.

Volume Pekerjaan yang Terukur,

Pada proyek konstruksi pada umumnya setiap item pekerjaannya memiliki volume yang dapat diukur sehingga memudahkan dalam proses penganggaran dan pelaksanaannya di lapangan. Setiap item pekerjaan konstruksi pastinya memiliki nilai volume yang harus dan wajib ditentukan sebelum proyek dilaksanakan. baik berupa besar volume, luas, panjang, unit, dsb.
Berpotensi  Besar Terhadap Risiko Kecelakaan Kerja,

Industri konstruksi memang berpotensi menimbulkan terjadinya accident/kecelakaan kerja pada pekerjanya di lapangan mengingat kondisi pekerjaan dilakukan di ruangan terbuka, bekerja di ketinggian, bekerja dengan peralatan kerja yang sedang berkatifitas, berada pada kondisi alam terbuka dsb, dibandingkan dengan industri manufaktur yang umumnya bekerja di ruangan  tertutup dan memiliki risiko kecelakaan yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan industri konstruksi di lapangan.

Menggunakan Peralatan Konstruksi Berat,

Berbeda dengan jenis proyek lain dimana pada  proyek konstruksi dalam praktik pelaksanaannya biasanya membutuhkan peralatan berat (Heavy Equipment) dalam mempermudah proses pekerjaan konstruksi di lapangan baik yang berukuran kecil sampai besar misalnya dalam proses pekerjaan tanah, beton, transportasi vertikal, jalan dsb. Dengan penggunaan peralatan konstruksi tentunya juga harus didukung oleh keahlian operator dalam pengoperasiannya.

Berpotensi Menimbulkan Klaim,

Pada proyek-proyek konstruksi di Indonesia sering ditemukan banyak kejadian dalam pelaksanaan maupun pada akhir konstruksi  menimbulkan klaim/dispute antara pihak owner dan pihak pelaksanaan baik dikarenakan permasalahan waktu, biaya, kualitas, pembayaran, change order, dsb. Telah banyak proyek konstruksi yang berakhir dengan perselisihan dan berakhir di jalur hukum. Oleh karena itu melihat kompleksitas yang tinggi pada proyek konstruksi tentunya dibutuhkan perencanaan yang matang pada tahap perencanaan, perancangan dan pengadaan sebelum proyek memasuki tahap konstruksi sehingga klaim kosntruksi setidaknya dapat diminimalisir.

      Dari beberapa paparan mengenai ciri-ciri dan karateristik dari suatu proyek konstruksi tentunya dapat memberikan informasi bahwa suatu proyek konstruksi pada dasarnya berbeda dengan beberapa jenis proyek lainnya sehingga membuat proyek konstruksi memiliki karakteristik tersendiri yang bersifat unik serta membutuhkan manajemen yang khusus dalam mengendalikan seluruh kompleksitas dalam pelaksanaannya di lapangan. Oleh karena itu diharapkan bagi pihak yang berparaktik dalam industri konstruksi haruslah menyadari sejak awal karakteristik suatu proyek sehingga dapat memahami secara alami kejadian-kejadian yang umumnya terjadi dalam proyek konstruksi berdasarkan karakteristik yang telah diketahui.


Demikianlah yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan atau kekurangan kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.


25 Mei 2019

Pengertian dan Sejarah Ekonomi, Prinsip Ekonomi, Motif, Kegiatan dan Cakupan Ekonomi.

Pengertian dan Sejarah Ekonomi, Prinsip Ekonomi, Motif, Kegiatan dan Cakupan Ekonomi.




Tentang Ekonomi merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi anda. Dalam kehidupan rumah tangga, bermasyarakat, ketika menempuh pendidikan hingga kehidupan bernegara istilah ini tidak pernah lepas. Anda memahaminya tapi sulit untuk mendefinisikannya, maka dari itu sebaiknya anda memahami pengertian ekonomi, ilmu ekonomi, prinsip-prinsip ekonomi, kegiatan ekonomi hingga masalah dari ekonomi itu sendiri.


Pengertian Ekonomi

Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi, dan data dalam bekerja.

Ekonomi adalah suatu ilmu sosial yang mempelajari tentang kegiatan manusia yang berkaitan dengan aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Ada juga yang menyebutkan definisi ekonomi adalah semua yang berhubungan dengan upaya dan daya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya untuk mencapai suatu tingkatan kemakmuran.


Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli
Agar lebih memahami apa itu ekonomi, maka kita bisa merujuk pada pendapat beberapa ahli. Berikut ini adalah definisi ekonomi menurut para ahli:

1. Robbins

Menurut Robins, pengertian ekonomi adalah studi tentang perilaku manusia sebagai hubungan antara tujuannya dihadapkan dengan ketersediaan sumber daya untuk mencapai tujuannya.

2. Alfred Marshall

Menurut Alfred Marshall, definisi ekonomi adalah studi tentang manusia sebagaimana mereka menjalani hidup, bergerak dan berpikir dalam konteks keseharian.

3. John Adam Smith

Menurut Adam Smith, pengertian ekonomi adalah penyelidikan tentang suatu keadaan dan sebab adanya kekayaan negara.

4. John Stuart Mill

Menurut John Stuart Mill, pengertian ekonomi adalah ilmu yang konsen pada penciptaan nilai tukar barang dan jasa yang dapat meningkatkan kekayaan dan kemakmuran suatu negara.

5. Hermawan Kartajaya

Menurut Hermawan Kartajaya, pengertian ekonomi adalah suatu wadah dimana sektor industri melekat diatasnya.


Sejarah Ekonomi

Ekonomi masa kuno

Ekonomi ada sejak manusia menciptakan, memasok, serta mendistribusikan barang atau jasa. Sebagian besar kegiatan perekonomian kala itu berbasis pada produk-produk pertanian. Satuan unit shekel misalnya, berawal dari satuan yang digunakan untuk mengukur berat jelai. Satuan ini kemudian dimanfaatkan untuk mengukur berat logam mulia seperti emas, perak, dan tembaga. Proses transaksi pun berlangsung sederhana, biasanya terjadi antara dua atau lebih orang yang berhubungan sosial secara langsung. Sistem barter masih banyak digunakan. Seiring dengan berkembangnya masyarakat, sistem ekonomi yang digunakan semakin kompleks. Masyarakat Sumeria, misalnya, mengembangkan ekonomi skala besar berbasis uang komoditas. Di tempat lain, bangsa Babilonia dan negara-kota di sekitarnya mengembangkan sistem utang-piutang, kontrak legal, dan hukum yang berkaitan dengan praktik bisnis serta properti pribadi. Sistem yang dikembangkan bangsa Babilonia ini sudah maju, dan mendekati sistem modern yang digunakan pada masa kini.

Ekonomi abad pertengahan

Sama seperti pada masa kuno, pada abad pertengahan kegiatan ekonomi juga masih berputar pada perdagangan di bidang pertanian, dan barang-barang pokok, serta terjadi dalam kelompok sosial tertutup. Namun, beberapa perkembangan terjadi, antara lain munculnya kelompok-kelompok yang memberi modal bagi individu atau kelompok lain, terutama untuk bidang pelayaran, dan pengembangan wilayah kekuasaan. Modal ini nantinya harus dikembalikan dalam bentuk penjualan barang yang didapatkan dari negara jajahan. Proses peminjaman, dan penggantian uang ini berujung pada perintisan bank, dan munculnya ekonomi global. Perdagangan saham juga mulai dikenal, khususnya setelah tahun 1513 setelah pasar saham pertama di dunia dibuka di Antwerpen.

Pada abad ini, uang yang digunakan sudah berbentuk koin logam, khususnya di wilayah Eropa, dan sekitarnya. Jenis logam yang digunakan mempengaruhi nilai uang tersebut, yang paling populer adalah tembaga, perak, dan emas. Namun, mata uang yang digunakan kala itu sangat beragam, dan semuanya berbeda-beda baik dalam segi bentuk, ukuran, berat, karat, dan cetakannya. Namun seiring dengan meningkatnya jumlah transaksi finansial, dan berkembangnya perdagangan, perlahan mulai terjadi keseragaman dalam koin-koin logam ini, dan memungkinkan terjadinya perdagangan antar-wilayah.

Salah satu sistem yang populer digunakan kala itu adalah sistem manorial. Sistem ini berpusat pada sebuah manor, yaitu wilayah berdikari yang dikuasai oleh tuan tanah. Pada sistem ini, para petani bergantung pada tuan tanah tempat ia tinggal, khususnya dalam hal keamanan, dan jaminan keselamatan kala melakukan kegiatan ekonomi. Sebagai gantinya para petani ini bekerja untuk tuannya tersebut. Sistem ini terutama berkembang pada abad ke-5, dan ke-6, saat penyakit, dan bencana kelaparan akibat perang mewabah, menyebabkan banyaknya orang yang merelakan tanah direnggut, dan lari mencari perlindungan di tempat lain.

Dampak dari kemajuan ini terutama terasa pada abad ke-12, dan ke-13. Meski pertanian masih menjadi primadona, kelas pedagang mulai memiliki pengaruh besar dalam perekonomian.Beberapa di antaranya bahkan memiliki pengaruh politik, dan membentuk serikat. Serikat ini digunakan antara lain untuk mempengarhui kebijakan pajak. Sistem serikat ini menandakan sebuah perubahan ke arah sistem ekonomi yang lebih matang karena harga-harga serta kualitas barang mulai diatur.

Namun perkembangan ini terhambat ketika Kelaparan Besar, dan Wabah Kematian Hitam merebak. Kelaparan Besar yang terjadi pada tahun 1315 menyebabkan kekacauan terhadap sistem agraris, yang semakin mundur, dan akhirnya mati bersamaan dengan matinya desa, dan kota-kota kecil yang mendukungnya. Kematian Hitam juga memberikan efek yang sama—jutaan petani yang terinfeksi penyakit ini tewas. Akibat dari dua peristiwa ini adalah munculnya sistem-sistem baru baik di bidang ekonomi maupun pertanian.

Era modern awal

Dengan semakin mudahnya mendapatkan modal untuk bertualang, dan memperluas daerah jajahan, perekonomian di negara-negara Eropa seperti Spanyol, Prancis, Britania Raya, dan Belanda berkembang sangat pesat. Mereka kemudian mencoba melakukan kontrol, dan proteksi terhadap perdagangan dengan membuat bea cukai. Selain karena kemudahan modal, perekonomian Eropa juga menguat akibat meluasnya paham sekularisme yang memungkinkan negara-negara tersebut menggunakan harta gereja yang berlimpah untuk mengembangkan kota. Kemajuan ini diikuti dengan kemunculan proyek-proyek ekonomi besar, antara lain yang dirintis oleh Amschel Mayer Rothschild (1773-1885). Topik ekonomi mulai terfokus pada pengelolaan harta masyarakat atau negara.

Revolusi industri

Pada masa revolusi industri yang terjadi pada abad ke-18, dan 19, perubahan besar terjadi di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, dan transportasi. Hal ini mempengaruhi kondisi sosial ekonomi, dan budaya di seluruh Eropa, Amerika Serikat, dan seluruh dunia. Paham kapitalisme yang lebih bebas muncul menggantikan paham merkantilisme. Revolusi industri sendiri terjadi karena peran dari berkembangnya ilmu ekonomi pada abad ini.

ilmu ekonomi saat itu dikembangkan oleh ilmuwan seperti Scotsman Adam Smith (1723-1790), yang kini diakui sebagai ekonom pertama di dunia. Ia memperkenalkan ide bahwa harga sebuah produk tercipta dari hasil tarik menarik antara pasokan, dan permintaan serta pembagian tenaga kerja. Ia berpendapat bahwa motif utama dari perdagangan adalah keuntungan diri pribadi. Paham ini kemudian menjadi basis yang dikembangkan oleh berbagai ilmuwan selanjutnya seperti Thomas Malthus (1766-1834) yang mengembangkan ide pasokan-permintaan untuk memecahkan masalah populasi yang berlebihan. Berkat paham ini pula, orang mulai berpikir untuk memproduksi barang, dan jasa secara besar-besaran.

Pasca - perang dunia

Setelah dua Perang Dunia terjadi, dan perekonomian hancur akibatnya, pemerintah di banyak negara mulai mencari-cari cara untuk mengontrol arah perekonomian. Beberapa ekonom seperti Friedrich August von Hayek (1899-1992) dan Milton Friedman (1912-2006) melontarkan ide tentang pentingnya sebuah perdagangan global yang bebas. Namun kala itu ide dari John Maynard Keynes (1883-1946) diterima lebih luas. Keynes berpendapat bahwa pemerintah perlu mengontrol pasar secara kuat. Keynes yakin bahwa pemerintah dapat menghapus masalah ekonomi, dan mempercepat pertumbuhannya dengan melakukan manipulasi terhadap permintaan agregat. Untuk menghormati pemikirannya, paham ini diberi nama Keynesianisme.

Menurut Keynes, Ekonomi pasar tidak memiliki mekanisme untuk memastikan bahwa semua orang bisa bekerja, akibatnya pengangguran dapat terjadi. Keynes berpendapat bahwa negara perlu melakukan intervensi, dan manipulasi terhadap permintaan, dan permintaan agregat untuk mengurangi dampak negatif ini. Untuk melakukan hal tersebut, Keynes menekankan pentingnya pemerintah untuk melakukan investasi. Jika pemerintah meningkatkan pengeluarannya, uang yang beredar di masyarakat akan bertambah sehingga masyarakat akan terdorong untuk berbelanja, dan meningkatkan permintaannya (sehingga permintaan agregat bertambah). Selain itu, tabungan juga akan meningkat sehingga dapat digunakan sebagai modal investasi, dan kondisi perekonomian akan kembali ke tingkat normal.

Pada tahun 1950-an, perekonomian Eropa, dan Amerika berkembang secara pesat. Periode ini disebut sebagai periode Wirtschaftswunder yang diambil dari bahasa Jerman, yang berarti "keajaiban ekonomi." Perkembangan pesat ini membawa satu jenis ekonomi baru: ekonomi berbasis konsumsi massa. Paham ini semakin berkembang setelah John Kenneth Galbrait (190-2006) memperkenalkan konsep yang diberi nama ekonomi pasar sosial pada tahun 1956.

Ekonomi akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21

Tren ekonomi dunia berubah setelah perekonomian Uni Soviet yang menganut komunisme runtuh. Banyak negara-negara Blok TImur yang berubah haluan dari komunisme ke ekonomi berbasis pasar. Namun selain sistem ekonomi dari Barat tersebut, muncul sistem, dan konsep-konsep ekonomi lain yang berasal dari negara non-Barat seperti RRT, Brazil, dan India. Konsep ekonomi non-barat ini dikenal dengan Istilah "masyarakat pasca-industri", sebuah istilah yang diperkenalkan pada tahun 1973 oleh Daniel Bell.

Perkembangan, dan penyebaran Internet sebagai media komunikasi massa juga mempengaruhi perkembangan ekonomi khususnya setelah tahun 2000-2001. Ide tentang sebuah ekonomi berbasis Internet, dan informasi mulai dikembangkan. Hal ini disebabkan karena internet telah memberikan pengaruh besar pada dunia perdagangan, dan memunculkan satu bidang baru yang disebut sebagai bisnis elektronik.


Prinsip - Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.

Dalam ilmu ekonomi terdapat beberapa prinsip yang mendasarinya. Mengacu pada pengertian ekonomi di atas, berikut ini adalah prinsip-prinsip ekonomi tersebut:

1. Prinsip Produksi

Pengertian prinsip produksi dalam ekonomi adalah perekonomian memiliki peran dalam pengadaan produk, baik itu barang maupun jasa. Proses produksi membutuhkan biaya dan usaha dalam pelaksanaannya. Aktivitas produksi akan membukan lapangan pekerjaan dan menghasilkan produk tertentu.

2. Prinsip Distribusi

Pengertian prinsip distribusi dalam ekonomi adalah kegiatan penyaluran/ distribusi suatu produk kepada para konsumen. Kegiatan distribusi ini harus dilakukan dengan perhitungan waktu yang baik agar produk yang disalurkan tiba di lokasi penjualan tepat waktu. Misalnya, pengiriman buah-buahan dan sayur-sayuran dari para petani ke para penjual di pasar. Proses distribusi dilakukan pada saat dini hari agar kualitas buah dan sayur tetap baik saat konsumen membelinya.

3. Prinsip Konsumsi

Prinsip konsumsi dalam ekonomi adalah segala aktivitas penggunaan suatu produk yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya, seorang pemilik rumah membeli genteng untuk mengganti genteng rumahnya yang rusak. Tujuannya agar atap rumahnya tidak bocor ketika hujan dan merasa nyaman.
  
Sumber Prinsip Ekonomi

Oleh karena kegiatan ekonomi itu hanya ada tiga menyangkut (produksi, distribusi dan konsumsi), maka prinsipnya pun digolongkan atas tiga bagian, diantaranya :

1. Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi

Dalam kegiatan produksi adalah dasar dalam menghasilkan barang dan jasa sebanyak-banyaknya dengan biaya produksi dan pengorbanan tertentu. Contoh penerapan prinsip ekonomi pada kegiatan produksi adalah sebagai berikut :
  • Mendirikan tempat usaha dekat dengan bahan baku, tenaga kerja atau daerah pemasaran .
  • Menggunakan tenaga kerja yang terampil .
  • Memakai bahan baku yang berkualitas terbaik, namun dengan harga paling murah .
  • Memakai sumber daya misalnya modal, tenaga kerja, dan waktu seefisien mungkin.
  • Memakai mesin modern dengan produktivitas yang tinggi namun dengan biaya yang rendah.
  • Menentukan harga jual yang menguntungkan .
  • Menentukan barang dan jasa yang akan dihasilkan.
2. Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi

Dalam kegiatan distribusi adalah penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Contoh penerapan prinsip ekonomi berdasarkan kegiatan distribusi adalah sebagai berikut:
  • Meningkatkan kualitas pelayanan.
  • Penyaluran barang yang tepat waktu .
  • Memakai sarana distribusi yang dengan harga murah .
  • Membeli barang dari produsen secara langsung .
  • Menyediakan barang dan jasa yang populer bagi konsumen .
  • Membeli barang di produsen yang tepat .
  • Menentukan lokasi perusahaan yang berada diantara produsen dan konsumen.
3. Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Konsumsi

Dalam kegiatan konsumsi adalah upaya dalam memperoleh kepuasaan sebesar-besarnya dari suatu barang atau jasa dengan pengorbanan dan penggunaan anggaran tertentu. Contoh penerapan prinsip ekonomi berdasarkan kegiatan konsumsi adalah sebagai berikut:
  • Membeli barang yang berkualiatas.
  • Membeli barang dengan harga terjangkau atau murah.
  • Membuat daftar barang yang dibutuhkan.
  • Memilih barang sebelum membelinya.
  • Mengadakan tawar menawar sebelum membeli barang.
  • Mampu mengendalikan pengeluaran dengan memperhatikan pendapatan.
Pada ketiga contoh garis besar prinsip ekonomi diatas sebenarnya bisa diterapkan pada ekonomi mikro dan makro, dimana ekonomi mikro menyangkut rumah tangga individu dan perusahaan dan makro menyangkut perekonomian negara.


Tujuan Menerapkan Prinsip Ekonomi

Tanpa tujuan bukan prinsip namanya, tanpa manfaat untuk apa kita berprinsip. Demikian juga dengan prinsip ekonomi terdapat tujuan dan manfaat jika dilakukan.

Tujuan melakukan tindakan menurut prinsip ekonomi adalah sebagai berikut:
  • Mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin.
  • Memperkecil adanya kerugian akibat dari kesalahn-kesalahan tertentu.
  • Mencegah terjadinya konsumsi yang boros.
  • Mempergunakan kemampuan dan modal yang dimiliki.

Manfaat Menerapkan Prisnsip Ekonomi
  • Bertindak rasional, artinya seseorang yang melakukan kegiatan atau tindakan selalu dengan akan yang sehat bukan berdasarkan dari emosi dan hawa nafsu.
  • Bertindak ekonomis, artinya seseorang melakukan kegiatan ekonomi dengan segala perhitungan yang cermat dan perencanaan yang matang .
  • Bertindak hemat, artinya seseorang melakukan kegiatan ekonomi dapat menghindari pemborosan dengan membeli kebutuhan sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Membuat skala prioritas, artinya seseorang memenuhi kebutuhan dengan membuat urutan kebutuhan menurut tingkat kepentingannya dari yang mendesak sampai yang dapat ditunda-tunda.
  • Bertindak dengan memakai prinsip cost and benefit, artinya seseorang dalam melakukan kegiatan selalu memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diterima dari kegiatna yang dilakukannya.
  • Dengan mengetahui prinsip ekonomi sebagai penunjang untuk memahami pengertian ekonomi, setidaknya anda mengetahui betapa pentingnya efisiensi, namun setidaknya efisiensi bukan dilakukan untuk menekan pengeluaran yang berdampak kerugian dan membahayakan orang lain.

Tindakan Ekonomi

Tindakan ekonomi adalah sebuah istilah yang mengacu pada setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik, dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :
  • Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan, dan kenyataannya demikian.
  • Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.

Motif Ekonomi

Motif ekonomi adalah segala hal yang menjadi dorongan atau alasan yang membuat seseorang melakukan tindakan ekonomi, baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Secara umum, ada dua jenis motif ekonomi, yaitu:

1. Berdasarkan Asalnya

Motif Intrinsik, yaitu dorongan dari dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi. Misalnya; manusia mencari makan karena merasa lapar.
Motif Ekstrinsik, yaitu dorongan atau pengaruh yang berasal dari luar terhadap manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi. Misalnya; manusia ingin membeli rumah karena melihat orang lain membeli rumah.

2. Berdasarkan Pertimbangan Ekonomi

Motif untuk Bertahan Hidup, yaitu dorongan dalam diri manusia untuk mempertahankan hidupnya sehingga berusaha melakukan berbagai hal. Misalnya; bekerja untuk mendapatkan uang untuk membeli makanan.
Motif untuk Mendapatkan Keuntungan, yaitu keinginan manusia untuk mendapatkan keuntungan dari kegiatan ekonomi. Pada umumnya motif ini dimiliki oleh para produsen atau pedagang. Misalnya; menjual sesuatu kepada orang lain dengan mengambil keuntungan dari penjualan tersebut.
Motif untuk Mendapatkan Penghargaan, yaitu dorongan dari dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi karena ingin mendapatkan penghargaan, baik karena keahlian yang dimiliki maupun karena jasa yang dilakukan.


Motif Dalam Ekonomi

Yang dimaksud dengan motif ekonomi adalah alasan seseorang untuk melakukan kegiatan ekonomi. Berikut ini adalah beberapa motif dalam ekonomi secara umum:
  • Motif pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Motif ini umumnya dilakukan oleh konsumen, misalnya membeli kebutuhan pokok manusia (beras, lauk-pauk)
  • Motif mencari keuntungan. Motif ini dilakukan oleh penjual, misalnya menjual kebutuhan pokok manusia untuk mendapatkan keuntungan.
  • Motif penghargaan.
  • Motif mendapatkan kekuasaan.
  • Motif sosial atau tolong-menolong.

Kegiatan Ekonomi

Bertani merupakan salah satu kegiatan ekonomi
Secara garis besar kegiatan ekonomi manusia adalah aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut penjelasan ringkas dari masing-masing kegiatan tersebut:

1. Kegiatan Produksi

Inti dari kegiatan produksi adalah bertujuan untuk menghasilkan produk, baik itu barang maupun jasa. Pelaku kegiatan produksi ini adalah pengusaha di berbagai industri, misalnya pengusaha agribisnis, pengusaha furnitur, konsultan, dan lain-lain. Barang atau jasa yang diciptakan dari kegiatan produksi akan disalurkan kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi, kegiatan produksi yang dilakukan produsen adalah untuk memenuhi kebutuhan para konsumen.

2. Kegiatan Distribusi

Inti dari kegiatan distribusi adalah menyalurkan produk (barang/ jasa) dari suatu lokasi ke lokasi terdekat dengan konsumen. Proses distribusi sangat krusial dalam kegiatan ekonomi karena dapat mewujudkan keselarasan antara kebutuhan dan ketersediaan produk yang dibutuhkan konsumen. Proses distribusi bukanlah aktivitas tunggal, namun perpaduan dari berbagai aktivitas. Kegiatan distribusi ini meliputi aktivitas pengangkutan barang, pengemasan, penyimpanan, standarisasi kualitas barang, dan lain-lain. Dengan kata lain, kegiatan distribusi ini memiliki banyak aktivitas yang saling berhubungan. Dan tujuan akhirnya adalah penyaluran barang yang dibutuhkan konsumen dapat tiba pada waktu yang tepat dan barang dalam kondisi yang baik.

3. Kegiatan Konsumsi

Inti dari kegiatan konsumsi adalah aktivitas memakai atau menggunakan produk (barang/ jasa) untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Contoh kegiatan konsumsi diantaranya:
  • Membeli bahan makanan untuk diolah menjadi makanan
  • Membeli baju dan celana untuk dipakai sehari-hari
  • Penggunaan daya listrik untuk menyalakan barang-barang elektronik.

Cakupan Ekonomi

Ilmu ekonomi

Ekonomi banyak dibahas dalam sebuah ilmu khusus yang dikenal dengan nama ilmu ekonomi, yang di dalamnya mencakup sosiologi. sejarah, antropologi, dan geografi. Beberapa bagian ekonomi yang berupa ilmu terapan seperti produksi, distribusi, perdagangan, dan konsumsi juga dibahas dalam ilmu lain seperti ilmu teknik, manajemen, administrasi bisnis, sains terapan, dan keuangan. Ada banyak sektor dalam ekonomi, yang kemudian dikelompokkan menjadi tiga sektor utama yaitu sektor primer, sektor sekunder, dan, dan sektor tersier.

Sektor tradisional: primer, sekunder, tersier
.
Termasuk dalam sektor primer adalah sektor-sektor yang memanfaatkan langsung sumber dari daya alam, termasuk di dalamnya pertanian, perhutanan, perikanan, dan pertambangan. Beberapa industri manufaktur yang proses produksinya erat dengan sumber daya alam juga seringkali dikategorikan sebagai industri di sektor ini, antara lain industri di bidang pengepakan, penyulingan, atau pengumpulan sumber daya alam. Sektor ini biasanya merupakan sektor utama, dan berkontribusi paling besar di perekonomian negara-negara berkembang. Namun, terdapat penurunan jumlah pekerja yang beroperasi di sektor ini, baik di negara maju maupun negara berkembang. Di Amerika Serikat, tenaga kerja di sektor ini hanya mencakup sekitar 3% dari total tenaga kerja.

Dari sektor primer, bahan mentah diolah oleh sektor sekunder, yaitu sektor-sektor yang memproduksi, dan menciptakan produk akhir yang siap dikonsumsi, antara lain sektor produksi, dan konstruksi.[2] Sektor ini biasanya dibagi menjadi dua kategori, yaitu industri ringan dan industri berat. Industri di sektor ini biasanya menggunakan energi yang sangat besar untuk beroperasi serta menghasilkan limbah yang juga besar, menyebabkan timbulnya masalah lingkungan atau polusi. Negara-negara dengan sektor sekunder besar disebut sebagai negara industri, antara lain RRT, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan Russia.

Sektor quaterner dan quiner

Selain tiga sektor di atas, berkembang pula dua sektor baru yang disebut sebagai sektor quaterner, dan quiner. Sektor quaterner merupakan cabang dari sektor tersier yang fokus pada pelaksanaan aktivitas-aktivitas intelektual. Termasuk di dalamnya sektor pemerintahan, budaya, kepustakaan, riset ilmiah, edukasi, dan informasi. Sementara itu, sektor quiner memiliki fokus yang lebih dalam lagi, yaitu pada sektor-sektor di sektor quaterner yang menjadi pengambil keputusan utama dalam sebuah masyarakat.


Macam - Macam Ilmu Ekonomi.

Dikarenakan terlalu luas cakupannya maka ilmu ekonomi dapat dipersempit dengan membagi-baginya. Pada dasarnya ilmu ekonomi terbagi atas tiga yaitu ilmu ekonomi deksriptif, teori ekonomi dan terakhir ekonomi terapan.
  • Ekonomi Deskriptif => Bagian ilmu ekonomi yang menggambarkan keterangan-keterangan faktual tentang suatu keadaan ekonomi dalam bentuk angka-angka, grafik, kurva, atau penyajian lainnya. llmu ekonomi dipergunakan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) untuk menyajikan keadaan ekonomi, baik makro (luas) maupun mikro (sempit).
  • Teori Ekonomi => Bagian ilmu ekonomi yang menjelaskan mekanisme kegiatan ekonomi. Teori ekonomi ini dibagi menjadi dua, yaitu teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro, pelajari disini perbedaan dan pembagiannya.
  • Ekonomi Terapan => Bagian ilmu ekonomi yang menggunakan kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh dari teori ekonomi untuk menjelaskan masalah-masalah yang dikumpulkan dalam ekonomi deskriptif.
  • Ketiga jenis ilmu ekonomi saling berkaitan antara satu dan lainnya, teori ekonomi muncul setelah adanya hasil dari ekonomi deskriptif yang konsisten diterapkan pada berbagai permasalahannya. Sedangkan ekonomi terapan akan menghubungkan dan mencocokan keduanya (deskriptif dan teori).

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan atau kekurangan kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.


Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem Perekonomian

23 Mei 2019

Peran Lembaga Penegak Hukum dalam Menjamin Keadilan dan Kedamaian, Legal Institution.

Peran Lembaga Penegak Hukum dalam Menjamin Keadilan dan Kedamaian, Legal Institution.


Peran Lembaga Penegak Hukum (Legal Institution) - berbagaireviews.com

Peran Lembaga Penegak Hukum dalam Menjamin Keadilan dan Kedamaian
Peran Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Peran Kepolisian Republik Indonesia, telah menetapkan kewenangan sebagai berikut :
  1. Melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan.
  2. Melarang setiap orang meninggalkan atau memasuki tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyelidikan.
  3. Membawa dan menghadapkan orang kepada penyelidik dalam rangka penyidikan.
  4. Menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan menanyakan serta memriksa tanda pengenal diri.
  5. Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat.
  6. Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi
  7. Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara.
  8. Mengadakan penghentian penyidikan.
  9. Menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum.
  10. Mengajukan permintaan secara langsung kepada pejabat imigrasi yang berwenang di tempat pemeriksaan imigrasi dalam keadaan mendesak atau mendadak untuk mencegah atau menangkal orang yang disangka melakukan tindak pidana.
  11. Memberikan petunjuk dan bantuan penyidikan kepada penyidik pegawai negeri sipil seta menerima hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilaksanakan dengan syarat sebagai berikut :
  • Tidak bertentangan dengan suatu aturan hukum
  • Selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan tindakan tersebut dilakukan
  • Harus patut, masuk akal, dan termasuk dalam lingkungan jabatannya
  • Pertimbangan yang layak berdasarkan keadaan yang memaksa
  • Menghormati hak asasi manusia 
Peran Kejaksaan Republik Indonesia
Pengertian Kejaksaan

Kejaksaan Republik Indonesia adalah lembaga Negara yang melaksanakan kekuasaan Negara, khususnya di bidang penuntutan. Penuntutan merupakan tindakan jaksa untuk melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang – undang dengan permintaan supaya diperiksa dan diputuskan oleh hakim di siding bersalah dan telah memenuhi unsur – unsur  tindak pidana yang disangkakan dengan didukung oleh barang bukti yang cukup dan di dukung oleh minimal 2 (dua) orang saksi.

Keberadaan Kejaksaan Republik Indonesia diatur dalam Undang – Undang RI Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia. Berdasarkan undang – undang tersebut, kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum dituntut untuk lebih berperan dalam menegakkan supremasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakkan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). 
Tugas dan Wewenang Kejaksaan

Adapun yang menjadi tugas dan wewenang Kejaksaan dikelompokkan menjadi 3 bidang, berikut :

a. Di bidang pidana
  • Melakukan penuntutan 
  • Melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
  • Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat, putusan pidana pengawasan, dan keputusan lepas bersyarat.
  • Melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang – undangMelengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik.
b. Di bidang perdata dan tata usaha Negara

Kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak, baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama Negara atau pemerintah.

c.    Dalam bidang ketertiban dan ketentraman umum
  • Peningkatan kesadaran hukum masyarakat
  • Pengamanan kebijakan penegakan hukum
  • Pengawasan peredaran barang cetakan 
  • Pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan Negara
  • Pencegahan penyalahgunaan dan / atau penodaan agamaPenelitian dan pengembangan hukum serta statistic criminal
Peran Hakim sebagai Pelaksana Kekuasaan Kehakiman
Pengertian Hakim

Hakim adalah pejabat peradilan Negara yang diberi wewenang oleh undang – undang untuk mengadili. Mengadili merupakan serangkaian tindakan hakim untuk menerima, memeriksa dan memutuskan perkara hukum berdasarkan asas bebas, jujur dan tidak memihak di sebuah sidang pengadilan berdasarkan ketentuan perundangan – undangan.
Klasifikasi Hakim

Menurut ketentuan undang – undang RI Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, hakim berdasarkan jenis lembaga peradilannya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok berikut :
  • Hakim pada Mahkamah Agung yang disebut dengan Hakim Agung.
  • Hakim pada badan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung, yaiut dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha Negara dan hakim pada pengadilan khusus yang berada dalam lingkungan peradilan tersebut.
  • Hakim pada Mahkamah Konstitusi yang disebut dengan Hakim Konstitusi.
Peran Advokat dalam Penegakan Hukum.
Pengertian Advokat

Advokat adalah orang yang berprofesi member jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Jasa hukum yang diberikan berupa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, membela, mendampingi, dan melakukan tindakan hukum. Melalui jasa hukum yang diberikan, advokat menjalankan tugas profesi demi tegaknya keadilan berdasarkan hukum untuk kepentingan masyarakat pencari keadilan, termasuk usaha memberdayakan masyarakat dalam menyadari hak – hak fundamental mereka di depan hukum.

Persyaratan Menjadi Advokat

Adapun persyaratan untuk menjadi advokat di Indonesia diatur dalam Pasal 3 Undang – Undang RI Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, yaitu :
  • Warga NRI
  • Bertempat tinggal di Indonesia
  • Tidak berstatus sebagai pegawai negeri atau pejabat Negara
  •  Berusia sekurang – kurangnya 25 (dua puluh lima ) tahun
  • Berijazah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum
  • Lulus ujian yang diadakan oleh Organisasi Advokat
  • Magang sekurang – kurangnya 2 (dua) tahun terus – menerus pada kantor advokat
  • Tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana kejahatan yang di ancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih serta
  • Berprilaku baik, jujur, bertanggung jawab, adil dan mempunyai integritas yang tinggi.

Adapun Tugas Advokat

·    Membuat dan mengajukan gugatan, jawaban, tangkisan, sangkalan, member pembuktian, mendesak segera disidangkan atau diputuskan perkaranya dan sebagainya.

·    Membantu hakim dalam mencari kebenaran dan tidak boleh memutarbalikkan peristiwa demi kepentingan kliennya agar kliennya menang atau bebas.
Hak - Hak Advokat

   Advokat sesuai Undang – Undang RI Nomor 18 Tahun 2003, mempunyai hak dan kewajiban.
Adapun yang menjadi Hak Advokat  adalah sebagai berikut :
  • Advokat bebas mengeluarkan pendapat atau pernyataan dalam membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya di dalam sidang pengadilan dengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundangan – undangan.
  • Advokat bebas dalam menjalankan tugas profesinya untuk membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya di dalam sidang pengadilan dengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundangan – undangan 
  • Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan iktikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam sidang pengadilan.
  • Advokat berhak memperoleh informasi, data dan dokumen lainnya, baik dari instansi pemerintah maupun pihak lain yang berkaitan dengan kepentingan tersebut yang diperlukan untuk pembelaan kepentingan kliennyasesuai dengan peraturan perundangan – undangan.
  • Advokat berhak atas kerahasiaan hubungan dengan klien, termasuk perlindungan atas berkas dan dokumennya terhadap penyitaan atau pemeriksaan dan perlindungan terhadap penyadapan atas komunikasi elektronik advokat
  • Advokat tidak dapat diidentikkan dengan kliennya dalam membela perkara klien oleh pihak yang berwenang dan/atau masyarakat.
  
Kewajiban Advokat

Kewajiban yang harus dipatuhi oleh seorang advokat di antaranya adalah sebagai berikut :
  • Advokat dalam menjalankan tugas profesinya dilarang membedakan perlakuan terhadap klien berdasarkan jenis kelamin, agama, politik, keturunan, ras, atau latar belakang sosial dan budaya.
  • Advokat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui atau diperoleh dari kliennya karena hubungan profesinya, kecuali ditentukan lain oleh undang – undang 
  • Advokat dilarang memegang jabatan lain yang bertentangan dengan kepentingan tugas dan martabat profesinya 
  • Advokat dilarang memegang jabatan lain yang meminta pengabdian sedemikian rupa sehingga merugikan profesi advokat atau mengurangi kebebasan dan kemerdekaan dalam menjalankan tugas profesinya.
  • Advokat yang menjadi pejabat Negara tidak melaksanakan tugas profesi advokat selama memangku jabatan.
Peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pengertian KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah sebuah komisi yang dibentuk pada tahun 2003 berdasarkan Undang – Undang RI No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Tujuan dibentuknya KPK adalah untuk mengatasi, menanggulangi dan memberantas korupsi .

Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Tugas KPK, adalah sebagai berikut :
  • Koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi
  • Supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi
  • Melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi
  • Melakukan tindakan – tindakan pencegahan tindak pidana korupsi
  • Melakukan monitor terhadap penyelengaraan pemerintahan Negara.
Wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), adalah sebagai berikut :
  • Mengoordinasi penyelidikan, penyidikan dan penuntutan pemberantasan tindak korupsi
  • Menetapkan sistem pelaporan dalam kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi
  • Meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi kepada instansi terkait
  • Melaksanakan dengar pendapat atau pertemuan dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindakan korupsi
  • Meminta laporan instasi terkait pencegahan tindak pidana korupsi

Asas Pedoman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Asas pedoman KPK, adalah sebagai berikut :
  • Kepastian hukum, yakni asas dalam Negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundangan – undangan, kepatutan dan keadilan dalam setiap kebijakan menjalankan tugas dan wewenang KPK.
  • Keterbukaan, yakni asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh imformasi yang benar, jujur dan tidak diskriminatif tentang kinerja KPK dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
  • Akuntabilitas, yakni asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir kegiatan KPK harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Negara sesuai dengan peraturan perundangan – undangan yang berlaku.
  • Kepentingan umum, yakni asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, dan selektif.
  • Proporsionalitas, yakni asas yang mengutamakan keseimbangan antara tugas, wewenang, tanggung jawab, dan kewajiban KPK. 

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan atau kekurangan kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.


Tata Urutan Peraturan Perundangan
https://www.berbagaireviews.com/2018/08/tata-urutan-peraturan-perundang.html


Struktur Anggota Badan Pengawas Keuangan
https://www.berbagaireviews.com/2018/07/struktur-anggota-badan-pengawas.html


Pengertian Ideologi Negara
https://www.berbagaireviews.com/2018/07/pengertian-ideologi-negara-lengkap.html