berbagaireviews.com

Various Reviews of Knowledge and Education.

25 Mei 2019

Pengertian dan Sejarah Ekonomi, Prinsip Ekonomi, Motif, Kegiatan dan Cakupan Ekonomi.

Pengertian dan Sejarah Ekonomi, Prinsip Ekonomi, Motif, Kegiatan dan Cakupan Ekonomi.




Tentang Ekonomi merupakan istilah yang tidak asing lagi bagi anda. Dalam kehidupan rumah tangga, bermasyarakat, ketika menempuh pendidikan hingga kehidupan bernegara istilah ini tidak pernah lepas. Anda memahaminya tapi sulit untuk mendefinisikannya, maka dari itu sebaiknya anda memahami pengertian ekonomi, ilmu ekonomi, prinsip-prinsip ekonomi, kegiatan ekonomi hingga masalah dari ekonomi itu sendiri.


Pengertian Ekonomi

Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos) yang berarti "peraturan, aturan, hukum". Secara garis besar, ekonomi diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi, dan data dalam bekerja.

Ekonomi adalah suatu ilmu sosial yang mempelajari tentang kegiatan manusia yang berkaitan dengan aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi terhadap barang dan jasa. Ada juga yang menyebutkan definisi ekonomi adalah semua yang berhubungan dengan upaya dan daya manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya untuk mencapai suatu tingkatan kemakmuran.


Pengertian Ekonomi Menurut Para Ahli
Agar lebih memahami apa itu ekonomi, maka kita bisa merujuk pada pendapat beberapa ahli. Berikut ini adalah definisi ekonomi menurut para ahli:

1. Robbins

Menurut Robins, pengertian ekonomi adalah studi tentang perilaku manusia sebagai hubungan antara tujuannya dihadapkan dengan ketersediaan sumber daya untuk mencapai tujuannya.

2. Alfred Marshall

Menurut Alfred Marshall, definisi ekonomi adalah studi tentang manusia sebagaimana mereka menjalani hidup, bergerak dan berpikir dalam konteks keseharian.

3. John Adam Smith

Menurut Adam Smith, pengertian ekonomi adalah penyelidikan tentang suatu keadaan dan sebab adanya kekayaan negara.

4. John Stuart Mill

Menurut John Stuart Mill, pengertian ekonomi adalah ilmu yang konsen pada penciptaan nilai tukar barang dan jasa yang dapat meningkatkan kekayaan dan kemakmuran suatu negara.

5. Hermawan Kartajaya

Menurut Hermawan Kartajaya, pengertian ekonomi adalah suatu wadah dimana sektor industri melekat diatasnya.


Sejarah Ekonomi

Ekonomi masa kuno

Ekonomi ada sejak manusia menciptakan, memasok, serta mendistribusikan barang atau jasa. Sebagian besar kegiatan perekonomian kala itu berbasis pada produk-produk pertanian. Satuan unit shekel misalnya, berawal dari satuan yang digunakan untuk mengukur berat jelai. Satuan ini kemudian dimanfaatkan untuk mengukur berat logam mulia seperti emas, perak, dan tembaga. Proses transaksi pun berlangsung sederhana, biasanya terjadi antara dua atau lebih orang yang berhubungan sosial secara langsung. Sistem barter masih banyak digunakan. Seiring dengan berkembangnya masyarakat, sistem ekonomi yang digunakan semakin kompleks. Masyarakat Sumeria, misalnya, mengembangkan ekonomi skala besar berbasis uang komoditas. Di tempat lain, bangsa Babilonia dan negara-kota di sekitarnya mengembangkan sistem utang-piutang, kontrak legal, dan hukum yang berkaitan dengan praktik bisnis serta properti pribadi. Sistem yang dikembangkan bangsa Babilonia ini sudah maju, dan mendekati sistem modern yang digunakan pada masa kini.

Ekonomi abad pertengahan

Sama seperti pada masa kuno, pada abad pertengahan kegiatan ekonomi juga masih berputar pada perdagangan di bidang pertanian, dan barang-barang pokok, serta terjadi dalam kelompok sosial tertutup. Namun, beberapa perkembangan terjadi, antara lain munculnya kelompok-kelompok yang memberi modal bagi individu atau kelompok lain, terutama untuk bidang pelayaran, dan pengembangan wilayah kekuasaan. Modal ini nantinya harus dikembalikan dalam bentuk penjualan barang yang didapatkan dari negara jajahan. Proses peminjaman, dan penggantian uang ini berujung pada perintisan bank, dan munculnya ekonomi global. Perdagangan saham juga mulai dikenal, khususnya setelah tahun 1513 setelah pasar saham pertama di dunia dibuka di Antwerpen.

Pada abad ini, uang yang digunakan sudah berbentuk koin logam, khususnya di wilayah Eropa, dan sekitarnya. Jenis logam yang digunakan mempengaruhi nilai uang tersebut, yang paling populer adalah tembaga, perak, dan emas. Namun, mata uang yang digunakan kala itu sangat beragam, dan semuanya berbeda-beda baik dalam segi bentuk, ukuran, berat, karat, dan cetakannya. Namun seiring dengan meningkatnya jumlah transaksi finansial, dan berkembangnya perdagangan, perlahan mulai terjadi keseragaman dalam koin-koin logam ini, dan memungkinkan terjadinya perdagangan antar-wilayah.

Salah satu sistem yang populer digunakan kala itu adalah sistem manorial. Sistem ini berpusat pada sebuah manor, yaitu wilayah berdikari yang dikuasai oleh tuan tanah. Pada sistem ini, para petani bergantung pada tuan tanah tempat ia tinggal, khususnya dalam hal keamanan, dan jaminan keselamatan kala melakukan kegiatan ekonomi. Sebagai gantinya para petani ini bekerja untuk tuannya tersebut. Sistem ini terutama berkembang pada abad ke-5, dan ke-6, saat penyakit, dan bencana kelaparan akibat perang mewabah, menyebabkan banyaknya orang yang merelakan tanah direnggut, dan lari mencari perlindungan di tempat lain.

Dampak dari kemajuan ini terutama terasa pada abad ke-12, dan ke-13. Meski pertanian masih menjadi primadona, kelas pedagang mulai memiliki pengaruh besar dalam perekonomian.Beberapa di antaranya bahkan memiliki pengaruh politik, dan membentuk serikat. Serikat ini digunakan antara lain untuk mempengarhui kebijakan pajak. Sistem serikat ini menandakan sebuah perubahan ke arah sistem ekonomi yang lebih matang karena harga-harga serta kualitas barang mulai diatur.

Namun perkembangan ini terhambat ketika Kelaparan Besar, dan Wabah Kematian Hitam merebak. Kelaparan Besar yang terjadi pada tahun 1315 menyebabkan kekacauan terhadap sistem agraris, yang semakin mundur, dan akhirnya mati bersamaan dengan matinya desa, dan kota-kota kecil yang mendukungnya. Kematian Hitam juga memberikan efek yang sama—jutaan petani yang terinfeksi penyakit ini tewas. Akibat dari dua peristiwa ini adalah munculnya sistem-sistem baru baik di bidang ekonomi maupun pertanian.

Era modern awal

Dengan semakin mudahnya mendapatkan modal untuk bertualang, dan memperluas daerah jajahan, perekonomian di negara-negara Eropa seperti Spanyol, Prancis, Britania Raya, dan Belanda berkembang sangat pesat. Mereka kemudian mencoba melakukan kontrol, dan proteksi terhadap perdagangan dengan membuat bea cukai. Selain karena kemudahan modal, perekonomian Eropa juga menguat akibat meluasnya paham sekularisme yang memungkinkan negara-negara tersebut menggunakan harta gereja yang berlimpah untuk mengembangkan kota. Kemajuan ini diikuti dengan kemunculan proyek-proyek ekonomi besar, antara lain yang dirintis oleh Amschel Mayer Rothschild (1773-1885). Topik ekonomi mulai terfokus pada pengelolaan harta masyarakat atau negara.

Revolusi industri

Pada masa revolusi industri yang terjadi pada abad ke-18, dan 19, perubahan besar terjadi di bidang pertanian, manufaktur, pertambangan, dan transportasi. Hal ini mempengaruhi kondisi sosial ekonomi, dan budaya di seluruh Eropa, Amerika Serikat, dan seluruh dunia. Paham kapitalisme yang lebih bebas muncul menggantikan paham merkantilisme. Revolusi industri sendiri terjadi karena peran dari berkembangnya ilmu ekonomi pada abad ini.

ilmu ekonomi saat itu dikembangkan oleh ilmuwan seperti Scotsman Adam Smith (1723-1790), yang kini diakui sebagai ekonom pertama di dunia. Ia memperkenalkan ide bahwa harga sebuah produk tercipta dari hasil tarik menarik antara pasokan, dan permintaan serta pembagian tenaga kerja. Ia berpendapat bahwa motif utama dari perdagangan adalah keuntungan diri pribadi. Paham ini kemudian menjadi basis yang dikembangkan oleh berbagai ilmuwan selanjutnya seperti Thomas Malthus (1766-1834) yang mengembangkan ide pasokan-permintaan untuk memecahkan masalah populasi yang berlebihan. Berkat paham ini pula, orang mulai berpikir untuk memproduksi barang, dan jasa secara besar-besaran.

Pasca - perang dunia

Setelah dua Perang Dunia terjadi, dan perekonomian hancur akibatnya, pemerintah di banyak negara mulai mencari-cari cara untuk mengontrol arah perekonomian. Beberapa ekonom seperti Friedrich August von Hayek (1899-1992) dan Milton Friedman (1912-2006) melontarkan ide tentang pentingnya sebuah perdagangan global yang bebas. Namun kala itu ide dari John Maynard Keynes (1883-1946) diterima lebih luas. Keynes berpendapat bahwa pemerintah perlu mengontrol pasar secara kuat. Keynes yakin bahwa pemerintah dapat menghapus masalah ekonomi, dan mempercepat pertumbuhannya dengan melakukan manipulasi terhadap permintaan agregat. Untuk menghormati pemikirannya, paham ini diberi nama Keynesianisme.

Menurut Keynes, Ekonomi pasar tidak memiliki mekanisme untuk memastikan bahwa semua orang bisa bekerja, akibatnya pengangguran dapat terjadi. Keynes berpendapat bahwa negara perlu melakukan intervensi, dan manipulasi terhadap permintaan, dan permintaan agregat untuk mengurangi dampak negatif ini. Untuk melakukan hal tersebut, Keynes menekankan pentingnya pemerintah untuk melakukan investasi. Jika pemerintah meningkatkan pengeluarannya, uang yang beredar di masyarakat akan bertambah sehingga masyarakat akan terdorong untuk berbelanja, dan meningkatkan permintaannya (sehingga permintaan agregat bertambah). Selain itu, tabungan juga akan meningkat sehingga dapat digunakan sebagai modal investasi, dan kondisi perekonomian akan kembali ke tingkat normal.

Pada tahun 1950-an, perekonomian Eropa, dan Amerika berkembang secara pesat. Periode ini disebut sebagai periode Wirtschaftswunder yang diambil dari bahasa Jerman, yang berarti "keajaiban ekonomi." Perkembangan pesat ini membawa satu jenis ekonomi baru: ekonomi berbasis konsumsi massa. Paham ini semakin berkembang setelah John Kenneth Galbrait (190-2006) memperkenalkan konsep yang diberi nama ekonomi pasar sosial pada tahun 1956.

Ekonomi akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21

Tren ekonomi dunia berubah setelah perekonomian Uni Soviet yang menganut komunisme runtuh. Banyak negara-negara Blok TImur yang berubah haluan dari komunisme ke ekonomi berbasis pasar. Namun selain sistem ekonomi dari Barat tersebut, muncul sistem, dan konsep-konsep ekonomi lain yang berasal dari negara non-Barat seperti RRT, Brazil, dan India. Konsep ekonomi non-barat ini dikenal dengan Istilah "masyarakat pasca-industri", sebuah istilah yang diperkenalkan pada tahun 1973 oleh Daniel Bell.

Perkembangan, dan penyebaran Internet sebagai media komunikasi massa juga mempengaruhi perkembangan ekonomi khususnya setelah tahun 2000-2001. Ide tentang sebuah ekonomi berbasis Internet, dan informasi mulai dikembangkan. Hal ini disebabkan karena internet telah memberikan pengaruh besar pada dunia perdagangan, dan memunculkan satu bidang baru yang disebut sebagai bisnis elektronik.


Prinsip - Prinsip Ekonomi

Prinsip ekonomi merupakan pedoman untuk melakukan tindakan ekonomi yang didalamnya terkandung asas dengan pengorbanan tertentu diperoleh hasil yang maksimal. Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu, atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil semaksimal mungkin.

Dalam ilmu ekonomi terdapat beberapa prinsip yang mendasarinya. Mengacu pada pengertian ekonomi di atas, berikut ini adalah prinsip-prinsip ekonomi tersebut:

1. Prinsip Produksi

Pengertian prinsip produksi dalam ekonomi adalah perekonomian memiliki peran dalam pengadaan produk, baik itu barang maupun jasa. Proses produksi membutuhkan biaya dan usaha dalam pelaksanaannya. Aktivitas produksi akan membukan lapangan pekerjaan dan menghasilkan produk tertentu.

2. Prinsip Distribusi

Pengertian prinsip distribusi dalam ekonomi adalah kegiatan penyaluran/ distribusi suatu produk kepada para konsumen. Kegiatan distribusi ini harus dilakukan dengan perhitungan waktu yang baik agar produk yang disalurkan tiba di lokasi penjualan tepat waktu. Misalnya, pengiriman buah-buahan dan sayur-sayuran dari para petani ke para penjual di pasar. Proses distribusi dilakukan pada saat dini hari agar kualitas buah dan sayur tetap baik saat konsumen membelinya.

3. Prinsip Konsumsi

Prinsip konsumsi dalam ekonomi adalah segala aktivitas penggunaan suatu produk yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya, seorang pemilik rumah membeli genteng untuk mengganti genteng rumahnya yang rusak. Tujuannya agar atap rumahnya tidak bocor ketika hujan dan merasa nyaman.
  
Sumber Prinsip Ekonomi

Oleh karena kegiatan ekonomi itu hanya ada tiga menyangkut (produksi, distribusi dan konsumsi), maka prinsipnya pun digolongkan atas tiga bagian, diantaranya :

1. Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Produksi

Dalam kegiatan produksi adalah dasar dalam menghasilkan barang dan jasa sebanyak-banyaknya dengan biaya produksi dan pengorbanan tertentu. Contoh penerapan prinsip ekonomi pada kegiatan produksi adalah sebagai berikut :
  • Mendirikan tempat usaha dekat dengan bahan baku, tenaga kerja atau daerah pemasaran .
  • Menggunakan tenaga kerja yang terampil .
  • Memakai bahan baku yang berkualitas terbaik, namun dengan harga paling murah .
  • Memakai sumber daya misalnya modal, tenaga kerja, dan waktu seefisien mungkin.
  • Memakai mesin modern dengan produktivitas yang tinggi namun dengan biaya yang rendah.
  • Menentukan harga jual yang menguntungkan .
  • Menentukan barang dan jasa yang akan dihasilkan.
2. Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Distribusi

Dalam kegiatan distribusi adalah penyaluran barang dan jasa dari produsen ke konsumen. Contoh penerapan prinsip ekonomi berdasarkan kegiatan distribusi adalah sebagai berikut:
  • Meningkatkan kualitas pelayanan.
  • Penyaluran barang yang tepat waktu .
  • Memakai sarana distribusi yang dengan harga murah .
  • Membeli barang dari produsen secara langsung .
  • Menyediakan barang dan jasa yang populer bagi konsumen .
  • Membeli barang di produsen yang tepat .
  • Menentukan lokasi perusahaan yang berada diantara produsen dan konsumen.
3. Prinsip Ekonomi dalam Kegiatan Konsumsi

Dalam kegiatan konsumsi adalah upaya dalam memperoleh kepuasaan sebesar-besarnya dari suatu barang atau jasa dengan pengorbanan dan penggunaan anggaran tertentu. Contoh penerapan prinsip ekonomi berdasarkan kegiatan konsumsi adalah sebagai berikut:
  • Membeli barang yang berkualiatas.
  • Membeli barang dengan harga terjangkau atau murah.
  • Membuat daftar barang yang dibutuhkan.
  • Memilih barang sebelum membelinya.
  • Mengadakan tawar menawar sebelum membeli barang.
  • Mampu mengendalikan pengeluaran dengan memperhatikan pendapatan.
Pada ketiga contoh garis besar prinsip ekonomi diatas sebenarnya bisa diterapkan pada ekonomi mikro dan makro, dimana ekonomi mikro menyangkut rumah tangga individu dan perusahaan dan makro menyangkut perekonomian negara.


Tujuan Menerapkan Prinsip Ekonomi

Tanpa tujuan bukan prinsip namanya, tanpa manfaat untuk apa kita berprinsip. Demikian juga dengan prinsip ekonomi terdapat tujuan dan manfaat jika dilakukan.

Tujuan melakukan tindakan menurut prinsip ekonomi adalah sebagai berikut:
  • Mendapatkan keuntungan yang semaksimal mungkin.
  • Memperkecil adanya kerugian akibat dari kesalahn-kesalahan tertentu.
  • Mencegah terjadinya konsumsi yang boros.
  • Mempergunakan kemampuan dan modal yang dimiliki.

Manfaat Menerapkan Prisnsip Ekonomi
  • Bertindak rasional, artinya seseorang yang melakukan kegiatan atau tindakan selalu dengan akan yang sehat bukan berdasarkan dari emosi dan hawa nafsu.
  • Bertindak ekonomis, artinya seseorang melakukan kegiatan ekonomi dengan segala perhitungan yang cermat dan perencanaan yang matang .
  • Bertindak hemat, artinya seseorang melakukan kegiatan ekonomi dapat menghindari pemborosan dengan membeli kebutuhan sesuai dengan yang dibutuhkan.
  • Membuat skala prioritas, artinya seseorang memenuhi kebutuhan dengan membuat urutan kebutuhan menurut tingkat kepentingannya dari yang mendesak sampai yang dapat ditunda-tunda.
  • Bertindak dengan memakai prinsip cost and benefit, artinya seseorang dalam melakukan kegiatan selalu memperhitungkan biaya yang dikeluarkan dan manfaat yang diterima dari kegiatna yang dilakukannya.
  • Dengan mengetahui prinsip ekonomi sebagai penunjang untuk memahami pengertian ekonomi, setidaknya anda mengetahui betapa pentingnya efisiensi, namun setidaknya efisiensi bukan dilakukan untuk menekan pengeluaran yang berdampak kerugian dan membahayakan orang lain.

Tindakan Ekonomi

Tindakan ekonomi adalah sebuah istilah yang mengacu pada setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling baik, dan paling menguntungkan. misalnya: Ibu memasak dengan kayu bakar karena harga minyak tanah sangat mahal. Tindakan ekonomi terdiri atas dua aspek, yaitu :
  • Tindakan ekonomi Rasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan, dan kenyataannya demikian.
  • Tindakan ekonomi Irrasional, setiap usaha manusia yang dilandasi oleh pilihan yang paling menguntungkan namun kenyataannya tidak demikian.

Motif Ekonomi

Motif ekonomi adalah segala hal yang menjadi dorongan atau alasan yang membuat seseorang melakukan tindakan ekonomi, baik dari dalam diri sendiri maupun dari luar. Secara umum, ada dua jenis motif ekonomi, yaitu:

1. Berdasarkan Asalnya

Motif Intrinsik, yaitu dorongan dari dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi. Misalnya; manusia mencari makan karena merasa lapar.
Motif Ekstrinsik, yaitu dorongan atau pengaruh yang berasal dari luar terhadap manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi. Misalnya; manusia ingin membeli rumah karena melihat orang lain membeli rumah.

2. Berdasarkan Pertimbangan Ekonomi

Motif untuk Bertahan Hidup, yaitu dorongan dalam diri manusia untuk mempertahankan hidupnya sehingga berusaha melakukan berbagai hal. Misalnya; bekerja untuk mendapatkan uang untuk membeli makanan.
Motif untuk Mendapatkan Keuntungan, yaitu keinginan manusia untuk mendapatkan keuntungan dari kegiatan ekonomi. Pada umumnya motif ini dimiliki oleh para produsen atau pedagang. Misalnya; menjual sesuatu kepada orang lain dengan mengambil keuntungan dari penjualan tersebut.
Motif untuk Mendapatkan Penghargaan, yaitu dorongan dari dalam diri manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi karena ingin mendapatkan penghargaan, baik karena keahlian yang dimiliki maupun karena jasa yang dilakukan.


Motif Dalam Ekonomi

Yang dimaksud dengan motif ekonomi adalah alasan seseorang untuk melakukan kegiatan ekonomi. Berikut ini adalah beberapa motif dalam ekonomi secara umum:
  • Motif pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Motif ini umumnya dilakukan oleh konsumen, misalnya membeli kebutuhan pokok manusia (beras, lauk-pauk)
  • Motif mencari keuntungan. Motif ini dilakukan oleh penjual, misalnya menjual kebutuhan pokok manusia untuk mendapatkan keuntungan.
  • Motif penghargaan.
  • Motif mendapatkan kekuasaan.
  • Motif sosial atau tolong-menolong.

Kegiatan Ekonomi

Bertani merupakan salah satu kegiatan ekonomi
Secara garis besar kegiatan ekonomi manusia adalah aktivitas produksi, distribusi, dan konsumsi. Berikut penjelasan ringkas dari masing-masing kegiatan tersebut:

1. Kegiatan Produksi

Inti dari kegiatan produksi adalah bertujuan untuk menghasilkan produk, baik itu barang maupun jasa. Pelaku kegiatan produksi ini adalah pengusaha di berbagai industri, misalnya pengusaha agribisnis, pengusaha furnitur, konsultan, dan lain-lain. Barang atau jasa yang diciptakan dari kegiatan produksi akan disalurkan kepada konsumen untuk memenuhi kebutuhannya. Jadi, kegiatan produksi yang dilakukan produsen adalah untuk memenuhi kebutuhan para konsumen.

2. Kegiatan Distribusi

Inti dari kegiatan distribusi adalah menyalurkan produk (barang/ jasa) dari suatu lokasi ke lokasi terdekat dengan konsumen. Proses distribusi sangat krusial dalam kegiatan ekonomi karena dapat mewujudkan keselarasan antara kebutuhan dan ketersediaan produk yang dibutuhkan konsumen. Proses distribusi bukanlah aktivitas tunggal, namun perpaduan dari berbagai aktivitas. Kegiatan distribusi ini meliputi aktivitas pengangkutan barang, pengemasan, penyimpanan, standarisasi kualitas barang, dan lain-lain. Dengan kata lain, kegiatan distribusi ini memiliki banyak aktivitas yang saling berhubungan. Dan tujuan akhirnya adalah penyaluran barang yang dibutuhkan konsumen dapat tiba pada waktu yang tepat dan barang dalam kondisi yang baik.

3. Kegiatan Konsumsi

Inti dari kegiatan konsumsi adalah aktivitas memakai atau menggunakan produk (barang/ jasa) untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Contoh kegiatan konsumsi diantaranya:
  • Membeli bahan makanan untuk diolah menjadi makanan
  • Membeli baju dan celana untuk dipakai sehari-hari
  • Penggunaan daya listrik untuk menyalakan barang-barang elektronik.

Cakupan Ekonomi

Ilmu ekonomi

Ekonomi banyak dibahas dalam sebuah ilmu khusus yang dikenal dengan nama ilmu ekonomi, yang di dalamnya mencakup sosiologi. sejarah, antropologi, dan geografi. Beberapa bagian ekonomi yang berupa ilmu terapan seperti produksi, distribusi, perdagangan, dan konsumsi juga dibahas dalam ilmu lain seperti ilmu teknik, manajemen, administrasi bisnis, sains terapan, dan keuangan. Ada banyak sektor dalam ekonomi, yang kemudian dikelompokkan menjadi tiga sektor utama yaitu sektor primer, sektor sekunder, dan, dan sektor tersier.

Sektor tradisional: primer, sekunder, tersier
.
Termasuk dalam sektor primer adalah sektor-sektor yang memanfaatkan langsung sumber dari daya alam, termasuk di dalamnya pertanian, perhutanan, perikanan, dan pertambangan. Beberapa industri manufaktur yang proses produksinya erat dengan sumber daya alam juga seringkali dikategorikan sebagai industri di sektor ini, antara lain industri di bidang pengepakan, penyulingan, atau pengumpulan sumber daya alam. Sektor ini biasanya merupakan sektor utama, dan berkontribusi paling besar di perekonomian negara-negara berkembang. Namun, terdapat penurunan jumlah pekerja yang beroperasi di sektor ini, baik di negara maju maupun negara berkembang. Di Amerika Serikat, tenaga kerja di sektor ini hanya mencakup sekitar 3% dari total tenaga kerja.

Dari sektor primer, bahan mentah diolah oleh sektor sekunder, yaitu sektor-sektor yang memproduksi, dan menciptakan produk akhir yang siap dikonsumsi, antara lain sektor produksi, dan konstruksi.[2] Sektor ini biasanya dibagi menjadi dua kategori, yaitu industri ringan dan industri berat. Industri di sektor ini biasanya menggunakan energi yang sangat besar untuk beroperasi serta menghasilkan limbah yang juga besar, menyebabkan timbulnya masalah lingkungan atau polusi. Negara-negara dengan sektor sekunder besar disebut sebagai negara industri, antara lain RRT, Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan Russia.

Sektor quaterner dan quiner

Selain tiga sektor di atas, berkembang pula dua sektor baru yang disebut sebagai sektor quaterner, dan quiner. Sektor quaterner merupakan cabang dari sektor tersier yang fokus pada pelaksanaan aktivitas-aktivitas intelektual. Termasuk di dalamnya sektor pemerintahan, budaya, kepustakaan, riset ilmiah, edukasi, dan informasi. Sementara itu, sektor quiner memiliki fokus yang lebih dalam lagi, yaitu pada sektor-sektor di sektor quaterner yang menjadi pengambil keputusan utama dalam sebuah masyarakat.


Macam - Macam Ilmu Ekonomi.

Dikarenakan terlalu luas cakupannya maka ilmu ekonomi dapat dipersempit dengan membagi-baginya. Pada dasarnya ilmu ekonomi terbagi atas tiga yaitu ilmu ekonomi deksriptif, teori ekonomi dan terakhir ekonomi terapan.
  • Ekonomi Deskriptif => Bagian ilmu ekonomi yang menggambarkan keterangan-keterangan faktual tentang suatu keadaan ekonomi dalam bentuk angka-angka, grafik, kurva, atau penyajian lainnya. llmu ekonomi dipergunakan oleh BPS (Badan Pusat Statistik) untuk menyajikan keadaan ekonomi, baik makro (luas) maupun mikro (sempit).
  • Teori Ekonomi => Bagian ilmu ekonomi yang menjelaskan mekanisme kegiatan ekonomi. Teori ekonomi ini dibagi menjadi dua, yaitu teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro, pelajari disini perbedaan dan pembagiannya.
  • Ekonomi Terapan => Bagian ilmu ekonomi yang menggunakan kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh dari teori ekonomi untuk menjelaskan masalah-masalah yang dikumpulkan dalam ekonomi deskriptif.
  • Ketiga jenis ilmu ekonomi saling berkaitan antara satu dan lainnya, teori ekonomi muncul setelah adanya hasil dari ekonomi deskriptif yang konsisten diterapkan pada berbagai permasalahannya. Sedangkan ekonomi terapan akan menghubungkan dan mencocokan keduanya (deskriptif dan teori).

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan atau kekurangan kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.


Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem Perekonomian

23 Mei 2019

Peran Lembaga Penegak Hukum dalam Menjamin Keadilan dan Kedamaian, Legal Institution.

Peran Lembaga Penegak Hukum dalam Menjamin Keadilan dan Kedamaian, Legal Institution.


Peran Lembaga Penegak Hukum (Legal Institution) - berbagaireviews.com

Peran Lembaga Penegak Hukum dalam Menjamin Keadilan dan Kedamaian
Peran Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Peran Kepolisian Republik Indonesia, telah menetapkan kewenangan sebagai berikut :
  1. Melakukan penangkapan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan.
  2. Melarang setiap orang meninggalkan atau memasuki tempat kejadian perkara untuk kepentingan penyelidikan.
  3. Membawa dan menghadapkan orang kepada penyelidik dalam rangka penyidikan.
  4. Menyuruh berhenti orang yang dicurigai dan menanyakan serta memriksa tanda pengenal diri.
  5. Melakukan pemeriksaan dan penyitaan surat.
  6. Memanggil orang untuk didengar dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi
  7. Mendatangkan orang ahli yang diperlukan dalam hubungannya dengan pemeriksaan perkara.
  8. Mengadakan penghentian penyidikan.
  9. Menyerahkan berkas perkara kepada penuntut umum.
  10. Mengajukan permintaan secara langsung kepada pejabat imigrasi yang berwenang di tempat pemeriksaan imigrasi dalam keadaan mendesak atau mendadak untuk mencegah atau menangkal orang yang disangka melakukan tindak pidana.
  11. Memberikan petunjuk dan bantuan penyidikan kepada penyidik pegawai negeri sipil seta menerima hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilaksanakan dengan syarat sebagai berikut :
  • Tidak bertentangan dengan suatu aturan hukum
  • Selaras dengan kewajiban hukum yang mengharuskan tindakan tersebut dilakukan
  • Harus patut, masuk akal, dan termasuk dalam lingkungan jabatannya
  • Pertimbangan yang layak berdasarkan keadaan yang memaksa
  • Menghormati hak asasi manusia 
Peran Kejaksaan Republik Indonesia
Pengertian Kejaksaan

Kejaksaan Republik Indonesia adalah lembaga Negara yang melaksanakan kekuasaan Negara, khususnya di bidang penuntutan. Penuntutan merupakan tindakan jaksa untuk melimpahkan perkara pidana ke pengadilan negeri yang berwenang dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam undang – undang dengan permintaan supaya diperiksa dan diputuskan oleh hakim di siding bersalah dan telah memenuhi unsur – unsur  tindak pidana yang disangkakan dengan didukung oleh barang bukti yang cukup dan di dukung oleh minimal 2 (dua) orang saksi.

Keberadaan Kejaksaan Republik Indonesia diatur dalam Undang – Undang RI Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia. Berdasarkan undang – undang tersebut, kejaksaan sebagai salah satu lembaga penegak hukum dituntut untuk lebih berperan dalam menegakkan supremasi hukum, perlindungan kepentingan umum, penegakkan hak asasi manusia, serta pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). 
Tugas dan Wewenang Kejaksaan

Adapun yang menjadi tugas dan wewenang Kejaksaan dikelompokkan menjadi 3 bidang, berikut :

a. Di bidang pidana
  • Melakukan penuntutan 
  • Melaksanakan penetapan hakim dan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
  • Melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan putusan pidana bersyarat, putusan pidana pengawasan, dan keputusan lepas bersyarat.
  • Melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu berdasarkan undang – undangMelengkapi berkas perkara tertentu dan untuk itu dapat melakukan pemeriksaan tambahan sebelum dilimpahkan ke pengadilan yang dalam pelaksanaannya dikoordinasikan dengan penyidik.
b. Di bidang perdata dan tata usaha Negara

Kejaksaan dengan kuasa khusus dapat bertindak, baik di dalam maupun di luar pengadilan untuk dan atas nama Negara atau pemerintah.

c.    Dalam bidang ketertiban dan ketentraman umum
  • Peningkatan kesadaran hukum masyarakat
  • Pengamanan kebijakan penegakan hukum
  • Pengawasan peredaran barang cetakan 
  • Pengawasan aliran kepercayaan yang dapat membahayakan masyarakat dan Negara
  • Pencegahan penyalahgunaan dan / atau penodaan agamaPenelitian dan pengembangan hukum serta statistic criminal
Peran Hakim sebagai Pelaksana Kekuasaan Kehakiman
Pengertian Hakim

Hakim adalah pejabat peradilan Negara yang diberi wewenang oleh undang – undang untuk mengadili. Mengadili merupakan serangkaian tindakan hakim untuk menerima, memeriksa dan memutuskan perkara hukum berdasarkan asas bebas, jujur dan tidak memihak di sebuah sidang pengadilan berdasarkan ketentuan perundangan – undangan.
Klasifikasi Hakim

Menurut ketentuan undang – undang RI Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman, hakim berdasarkan jenis lembaga peradilannya dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok berikut :
  • Hakim pada Mahkamah Agung yang disebut dengan Hakim Agung.
  • Hakim pada badan peradilan yang berada di bawah Mahkamah Agung, yaiut dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha Negara dan hakim pada pengadilan khusus yang berada dalam lingkungan peradilan tersebut.
  • Hakim pada Mahkamah Konstitusi yang disebut dengan Hakim Konstitusi.
Peran Advokat dalam Penegakan Hukum.
Pengertian Advokat

Advokat adalah orang yang berprofesi member jasa hukum, baik di dalam maupun di luar pengadilan. Jasa hukum yang diberikan berupa memberikan konsultasi hukum, bantuan hukum, menjalankan kuasa, mewakili, membela, mendampingi, dan melakukan tindakan hukum. Melalui jasa hukum yang diberikan, advokat menjalankan tugas profesi demi tegaknya keadilan berdasarkan hukum untuk kepentingan masyarakat pencari keadilan, termasuk usaha memberdayakan masyarakat dalam menyadari hak – hak fundamental mereka di depan hukum.

Persyaratan Menjadi Advokat

Adapun persyaratan untuk menjadi advokat di Indonesia diatur dalam Pasal 3 Undang – Undang RI Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, yaitu :
  • Warga NRI
  • Bertempat tinggal di Indonesia
  • Tidak berstatus sebagai pegawai negeri atau pejabat Negara
  •  Berusia sekurang – kurangnya 25 (dua puluh lima ) tahun
  • Berijazah sarjana yang berlatar belakang pendidikan tinggi hukum
  • Lulus ujian yang diadakan oleh Organisasi Advokat
  • Magang sekurang – kurangnya 2 (dua) tahun terus – menerus pada kantor advokat
  • Tidak pernah dipidana karena melakukan tindak pidana kejahatan yang di ancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih serta
  • Berprilaku baik, jujur, bertanggung jawab, adil dan mempunyai integritas yang tinggi.

Adapun Tugas Advokat

·    Membuat dan mengajukan gugatan, jawaban, tangkisan, sangkalan, member pembuktian, mendesak segera disidangkan atau diputuskan perkaranya dan sebagainya.

·    Membantu hakim dalam mencari kebenaran dan tidak boleh memutarbalikkan peristiwa demi kepentingan kliennya agar kliennya menang atau bebas.
Hak - Hak Advokat

   Advokat sesuai Undang – Undang RI Nomor 18 Tahun 2003, mempunyai hak dan kewajiban.
Adapun yang menjadi Hak Advokat  adalah sebagai berikut :
  • Advokat bebas mengeluarkan pendapat atau pernyataan dalam membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya di dalam sidang pengadilan dengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundangan – undangan.
  • Advokat bebas dalam menjalankan tugas profesinya untuk membela perkara yang menjadi tanggung jawabnya di dalam sidang pengadilan dengan tetap berpegang pada kode etik profesi dan peraturan perundangan – undangan 
  • Advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan iktikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam sidang pengadilan.
  • Advokat berhak memperoleh informasi, data dan dokumen lainnya, baik dari instansi pemerintah maupun pihak lain yang berkaitan dengan kepentingan tersebut yang diperlukan untuk pembelaan kepentingan kliennyasesuai dengan peraturan perundangan – undangan.
  • Advokat berhak atas kerahasiaan hubungan dengan klien, termasuk perlindungan atas berkas dan dokumennya terhadap penyitaan atau pemeriksaan dan perlindungan terhadap penyadapan atas komunikasi elektronik advokat
  • Advokat tidak dapat diidentikkan dengan kliennya dalam membela perkara klien oleh pihak yang berwenang dan/atau masyarakat.
  
Kewajiban Advokat

Kewajiban yang harus dipatuhi oleh seorang advokat di antaranya adalah sebagai berikut :
  • Advokat dalam menjalankan tugas profesinya dilarang membedakan perlakuan terhadap klien berdasarkan jenis kelamin, agama, politik, keturunan, ras, atau latar belakang sosial dan budaya.
  • Advokat wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahui atau diperoleh dari kliennya karena hubungan profesinya, kecuali ditentukan lain oleh undang – undang 
  • Advokat dilarang memegang jabatan lain yang bertentangan dengan kepentingan tugas dan martabat profesinya 
  • Advokat dilarang memegang jabatan lain yang meminta pengabdian sedemikian rupa sehingga merugikan profesi advokat atau mengurangi kebebasan dan kemerdekaan dalam menjalankan tugas profesinya.
  • Advokat yang menjadi pejabat Negara tidak melaksanakan tugas profesi advokat selama memangku jabatan.
Peran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pengertian KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah sebuah komisi yang dibentuk pada tahun 2003 berdasarkan Undang – Undang RI No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Tujuan dibentuknya KPK adalah untuk mengatasi, menanggulangi dan memberantas korupsi .

Tugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Tugas KPK, adalah sebagai berikut :
  • Koordinasi dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi
  • Supervisi terhadap instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi
  • Melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan terhadap tindak pidana korupsi
  • Melakukan tindakan – tindakan pencegahan tindak pidana korupsi
  • Melakukan monitor terhadap penyelengaraan pemerintahan Negara.
Wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), adalah sebagai berikut :
  • Mengoordinasi penyelidikan, penyidikan dan penuntutan pemberantasan tindak korupsi
  • Menetapkan sistem pelaporan dalam kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi
  • Meminta informasi tentang kegiatan pemberantasan tindak pidana korupsi kepada instansi terkait
  • Melaksanakan dengar pendapat atau pertemuan dengan instansi yang berwenang melakukan pemberantasan tindakan korupsi
  • Meminta laporan instasi terkait pencegahan tindak pidana korupsi

Asas Pedoman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Asas pedoman KPK, adalah sebagai berikut :
  • Kepastian hukum, yakni asas dalam Negara hukum yang mengutamakan landasan peraturan perundangan – undangan, kepatutan dan keadilan dalam setiap kebijakan menjalankan tugas dan wewenang KPK.
  • Keterbukaan, yakni asas yang membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh imformasi yang benar, jujur dan tidak diskriminatif tentang kinerja KPK dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
  • Akuntabilitas, yakni asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir kegiatan KPK harus dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Negara sesuai dengan peraturan perundangan – undangan yang berlaku.
  • Kepentingan umum, yakni asas yang mendahulukan kesejahteraan umum dengan cara yang aspiratif, akomodatif, dan selektif.
  • Proporsionalitas, yakni asas yang mengutamakan keseimbangan antara tugas, wewenang, tanggung jawab, dan kewajiban KPK. 

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan atau kekurangan kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.


Tata Urutan Peraturan Perundangan
https://www.berbagaireviews.com/2018/08/tata-urutan-peraturan-perundang.html


Struktur Anggota Badan Pengawas Keuangan
https://www.berbagaireviews.com/2018/07/struktur-anggota-badan-pengawas.html


Pengertian Ideologi Negara
https://www.berbagaireviews.com/2018/07/pengertian-ideologi-negara-lengkap.html




14 November 2018

Petunjuk Penggunaan, Instructions for Use.

Petunjuk Penggunaan, Instructions for Use.

Petunjuk penggunaan - berbagaireviews.com



Petunjuk penggunaan pompa angin
  • Masukkan ujung selang pompa angin ke dalam lubang ban sepeda yang kurang angin.
  • Injaklah penahan pada pompa angin agar pompa angin seimbang dan tetap dalam posisi berdiri.
  • Tariklah tangkai pompa ke atas.
  • Doronglah tangkai pompa ke bawah.
  • Lakukanlah berulang hingga ban sepeda itu cukup terisi angin.


Petunjuk penggunaan sikat gigi.
  • Bersihkan sikat gigi yang akan dipakai dengan air bersih.
  • Oleskan pasta gigi ke sikat gigi secukupnya.
  • Gosokkan sikat gigi ke seluruh bagian gigi dengan cara yang benar.
  • Setelah selesai menyikat kumur dengan air.
  • Kemudian bersihkan sikat gigi dengan air bersih dan letakkan sikat gigi kembali ketempatnya.


Petunjuk penggunaan televisi
  • Tancapkan/ colokkan steker ke stop kontak.
  • Tekan tombol power pada panel yang tersedia di bagian muka TV.
  • Gunakan remote control mengarah ke televisi dengan menekan tombol on. TV sudah siap digunakan.
  • Gunakan remote control mengarah ke televisi untuk memindah chanel yang di inginkan.
  • Apabila sudah selesai digunakan, tekan tombol off pada remote control atau power pada televisi.
  • Lepaskan/cabut steker dari stop kontak.


Petunjuk penggunaan setrika.
  • Siapkan meja atau tempat untuk menyetrika dan tempat untuk meletakkan setrika panas.
  • Masukkan stekker ke stop kontak. Bila lampu indikator/ penala pada setrika menyala hal itu berarti setrika sudah teraliri listrik.
  • Putar pengatur panas/suhu sesuai dengan yang dikehendaki.
  • Apabila kemudian lampu indikator/penala padam berarti suhu/ panas yang dikehendaki sudah tercapai. Setrika sudah siap digunakan.
  • Apabila sudah selesai digunakan, cabutlah steker dari stop kontak.


Petunjuk penggunaan rautan pensil
  • Siapkan pensil yang kurang tajam yang akan diraut.
  • Masukkan ujung pensil yang akan dipertajam ke dalam lubang rautan.
  • Putar pensil pelan-pelan secara berulang-ulang.
  • Setelah putaran terasa ringan, cabutlah pensil dari lubang rautan.
  • Lihatlah apakah pensil sudah cukup tajam, apabila sudah maka pensil siap digunakan kembali.


Petunjuk penggunaan blender.
  • Pastikan tombol berada pada posisi “0” dan steker belum terpasang pada stop kontak.
  • Periksa gelas blender. Pisau, plastik penutup dan sekatnya harus terpasang dengan urutan yang benar.
  • Pasang gelas blender pada rumah motor.
  • Masukkan steker ke stop kontak.
  • Tuangkan bahan yang akan diolah ke dalam gelas blender dan pasang tutupnya.
  • Pilih tombol kecepatan yang diinginkan. Putar selektor ke posisi yang dinginkan lebih besar angka lebih tinggi putaran.
  • Putar selektor ke posisi “0” untuk mematikan blender.
  • Cabutlah steker dari stop kontak.


Petunjuk Penggunaan Telepon Umum.
  • Angkat gagang telepon
  • Masukkan kartu atau koin ke telepon
  • Tekan nomor yang akan dituju
  • Tunggu sampai nomer yang dituju terhubung
  • Setelah itu mulailah berbicara


Petunjuk Pemakaian Rice Cooker.
  • Masukkan beras yang telah dicuci ditambah air secukupnya.
  • Pastikan tegangan rice cooker sama dengan tegangan listrik di rumah.
  • Pasangkan steker atau colokan rice cooker pada stop kontak.
  • Tekan tombol on atau tombol power.
  • Angkat nasi setelah 30 menit.  Petunjuk Penggunaan Kipas Angin


Petunjuk Pemakaian Obat
  • Usia 4-6 tahun 1/4 sendok 3 kali sehari
  • Usia 7-11 tahun 1/2 sendok 3 kali sehari
  • 12 tahun ke atas 1 sendok 3 kali sehari
  • Jika Ani saat ini berusia 7 tahun maka aturan pemakaian obat sesuai dengan petunjuk di atas adalah 1/2 sendok 3 kali sehari.


Petunjuk Penggunaan Senter
  • Buka tutup bagian belakang 
  • Masukan baterai dengan kepala ke arah depan semua 
  • Tutup kembali bagian yang sudah dibuka 
  • Tekan tombol dengan baik 


Petunjuk cara memakai semir sepatu
  • Bersihkan permukaan sepatu dengan kain lap.
  • Buka penutup semir sepatu.
  • Ambil semir sepatu secukupnya dengan sikat
  • Gosokkan sikat ke permukaan sepatu secara merata.


Petunjuk cara memakai sampo
  • Basahi rambut dengan air bersih
  • Tuang sampo ke telapak tangan
  • Ratakan sampo ke rambut dan pijat-pijat
  • Bilaslah sampai bersih


Petunjuk cara menggunakan dispenser 
  • Colokkan steker dispenser ke stopkontak.
  • Tekan tombol ON untuk menyalakan dispenser.
  • Tunggu hingga mencapai suhu yang diinginkan.
  • Tuang air ke gelas dengan menekan atau memutar keran.


Petunjuk cara menggunakan kamus.
  • Buka halaman kamus berdasarkan huruf pertama kata yang dicari
  • Carilah kata berdasarkan huruf pertama kata yang dicari
  • Setelah menemukan kata yang dicari baca artinya di sebelah kanan kata
  • Catat arti kata tersebut 


Petunjuk cara menggunakan sabun mandi cair.
  • Siram badan dengan air bersih.
  • Tuang sabun ke telapak tangan.
  • Gosokkan secara merata ke anggota tubuh.
  • Bilas dengan air sampai bersih.


Petunjuk cara menggunakan kompor gas
  • Tekan sakelar pemantik api ke kanan untuk menyalakan kompor.
  • Letakkan alat masak yang digunakan untuk memasak.
  • Atur besarnya api sesuai dengan kebutuhan alat masak.
  • Tekan sakelar ke kiri jika sudah selesai memasak.


Petunjuk cara menggunakan televisi
  • Tekan tombol On di remot
  • Pilih program televisi yang disukai
  • Keraskan atau turunkan volume setelah memilih
  • Tekan tombol Off di remot jika sudah selesai menonton

3 Oktober 2018

Pengertian Seni Lukis dan Prosedur atau Langkah - Langkah Dalam Melukis, Art Painting.

Pengertian Seni Lukis dan Prosedur atau Langkah - Langkah Dalam Melukis, Art Painting.


Pengertian seni lukis dan Langkah - Langkah / Prosedur dalam melukis - berbagaireviews.com


Pengertian Seni Lukis.

1. Seni lukis Zaman Abad 19

Siapa pelukis pertama di Indonesia yang menganut aliran naturalisme? Adalah Raden Syarif Bustaman ( 1807 – 1880) hasil karyanya yang terkenal adalah: “Hutan Terbakar”, “Sahabat setia”, dan juga “Antara Hidup dan Mati”

2. Seni Lukis Zaman Taman Siswa.

Taukah anda bahwa perguruan taman siswa pernah mengadakan pameran seni lukis yang merupakan hasil karya dari para siswa. Peristiwa ini dapat dipandang sebagai hal yang penting dalam perkembangan seni lukis di nusantara.

3. Seni Lukis Zaman PERSAGI.

Yang dimaksud dengan PERSAGI adalah singkatan dari Persatuan Ahli Gambar Indonesia yang didirikan pada tahun 1937. Tujuan utamanya adalah membina dan mengembangkan seni lukis di Indonesia dengan mencari corak baru yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Pendirinya adalah Agus Jayasumitra dan S. Sujoyono yang didukung oleh beberapa pelukis seperti Otto Jaya Suntara, L.Setiyoso, Saptarita Latif, Emiria Sunarsa, Sudiryo dan lain lain.

Seni lukis adalah hasil karya yang diciptakan dengan menggunakan media yang menggunakan titik, garis, bidang, warna, tekstur, volume, dan ruang dalam bidang dua dimensi. Dalam senam lukis dikenal bermacam-macam aliran. Ada beberapa langkah yang harus ditempuh oleh seorang pelukis dalam membuat gambar (melukis).

Langkah - Langkah / Prosedur dalam Melukis.

 
Berikut langkah - langkah dalam melukis :

1. Memunculkan Gagasan.

Untuk memunculkan gagasan kreatif, dapat ditempuh dengan cara :
  • Mempelajari atau membaca buku,
  • Melihat film-film dokumenter tentang lukisan,
  • Mengunjungi kegiatan pameran atau museum,
  • Melihat objek secara langsung, dan
  • Mengembangan imajinasi.

2. Memilih Bahan.

Setelah terbentuk/muncul gagasan kreatif tersebut, langkah selanjutnya adalah memilih bahan yang akan digunakan, misalnya :
  • Menggunakan kertas gambar/karton dan pastel,
  • Menggunakan kertas gambar/karton dan spidol,
  • Menggunakan kertas gambar dan cat air,
  • Menggunakan kertas gambar dan cat aklirik, dan
  • Menggunakan kain kanvas yang dibentangkan/bingkai dan cat minyak.
3. Menentukan Teknik.

Ada beberapa teknik yang dapat digunakan dalam melukis, diantaranya :
  • Teknik transparan warna (warna tipis),
  • Teknik plakat warna (tebal),
  • Teknik goresan ekspresif dengan menggunakan jari atau palet,
  • Teknik tebal dan bertekstur (bertekstur warna), dan
  • Teknik timbul.
4. Membuat Sketsa.

Setelah bahan dapat ditentukan, langkah selanjutnya adalah membuat sketsa gambar. Yang dimaksud sketsa adalah gambar awal yang akan dibuat lukisan. Sketsa inilah yang nantinya diselesaikan menjadi sebuah lukisan yang sempurna.

5. Menyempurnakan Lukisan.

Tahap melukis yang terakhir adalah menyempurnakan /menyelesaikan sketsa yang telah dibuat yaitu dengan cara :
  • Mewarnai sketsa dengan goresan tipis pada objek pokok (positif) dan latar belakangnya (negatif)
  • Menyempurnakan lukisan dengan kontur, penyinaran (spot light), penegasan, dan penentuan gelap terang.
  • Proses melukis dengan menggunakan bahan yang satu dengan yang lainnya tidak sama, demikian pula dengan teknik yang digunakan. Seperti melukis dengan cat air, melukis dengan pastel, dan melukis dengan cat minyak, semua itu mempunyai teknik yang berbeda dalam proses melukisnya.

1 Oktober 2018

Pengertian Revolusi Hijau, Pilar dan Teknik serta Dampak Revolusi Hijau, Green Revolution.

Pengertian Revolusi Hijau, Pilar dan Teknik serta Dampak Revolusi Hijau, Green Revolution.





Pengertian Revolusi Hijau.

Revolusi Hijau merupakan sebutan tidak resmi yang dipakai untuk menggambarkan perubahan fundamental dalam pemakaian teknologi budidaya pertanian yang dimulai pada tahun 1950-an hingga 1980-an di banyak negara berkembang, terutama di Asia.

Pengertian revolusi hijau adalah usaha pengembangan teknologi pertanian untuk meningkatkan produksi pangan. Mengubah dari pertanian yang tadinya menggunakan teknologi tradisional menjadi pertanian yang menggunakan teknologi lebih maju atau modern.

Revolusi hijau diawali oleh Ford dan Rockefeller Foundation, yang mengembangkan gandum di Meksiko (1950) dan padi di Filipina (1960). Revolusi hijau menekankan pada SEREALIA: padi, jagung, gandum, dan lain-lain. (serealia adalah tanaman biji-bijian)

Hasil yang nyata adalah tercapainya swasembada (kecukupan penyediaan) sejumlah bahan pangan di beberapa negara yang sebelumnya selalu kekurangan persediaan pangan (pokok), seperti India, Bangladesh, Tiongkok, Vietnam, Thailand, serta Indonesia, untuk menyebut beberapa negara. Norman Borlaug, penerima penghargaan Nobel Perdamaian 1970, adalah orang yang dipandang sebagai konseptor utama gerakan ini. Revolusi hijau diawali oleh Ford dan Rockefeller Foundation, yang mengembangkan gandum di Meksiko (1950) dan padi di Filipina (1960).Konsep Revolusi Hijau yang di Indonesia dikenal sebagai gerakan Bimas (bimbingan masyarakat) adalah program nasional untuk meningkatkan produksi pangan, khususnya swasembada beras.

 Tujuan tersebut dilatarbelakangi mitos bahwa beras adalah komoditas strategis baik ditinjau dari segi ekonomi, politik dan sosial. Gerakan Bimas berintikan tiga komponen pokok, yaitu penggunaan teknologi yang sering disabut Panca Usaha Tani, penerapan kebijakan harga sarana dan hasil reproduksi serta adanya dukungan kredit dan infrastruktur.Gerakan ini berhasil menghantarkan Indonesia pada swasembada beras.

Pilar Revolusi Hijau.

Revolusi hijau mendasarkan dari pada empat pilar penting yaitu :
  • penyediaan air melalui sistem irigasi,
  • pemakaian pupuk kimia secara optimal,
  • penerapan pestisida sesuai dengan tingkat serangan organisme pengganggu, dan
  • penggunaan varietas unggul sebagai bahan tanam berkualitas.
  • Melalui penerapan teknologi non-tradisional ini, terjadilah peningkatan hasil tanaman pangan berlipat ganda dan memungkinkan penanaman tiga kali dalam setahun untuk padi pada tempat-tempat tertentu.

Revolusi Hijau di Indonesia.

Di negara kita  Indonesia revolusi industri diterapkan dengan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian. Ekstensifikasi dengan perluasan areal. Terbatasnya areal, menyebabkan pengembangan lebih banyak pada intensifikasi. Intensifikasi dilakukan melalui Panca Usaha Tani, (lima usaha tani).

Gerakan Revolusi Hijau yang dijalankan di negara – negara berkembang dan Indonesia dijalankan sejak rezim Orde Baru berkuasa. Gerakan Revolusi Hijau sebagaimana telah umum diketahui di Indonesia tidak mampu untuk menghantarkan Indonesia menjadi sebuah negara yang berswasembada pangan secara tetap, tetapi hanya mampu dalam waktu lima tahun, yakni antara tahun 1984 – 1989. Disamping itu, Revolusi Hijau juga telah menyebabkan terjadinya kesenjangan ekonomi dan sosial pedesaan karena ternyata Revolusi Hijau hanyalah menguntungkan petani yang memiliki tanah lebih dari setengah hektare, dan petani kaya di pedesaan, serta penyelenggara negara di tingkat pedesaan. Sebab sebelum Revolusi Hijau dilaksanakan, keadaan penguasaan dan pemilikan tanah di Indonesia sudah timpang, akibat dari gagalnya pelaksanaan Pembaruan Agraria yang telah mulai dilaksanakan pada tahun 1960 sampai dengan tahun 1965.

Revolusi hijau mendasarkan diri pada empat pilar penting: penyediaan air melalui sistem irigasi, pemakaian pupuk kimia secara optimal, penerapan pestisida sesuai dengan tingkat serangan organisme pengganggu, dan penggunaan varietas unggul sebagai bahan tanam berkualitas. Melalui penerapan teknologi non-tradisional ini, terjadi peningkatan hasil tanaman pangan berlipat ganda dan memungkinkan penanaman tiga kali dalam setahun untuk padi pada tempat-tempat tertentu, suatu hal yang sebelumnya tidak mungkin terjadi.

Revolusi hijau mendapat kritik sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan kelestarian lingkungan karena mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah. Oleh para pendukungnya, kerusakan dipandang bukan karena Revolusi Hijau tetapi karena ekses dalam penggunaan teknologi yang tidak memandang kaidah-kaidah yang sudah ditentukan. Kritik lain yang muncul adalah bahwa Revolusi Hijau tidak dapat menjangkau seluruh strata negara berkembang karena ia tidak memberi dampak nyata di Afrika.

Teknik Pengolahan Lahan Pertanian.

Teknik pengolahan lahan pertanian, sebagai berikut :
  • Pengaturan irigasi
  • Pemupukan
  • Pemberantasan hama
  • Penggunaan bibit unggul

Dampak Revolusi Hijau.
Hasil dari suatu metode tentunya mempunyai dampak positif dan negatif, begitu juga dengan Revolusi hijau berikut ini merupakan dampak positif dan negatif dari revolusi hijau

Dampak positif revolusi hijau

Produksi padi dan gandum meningkat sehingga pemenuhan pangan (karbohidrat) meningkat. Salah satu contohnya bagi bangsa indonesia sendiri adalah Indonesia yang tadinya pengimpor beras menjadi mampu swasembad beras.
Dampak negatif revolusi hijau.
  • Penurunan produksi protein, dikarenakan pengembangan serealia (sebagai sumber karbohidrat) tidak diimbangi pengembangan pangan sumber protein dan lahan peternakan diubah menjadi sawah.
  •  Penurunan keanekaragaman hayati.
  • Penggunaan pupuk terus menerus menyebabkan ketergantungan tanaman pada pupuk.
  • Penggunaan peptisida menyebabkan munculnya hama strain baru yang resisten.

Revolusi hijau juga mendapatkan kritik dari pihak pihak yang mempunyai kesadaran akan kelestarian lingkungan karena telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah. Oleh mereka yang mendukung revolusi industri, mereka menyebutkan bahwa kerusakan tersebut bukan karena revolusi industri tapi karena akses dalam penggunaan teknologi yang tidak memandang kaidah-kaidah yang sudah ditentukan.

Revolusi hijau mendapat kritik sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan kelestarian lingkungan karena mengakibatkan kerusakan lingkungan yang parah. Oleh para pendukungnya, kerusakan dipandang bukan karena Revolusi Hijau tetapi karena ekses dalam penggunaan teknologi yang tidak memandang kaidah-kaidah yang sudah ditentukan. Selain kritik tersebut di atas masih ada kritik lain lagi yitu Revolusi Hijau tidak dapat menjangkau seluruh strata negara berkembang karena ia tidak memberi dampak nyata di wilayah Afrika.

28 September 2018

Pengertian Teks Narasi / Paragraf Naratif, Jenis - Jenis Narasi, Ciri - Ciri Teks Narasi, Contoh - Contoh Narasi.

Pengertian Teks Narasi / Paragraf Naratif, Jenis - Jenis Narasi, Ciri - Ciri Teks Narasi, Contoh - Contoh Narasi.


pengertian teks narasi atau paragraf naratif - berbagaireviews.com



Pengertian Teks Narasi atau Paragraf Narasi.

Paragraf atau teks narasi merupakan sebuah teks yang tersusun dari beberapa paragraf yang menceritakan suatu peristiwa kejadian dan disusun secara kronologis sesuai dengan urutan waktu yang ditentukan. Umumnya paragraf narasi ini menceritakan kisah-kisah dan cerita karangan baik fiktif maupun non fiktif.

Teks narasi atau Paragraf Naratif adalah karangan berbentuk kisahan yang terdiri atas kumpulan yang disusun secara kronologis (menurut urutan waktu) sehingga menjadi suatu rangkaian cerita yang lengkap.

Atau juga bisa didefinisikan.

Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal, tengah, dan akhir

Sedangkan pengertian teks / paragraf narasi  menurut para ahli adalah sebagai berikut:

Widjono (2007 : 175) uraian yang menceritakan sesuatu atau serangkaian kejadian, tindakan , keadaan secara berurutan dari permulaan sampai akhir hingga terlihat rangkaian hubungan satu sama lain. Bahasanya berupa berupa paparan yang gayanya bersifat naratif.

Keraf (2001 : 137) suatu bentuk wacana yang berusaha mengisahkan suatu kejadian yang seolah-olah pembaca melihat atau mengalami sendiri peristiwa itu. Oleh sebab itu unsur yang paling penting dalam sebuah narasi adalaha unsur perbuatan atau tindakan. Apa yang terjadi tidak lain tindak-tanduk yang dilakukan orang-orang dalam suatu rangkaian waktu. Narasi lebih mengisahkan suatu kehidupan yang dinamis dalam rangkaian waktu.

Ciri - Ciri Teks Narasi.

Untuk mengenali sebuah teks atau paragraf narasi dan sekaligus untuk referensi membuat karangan atau teks narasi, maka anda harus mengenal ciri-ciri dari teks narasi.

Menurut Gorys Keraf (2000:136)
  • Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan.
  • Dirangkai dalam urutan waktu.
  • Berusaha menjawab pertanyaan "apa yang terjadi?"
  • Ada konfliks.
Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfliks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut:
  • Berupa cerita tentang peristiwa atau pengalaman penulis.
  • Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya.
  • Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik.
  • Memiliki nilai estetika.
  • Menekankan susunan secara kronologis.
Ciri yang dikemukakan Keraf memiliki persamaan dengan Atar Semi, bahwa narasi memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfliks. Perbedaannya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku.

Kaidah / Unsur kebahasaan paragraf Naratif.

Kaidah kebahasaan adalah aturan kebahasaan yang digunakan untuk membuat teks narasi, adapun unsur kebahasaan atau kaidah kebahasaan dari teks / paragraf naratif adalah sebagai berikut:

1. Menggunakan kata kiasan atau Metafora.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) me·ta·fo·ra /métafora/ didefinisikan sebagai "pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yg sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan.[1] , misal tulang punggung dalam kalimat "pemuda adalah tulang punggung negara".Metafora adalah majas (gaya bahasa) yg membandingkan sesuatu dengan yang lain secara langsung. Metafora adalah gaya bahasa perbandingan.

Contoh metafora:
  • Kata "tulang punggung" dalam kalimat "Pemuda adalah tulang punggung negara".[1]
  • Engkau belahan jantung hatiku sayangku.
  • Raja siang keluar dari ufuk timur.
  • Jonathan adalah bintang kelas dunia.
  • Raja malam telah keluar dari paraduannya.
Metafora digunakan dalam teks narasi dengan tujuan untuk menambah atau membumbui cerita hingga lebih menarik

2. Melibatkan kata kerja transitif dan intransitif.

Kata kerja transitif adalah kata kerja yang diikuti oleh objek. Objek yang mengikuti bisa kata benda, frasa, atau kata ganti. Kata kerja transitif dapat diubah ke bentuk pasif.

Contoh:
  • Saya makan sebuah apel .
  • Saya mencintai ibu saya.
  • Jadi, kata kerja transitif membutuhkan objek sebagai pelengkap agar artinya dapat dengan mudah dimengerti dan tentunya make sense.
Lebih mudahnya lagi, kata kerja transitif membantu menjawab kata tanya 'what (apa)' atau 'who (siapa).'

Seperti dua kalimat di atas, dua kalimat tersebut menjawab kata tanya 'what (apa)' dan 'who (siapa)'.
  • Apa yang saya makan? Saya makan sebuah apel.
  • Siapa yang saya cintai? Saya mencintai ibu saya.

Kata kerja intransitif adalah kata kerja yang tidak membutuhkan objek sebagai pelengkap kalimat. Tidak seperti kata kerja transitif, kata kerja intransitif tidak dapat diubah ke bentuk pasif.

Contoh:
  • Dia jatuh.
  • Mereka tertawa.
  • Anak kecil itu menangis.
  • Kata kerja intransitif dapat diikuti kata keterangan atau frasa preposisional, tetapi tidak dapat diikuti kata benda.

3. Menggunakan kata benda, sifat, frasa atau klausa.

Penggunaan kata tersebut disesuaikan dengan topik yang diuraikan atau dinarasikan

4. Menggunakan kata penghubung penanda urutan waktu.

Contoh penanda urutan waktu seperti misalnya, pertama-tama, lalu, kemudian,  ketika akhirnya selanjutnya dan lain sebagai nya.

Jenis Teks Narasi atau Paragraf Narasi.

Paragraf narasi dibedakan menjadi beberapa jenis sebagai berikut:

a. Narasi ekspositoris (biografi).

Memiliki nama lain narasi non fiksi, ialah jenis narasi yang berisikan rangkaian perbuatan yang disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa itu secara tepat.

Contoh narasi ekspositoris :

 Cara merawat dan memelihara merpati tidaklah terlalu sulit. Bagi pemula, langkah pertama adalah membeli merpati satu pasang di tempat usaha peternakan merpati. Jika merpati masih kecil, usahakan kandang tidak terlalu terbuka agar suasana dalam kandang cukup hangat, tapi cukup terang. Selanjutnya, periksalah makanan dan minumannya serta berikan secara teratur. Sebaiknya kandang merpati dibersihkan secara teratur untuk menjaga kesehatan merpati dan tempat tinggalnya. Terakhir, perhatikanlah gerak-gerik merpati untuk mengantisipasi adanya cacat pada tubuh merpati.

b. Narasi sugesti / imajinatif.

Nama lain dari narasi fiksi, ialah jenis narasi yang hanya mengisahkan suatu hasil rekaan, khayalan, atau imajinasi pengarang. Jenis karangan ini dapat dilihat pada roman, cerpen, hikayat, dongeng, dan novel.

Contoh paragraf sugesti atau imajinatif :

 Tepat ketika tanggal 10 Maret, sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyia-nyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. Sepanjang perjalanan, aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Dengan hati suka ria, aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. Pantai Parangtritis, pantai nan elok yang menjadi favoritku. Tanpa menyia-nyiakan waktu, aku mengajak kakakku untuk bermain air. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Dengan canda tawa, kami saling berbalasan. Puas rasanya, terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. Di sana, aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Dalam benakku, aku kan kembali esok.

c. Narasi informatif.

Narasi informatif adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang.

d. Narasi artistik.

Narasi artistik adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif.

Struktur Teks atau Paragraf Naratif.

a. Orientation.

Orientasi yaitu bagian di mana pengarang melukiskan dunia untuk ceritanya, dibagian inilah diperkenalkan dimana dan kapan peristiwa terjadi serta para tokoh.

b.Complication.

Complication yaitu bagian di mana tokoh utama menghadapi rintangan dalam mencapai cita - citanya, bagian di mana komplik mulai terjadi.

c. Resolution.

Resolution yaitu bagian permasalahan yang dihadapi tokoh utama diselesaikan.

Pada bagian ini mempunyai dua kecendrungan, yaitu mengakhiri cerita dengan kebahagiaan (happy ending) dan atau mengakhiri cerita dengan kesedihan (sad ending), tetapi ada juga teks naratif yang membiarkan pembaca/ pendengar menebak akhir cerita

d. Ada juga paragraf naratif yang hanya menggunakan konjungsi dan tidak mengikuti struktur di atas.

Tujuan Teks Narasi.

Tujuan menulis karangan narasi secara fundamental yaitu:
  • Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan
  • Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca
Langkah - Langkah Menulis Karangan Narasi.
  • Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan
  • Tetapkan sasaran pembaca
  • Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
  • Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita
  • Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita
  • Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandangan
  • Mengerti aturan tanda bacanya dalam kalimat tersebut

Contoh - Contoh  Teks Narasi atau Paragraf Naratif.

Berikut beberapa contoh teks narasi.

Liburan sekolah beberapa tahun yang lalu, saya dan ibu pergi ke Pontianak. Pontianak merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Barat. Di Pontianak, banyak sekali keunikan dan tempat menarik yang merupakan ciri khas Kota Pontianak. Perjalanan kurang lebih 2 jam dengan menggunakan pesawat. Tempat pertama yang saya kunjungi adalah Sintawang. Waktu tempuh menuju Sintawang kurang lebih sembilan jam dari Pontianak jika menggunakan mobil. daerah ini terkenal sebagai penghasil tenun ikat. Motif tenun ikatnya sangat unik dan coraknya sangat khas Kalimantan Barat. Harga tenun ikat ini tergolong mahal, tergantung motif dan bahannya. Harganya bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan Rupiah.

Narasi dibagi menjadi 2, yaitu ekspositori (Autoboigrafi dan Biografi) dan narasi Imajinatif.

Contoh teks narasi ekspositori (Biografi).

Andrea Hirata Seman Said Harun lahir di pulau Belitung, 24 Oktober 1982. Andrea Hirata sendiri merupakan anak keempat dari pasangan Seman Said Harunayah dan NA Masturah. Ia dilahirkan di sebuah desa yang termasuk desa miskin dan letaknya yang cukup terpelosok di pulau Belitong. Tinggal di sebuah desa dengan segala keterbatasan memang cukup mempengaruhi pribadi Andrea sedari kecil. Ia mengaku lebih banyak mendapatkan motivasi dari keadaan di sekelilingnya yang banyak memperlihatkan keperihatinan. Nama Andrea Hirata sebenarnya bukanlah nama pemberian dari kedua orang tuanya. Sejak lahir ia diberi nama Aqil Barraq Badruddin. Merasa tak cocok dengan nama tersebut, Andrea pun menggantinya dengan Wadhud. Akan tetapi, masih merasa terbebani dengan nama itu. Alhasil, ia kembali mengganti namanya dengan Andrea Hirata Seman Said Harun sejak ia remaja.

Contoh narasi imajinatif.


Narasi Imajinatif adalah teks yang  mengimajinasikan suatu benda seoalah-olah seorang manuasia.

Namaku Edelweiss alias Anaphalis Javanica. Biasanya aku tumbuh di dataran tinggi atau puncak - puncak gunung. Oleh kalangan Botani, aku sering disebut tanaman sejenis perdu, dan termasuk anggota famili Compositae atau disebut juga Asteraceae (sambung sambungan). Bungaku kecil sebesar bunga rumput. Orang lebih mengenalku dengan warna putih daripada warna lainnya. Hidupku bergerombolan di ujung dahan dengan harum yang khas. (Dikutip dari wacana Namaku Edelweiss dalam Majalah Sabili)

16 September 2018

Pengaruh Penjajahan Inggris di Indonesia Dan Kebijakan - Kebijakan Stamford Raffles Memimpin Indonesia.

Pengaruh Penjajahan Inggris di Indonesia Dan Kebijakan - Kebijakan Stamford Raffles Memimpin Indonesia.

Pengaruh penjajahan inggris serta kebijakan Stamford Raffles di indonesia - berbagaireviews.com


Sejarah Penjajahan Inggris di Indonesia.

Inggris secara resmi menjajah Indonesia lewat perjanjian Tuntang (1811) dimana perjanjian Tuntang memuat tentang kekuasaan belanda atas Indonesia diserahkan oleh Janssens (gubernur Jenderal Hindia Belanda) kepada Inggris. Namun sebelum perjanjian Tuntang ini, sebenarnya Inggris telah datang ke Indonesia jauh sebelumnya. Perhatian terhadap Indonesia dimulai sewaktu penjelajah F. Drake singgah di Ternate pada tahun 1579. Selanjutnya ekspedisi lainnya dikirim pada akhir abad ke-16 melalui kongsi dagang yang diberi nama East Indies Company (EIC). EIC mengemban misi untuk hubungan dagang dengan Indonesia. Pada tahun 1602, armada Inggris sampai di Banten dan berhasil mendirikan Loji disana. Pada tahun 1904, Inggris mengadakan perdagangan dengan Ambon dan Banda, tahun 1909 mendirikan pos di Sukadana Kalimantan, tahun 1613 berdagang dengan Makassar (kerajaan Gowa), dan pada tahun 1614 mendirikan loji di Batavia (jakarta). Dalam usaha perdagangan itu, Inggris mendapat perlawanan kuat dari Belanda. Belanda tidak segan-segan menggunakan kekerasan untuk mengusir orang Inggris dari Indonesia. Setelah terjadi tragedi Ambon Massacre, EIC mengundurkan diri dari Indonesia dan mengarahkan perhatiannya ke daerah lainnya di Asia tenggara, seperti Singapura,  Malaysia, dan Brunei Darussalam sampai memperoleh kesuksesan. Inggris kembali memperoleh kekuasaan di Indonesia melalui keberhasilannya memenangkan perjanjian Tuntang pada tahun 1811. Selama lima tahun (1811 – 1816), Inggris memegang kendali pemerintahan dan kekuasaanya di Indonesia.


Penjajahan Inggris di Indonesia (1811 - 1816).

Penjajahan Inggris di Indonesia berlangsung singkat yaitu sekitar 5 tahun. Inggris menguasai pulau Jawa setelah melakukan penyerangan dengan menggunakan 60 kapal dan berhasil menguasai Batavia pada 26 Agustus 1811 kemudian diteruskan dengan Kapitulasi Tuntang pada 18 September 1811 Belanda menyerahkan Indonesia kepada Inggris. 


Kebijakan  Stamford Raffles Memimpin Indonesia.

Saat itu yang memimpin Indonesia adalah Stamford Raffles yang memiliki kebijakan - kebijakan diantaranya :

Pemerintahan

Raffles membagi pulau Jawa menjadi 16 Karesidenan, sistem ini diteruskan Belanda sampai akhir pendudukan di Indonesia. Dengan adanya sistem karesidenan ini memudahkan Inggris dalam mengorganisir pemerintahan. Selain itu juga mengubah sistem pemerintahan ke corak barat.

Bidang Ekonomi

Penghapusan kewajiban tanaman ekspor menjadi awal kebijakan Raffles, selain itu Raffles juga menghapus pajak hasil bumi (Contingenten) serta sistem penyerahan wajib (Verplichte leverentie) yang dahulu diterapkan oleh VOC.  Raffles melakukan sistem sewa tanah untuk mendapatkan pemasukan kas Inggris. Namun pelaksanaannya mengalami kegagalan, ada 3 faktor yang menjadi penyebab kegagalan yaitu : Sulitnya menentukan jumlah pajak tanah karena harus melakukan pengukuran dan penelitian tentang kesuburan tanah, Sistem uang sebagai pajak yang harus dibayar belum berlaku sepenuhnya di masyarakat Indonesia, Kepemilikan tanah masih bersifat tradisional

Hukum

Pada bidang hukum, Raffles mengubah pelaksanaan hukum yang sebelumnya pada pemerintahan Daendels berorientasi pada ras (warna kulit) namun pada masa Raffles lebih cenderung pada besar kecilnya kesalahan.

Sosial

Raffles menghapus adanya kerja rodi dan perbudakan, namun dalam kenyataannya Raffles juga melakukan pelanggaran undang - undang dengan melakukan kegiatan serupa.

Ilmu Pengetahuan.

Pada bidang Ilmu pengetahuan Raffles menulis suatu buku yang dinamakan History of Java di London 1817. Selain itu ia juga menulis buku History of the East Indian Archipelago. Raffles mendukung perkumpulan Bataviaach Genootschap serta melakukan temuan berupa bunga Rafflesia Arnoldi. Raffles juga pernah mengundang para ahli pengetahuan dari luar negeri untuk melakukan penelitian - penelitian di Indonesia. Raffles menemukan bunga raksasa yang diyakini sebagai bunga terbesar di dunia bersama seroang bernama Arnoldi.

 Adanya gejolak di Eropa atas situasi Inggris dan Belanda berdampak pula bagi pemerintahan Indonesia di bawah Inggris. Ditandatanganinya perjanjian London yang berisi bahwa Belanda mendapatkan kembali jajahannya pada 1814 menjadi akhir dari pemerintahan Inggris di Indonesia. Belanda secara resmi kembali menguasai Indonesia semenjak tahun 1816.


Kebijakan Sewa Tanah Masa Pemerintahan Raffles.

Setelah Inggris menguasai Indonesia, Raffles ditunjuk untuk menjadi Gubernur EIC (East Indies Company) di Indonesia yang diangkat pada 19 Oktober 1811 dan menjabat selama lima tahun (1811 - 1816). Raffles yang menjabat sebagai Gubernur melakukan perubahan - perubahan baik di bidang ekonomi maupun pemerintahan. Kebijakan Contingenten yang sebelumnya diterapkan oleh pemerintahan Daendels kemudian diganti dengan kebijakan sistem sewa tanah (Landrent). Dengan adanya kebijakan ini, pribumi harus membayar sewa atas tanah mereka, karena semua tanah dianggap milik negara.


Pokok Sistem Sewa Tanah.

  • Kerja paksa dan penyerahan wajib yang pernah berlaku dihapuskan.
  • Hasil pertanian oleh pribumi diambil langsung oleh pemerintah tanpa adanya perantara dari bupati
  • Rakyat harus membayar tanah atas kepemilikan tanah yang mereka pergunakan kepada pemerintah.
  • Kegagalan Sistem Sewa Tanah
  • Sulitnya menentukan pajak untuk luas yang berbeda - beda kepada pemilik tanah
  • Sulitnya menentukan tingkat kesuburan suatu tanah
  • Terbatasnya jumlah pegawai
  • Sistem uang belum sepenuhnya berlaku di masyarakat pedesaan

Pembagian Wilayah Pada Masa Pemerintahan Raffles.


Kebijakan selanjutnya yang dilakukan oleh Raffles yaitu dengan membagi wilayah Jawa menjadi 16 daerah karesidenan. Kebijakan ini dilakukan agar pemerintahan Inggris lebih mudah dalam melakukan pengawasan terhadap daerah - daerah di pulau Jawa. Setiap residen tersebut dikepalai oleh seorang residen dan asisten residen. 16 Karesidenan tersebut diantaranya Madura, Banyuwangi, Besuki, Pasuruan, Surabaya, Gresik, Rembang, Jepara, Jipang-Grobogan, Kedu, Semarang, Pekalongan, Tegal, Cirebon, Batavia dan Banten. Untuk wilayah pedalaman yaitu pada Kasunana Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta wilayah tersebut meliputi Mancanegara Wetan dan Mancanegara Kilen.

Setelah menentukan 16 karesidenan, kemudian karesidenan tersebut dibagi menjadi wilayah kabupaten yang dipimpin oleh seorang bupati. Bupati tersebut dibantu oleh seorang patih yang bertugas sebagai pengawas teritorial. Kepala residen membawahi bidang pemerintahan, peradilan serta pajak negara.

15 September 2018

Tata Nama Binomial, Pengertian, Sejarah, Aturan Penulisan, Contoh, Binomial Nomenclature.

Tata Nama Binomial, Pengertian, Sejarah, Aturan Penulisan, Contoh, Binomial Nomenclature.

Binomial Nomenclature (Tata nama binomial) serta aturan - berbagaireviews.com


Dalam biologi, klasifikasi menjadi hal yang sangat penting. Ada ribuan sampai jutaan spesies, sehingga mengelompokkan organisme ke dalam kategori yang tepat dapat menjadi tugas yang sulit. Untuk membuatnya lebih mudah bagi semua ilmuwan dapat memahaminya, sistem klasifikasi harus dikembangkan.


Tata nama dalam biologi telah mengalami perubahan berkali-kali semenjak manusia mencatat berbagai jenis organisme. Plinius dari masa Kekaisaran Romawi telah menulis sejumlah nama tumbuhan dan hewan dalam ensiklopedia yang dibuatnya dalam bahasa Latin. Sistem penamaan organisme selanjutnya selalu menggunakan bahasa Latin dalam tradisi pencatatan Eropa. Hingga sekarang sukar dijumpai sistem penulisan nama organisme yang dipakai dalam tradisi Arab atau Tiongkok. Kemungkinan dalam tradisi ini penulisan nama menggunakan nama setempat (nama lokal). Keadaan berubah setelah cara penamaan yang lebih sistematik diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus atau Carl von Linne yang disebut "Bapak Taksonomi" dalam buku yang ditulisnya, Systema Naturae (Sistematika Alamiah).


Tata nama binomial.


Tata nama binomial atau binomial nomenklatur merupakan aturan penamaan baku bagi semua organisme (makhluk hidup) yang terdiri dari dua kata (binomial berarti 'dua nama') dari sistem taksonomi (biologi), dengan mengambil nama genus dan nama spesies. Nama yang dipakai adalah nama baku yang diberikan dalam bahasa Latin atau bahasa lain yang dilatinkan. Aturan ini pada awalnya diterapkan untuk fungi, tumbuhan dan hewan oleh penyusunnya (Carolus Linnaeus), namun kemudian segera diterapkan untuk bakteri pula. Sebutan yang disepakati untuk nama ini adalah 'nama ilmiah' (scientific name). Awam seringkali menyebutnya sebagai "nama latin" meskipun istilah ini tidak tepat sepenuhnya, karena sebagian besar nama yang diberikan bukan istilah asli dalam bahasa latin melainkan nama yang diberikan oleh orang yang pertama kali memberi pertelaan atau deskripsi (disebut deskriptor) lalu dilatinkan ataupun dari bahasa Latin sendiri. Carolus Linnaeus memilih penggunaan bahasa Latin untuk penamaan karena dari masa ke masa hingga saat ini, bahasa Latin tidak mengalami perubahan maupun perkembangan, melainkan tetap.

Penamaan organisme pada saat ini diatur dalam Peraturan Internasional bagi Tata Nama Botani (ICBN) bagi tumbuhan, beberapa alga, fungi, dan lumut kerak, serta fosil tumbuhan; Peraturan Internasional bagi Tata Nama Zoologi (ICZN) bagi hewan dan fosil hewan; dan Peraturan Internasional bagi Tata Nama Prokariota (ICNP). Aturan penamaan dalam biologi, khususnya tumbuhan, tidak perlu dikacaukan dengan aturan lain yang berlaku bagi tanaman budidaya (Peraturan Internasional bagi Tata Nama Tanaman Budidaya, ICNCP).


Binomial Nomenklatur

Mungkin kontribusi tunggal terbesar yang dibuat Linnaeus untuk ilmu adalah metodenya penamaan spesies. Metode ini, yang disebut binomial nomenklatur, memberikan masing-masing nama spesies dengan dua kata Latin yang unik terdiri dari nama genus dan nama spesies. Contohnya adalah Homo sapiens, dua kata nama Latin untuk manusia. Secara harfiah berarti “manusia yang bijaksana.” Ini adalah mengacu pada otak besar kita.

Mengapa memiliki dua nama ini begitu penting? Hal ini mirip dengan orang yang memiliki nama pertama dan terakhir. Anda mungkin tahu beberapa orang dengan nama pertama Michael, tapi nama belakang ditambahkan ke Michael biasanya diberi garis bawah yang menunjukan persis siapa yang Anda maksud. Dengan cara yang sama, memiliki dua nama unik yang mengidentifikasi spesies.


Pengertian Binomial Nomenklatur.

Binomial Nomenklatur adalah sistem yang digunakan untuk mengidentifikasi semua organisme di Bumi, dari gajah sampai pada ganggang. Nama binomial atau nama ilmiah mengidentifikasi organisme melalui genus dan spesies, untuk memastikan bahwa semua orang mengerti organisme mana yang sedang dibahas.

Binomial Nomenklatur cocok cocok digunakan dalam taksonomi untuk skala besar, ilmu pengelompokkan organisme hidup telah menugaskan kepada mereka untuk memahami sifat hubungan dan perbedaan antara mereka. Nama ilmiah dari suatu organisme dapat dianggap nama definitif, dengan nama ilmiah yang dipahami oleh para ilmuwan di seluruh dunia.

Anda juga dapat mendengar nama-nama ilmiah yang disebut sebagai “nama Latin,” dalam referensi ke banyaknya penggunaan Latin dalam taksonomi. Namun, juga hal yang biasa jiga melihat nama Latin, biasanya menghormati orang yang menemukan organisasi, atau daerah di mana ia ditemukan, misalnya, Branta canadensis adalah Goose Kanada. Bahasa Yunani juga digunakan dalam nama ilmiah, sering campur aduk dengan bahasa Latin karena pengaruh beberapa sarjana tempo dulu.


Sejarah Binomial Nomenklatur.

Sistem tata nama binomial dikembangkan oleh Carolus Linnaeus, seorang ilmuwan abad ke-18 yang berusaha untuk menyusun alam dengan sistem taksonomi. Berbagai sistem taksonomi telah digunakan sebelum titik ini, tapi Linnaeus membangun secara fleksibel, mudah untuk menggunakan sistem juga mengcakup dengan cepat. Taksonomi sebenarnya sebagian besar masih dilakukan dengan disiplin sampai abad ke-19, ketika orang mulai menetapkan kode dan organisasi untuk mengawasi bidang taksonomi. Ketika organisme baru ditemukan, mereka melaporkan organisasi ini untuk memastikan bahwa penemuan ini, pada kenyataannya adalah baru, yang memungkinkan nama baru yang akan dihasilkan.

Hal ini dapat membantu untuk mengetahui tentang beberapa konvensi yang digunakan dalam hal binomial nomenklatur. Sebagai contoh, nama ilmiah selalu diberikan dengan genus yang dikapitalisasi, huruf miring, seperti ini: Genus spesies. Dalam jurnal ilmiah, penghargaan diberikan kepada orang yang menemukan organisme dalam tanda kurung setelah daftar pertama dari nama ilmiah, seperti ini: Contoh hewan (Jones, 1997). Ketika nama umum dari suatu organisme diberikan, nama ilmiah berikut dalam tanda kurung, seperti dalam contoh ini: “The Common Wombat (Vombatus ursinus) tinggal di Australia.”

Nama genus selalu disebutkan, kecuali jika Anda menyebutkan nama ilmiah suatu organisme lebih dari sekali dalam dokumen tertulis atau penulisan ilmiah, dalam hal ini Anda dapat mengubahnya menjadi sebuah awal, seperti ini: “Makhluk biologis dari Atlantik yaitu cumi-cumi raksasa Architeuthis dux belum sepenuhnya dipahami, tetapi para ilmuwan berharap bahwa penelitian lebih lanjut dari A. dux dan sepupunya, cumi-cumi raksasa Selatan (A. sanctipauli) akan menghasilkan informasi lebih lanjut tentang makhluk-makhluk yang menarik”. Penggunaan nama yang umum seperti” E. coli ” lebih disukai oleh konvensi binomial nomenklatur, yang para ilmuwan sepakat mengacu pada Escherichia coli yang ditulis dalam tiap diskusi bakteri yang menarik ini.

Dalam zoologi, taksonomi diawasi oleh International Commision Zoological Nomenclature (ICZN), yang setara dengan botani, bakteri, dan virus. Kelompok-kelompok ini semuanya menerapkan aturan khusus dan kode untuk nama-nama ilmiah yang mereka awasi, memastikan keseragaman dalam bidang mereka. Taksonomi juga tidak berarti harga mati, organisme dapat bergerak di antara genera, misalnya, sebagai informasi lebih lanjut dikumpulkan tentang mereka.


Aturan Penulisan Tata Nama Binomial.
  • Aturan penulisan dalam tatanama binomial selalu menempatkan nama ("epitet" dari epithet) genus di awal dan nama ("epitet") spesies mengikutinya.Contoh: Panthera tigris; Panthera adalah nama genus, sedangkan tigris adalah nama spesiesnya.
  • Nama genus selalu diawali dengan huruf kapital (huruf besar, uppercase) dan nama spesies SELALU diawali dengan huruf biasa (huruf kecil, lowercase).
  • Penulisan nama ini tidak mengikuti tipografi yang menyertainya (artinya, suatu teks yang semuanya menggunakan huruf kapital/balok, misalnya pada judul suatu naskah, tidak menjadikan penulisan nama ilmiah menjadi huruf kapital semua) kecuali untuk hal berikut:
  • Pada teks dengan huruf tegak (huruf latin), nama ilmiah ditulis dengan huruf miring (huruf italik), dan sebaliknya. Contoh: Glycine soja, Pavo muticus. Perlu diperhatikan bahwa cara penulisan ini adalah konvensi yang berlaku saat ini sejak awal abad ke-20. Sebelumnya, seperti yang dilakukan pula oleh Carolus Linnaeus, nama atau epitet spesies diawali dengan huruf besar jika diambil dari nama orang atau tempat.
  • Pada teks tulisan tangan, nama ilmiah diberi garis bawah yang terpisah untuk nama genus dan nama spesies.
  • Nama lengkap (untuk hewan) atau singkatan (untuk tumbuhan) dari autoritas boleh diberikan di belakang nama spesies, dan ditulis dengan huruf tegak (latin) atau tanpa garis bawah (jika tulisan tangan). Jika suatu spesies digolongkan dalam genus yang berbeda dari yang berlaku sekarang, nama autoritas ditulis dalam tanda kurung. Contoh: Glycine max Merr., Passer domesticus (Linnaeus, 1978) — yang terakhir semula dimasukkan dalam genus Fringilla, sehingga diberi tanda kurung (parentesis).
  • Pada penulisan teks yang menyertakan nama umum/trivial, nama ilmiah biasanya menyusul dan diletakkan dalam tanda kurung. Contoh pada suatu judul: "Pengujian Daya Tahan Kedelai (Glycine max Merr.) Terhadap Beberapa Tingkat Salinitas". (Penjelasan: Merr. adalah singkatan dari autoritas (dalam contoh ini E.D. Merrill) yang hasil karyanya diakui untuk menggambarkan Glycine max. Nama Glycine max diberikan dalam judul karena ada spesies lain, Glycine soja, yang juga disebut kedelai.).
  • Nama ilmiah ditulis lengkap apabila disebutkan pertama kali. Penyebutan selanjutnya cukup dengan mengambil huruf awal nama genus dan diberi titik lalu nama spesies secara lengkap. Contoh: Tumbuhan dengan bunga terbesar dapat ditemukan di hutan-hutan Bengkulu, yang dikenal sebagai padma raksasa (Rafflesia arnoldii). Di Pulau Jawa ditemukan pula kerabatnya, yang dikenal sebagai R. patma, dengan ukuran bunga yang lebih kecil.
  • Sebutan E. coli atau T. rex berasal dari konvensi ini.
  • Singkatan "sp." (zoologi) atau "spec." (botani) digunakan jika nama spesies tidak dapat atau tidak perlu dijelaskan. Singkatan "spp." (zoologi dan botani) merupakan bentuk jamak. Contoh: Canis sp., berarti satu jenis dari genus Canis; Adiantum spp., berarti jenis-jenis Adiantum.
  • Sering dikacaukan dengan singkatan sebelumnya adalah "ssp." (zoologi) atau "subsp." (botani) yang menunjukkan subspesies yang belum diidentifikasi. Singkatan ini berarti "subspesies", dan bentuk jamaknya "sspp." atau "subspp."
  • Singkatan "cf." (dari confer) dipakai jika identifikasi nama belum pasti. Contoh: Corvus cf. splendens berarti "sejenis burung mirip dengan gagak (Corvus splendens) tetapi belum dipastikan sama dengan spesies ini".
  • Penamaan fungi mengikuti penamaan tumbuhan.
  • Tatanama binomial dikenal pula sebagai "Sistem Klasifikasi Binomial".

Penyebutan autoritas.

Dalam naskah-naskah ilmiah, paling tidak salah satu nama spesies (biasanya pada penyebutan pertama kali atau pada tempat utama) diikuti oleh "autoritas" - suatu cara penyebutan untuk orang yang pertama kali mempublikasikan deskripsi yang valid mengenai spesies tersebut. Cara penulisan ini memiliki perbedaan di antara bidang zoologi dan botani (termasuk mikologi). Nama autor ditulis di belakang nama takson. ICZN mengatur penulisan nama autor di bidang zoologi dalam bentuk nama akhir (nama keluarga) diikuti oleh tanggal (boleh hanya tahun) publikasi. Di bidang botani, ICBN menggunakan singkatan nama (terdaftar) dan mengabaikan tanggal (hal ini dulu pernah digunakan pula di bidang zoologi).

Apabila nama awal diganti, misalnya karena spesies dipindahkan ke genus yang lain, kedua sistem tata nama menggunakan tanda kurung (parentesis) yang mengapit autor awalnya. 

Contoh penyebutan autoritas
  • (tumbuhan) Amaranthus retroflexus L. – "L." adalah singkatan baku untuk "Linnaeus".
  • (tumbuhan) Hyacinthoides italica (L.) Rothm. – Linnaeus pertama kali menamakan tumbuhan ini sebagai Scilla italica; Rothmaler memindahkannya ke genus Hyacinthoides.
  • (hewan) Passer domesticus (Linnaeus, 1758) – nama asli diberikan oleh Linnaeus sebagai Fringilla domestica; tidak seperti ICBN, ICZN tidak memerlukan penulisan nama orang yang memindahkan nama spesies ke genus lainnya.

Tatanama Trinomial

Penamaan biologi dapat diperluas hingga tingkat di bawah spesies (subspesies). Dalam zoologi penamaan ini disebut "trinomen" sedangkan di bidang botani penamaan ini disebut "trinomial".

Tatanama Tumbuhan.
  • Unsur utama yang menjadi ruang lingkup Taksonomi Tumbuhan adalah pengenalan (identifikasi), pemberian nama dan penggolongan atau klasifikasi.
  • Peraturan tentang pemberian nama ilmiah perlu diciptakan agar ada kesamaan pemahaman di antara ahli-ahli Botani di seluruh dunia tentang apa yang dimaksud.
  • Nama ilmiah adalah nama-nama dalam bahasa Latin atau bahasa yang diperlakukan sebagai bahasa Latin tanpa memperhatikan dari bahasa mana asalnya.
  • Setiap individu tumbuhan termasuk dalam sejumlah taksa yang jenjang tingkatnya berurutan.
  • Tingkat jenis (species) merupakan dasar dari seluruh takson yang ada.
  • Nama-nama takson di atas tingkat suku (familia) diambil dari ciri khas yang berlaku untuk semua warga dengan akhiran yang berbeda menurut tingkatnya.
  • Nama suku (familia) merupakan satu kata sifat yang diperlakukan sebagai kata benda berbentuk jamak. Nama tersebut diambil dari nama salah satu marga yang termasuk dalam suku tadi ditambah dengan akhiran -aceae.
  • Nama marga merupakan kata benda berbentuk mufrad atau suatu kata yang diperlakukan demikian. Kata ini dapat diambil dari sumber mana pun, dan dapat disusun dalam cara sembarang.
  • Nama ilmiah untuk jenis harus bersifat ganda, artinya terdiri atas dua suku kata yang berbentuk mufrad yang diperlakukan sebagai bahasa Latin.
  • Nama takson tingkat suku ke bawah diikuti nama orang yang memberikan nama ilmiah dalam bentuk singkatan.