Home » » Peradaban - Peradapan di Lembah Sungai Eufrat dan Tigris, Valley civilization of the Euphrates and Tigris.

Peradaban - Peradapan di Lembah Sungai Eufrat dan Tigris, Valley civilization of the Euphrates and Tigris.

Posted by berbagaireviews.com on 2 Mei 2016

Lembah Sungai Eufrat dan Tigris. 

berbagaireviews.com

Sungai Eufrat (Inggris: Euphrates) adalah sungai yang terletak di negara Republik Islam Irak. Di dekat sungai Eufrat terdapat sungai Tigris yang memanjang dari Anatolia, Republik Turki hingga Republik Islam Iran dengan panjang sekitar 1.900 km. Kedua sungai ini memiliki berbagai peradaban penting dunia. Sungai Eufrat dan Tigris merupakan sungai yang bersumber dari Pegunungan Armenia (Turki), keduanya berada di daerah Mesopotamia (sekarang Irak). Mesopotamia adalah nama sebutan daerah yang diapit oleh dua sungai, meso berarti tengah dan potamos artinya sungai. Daerah ini merupakan daerah yang sering kena banjir di saat musim hujan, dengan begitu lumpur-lumpur yang dibawa air menyebabkan lahan di sekitarnya menjadi subur. 

Lembah Sungai Eufrat dan Tigris terjadi karena disebabkan oleh daerah yang mengelilinginya adalah gurun yang terbentang luas, yaitu Gurun Elbrus dan Gurun Hamad. Tampak terlihat daerah Mesopotamia adalah lahan yang paling subur dibandingkan sekelilingnya. Kesuburan tanah mendatangkan manusia untuk bertempat tinggal di daerah tersebut dengan pencahariannya bercocok tanam. Dari kondisi tersebut, muncul peradaban, bahkan para ahli mempercayai bahwamesopotamia adalah tempat asalnya peradaban manusia di dunia.

       Menurut keyakinan Kristen dan Yahudi seperti dalam Perjanjian Lama, ada usaha menghubungkan keluarga Abraham (yang lalu disebut "Bapa Orang Beriman" dan diakui oleh tiga agama monoteistik dunia, Islam, Kristen, dan Yahudi ) dengan Mesopotamia. Dalam kitab Kejadian 11:31 dikatakan, pada suatu masa keluarga Abraham berpindah dari Ur Kaśdim ke Haran sebelum akhirnya berpindah ke Kanaan (Daerah Israel dan Palestina sekarang). Lokasi Ur Kaśdim biasanya dirujuk pada Tell el-Muqayyar, situs bekas reruntuhan Kota Ur kuno dari periode Sumeria. Sedangkan Haran terletak di bagian utara Mesopotamia, di tepi Sungai Eufrat. Sedang dalam Islam merupakan tempat terjadinya Pertempuran Karbala ditepi sungai Eufrat dimana Imam Huessain beserta keluarga dan sahabat beliau mati terbunuh. Pertempuran Karbala sendiri merupakan perang antar umat islam sunni dengan syiah yang terjadi pada tahun ke-61 dalam kalender Islam.

Peradaban Lembah Sungai Eufrat dan Tigris.
Mesopotamia (dari bahasa Yunani Kuno: Μεσοποταμία: tanah di antara sungai-sungai; bahasa Arab: بلاد الرافدين (bilād al-rāfidayn); bahasa Suryani: ܒܝܬ ܢܗܪܝܢ (Beth Nahrain): "tanah dari sungai-sungai" terletak di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris. Daerah yang kini menjadi Republik Irak itu pada zaman dahulu disebut Mesopotamia, yang dalam bahasa Yunani berarti "(daerah) di antara sungai-sungai". Nama Mesopotamia sudah digunakan oleh para penulis Yunani dan Latin kuno, seperti apa Polybius (abad 2 SM) dan Strabo (60 SM-20 M).
Sejak jaman kuna, Sungai Eufrat dan Tigris telah menciptakan lembah subur yang sesuai dengan namanya lebih dikenal dengan nama Lembah Eufrat dan Tigris. Daerah subur inilah yang kemudian melahirkan Peradaban Mesopotamia yang banyak memberikan sumbangan bagi peradaban dunia. Daerah sekitar hilir Sungai Eufrat dan Tigris, sekarang termasuk wilayah Irak kecuali bagian Utara masuk wilayah Turki, dan Syria di bagian Barat Laut. Di bagian tengah Irak terdapat dataran rawa-rawa yang terbentuk oleh Sungai Eufrat dan Tigris. Kedua sungai ini menyatu sampai Shat al Arab yang bermuara dan membentuk delta di Teluk Persia.

   Seperti yang telah dijelaskan di atas, Mesopotamia terletak di antara dua sungai besar, Eufrat dan Tigris. Dalam bahasa Yunani Mesopotamia berarti "(daerah) di antara sungai-sungai". Kawasan ini merupakan daerah pertanian yang sangat subur, membentang dari Laut Tengah sampai Teluk Persia. Daerah ini lebih dikenal dengan sebutan "daerah bulan sabit yang subur“ karena bentuk daerahnya menyerupai bulan sabit.

Bangsa Awal di Lembah Sungai Eufrat Dan Tigris.

berbagaireviews.com

     Bangsa Ubaid merupakan bangsa pertama yang telah tinggal di Mesopotamia selama bertahun-tahun. Bangsa ini bermata pencaharian sebagai petani. Mereka menanam biji-bijian dengan memanfaatkan air sungai sebagai sarana irigasi pertanian ini dilakukan di daerah yang subur. Munculnya Mesopotamia yang artinya daerah antara dua sungai sampai dengan perkembangannya menjadi daerah agraris yang maju melalui proses penaklukan tantangan alam yang keras. Misalnya berkaitan dengan sungai Eufrat dan Tigris yang sering banjir, tetapi tidak dapat diramalkan sebagaimana halnya sungai Nil. Demikian pula perubahan suhu seringkali sangat ekstrim. Daerah Mesopotamia juga kurang terisolir bila dibandingkan dengan Mesir. Invasi dari daerah sekelilingnya sangat mudah terjadi. Baik dari daerah utara dan timur yang bergunung-gunung, dari barat dan barat daya yang bergurun pasir membuktikan bahwa tidak ada rintangan alam yang mampu menghambat setiap invasi untuk merampas kekayaan yang dimiliki oleh lembah itu.

Dengan kondisi yang demikian itu, di Mesopotamia terjadi suksesi negara bukan hanya suksesi dinasti yang silih berganti. Para penyerbu yang masuk ke lembah Eufrat dan Tigris itu akhirnya terserap masuk ke dalam kebudayaan yang terus menerus berkesinambungan selama lebih dari 3000 tahun SM.

Munculnya Peradaban Sumeria.

berbagaireviews.com

Bangsa Sumeria merupakan bangsa yang ada setelah bangsa Ubaid telah punah dan Sumeria merupakan bangsa pertama yang menguasai daerah Mesopotamia dengan mendirikan kerajaan Sumeria pada tahun 3500 SM. Bangsa ini bermata pencaharian sebagai petani yaitu dengan cara melanjutkan pertanian yang dilakukan oleh bangsa Ubaid. Namun berbeda dengan para pendahulunya bangsa Sumeria memperbaharui sistem irigasi dengan membuat waduk-waduk agar ketika musim kemarau mereka tetap akan bisa melakukan pengairan ke ladang-ladang mereka 

    Secara keseluruhan, Peradaban Mesopotamia meliputi tiga bagian, yaitu Sumeria, Babilonia dan Asiria. Di antara ketiganya, yang paling tua adalah peradaban Sumeria yang terletak di bagian muara Sungai Eufrat dan Tigris. Sumeria sebagai salah satu negara kota pada saat itu terletak sekitar 150 km dari Teluk Persia. Kota-kota bangsa Sumeria,misalnya Ur dan Lagash dibangun sekitar 3000 SM, berarti jauh lebih tua daripada Mesir Kuna. Kota-kota biasanya dipusatkan di sekitar kuil pemujaan, yang secara harfiah dianggap sebagai pemilik kota itu. Di tanah yang datar, kuil itu biasanya merupakan bangunan yang paling menonjol ke atas, yang diibaratkan sebagai gunung jadi - jadian. Salah satu kemudian terkenal adalah Ziggurat.

berbagaireviews.com
                                                               Ziggurat de Ur.

Kekuasaan tertinggi kerajaan ini dipegang oleh seorang pendeta raja yang disebut “Patesi”. Bangsa Sumeria adalah bangsa yang maju, hal tersebut dapa dilihat dari hasil-hasil kebudayaan bangsa ini. Setiap hasil kebudayaan bangsa ini di bedakan dari segi Teknologi, Astronomi, Matematika, dan Sastra.

Hasil kebudayaan dari Bangsa Sumeria dalam segi Teknologi adalah:
  •     Keberhasilan dalam membuat alat bantu dari logam
  •     Kaca dan Lampu
  •     Tekstil yang berupa Tenun
  •     Pengendalian banjir
  •     Sistem Irigasi
  •     Kereta Perang
  •     Kawat gigi 
Dalam Segi Astronomi Bangsa Sumeria telah mengenal sistem penanggalan kalender 12 bulan berdasarkan siklus bulan. Dalam penanggalan ini 1 tahun terdiri  12 bulan,  1 hari terdiri 24 jam, 1 jam terdiri 60 menit, 1 menit terdiri dari 60 detik. Selain itu Bangsa Sumeria juga telah mengenal Tahun Komariyah dan Samsyiah. Dalam segi Sastra hasil peninggalan kebudayaannya berupa “Huruf Hieroglyph” yang disebut “Huruf Paku”. Bangsa Sumeria juga telah mengenal suatu lingkaran adalah 360°.

                                                                   Huruf Hieroglyph.

Sementara itu Sumeria juga dianggap peletak dasar bagi berkembangnya kepercayaan di Mesopotamia. Bangsa Sumeria memuja dewa-dewa yang dianggap sebagai penguasa alam semesta.Bangsa Sumeria adalah penganut Polytheisme atau kepercayaan terhadap banyaknya Tuhan atau Dewa-Dewi.  Dewa-Dewi yang disembah oleh bangsa Mesopotamia adalah :
  • Anu atau Uruk sebagai Dewa Langit atau juga Dewa Surga.
  • Enki atau Ea atau Eridu sebagai Dewa Kebaikan yang menguasai Air yang ada di bumi dan sebagai Dewa penyembuh dan pembimbing sekaligus dianggap sebagai Dewa pemberi ilmu pengetahuan dan Seni.
  • Enlil atau Hipper sebagai Dewa yang menguasai Tanah dan Bumi.
  • Roh Baik dan Jahat dianggap taat dan patuh akan segala perintah dari Dewa ini.
  • Inanna sebagai Dewa Venus dan sebagai penguasa Barat dan Timu.
  • Utu sebagai Dewa Matahari.
  • Nanna sebagai Dewa Bulan.
Setiap Dewa diyakini memilki para pelayan dan pembantu yang disebut dewa kecil. Penyembahan terhadap setiap Dewa berlangsung di sebuah candi yang berundak-undak dengan pusat yang memiliki gang-gang disetiap sisinya yang mengapit yang digunakan sebagai kamar para imam. Candi ini dinamakan Ziggurat.
Perang menjadi hal yang sering antar negara-negara kota Sumeria. Senjata yang dipakai oleh bangsa Sumeria tombak dengan anyaman perisai. Tentara bertomabak ini disebut dengan ifanteri phalanx.

Kerajaan Sumeria tidak menghasilkan bangunan yang megah dan terbuat dari batu. Bahan bangunan yang utama adalah batu bata: sebagian dibakar dulu sebelum digunakan, tetapi ada pula yang tidak melalui proses pembakaran. Sementara itu lahan pertanian dimiliki oleh perseorangan yang mengolahnya dengan menggunakan bajak yang bermatakan besi. 

Peradaban Bangsa Akkadia.

berbagaireviews.com

Bangsa Akkadia adalah bangsa kedua yang menguasai Mesopotamia pada tahun 2300 SM. Bangsa Akkad termasuk rumpun Bangsa Semit yang berasal dari daerah padang pasir. Bangsa Akkad berbicara dengan bahasa Ibrani dan Arab. Bangsa Akkad bergerak dari daerah yang terletak di sebelah utara daerah Mesopotamia.

     Pusat pemerintahan Kerjaan Akkadia adalah kota Akkad. Bangsa ini berasal dari daerah padang pasir yang terletak di daerah utara Mesopotamia. Dibawah kepemimpinan Sargon, bangsa Akkadia semakin bertambah kuat dan melakukan serangan besar ke Kerajaan Sumeria hingga berhasil menduduki seluruh daerah Mesopotamia. Keberhasilan menduduki Mesopotamia ini membuat bangsa Akkadia tidak lagi menjadi bangsa pengembara namun kini telah menetap di daerah Mesopotamia. Bangsa Akkadia mengambil dan meniru semua hasil kebudayaan dari bangsa Sumeria. 

Bahkan mereka berintegrasi dengan penduduk yang ditaklukkan. Ekonomi bangsa Akkadia bersumber pada sistem pertanian. Terdapat dua pusat utama pertanian di Akkadia, yaitu:
  • Daerah Selatan, menggunakan sistem pertanian irigasi.
  • Daerah Utara, dikenal dengan daerah Upper yang menggunakan sistem pertanian hujan musiman.
Bangsa Akkadia juga penganut Polytheisme. Agama yang dianut bangsa Akkadia sama dengan agama yang dianut dengan bangsa Sumeria karena adanya integrasi antar penduduk Akkadia dengan Sumeria. Hasil kebudayaan dari bangsa ini adalah ukiran dari lilin dan pengecor perunggu. 

berbagaireviews.com
                                                                     Epos of Gilgamesh.

Bangsa Akkadia juga sudah mengenal wiracarita atau serita kepahlawanan seperti Adopa, Etana, dan Gilgamesh. Semua wiracarita di ceritakan dalam bentuk syair. Bangsa ini juga telah memiliki layanan pos dengan segel yang biasanya bergambar Raja Sargon atau putrnya Naram-sin. Pemerintahan Kerjaan Akkadia berakhir sekitar tahun 2080 SM.

Peradaban Babylonia Lama. 

Asal usul yang pasti dari dinasti ini sulit diketahui secara pasti karena keadaan topografi Babilon itu sendiri, yang memiliki permukaan air yang tinggi, sehingga tidak menyisakan banyak peninggalan arkeologis yang utuh. Dengan demikian bukti-bukti untuk sejarah Babilonia justru banyak yang berasak dari daerah di sekitarnya. Catatan tertulispun tidak banyak yang diketahui tentang para raja dari Sumuabum sampai Sin-muballit selain fakta bahwa mereka adalah orang Amoriah dan bukannya orang Akkadia. Akan tetapi, diketahui bahwa mereka mengumpulkan wilayah tanah yang tidak terlalu luas. Ketika Hammurabi (yang juga adalah orang Amoriah) naik tahta menjadi raja Babilon.

Dengan berhasilnya Babylonia Lama menguasai Mesopotamia setelah menakhlukkan Kerajaan Akkadia. Bangsa Babylonia mulai membangun. kerajaan Babylonia Lama pada tahun 1850 SM. Bangsa Babylonia Lama dikenal dengan bangsa Amorit. Bangsa Babylonia penganut Polytheisme dengan Dewa tertinggi dan Dewa utama yang bernama Dewa Marduk atau Shamush. Ibu Kota Kerajaan Babylonia berpusat di kota Babel. Raja yang terkenal pada era kerajaan Babylonia lama adalah Raja Hammurabi yang berhasil membangun sebuah Imperium. Kesuksesan lain yang dihasilkan Raja Hamurabi adalah menyusun undang-undang Hamurabi. Hukum yang dibuat oleh Raja Hamurabi menegaskan hukuman yang setimpal dan adil bagi pelanggar hukum. Hukum yang dibuat Raja Hamurabi disebut Piagam Hamurabi.  Piagam Hamurabi dipahat pada sebuah batu besar dengan ukiran gambar pada bagian atasnya.

berbagaireviews.com

Piagam tersebut seluruhnya ada 282 hukum, akan tetapi terdapat 32 hukum diantaranya yang terpecah dan sulit untuk dibaca. Isinya adalah pengaturan atas perbuatan kriminal tertentu dan ganjarannya.

    Hammurabi selain merupakan raja, adalah juga seorang pemimpin agama masyarakat Babilonia. Dengan demikian, Piagam Hammurabi merupakan suatu aturan resmi yang dijalankan oleh masyarakat dan pemerintahan Babilonia. Diperkirakan bahwa dahulu hukum-hukum yang diterbitkan dibuat menjadi piagam (dalam bentuk prasasti) dan diperlihatkan kepada khalayak ramai untuk memperoleh persetujuan. Jadi hukum-hukum bukan dibuat oleh pemerintah semata-mata agar sesuai dengan pendapatnya sendiri. Dalam pengertian ini, Piagam Hammurabi dapat dianggap sebagai pendahulu dari sistem hukum resmi seperti yang saat ini berlaku pada masyarakat modern.

Setelah Wafatnya Raja Hamurabi, Kerjaan Babylonia yang maju dan besar mulai melemah karena adanya besar-besaran dari bangsa Hatti dari arah barat. Serang yang besar tersebut menghancurkan dan meruntuhkan Kerajaan Babylonia Lama. Hingga penguasaan Mesopotamia oleh bangsa Assyria, Bangsa Babylonia berpindah kedaerah selatan Mesopotamia. Bangsa Babylonia mulai mengembangkan kembali Kerajaannya di Mesopotamia selatan, Bangsa Neo-Babylonia ini dikenal dengan Chalde

Peradaban Assyria.

berbagaireviews.com
     Telah dikemukakan oleh para ahli sejarah bahwa Lembah Sungai Eufrat dan Tigris merupakan daerah yang subur. Dampak dari kondisi ini, daerah tersebut tidak pernah sepi dari peperangan untuk memperebutkannya. Salah satu bangsa yang memiliki ambisi kuat untuk menguasainya adalah bangsa Asiria yang semula berdiam di bagian hulu sungai Eufrat dan Tigris. Setelah beberapa kali berperang melawan bangsa Sumeria dan Akkadia, akhirnya mereka berhasil menguasai daerah tersebut dan mendirikan kerajaan dengan ibukota di Nineveh yang terletak di bagian hulu sungai Tigris. Selain tanahnya subur, daerah ini juga mengandung bijih besi.

Sejarah kejayaan Asiria merupakan sejarah ekspansi kerajaan tersebut. Seluruh wilayah Mesopotamia, Bagian Timur Laut Tengah, dan Mesir pernah dikuasai selama beberapa waktu. Pasukan Asiria terdiri dari orang-orang asli, bukan tentara bayaran, dengan pertimbangan kesetiaannya dapat diandalkan. Peralatan dan senjata mereka terdiri dari  kereta perang, topi tembaga, penutup dada dari besi, panah, tombak, dan kapak. Mereka berlatih untuk melakukan pengepungan, mendobrak pintu gerbang, melakukan terror.

    Ada sejumlah raja besar yang memerintah Asiria, di antaranya adalah Raja Sagon II yang berhasil menguasai kerajaan Sumeria. Sedangkan Raja Sennacherib, putra Raja Sargon II, berhasil memperluas wilayah kekuasaannya dengan menaklukan daerah-daerah di pantai barat Asia Kecil sampai ke Mesir. Sementara itu Raja Assurbanipal berhasil membangun perpustakaan yang menyimpan kurang lebih 22000 buku dalam bentuk lempengan tanah liat bertuliskan huruf paku daru jaman kerajaan Sumeria dan Babylonia.

Raja Asiria memerintah secara mutlak. Untuk menjamin kepastian hukum, pengadilan menggunakan saksi-saksi yang disumpah. Hukuman mati, misalnya dengan cara dipancung dan kerja paksa merupakan hal yang umum. Mata pencaharian yang utama adalah pertanian yang menghasilkan gandum, zaitun, anggur, dan sayur-sayuran. Berdagang dianggap sebagai pekerjaan rendah, karena itu pelaku perdagangan adalah orang-orang Babylonia.

Bangsa Asiria percaya bahwa Dewa Matahari (Assur) yang dilambangkan dengan roda, sebagai kepala/pemimpin para dewa, Assur juga dianggap sebagai pelindung para raja.  Tradisi upacara kematian menunjukkan bahwa mereka yang meninggal diberi pakaian lengkap. Kerabat orang yang meninggal biasa menyewa orang untuk meratapinya. Sementara itu dalam bidang seni budaya, Asiria banyak meniru Babylonia.

Kerajaan Neo Babylonia.
berbagaireviews.com
                                                           Hanging Gardens of Babylon. 

Kerajaan Neo-Babylonia juga dikenal dengan Era Chaldea atau Era Kasdim. Tampilnya suku bangsa Khaldea mengangkat kembali keperkasaan Babilonia yang dulu pernah jaya dan berhasil menguasai Mesopotamia dari Kerajaan Assyria, Bangsa Chaldea yang berada dibawah kepemimpinan Raja Nabopalassar mulai membangun kembali Kerajaan Babylonia yang baru.

Kerajaan Neo-Babylonia terletak di tepi sungai Eufrat dengan ibu kotanya yaitu Babylonia. Raja Nabopalassar kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama Raja Nebokadnezar. Raja Nebokadnezar memimpin selama 43 tahun. Selama kepemimpinan Raja Nebokadnezar Kerajaan Neo-Babylonia mengalami masa kejayaan. 
Keberhasilan yang diraih Raja Nebokadnezar adalah sebagai berikut :

  • Nebukadnezar pernah berhasil penaklukan kerajaan Yudea dan Palestina. Ibukota Yerusalem direbutnya, kemah raja Sulaiman dibakar dan menjarah tanah Yudea. Bangsa Israel termasuk para pemimpinnya diangkut ke negerinya dijadikan budak dan tawanan. Runtuhnya kerajaan Yerussalem yang dikuasai Bangsa Yahudi yang terletak di Tanah Kanaan dengan ditandai hancurnya Bait Allah yang merupakan rumah Allah yang dibangun Raja Salomo (Nabi Sulaiman a.s.). Peristiwa itu disebut masa pembuangan Babilon dari tahun 586-550 SM yang sangat membekas bagi bangsa Israel. 
  • Berhasil menguasai kota besar di sekitar Kota Yerussalem yaitu Damaskus.
  • Membuat jalan dan jembatan untuk memperlancar hubungan dan lalu lintas antar kota.
  • Membangun Taman Gantung Babel dan Menara Babel. Menara babel yang tingginya mencapai 90 meter berfungsi sebagai keindahan kota serta mercusuar bagi para pedagang di sekitarnya yang akan menuju ke kota Babilonia. Taman gantung merupakan taman yang dipersembahkan untuk isterinya, amyitis. Taman itu dibangun di atas bukit buatan. Tingginya 107 meter. Bentuknya berupa podium bertingkat yang ditanami pohon, rumput dan bunga-bungaan. Ada air terjun buatan berasal dari air sungai Eufrat yang dialirkan ke puncak bukit lalu mengalir melalui saluran buatan. Jika dilihat dari jauh seolah-olah taman itu menggantung, suatu pemandangan yang sangat menakjubkan.
  • Membagi katulistiwa yang mengelilingi bumi menjadi 360°.
  • Di bidang pengetahuan bangsa Khaldea telah mengembangkan astronomi dan astrologi. Mereka percaya bahwa masa depan dapat diketahui dengan mempelajari bintang-bintang. Selain meramal nasib seseorang juga ramalan tentang gerhana. Mereka membagi minggu dalam tujuh hari, satu hari ke dalam 12 jam ganda (1 hari = siang + malam). Menghitung lewatnya waktu dengan jam air (water clock) dan jam matahari (sundial).

Sesudah Nebukadnezar meninggal dunia tak lama bangsa Neo-Babyloni mengalami keruntuhan akibat serangan dari bangsa Persia dari arah Timur dan Utara pada tahun 539 SM.
Masa Perluasan Wilayah Kerajaan Persia (Persia Empire).


Kerajaan Persia adalah sebuah kerajaan luas yang terletak di sebelah timur sungai Tigris dengan ibu kotanya Persepolis. Kerajaan Persia mulai dibangun pada saat kepemimpinan Raja Cyrus dengan memperluas wilayah Persia hingga ke barat yaitu mesir serta Mesopotamia dan ke timur yaitu sebelah barat India. Raja Cyrus memiliki gelar agung yaitu “Cyrus The Great”. Raja Cyrus terlahir pada tahun 576 SM di provinsi Persis sebagai keturunan penguasa lokal yang merupakan bawahan raja Media. Raja Cyrus sangat berhasil dalam memperluas wilayah Persia.
Daerah-daerah kekuasan pada masa pemerintahan Raja Cyrus sebagai berikut.
  • Kerajaan Media (wilayah Iran sekarang ini) dan provinsi Persis di barat daya Iran.
  • Kerajaan Babilonia di Mesopotamia (wilayah Irak sekarang ini).
  • Suriah dan Palestina.
  • Mesir.Beberapa daerah di timur laut dari kerajaan Media (Asia Tengah), didapatnya dari menaklukkan Massage Tae, suku nomad yang hidup di Asia Tengah sebelah timur laut Kaspia.
  • Kerajaan Lidia di Asia Kecil (wilayah Turki sekarang ini).
  • Sebagian negara Pakistan dan Afganistan sekarang ini.
  • Sedikit daerah India.
Raja Cyrus juga pernah mendapat berbagai keberhasilan dalam memerintah. 
Berikut keberhasilan Raja Cyrus semasa memerintah :
  • Pembangunan kembali kota-kota yang hancur akibat perang terutama Kota Yerussalem.
  • Pembebasan orang-orang Ibrani di tanah Kanaan.
  • Kebebasan beragama di Persia dan daerah jajahan ditegakkan.
  • Pembangunan kembali tempat-tempat suci bangsa Babel.
Raja Cyrus wafat dalam pertempuran melawan bangsa Tura. Kepemimpinan kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama Cambysses. Pada tahun 525 SM Cambysses berhasil menakhlukkan negeri Mesir. Setelah raja Cambysses meninggal kepemimpinan digantikan anaknya yang bernama Darius. Dibawah kepemimpinan Raja Darius Kerajaan Persia mencapai masa kejayaan. Pada masa itu juga Raja Darius membangun sebuah istana megah dan indah di kota Suza. Selain itu Raja Darius juga memiliki sebuah kerajaan di ibu kota Persepolis yang terkenal akan tangga raksasa untuk memasuki istana tersebut.
berbagaireviews.com

Keberhasilan Raja Darius adalah sebagai berikut :
  • Membuat jalan raya yang menghubungkan Persepolis dengan daerah-daerah sekitarnya.
  • Membangun pos-pos pertahanan militer.
  • Membagi seluruh wilayah Persia beserta jajahannya menjadi 20 Ksatrapi yang berbentuk negara perwalian merdeka dengan seorang wali negara yang disebut Ksatrap.
  • Pemerintahan bersifat Desentralisasi dan diatur dengan adat lama sehingga tak menimbukan perpecahan.
Agama yang dianut Bangsa Persia adalah agama Zorotheisme dengan nabi mereka yaitu Zoroaster. Agama ini adalah agama yang menganut kepercayaan terhadap Dewa-Dewi dengan pemujaan terhadap kesempurnaan alam. Agama ini memiliki kitab suci Awesta. Dewa tertinggi adalah Ahura Mazda sebagai dewa Langit. Agama ini tidak memiliki tempat-tempat sebagai tempat ibadah seperti halnya candi, kuil atau sinagoga. Kepercayan lain yang dianut oleh kaum minoritas adalah kepercayaan lama Babylonia di bekas daerah Babylonia, Kristen dan Yahudi ditanah kanaan.

Kerajaan Persia hancur karena banyaknya pemberontakan oleh bangsa-bangsa jajahan seperti Yahudi dan adanya serangan dari Iskandar Zulkarnaen atau Alexander the Great dari kerajaan Macedonia.


Tapi sudah tahukah Anda, bahwa Sungai Eufrat sudah mulai menyusut, silahkan klik   http://www.berbagaireviews.com/2016/05/mengeringnya-sungai-eufrat-dan-polemik.html

Thanks for reading & sharing berbagaireviews.com

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Search

Translate

subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

Follow by Email

Facebook  Twitter  Google+  RSS Feed

RSS

Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.