Home » » Sungai Eufrat dan Polemik Ketersediaan Air, Euphrates River and Polemics Water Availability

Sungai Eufrat dan Polemik Ketersediaan Air, Euphrates River and Polemics Water Availability

Posted by berbagaireviews.com on 2 Mei 2016

Sungai Eufrat.

Sungai Efrat atau Sungai Furat (Inggris: Euphrates, Arab: نهر الفرات al-Furāt, bahasa Ibrani: פרת: Prat, bahasa Turki: Fırat, bahasa Kurdi: Firat) adalah sungai besar yang bersama-sama dengan sungai Tigris menjadi ciri khas Mesopotamia. Sungai Efrat bermata air di Anatolia, Turki, dan bermuara di Teluk Persia. Sungai ini panjangnya lebih kurang 2,781 kilometer (1,730 mil).

berbagaireviews.com

Sungai Furat memberi kehidupan yang membawa kepada kemunculan peradaban Sumeria, lebih kurang alaf ke-4 SM. Kebanyakan kota purba penting terletak di tebing sungai ini termasuk Mari, Sippar, Nippur, Shuruppak, Uruk dan Eridu. Lembah sungai ini juga membentuk pusat imperium Babilon dan Assyria.

Polemik Pembangunan DAM.

berbagaireviews.com
 
Sekitar 90% dari sumber air tahunan Sungai Eufrat berasal dari negara Turki, sedangkan sisanya berasal dari Suriah serta terdapat juga di Irak. Secara umum, debit sungai bervariasi dari tahun ke tahun dan juga dipengaruhi musim. Contohnya, debit tahunan di perbatasan antara Turki dengan Suriah berkisar dari 15.3 km3 (3.7 cu mi) tahun 1961 hingga 42.7 km3 (10.2 cu mi) tahun 1963.

berbagaireviews.com

Pada pertengahan Januari 1990, ketika fase pertama pembangunan bendungan selesai, Turki menahan seluruh aliran Sungai Eufrat selama sebulan untuk memulai pengisian waduk. Turki telah mengumumkannya kepada Suriah dan Irak pada bulan November 1989 mengenai pengisian waduk selama sebulan dengan menjelaskan hal-hal teknis serta memaparkan rincian program untuk mengganti aliran yang hilang.

Suriah dan Irak dengan tegas tidak menyetujui hal ini. Saat itu, Bendungan Atatürk telah memotong aliran dari Sungai Eufrat pada sekitar sepertiganya. Suriah dan Irak mengaku mengalami kekurangan air yang ekstrem akibat pengembangan Proyek GAP. Kedua negara menuduh bahwa Turki dengan sengaja menahan suplai air untuk negara-negara tetangganya tersebut dan mengubah air menjadi senjata.

Berbagai polemik soal ketersediaan air dari sungai tersebut selalu mencuat di antara tiga negara yang dilaluinya. Pembangunan DAM selalu menjadi permasalahan bagi negara-negara tersebut. Pembuatan DAM di Turki berpengaruh pada debet air yang mengalir di Suriah.

berbagaireviews.com

Bendungan raksasa keban yang di bangun di sekitar sungai eufrat setinggi 210 meter memotong alirannya, dengan kata lain menghentikannya. Pembuatan DAM di Suriah akan mempengaruhi air yang sampai di Irak. Meskipun belum sampai pada tahap peperangan, tetapi perdebatan soal air ini masih saja terjadi.

Merengkuh Peluang Ekonomi Pendirian DAM.

Berkat pendirian DAM mirip gunung setinggi 210 meter ini, tanah di sekitarnya menjadi senilai emas, karena alasan-alasan seperti dihasilkannya sumber daya listrik, meningkatnya kesuburan tanah dan tumbuhan disekitarnya, juga kian mudahnya sarana pengangkutan. Hasil proyek pembangunan raksasa yang dikenal sebagai Proyek Anatolia Tenggara (GAP) mengungkapkan dengan jelas kebenaran ini. Daerah itupun lalu merengkuh peluang ekonomi baru. Pendapatannya meningkat, dan pengangguran berkurang.

Penelitian Sistem Sungai di Timur Tengah.

berbagaireviews.com

Surat Kabar The New York Times telah menerbitkan sebuah laporan pada hari Selasa (12/2) tentang penelitian yang dilakukan oleh NASA dan Universitas California. Kedua lembaga ini telah meneliti sistem sungai di Timur Tengah. “Para ilmuwan menemukan selama tujuh tahun terakhir sejak tahun 2003, debit air sepanjang sungai Tigris dan Eufrat dari mulai Turki, Suriah, Irak dan Iran, telah kehilangan sebanyak 144 juta kilometer kubik, artinya sungai ini semakin mengering, ”ujar Irvine dari NASA dan Univeritas California, dalam siaran pers bersama.Para peneliti mengatakan sekitar 60 persen dari kerugian air ini adalah akibat “pompa air yang terus menghisap air tanah.”

Jay Famiglietti, peneliti utama studi dan ahli hidrologi dan Profesor Irvine Universitas California, mengatakan bahwa tingkat penurunan intensif terjadi setelah kekeringan pada tahun 2007. “Tingkat pengurangan ini semakin mencolok setelah bencana kekeringan tahun 2007. Sementara itu, permintaan air tawar terus meningkat, dan Negara-Negara di sepanjang aliran sungai Tigris dan Eufrat tidak mengkoordinasikan pengelolaan air dengan baik, dan berlainan dengan hukum internasional tentang air.


Dengan mengering dan menyusutnya Sungai Eufrat, Pertanda Apakah ?..., silahkan klik http://www.berbagaireviews.com/2016/05/sungai-eufrat-mengering-dan.html

Thanks for reading & sharing berbagaireviews.com

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Search

Translate

subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

Follow by Email

Facebook  Twitter  Google+  RSS Feed

RSS

Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.