Various Reviews Knowledge and Education

23 Oktober 2019

Republik Afrika Selatan (Republic of South Africa), Profil dan Fakta Negara Afrika Selatan.

| 23 Oktober 2019
Negara Afrika Selatan (Profile of South Africa)


Negata republik Afrika Selatan adalah sebuah negara di Afrika bagian selatan. Afrika Selatan bertetangga dengan Namibia, Botswana dan Zimbabwe di utara, Mozambik dan Swaziland di timur laut. Keseluruhan negara Lesotho terletak di pedalaman Afrika Selatan.

Apartheid, berasal dari bahasa Afrika yang berarti keterpisahan. Apartheid menggambarkan tentang kekakuan rasial yang mengatur tentang pembagian antara populasi minoritas dan mayoritas penduduk kulit putih. Tokoh yang mampu menghapuskan sistem apartheid tersebut adalah Nelson Mandela. Mandela berhasil memperjuangkan persamaan hak antara kulit putih dan kulit hitam. Mandela ingin menunjukkan pada seluruh dunia, bahwa dia mampu menjadi seorang pemimpin yang hebat dengan kontribusi yang membanggakan.


Sejarah negara Afrika Selatan.


Sejarah negara Afrika Selatan


Afrika Selatan merupakan salah satu negara tertua di benua Afrika. Banyak suku telah menjadi penghuninya termasuk suku Khoi, Bushmen, Xhosa dan Zulu. Penjelajah Belanda yang dikenal sebagai Afrikaner tiba disana pada 1652. Pada saat itu Inggris juga berminat dengan negara ini, terutama setelah penemuan cadangan berlian yang melimpah. Hal ini menyebabkan Perang Inggris-Belanda dan dua Perang Boer. Pada 1910, empat republik utama digabung di bawah Kesatuan Afrika Selatan. Pada 1931, Afrika Selatan menjadi jajahan Britania sepenuhnya.

Walaupun negara ini berada di bawah jajahan Britania, mereka terpaksa berbagi kuasa dengan pihak Afrikaner. Pembagian kuasa ini telah berlanjut hingga tahun 1940-an, saat partai pro-Afrikaner yaitu Partai Nasional (NP) memperoleh mayoritas di parlemen. Strategi-strategi partai tersebut telah menciptakan dasar apartheid (yang disahkan pada tahun 1948), suatu cara untuk mengawal sistem ekonomi dan sosial negara dengan dominasi kulit putih dan diskriminasi ras. Namun pemerintahan Britania kerap kali menggagalkan usaha apartheid yang menyeluruh di Afrika Selatan.

Pada tahun 1961, setelah pemilu khusus kaum kulit putih, Afrika Selatan dideklarasikan sebagai sebuah republik. Bermula pada 1960-an, 'Grand Apartheid' (apartheid besar) dilaksanakan, politik ini menekankan pengasingan wilayah dan kezaliman pihak polisi.

Selama 40 tahun, negara Afrika Selatan telah menjalankan suatu politik rasialisme atau yang dikenal dengan politik apartheid. Hal tersebut terjadi dari tahun 1950 dan baru berakhir pada dekade 90-an. Politik apartheid ini telah dilaksanakan semenjak masa pemerintahan Daniel Francois Malan. Malan telah menjabat di negara Afrika Selatan pada tahun 1948 sampai 1954.

Munculnya reformasi politik di mana-mana, menjadikan seorang presiden negara Afrika Selatan, yang bernama De Klerk mengusulkan untuk menghapus Undang-Undang diskriminasi dan rasial. Kejadian tersebut terjadi, pada bulan Februari 1991, di depan parlemen, De Klerk telah mengusulkan 3 Undang-Undang yang berhubungan dengan diskriminatif dan rasial agar dihapuskan.

Ketiga Undang-Undang deskriminatif dan rasial yang diusulkan untuk dihapus oleh De Klerk tersebut, yaitu sebagai berikut.
  1. Land Act tahun 1913. Undang-undang ini berisi tentang larangan terhadap warga kulit hitam untuk memiliki tanah di wilayah yang telah ditentukan.
  2. Urban Areas Act tahun 1923. Undang-undang ini berisi tentang aturan untuk memisahkan tempat tinggal warga yang memiliki kulit hitam dan kulit putih.
  3. Registration Act tahun 1950. Undang-undang ini berisi tentang keharusan setiap warga negara Afrika Selatan untuk memiliki surat keterangan pengelompokan. Pengelompokan dalam surat keterangan tersebut, berdasarkan pada ciri –ciri fisik.

De Klerk mengusulkan untuk menghapus Undang-Undang rasial ini disebabkan oleh kondisi ekonomi Afrika Selatan. Keadaan ekonomi negara Afrika Selatan semakin memburuk sebagai akibat adanya embargo yang dilakukan oleh negara Amerika Serikat, Masyarakat Ekonomi Eropa, dan negara-negara persemakmuran Inggris. Wujud embargo yang dilakukan oleh negara dan organisasi tersebut, antara lain.
  • Pembatalan tentang penanaman modal di negara Afrika Selatan.
  • Pembatalan kerja sama.
  • Pembatasan kegiatan pemasaran ekspor.

Namun sayangnya, upaya yang dilakukan oleh De Klerk ini untuk menghapus Undang-Undang deskriminatif memperoleh tantangan. Tantangan tersebut berasal dari kelompok sayap kanan atau partai konservatif di parlemen. Pada saat itu, partai konservatif dipimpin oleh Andries Trunicht. Kelompok sayap kanan menolak usulan yang disampaikan oleh De Klerk sebab tanpa adanya politik perbedaan warna kulit, warga kulit putih akan tergusur. Selain itu, warga yang berkulit hitam akan memperoleh banyak sekali keuntungan.

Bahkan, ketua Partai Kongres Nasional Afrika Selatan atau ANC, yang bernama Nelson Mandela, merasa pesimis. Mengapa Nelson Mandela  merasa pesimis? Sebab lembaga – lembaga di pemerintahan masih dikuasai oleh kulit putih. Selain itu, perjuangan warga yang berkulit hitam untuk memperoleh hak ikut dalam pemilihan umum masih belum diakui.

Kemudian, pada bulan Maret 1992, diadakan suatu referendum. Hasil dari referendum tersebut yaitu lebih dari setengah pemberi suara menyetujui untuk menghapus politik apartheid. Warga kulit putih meyakini bahwa dengan tidak dihapuskannya politik apartheid, maka pertumbuhan negeri menjadi statis. Bahkan, kondisi ekonomi dalam negeri akan mengalami kehancuran. Warga kulit putih ini merupakan sekumpulan pengusaha yang ingin melakukan perdagangan luar negeri secara bebas.

Selain mendapatkan dukungan dari orang kulit putih, Uskup Desmond Tutu, juga mendukung untuk menghapus apartheid. Uskup Desmond Tutu ini merupakan seorang pejuang kulit hitam yang anti dengan rasialisme. Uskup berpendapat bahwa jika negara Afrika Selatan masih mempertahankan sistem politik apartheid, maka negara Afrika Selatan akan semakin tersisih dari peradaban di dunia yang telah mengalami suatu perubahan.

Hasil referendum tahun 1992 tersebut, berhasil untuk mengakhiri politik apartheid. Pelaksanaan dari penghapusan politik apartheid tersebut, baru terwujud sekitar dua tahun kemudian. Setelah negara Afrika Selatan mengadakan pemilihan umum atau pemilu di seluruh wilayahnya. Pemilu tersebut berlangsung pada tanggal 27 April sampai 2 Mei 1994. Pemilihan umum tahun 1994 ini sebagai pemilu pertama yang memasukkan warga kulit hitam. Warga kulit hitam diperbolehkan untuk memberikan suara, sekaligus hak politiknya. Bahkan, untuk pertama kalinya, presiden hasil pemilihan umum dipilih dari orang kulit hitam.


Profil negara Afrika Selatan (South Africa)

Profil Negara Afrika Selatan (South Africa) – Afrika Selatan adalah sebuah negara yang terletak di bagian paling selatan benua Afrika. Negara yang secara astronomis berada di antara  23⁰ LS – 35⁰ LS dan 18⁰ BT – 33⁰ BT ini berbatasan dengan Namibia, Botswana dan Zimbabwe di sebelah utara serta berbatasan dengan Mozambik dan Swaziland di sebelah timur laut. Di sebelah timur dan selatan merupakan samudera Hindia sedangkan di sebelah baratnya adalah samudera Atlantik. Di dalam negara Afrika Selatan terdapat sebuah negara berdaulat yang terkurung daratan (tidak memiliki laut) yaitu negara Lesotho.

Negara memiliki nama lengkap Republik Afrika Selatan (Republic of South Africa) ini menganut sistem pemerintahan Republik yang kepala negara dan kepala pemerintahannya adalah seorang Presiden. Presiden Afrika Selatan ini dipilih oleh Majelis Nasional (National Assembly) dan Majelis Provinsi-provinsi Nasional (National Council of Provinces) sedangkan anggota Majelis Nasional dan Majelis Provinsi-provinsi Nasional ini dipilih melalui Pemilihan Umum yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali. Ibukota Afrika Selatan adalah Pretoria (eksekutif), Cape Town (Legislatif) dan Bloemfontein (yudikatif).

Afrika Selatan memiliki luas wilayah sebesar 1.219.090 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 54.841.552 jiwa (2017). Mayoritas penduduk Afrika Selatan adalah etnis Afrika yang berkulit hitam (80,2%), namun negara ini juga merupakan negara yang memiliki penduduk yang beretnis kulit putih terbanyak di benua Afrika yaitu sekitar 8,4% dari seluruh populasi Afrika Selatan. Negara yang sering disingkat dengan Afsel ini memiliki 11 bahasa resmi yaitu bahasa IsiZulu, bahasa IsiXhosa, bahasa Afrikaans, bahasa Inggris, bahasa Sepedi, bahasa Setswana, bahasa Sesotho, bahasa Xitsonga, bahasa siSwati, bahasa Tshivenda dan bahasa isiNdebele.

Afrika Selatan merupakan negara berkembang yang perekonomiannya sangat tergantung pada sumber daya alam terutama sektor pertambangan seperti emas, platinum dan berlian serta pertambangan logam dan mineral. Selain sektor pertambangan, Industri-industri yang memegang peranan penting bagi perekonomian Afrika Selatan diantaranya seperti industri perkapalan, tekstil, industri kimia dan perakitan automobil. Pendapatan Domestik Bruto Afrika Selatan adalah sebesar US$ 757,3 miliar dengan pendapatan perkapita sebesar US$ 13.400,- (estimasi July 2017).

Di hubungan luar negeri, Afrika Selatan merupakan anggota PBB dan anggota lembaga-lambaga lainnya yang berada di bawah PBB serta beberapa organisasi Internasional seperti BRICS, OECD, IOC dan AU (African Union).


Profil negara Afrika Selatan (South Africa)


Berikut ini adalah Profil Negara Afrika Selatan (South Africa).
  • Nama Lengkap : Republic of South Africa (Republik Afrika Selatan)
  • Bentuk Pemerintahan : Republik Parlementer
  • Kepala Negara : Presiden Matamela Cyril RAMAPHOSA (sejak 15 Februari 2018)
  • Kepala Pemerintahan : Presiden Matamela Cyril RAMAPHOSA (sejak 15 Februari 2018)
  • Ibukota : Pretoria (eksekutif), Cape Town (Legislatif) dan Bloemfontein (yudikatif)
  • Luas Wilayah : 1.219.090 km²
  • Jumlah Penduduk : 54.841.552 jiwa (2017)
  • Pertumbuhan Penduduk : 0,99% (2017)
  • Angka Kelahiran : 20,2 bayi per 1000 penduduk (2017)
  • Suku Bangsa/Etnis : Afrika kulit hitam (80,2%), kulit putih (8,4%), India/Asia (2,5%), Lain-lain (7,9%)
  • Bahasa Resmi : bahasa IsiZulu, bahasa IsiXhosa, bahasa Afrikaans, bahasa Inggris, bahasa Sepedi, bahasa Setswana, bahasa Sesotho, bahasa Xitsonga, bahasa siSwati, bahasa Tshivenda dan bahasa isiNdebele.
  • Agama : Protestan (36,6%), Katolik (7,1%), Islam (1,5%), Kristen lainnya (36%), agama lainya (18,8%)
  • Mata Uang : Rand Afrika Selatan (ZAR)
  • Hari Nasional : 27 April 1994
  • Lagu Kebangsaan : “National Anthem of South Africa”
  • Kode Domain Internet : .za
  • Kode Telepon : 27
  • Pendapatan Per Kapita : US$ 13.400,- (2017)
  • Pendapatan Domestik Bruto Nominal : US$ 757,3 miliar (2017)
  • Lokasi : Benua Afrika
  • Julukan :  Rainbow country

Lambang negara Afrika Selatan (South Africa).


Lambang negara Afrika Selatan (South Africa


Bendera negara Afrika Selatan (South Africa).


Bendera negara Afrika Selatan (South Africa)


Pembagian wilayah administrasi Afrika Selatan.


Pembagian wilayah administrasi Afrika Selatan


Secara Administratif, Afrika Selatan terbagi menjadi 9 Provinsi. Berikut ini adalah 9 Provinsi di Afrika Selatan beserta Ibukotanya.

No. Provinsi          Ibukota

1 Eastern Cape         : Bhisho
2 Free State : Bloemfontein
3 Gauteng         : Johannesburg
4 KwaZulu-Natal : Pietermaritzburg
5 Limpopo         : Polokwane
6 Mpumalanga : Nelspruit
7 North West : Mahikeng
8 Northern Cape : Kimberley
9 Western Cape : Cape Town


Letak astronomis negara Afrika Selatan.

Negara Afrika Selatan yang memiliki luas wilayah 1.221.037 km2, secara astronomi negara berada di garis lintang antara 2300 Lintang Selatan (LS) sampai 3500 Lintang Selatan (LS) dan berada di garis bujur antara 1800 Bujur Timur (BT) sampai 3300 Bujur Timur (BT). Negara Afrika Selatan ini dikatakan sebagai negara yang unik. Keunikan dari negara ini, salah satunya dilihat dari ibu kotanya yang berjumlah tiga. Masing –masing ibu kota memiliki fungsinya sendiri.


Letak geografis negara Afrika Selatan.


Letak geografis negara Afrika Selatan


Letak geografis negara yang terletak di ujung selatan benua Afrika ini, jika ditinjau dari batas-batas negara, yaitu sebagai berikut.
  • Sebelah utara berbatasan dengan Bostwana, Namibia, dan Zimbabwe.
  • Sebelah timur berbatasan dengan Mozambik, Swaziland, dan Samudra Hindia.
  • Sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Hindia dan Samudra Atlantik.
  • Sebelah barat berbatasan dengan Samudra Atlantik dan Namibia.


Ekonomi negara Afrika Selatan.


Ekonomi negara Afrika Selatan


Afrika Selatan adalah sebuah negara maju dengan penduduk yang berpendapatan sederhana. Negara ini kaya dengan bahan tambang terutamanya bahan tambang bernilai tinggi seperti emas, platinum dan berlian. Ia juga mempunyai sistem keuangan, perundangan, telekomunikasi, energi, infrastruktur yang maju dan modern. Bursa sahamnya di Johannesburg begitu aktif hingga pernah berada di urutan ke-10 terbesar di dunia.  Kawasan Sandton di Johannesburg yang telah menjadi lokasi perusahaan-perusahaan besar penggerak ekonomi Afrika Selatan.

Sejak kedatangan Inggris di sana, ekonomi negara bergantung kepada sektor pertambangan. Tetapi beberapa dasawarsa yang lalu, kegiatan tersebut telah digantikan oleh sektor produksi. Sektor industri Afrika Selatan yang sangat maju, dan merupakan ekonomi ke-25 terbesar di dunia. Dengan hanya 7% penduduk dan 4% jumlah kawasan keseluruhan Afrika, Afrika Selatan mengeluarkan lebih sepertiga produk dan jasa di Afrika, dan hampir 40 % pengeluaran industri di Afrika. Bahan komoditas yang diekspor: alat-alat mesin, makanan dan peralatan, bahan kimia, produk petroliam dan peralatan ilmiah.


Demografi penduduk negara Afrika Selatan.


Demografi penduduk negara Afrika Selatan


Kaum yang terbesar di Afrika Selatan adalah kaum pribumi berkulit hitam yaitu 77% jumlah penduduk di sini. Penduduk kulit hitam terdiri dari masyarakat majemuk yang dapat diklasifikasikan kepada empat kelompok etnis berdasarkan kepada bahasa masing-masing. Kelompok yang terbesar yaitu 50% penduduk Afrika di sini adalah yang berbahasa Nguni termasuk bangsa Ndebele, Swazi, Xhosa dan Zulu. Kelompok yang kedua terbesar adalah yang berbahasa Sotho-Tswana, termasuk beberapa bangsa Sotho, Pedi, dan Tswana dan merupakan mayoritas di kebanyakan kawasan Highveld. Dua kelompok yang terakhir adalah Tsonga, atau Shangaan, yang tertumpu di Utara dan wilayah Mpumalanga, dan Venda, yang juga tertumpu di wilayah utara Afrika Selatan.

Demografi di Afrika Selatan dibagi menjadi empat kumpulan utama yaitu: 
  • orang kulit hitam, 
  • orang kulit putih, 
  • orang berwarna (orang dari Asia atau berdarah campuran) 
  • orang berbangsa India.

Kaum kulit putih terdiri dari 11% penduduk di sini, yang berbangsa Belanda, Prancis, Inggris dan Jerman. Kebanyakan orang Eropa di negara ini adalah keturunan penjelajah-penjelajah awal di koloni Cape. Terdapat juga kelompok minoritas Portugis — kelompok pertama dari keturunan penjelajah Eropa yang awal, manakala kelompok kedua keturunan budak Belanda yang datang dari Indonesia. 9% dari penduduk Afrika Selatan terdiri dari bangsa berwarna atau coloured. Bangsa ini termasuk kelompok yang kawin campur dan juga pendatang Asia, yang dibawa masuk untuk bekerja sebagai kuli di Natal. Manakala, 3% lagi terdiri dari bangsa India yang berasal dari pedagang-pedagang India.


Pendidikan negara Afrika Selatan.


Pendidikan negara Afrika Selatan


Di Afrika Selatan, masa persekolahan adalah selama 13 tahun - atau tingkat. Namun, tahun pertama pendidikan atau tingkat 0 dan tiga tahun terakhir yaitu dari tingkat 10 hingga tingkat 12 (juga dipanggil "matric") tidak diwajibkan. Kebanyakan sekolah dasar menawarkan tingkat 0. Tetapi tingkat ini dapat juga dibuat di TK. Lazimnya untuk memasuki universitas, seseorang wajib lulus "matric" dengan minimum tiga mata pelajaran tingkat tinggi dan bukan sekadar lulus (standar). Malah beberapa universitas prestisius akan mengenakan syarat akademik yang lebih tinggi. Walaupun begitu, mereka yang lulus "National Senior Certificate" layak untuk belajar di "technikon" atau kampus teknikal.


Budaya negara Afrika Selatan.


Budaya negara Afrika Selatan


Penjara Pulau Robben yang menampung para tahanan politik era apartheid, termasuk Nelson Mandela, kini merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Pergaulan bebas di kalangan masyarakat Afrika Selatan di kawasan-kawasan perkotaan dan penindasan budaya kaum kulit hitam sewaktu era apartheid telah mengakibatkan hilangnya cara hidup lama di kota-kota di sini. Namun, budaya kulit hitam masih ada di kawasan pedesaan. Beberapa perbedaan budaya tetap ada di antara etnis-etnis di sana, seperti adat perkawinan dan hukum adat mereka. Tetapi pada umumnya, tradisi masyarakat kulit hitam adalah berlandaskan kepercayaan kepada dewa-dewa yang perkasa serta maskulin, semangat nenek-moyang dan kuasa-kuasa gaib. Poligami juga dibenarkan dan "lobolo" (mas kawin) biasanya akan dibayar. Kerbau memainkan peranan penting dalam kebanyakan budaya, sebagai simbol kekayaan dan hewan korban.


Hubungan negara Republik Indonesia - Afrika Selatan.


Hubungan negara Republik Indonesia - Afrika Selatan


Hubungan Indonesia-Afrika Selatan sudah terjalin baik sejak tahun 1994 ketika kedua negara menandatangani komunike bersama pembukaan hubungan diplomatik. Secara politis, Indonesia ikut mendukung perjuangan Kongres Nasional Afrika (ANC), partai yang dulu dipimpin Nelson Mandela, untuk menentang apartheid.

Sejak zaman Presiden Soeharto sampai Megawati Soekarnoputri, kunjungan ke Afrika Selatan sudah pernah dilakukan. Begitu sebaliknya, Mandela setidaknya dua kali ke Indonesia, yakni ketika masih menjadi presiden (1997) dan setelah tak menjadi presiden (2002).

Belakangan ini secara bergantian sejumlah pejabat kedua negara juga saling berkunjung. Yang terakhir, Presiden Afrika Selatan mengunjungi RI pada April 2005, dan kunjungan mantan presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri pada waktu yang hampir bersamaan untuk menerima sebuah penghargaan pejuang kemerdekaan. Ia mewakili almarhum ayahnya, Ir. Soekarno. Sementara itu sejumlah pejuang kemerdekaan dari berbagai belahan dunia (diwakili oleh anak/keluarga terdekat) juga diundang di acara penghargaan ini, seperti Indira Gandhi, dan anak perempuan dari Jawarharlal Nehru dari India.

Demikinlah sedikit ulasan tentang negara Afrika Selatan yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan dan kekurangannya, kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga bermanfaat dan terima kasih.


Sumber referensi tentang Afrika Selatan
  • "Mid-year population estimates 2015" (PDF). Statistics South Africa. Diakses tanggal 11 Agustus 2015.
  • a b c d "South Africa". International Monetary Fund. Diakses tanggal 2015-04-26.
  • "2014 Human Development Report Summary" (PDF). United Nations Development Programme. 2014. hlm. 21–25. Diakses tanggal 27 Juli 2014.
  • "African History Timeline". West Chester University of Pennsylvania.
  • "Native Land Act". South African Institute of Race Relations. 19 June 1913.


Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar