Home » » Biography Bashar al-Assad Presiden Suriah, Biography of Bashar al-Assad.

Biography Bashar al-Assad Presiden Suriah, Biography of Bashar al-Assad.

Posted by berbagaireviews.com on 21 Desember 2016

Bashar al-Assad dilahirkan di Damaskus pada tanggal 11 September 1965. Dia merupakan putra Hafez al-Assad yang merupakan presiden Suriah pada 1970 hingga 2000. dr. Basyar Hafizh al-Assad (bahasa Arab: بشار حافظ الأسد Baڑڑār Ḥāfiẓ al-ʾAsad, pelafalan Syam: [baʃˈʃaːr ˈħaːfezˤ elˈʔasad] umur 51 tahun. Assad lulus dari sekolah kedokteran di Universitas Damaskus pada tahun 1988 dan memulai bekerja sebagai dokter di Angkatan Darat Suriah. Empat tahun kemudian, ia mengikuti studi pascasarjana di Rumah Sakit Mata Barat di London, yang mengkhususkan diri dalam oftalmologi. 

berbagaireviews.com

Pada tahun 1994, setelah kakak tertuanya Bassil meninggal dalam kecelakaan mobil, Bashar dipanggil kembali ke Suriah untuk mengambil alih peran Bassil sebagai pewaris tahta. Ia masuk akademi militer, mengambil bagian dalam pendudukan Suriah atas Lebanon pada tahun 1998. Pada tanggal 10 Juli 2000, Assad terpilih sebagai Presiden, menggantikan ayahnya, yang meninggal di kantor sebulan sebelumnya. Dalam pemilihan 2000 dan berikutnya 2007, ia mendapat 99,7% dan 97,6% dukungan, berturut-turut dalam referendum pada kepemimpinannya.

Riwayat hidup dan Dimulainya Rezim Bashar al - Assad.

Sebelum meninggal, Hafez sebenarnya telah mempersiapkan anak lelakinya yang lain, Basil al-Assad, sebagai penggantinya untuk duduk di kursi kepresidenan Suriah. Namun, karena Basil tewas dalam kecelakaan mobil pada tahun 1994, Hafez yang saat itu sedang berada di London untuk mempelajari oftalmologi dan memimpin Syrian Computer Society akhirnya dipanggil kembali ke Suriah. 

Setelah kembali ke Suriah, Bashar kemudian dilatih secara bertahap agar siap menggantikan ayahnya sebagai presiden. Persiapan tersebut dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama, dibangunlah sebuah kekuatan dukungan untuk Bashar di bidang militer dan perlindungan. Kedua, image Bashar diperbarui dan diperkuat di depan publik. Terakhir, Bashar diperkenalkan lebih mendalam dengan mekanisme untuk mengatur negara.

Untuk meningkatkan kredibilitasnya dalam bidang militer, pria yang dikenal dengan panggilan dr. Bashar ini masuk akademi militer di Homs yang terletak di sebelah utara Damaskus pada tahun 1994. Dia menjadi kolonel pada bulan Januari 1999. Seiring dengan makin berkembangnya karir Bashar dalam militer, dia juga mendapatkan lebih banyak kekuasaan dan menjadi penasihat politik Presiden Hafez, kepala biro untuk menerima keluhan dari warga, dan melakukan kampanye anti korupsi. Karena kampanye ini, Bashar sukses menyingkirkan lawan potensialnya sebagai presiden.

berbagaireviews.com

Saat kemudian dilantik sebagai presiden pada tahun 2000, Bashar memberikan janji untuk menjadikan Suriah menjadi lebih modern dan demokratis. Dalam pidato pelantikannya, Bashar pun menunjukkan tanda-tanda bahwa dia akan menjadi pemimpin yang berbeda dari ayahnya. 

Dalam situs resminya, Bashar menyatakan dia telah membangun zona perdagangan bebas, mengizinkan lebih banyak koran swasta dan universitas swasta, serta berjuang mengatasi korupsi dan pemborosan yang dilakukan pemerintah. Namun, banyak orang mengatakan bahwa sebagian besar janji Bashar belum terwujud hingga kini meskipun sudah ada sejumlah perubahan dan pemerintahannya. Bashar sempat menyatakan bahwa reformasi yang dijalankannya tersendat karena adanya kerusuhan di negara-negara tetangga yaitu Lebanon dan Irak. 

Beberapa tokoh Suriah menganggap Bashar sebagai sosok yang canggung dan tidak memiliki kepribadian untuk memimpin. Bahkan sang paman, Rifaat, yang meninggalkan Suriah pada tahun 1984 setelah terlibat dalam kudeta yang gagal, mengatakan bahwa Bashar amat berbeda dengan sang ayah yang merupakan seorang pemimpin. 

Masa pemerintahan Bashar yang masih berjalan hingga saat ini berjuang menyelesaikan masalah politik internasional yang belum terpecahkan. Misalnya, permasalahan air dengan Turki, hubungan yang rumit dengan Libanon, perebutan Dataran Tinggi Golan dengan Israel, dan permusuhan dengan raja Jordan.
Meskipun menjanjikan lebih banyak media dalam pemerintahannya, namun kebebasan media masih dibatasi oleh negara. Sebuah undang-undang yang dikeluarkan pada tahun 2007 mewajibkan warnet untuk merekam semua komentar yang diposkan pengguna pada forum obrolan. Situs web seperti Wikipedia Arab, YouTube, dan Facebook diblokir antara tahun 2008 hingga Februari 2011. 

Kelompok Hak Asasi Manusia, misalnya Human Rights Watch dan Amnesty International, mengungkapkan bahwa rezim Bashar dan polisi rahasianya secara rutin menyiksa, memenjarakan, dan membunuh musuh politik dan mereka yang membangkang dari rezimnya.

berbagaireviews.com

Dalam sebuah wawancara dengan ABC News pada tahun 2007, Bashar menyebutkan bahwa tidak ada tahanan politik di Suriah, namun, New York Times melaporkan 30 tahanan politik ditangkap di Suriah pada bulan Desember 2007.

berbagaireviews.com

Pada 2011, revolusi Musim Semi Arab pecah. Rezim Bashar pun menjadi sorotan publik. Majalah Foreign Policy pun sempat menganalisa posisi Bashar sebagai pemimpin di Suriah karena terdorong dengan protes yang terjadi itu. Bashar segera mengambil langkah nyata untuk menunjukkan perubahan di Suriah. Pengunjuk rasa yang menginginkan reformasi mendasar, lebih banyak kebebasan, sistem politik multipartai, dan dicabutnya undang-undang darurat merasa langkah yang diambil Bashar tidak signifikan dan terlambat.

Pada 16 Juli 2014, Assad dilantik untuk jangka waktu tujuh tahun lagi setelah mendapat 88,7% hasil suara dalam pemilihan presiden pertama yang diperebutkan dalam sejarah Ba'ath Suriah. Pemilihan itu dikritik oleh media sebagai "dikontrol ketat" dan tanpa pemantau pemilu independen, sementara delegasi internasional yang terdiri dari para pejabat lebih dari 30 negara (termasuk Bolivia, Brazil, Kuba, Ekuador, India, Iran, Irak, Nikaragua, Rusia, Afrika Selatan dan Venezuela) mengeluarkan pernyataan yang menyatakan bahwa pemilihan itu "bebas, adil dan transparan". Pemerintah Assad menggambarkan dirinya sebagai sekuler, sementara beberapa ahli menyatakan bahwa pemerintah memanfaatkan ketegangan aliran agama di negara itu dan bergantung pada minoritas Alawiyah untuk tetap berkuasa. 

Kehidupan pribadi Bashar al-Assad.

berbagaireviews.com

Assad yang mahir dalam bahasa Inggris dan bahasa Perancis menjalani studi di sekolah elit Franco-Arab al-Hurriyet di Damaskus (ibu kota Suriah) juga belajar ilmu kedokteran di Universitas Damaskus untuk Fakultas Kedokteran. Lulus menjadi seorang dokter, spesialisasi dalam oftalmologi (mata) di pendidikan rumah sakit London. Ia menikah dengan Asma' al-Akhras, seorang Suriah Syiah yang tinggal di Inggris sejak kelahirannya maupun masa dewasanya. Assad dalam pemerintahannya didukung oleh pemerintah Cina dan Rusia, ia menganut idealisme sosialis komunis. Dalam pemahamannya, Assad mengikuti sekte Syiah Ghulat.

Bashar al - Assad dimata masyarakat Internasional.

Setelah dilihat oleh masyarakat internasional sebagai pembaharu potensial, Amerika Serikat, Uni Eropa, dan sebagian dari Liga Arab menyerukan pengunduran diri Assad dari kursi kepresidenan setelah ia diduga memerintahkan tindakan keras dan pengepungan militer terhadap para demonstran Musim Semi Arab, yang menyebabkan Perang Sipil Suriah. Selama Perang Sipil Suriah, penyelidikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan menemukan bukti yang terlibat Assad dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pada bulan Juni 2014, Assad termasuk dalam daftar 20 sampel kejahatan perang dakwaan dari pejabat pemerintah dan pemberontak yang diserahkan ke Mahkamah Pidana Internasional.

Thanks for reading & sharing berbagaireviews.com

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Search

Translate

subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

Follow by Email

Facebook  Twitter  Google+  RSS Feed

RSS

Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.