Home » » Perkembangan Sosiologi di Indonesia, The progress Sociology in Indonesia

Perkembangan Sosiologi di Indonesia, The progress Sociology in Indonesia

Posted by berbagaireviews.com on 4 Oktober 2016

Sosiologi Masa Sebelum Kemerdekaan.

berbagaireviews.com

Berdasarkan catatan sejarah, sebenarnya konsep sosiologi sudah mulai berkembang di Indonesia sejak zaman dahulu. Meskipun beberapa tokoh yang berpengaruh tidak mempelajari sosiologi secara khusus, namun mereka telah banyak memasukkan unsur-unsur sosiologi dalam ajaran-ajarannya. Sosiologi pada awalnya, Di Indonesia, belum pernah ada kajian kajian tentang masyarakat yang terangkum dalam satu konsep ilmu pengetahuan yang di namakan sosiologi. Akan tetapi, konsep sosiologi secara tidak langsung dituangkan dalam berbagai ajaran dan karya pujangga di pelosok Nusantara. 

Adapun tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam sejarah perkembangan sosiologi di Indonesia adalah :
  • Sri Paduka Mangkunegoro IV. Ia telah memasukkan unsur tata hubungan manusia pada berbagai golongan yang berbeda dalam ajaran Wulang Reh. Contohnya saja, ajaran “Wulang Reh” yang ditulis oleh Sri Paduka Mangkunegoro keempat dari Keraton Surakarta. Di dalam ajaran Wulang reh tersebut diajarkan tentang pola pola hubungan antara anggota anggota masyarakat Jawa dari berbagai kalangan dan kelas yang berbeda.

berbagaireviews.com
  • Hal yang sama  juga dapat anda temukan dalam ajaran Ki Hajar Dewantoro, sebagai peletak dasar dasar pendidikan Nasional di Indonesia, tentang dasar dasar kepemimpinan dan keluarga yang terangkum dalam konsep “Ing ngarsa sung tuladha, (Di depan memberikan contoh yang baik) ing madya mangun karsa, (Di tengah memberikan semangat), tut wuri handayani (dibelakang memberikan dorongan atau kekuatan)”. Secara tidak langsung merupakan peletak dasar konsep sosiologi di Indonesia.
  • Selain itu, unsur unsur sosiologis juga dapat anda temukan dalam karya karya peneliti sebelum masa kemerdekaan yang berasal dari negara lain seperti Snouck Hurgronje, C. van Valenhoven, Ter Har, Duyvendak, dan lainnya. Objek dari  karya penelitian mereka adalah keadaan masyarakat di Indonesia (Walaupun pada masa itu belum ada Indonesia). Akan tetapi, deskripsi sosiokultural masyarakat Indonesia pada saat itu masih bersifat nonsosiologis dan bukan sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri.
Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa deskripsi tentang keadaan sosiokultural masyarakat Indonesia tersebut sudah dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, tetapi konsep penelaan ilmiah tersebut belum dapat menjadi ilmu yang berdiri sendiri, melainkan hanya sebagai pembantu terhadap ilmu ilmu lainnya. Dengan demikian sosiologi pada saat itu hanya bersifat pelengkap atau komplementer.

Sosiologi Masa Perjuangan Kemerdekaan.

Pada saat sebelum perang dunia kedua, hanya Sekolah tinggi hukum di Jakarta yang menjadi lembaga di Indonesia yang memberikan kuliah tentang ilmu sosiologi. Walaupun begitu, pembelajaran sosiologi dalam lembaga pendidikan tinggi tersebut belum merupakan ilmu yang berdiri sendiri melainkan hanya sebagai pelengkap mata kuliah di bidang hukum. Para pengajarnya juga bukan dari orang orang yang secara khusus membidangi di bidang disiplin ilmu tersebut sebab di Indonesia pada saat itu belum ada seorangpun sarjana yang khusus membidangi disiplin ilmu sosiologi. Sementara sosiologi yang diajarkan dalam kuliah tersebut juga masih berupa filsafat dan teori sosial.

Bahkan pada tahun 1934-1935, mata kuliah sosiologi di lembaga pendidikan tinggi Hukum dihilangkan, hal ini disebabkan oleh adanya pendapat salah satu guru besar ilmu hukum bahwa pengetahuan tentang bentuk dan susunan masyarakat serta proses yang terjadi dalam masyarakat tidak dibutuhkan dalam mempelajari dan dalam pendidikan hukum. Dalam pandangan guru besar di bidang hukum pada saat itu bahwa hukum positif tidak lebih hanyalah peraturan peraturan yang berlaku dengan sah pada suatu waktu dan suatu tempat tertentu, sehingga yang terpenting dalam pembelajaran di bidang hukum adalah perumusan peraturan dan sistem untuk menafsirnya.

Sosiologi Setelah Proklamasi Kemerdekaan.

Setelah proklamasi kemerdekaan RI 17 Agustus 1945, sosiologi di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dalam hal ini, Soenaryo Kolopaking yang pertama kali memberikan mata kuliah sosiologi dalam bahasa Indonesia pada tahun 1948 di akademi ilmu politik Yogyakarta (sekarang menjadi Fakultas ilmu Sosial dan Politik UGM). Akibatnya, sosiologi mulai mendapat tempat dalam insan akademi di Indonesia apalagi setelah semakin terbukanya kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk menuntut ilmu di luar negeri sejak tahun 1950. Banyak para pelajar Indonesia yang khusus memperdalam sosiologi di luar negeri, kemudian mengajarkan ilmu itu di Indonesia.

berbagaireviews.com
Tempat pertama kali Ilmu Sosiologi diajarkan di Indonesia

Buku sosiologi dalam bahasa Indonesia pertama kali diterbitkan pada tahun 1950 oleh Djody Gondokusumo dengan judul "Sosiologi Indonesia" yang yang berisikan tentang pengertian dasar sosiologi secara teoritis dan bersifat filsafat. Kehadiran buku ini mendapatkan sambutan baik dari golongan terpelajar di Indonesia mengingat situasi revolusi yang terjadi saat itu. Buku ini seakan mengobati kehausan mereka akan ilmu yang dapat membantu mereka dalam usaha memahami perubahan-perubahan yang terjadi demikian cepat dalam masyarakat Indonesia saat itu.

Masih di tahun yang sama, muncul lagi buku sosiologi yang diterbitkan oleh Bardosono yang merupakan sebuah diktat mata kuliah sosiologi. Selanjutnya bermunculan buku-buku sosiologi baik yang ditulis oleh orang Indonesia maupun yang merupakan terjemahan dari bahasa asing. Sebagai contoh, buku Social Changes in Yogyakarta karya Selo Soemardjan yang terbit pada tahun 1962.

Lalu buku berjudul “Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia” oleh Hassan Shadily yang berisikan tentang kajian kajian sosiologi modern. Selain itu, muncul pula Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di berbagai Universitas di Indonesia dimana sosiologi mulai dipelajari secara lebih mendalam bahkan pada beberapa Universitas, didirikan jurusan sosiologi yang diharapkan dapat mempercepat dan memperluas perkembangan sosiologi di Indonesia.






Untuk melihat article lainnya, silahkan click  http://www.berbagaireviews.com/search/label/Sociology

Thanks for reading & sharing berbagaireviews.com

Previous
« Prev Post

1 komentar:

Search

Translate

subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Follow by Email

Facebook  Twitter  Google+  RSS Feed

RSS

Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.