6 Juli 2020

Pengertian Metamorfosis Beserta Fase, Jenis - Jenis, Tahapan - Tahapan Dan Contoh - Contoh Metamorfosis.

| 6 Juli 2020
metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna


Metamorfosis dapat diartikan sebagai proses perkembangan makhluk hidup yang mulanya sebuah telur hingga dewasa secara sempurna serta mengalami suatu perubahan bentuk struktur tubuh. Metamorfosis merupakan suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan/atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan diferensiasi sel yang secara radikal berbeda.


Pengertian Metamorfosis.

Metamorfosis berasal dari bahasa Yunani yakni “Greek”. Meta (diantara, sekitar, setelah), morphe (bentuk), osis (bagian dari), jadi metamorphosis adalah suatu perubahan bentuk selama perkembangan postembrionik. Hewan yang mengalami suatu metamorphosis cukup banyak, diantaranya adalah Katak, Kupu-kupu dan Serangga.

Metamorfosis secara sederhana ialah sebagai proses biologis yang menandai perkembangan pada hewan dimana suatu proses tersebut melibatkan perubahan penampilan secara fisik maupun struktur organ setelah fase kelahiran ataupun penetasan. Perubahan yang terlihat pada sebuah proses metamorphosis hewan disebabkan oleh pertumbuhan sel-sel juga differensiasi sel tersebut dengan cara yang radikal dan dinamik. Beberapa serangga, amfibi, mollusca, crustacea, echinodermata, dan tunicata mengalami proses metamorfosis, yang biasanya (tapi tidak selalu) disertai perubahan habitat atau kelakuan.


Fase Metamorfosis

Setiap makhluk hidup mempunyai fase metamorphosis yang berbeda – beda. Secara umum, ada 6 jenis fase metamorfosis. Namun fase tersebut tidak terjadi sepenuhnya pada makhluk hidup dan umumnya hanya mengalami 4 buah fase. Namun awal dari fase tersebut berbeda – beda, ada yang dimulai dari sebuah telur, lava dan nimpha.

Telur.

Telur merupakan fase awal dalam metamorfosis. Telur mempunyai bentuk bulat utuh dan di dalam telur terdapat benda berupa cairan yang merupakan calon individu. Cairan tersebut dilindungi dengan cangkang keras dan selalu dijaga ketat oleh sang induk.

Larva.

Larva merupakan hewan yang baru menetas dari telur. Fase ini biasanya merupakan jenis mollusca atau hewan lunak. Larva juga mempunyai anatomi yang belum lengkap dengan struktur tubuh yang sangat sederhana.

Pupa atau kepompong.

Pupa adalah sebuah larva yang mengalami pengerasan. Fase ini merupakan fase transisi dimana hewan akan mendapatkan bentuk tubuh sempurna. Pada waktu ini, serangga akan mengalami masa seperti tidur dalam kurun waktu yang cukup lama. Larva akan mengalami diferensiasi sel yang akan membentuk suatu organ utuh. Hampir sama seperti hibernasi yang tidak makan maupun melakukan aktivitas apa pun. Hanya saja pada fase Pupa atau kepompong bertujuan atau proses dimana makhluk hidup akan menjadi dewasa.

Nimpha.

Nimpha adalah makhluk hidup dengan bentuk sempurna, namun mempunyai ukuran yang kecil. Organ dalam tubuh pun berukuran kecil dan belum berfungsi secara sempurna. Pada hewan tertentu, akan mengalami fase molting atau imago.

Molting.

Fase molting merupakan proses pergantian kulit atau cangkang pada hewan tertentu. Setelah mengalami fase molting, nimpha akan berubah menjadi makhluk hidup dewasa dengan struktur tubuh sempurna. Fase ini tidak hanya dialami oleh nimpha, namun juga binatang yang telah dewasa juga akan mengalami fase ini berulang kali.

Imago.

Imago adalah makhluk hidup yang telah tumbuh dewasa. Fase ini juga merupakan fase akhir dari metamorfosis. Pada fase ini seorang imago jantan maupun betina akan melakukan perkawinan untuk menghasilkan sebuah telur dan akan kembali pada masa metamorphosis awal.


Metamorfosis Serangga.


metamorfosis serangga


Metamorfosis biasanya terjadi pada fase berbeda-beda, dimulai dari larva atau nimfa, kadang-kadang melewati fase pupa, dan berakhir sebagai imago dewasa. Ada dua macam metamorfosis utama pada serangga, hemimetabola dan holometabola.

Fase spesies yang belum dewasa pada metamorfosis biasanya disebut larva/nimfa. Tapi pada metamorfosis kompleks pada kebanyakan spesies serangga, hanya fase pertama yang disebut larva/nimfa. Pada hemimetabolisme, perkembangan nimfa berlangsung pada fase pertumbuhan berulang dan ekdisis (pergantian kulit), fase ini disebut instar. Hemimetabola juga dikenal dengan metamorfosis tidak sempurna.

Pada holometabola, larva sangat berbeda dengan dewasanya. Serangga yang melakukan holometabola melalui fase larva, kemudian memasuki fase tidak aktif yang disebut pupa, atau chrysalis, dan akhirnya menjadi dewasa (imago). Holometabola juga dikenal dengan metamorfosis sempurna. Sementara di dalam pupa, serangga akan mengeluarkan cairan pencernaan, untuk menghancurkan tubuh larva, menyisakan sebagian sel saja. Sebagian sel itu kemudian akan tumbuh menjadi dewasa menggunakan nutrisi dari hancuran tubuh larva. Proses kematian sel disebut histolisis, dan pertumbuhan sel lagi disebut histogenesis.

Lama serangga menghabiskan waktunya pada fase dewasa atau pada fase remajanya tergantung pada spesies serangga itu. Misalnya mayfly yang hanya hidup pada fase dewasa hanya satu hari, dan cicada, yang fase remajanya hidup di bawah tanah selama 13 hingga 17 tahun. Kedua spesies ini melakukan metamorfosis tidak sempurna.


Metamorfosis Amfibi.


metamorfosis amfibi


Pada awalnya, katak betina dewasa akan bertelur, kemudian telur tersebut akan menetas setelah 10 hari. Setelah menetas, telur katak tersebut menetas menjadi Berudu.berudu hidup di air Setelah berumur 2 hari, Berudu mempunyai insang luar yang berbulu untuk bernapas. Setelah berumur 3 minggu insang berudu akan tertutup oleh kulit. Menjelang umur 8 minggu, kaki belakang berudu akan terbentuk kemudian membesar ketika kaki depan mulai muncul. Umur 12 minggu, kaki depannya mulai berbentuk, insang tak berfungsi lagi ekornya menjadi pendek serta bernapas dengan paru-paru.maka bentuk dari muka akan lebih jelas Setelah pertumbuhan anggota badannya sempurna, katak tersebut akan berubah menjadi katak dewasa dan kembali berkembang biak.

Ada beberapa hal yang berbeda dari daur amfibi pada umumnya. Beberapa spesies salamander tidak perlu bermetamorfosis untuk menjadi dewasa sepenuhnya secara seksual, dan hanya akan bermetamorfosis dalam tekanan kondisi lingkungan tertentu. Banyak spesies kodok tropis meletakkan telurnya di darat, di mana kecebong bermetamorfosis di dalam telur. Ketika mereka menetas, mereka menjadi dewasa yang belum benar-benar matang, kadang-kadang masih memiliki ekor yang dalam beberapa hari kemudian diserap kembali.


Jenis - Jenis Metamorfosis.

Dari beberapa serangga, amfibi, mollusca, crustacea, echinodermata, dan tunicata mengalami suatu proses metamorfosis, yang biasanya (tapi tidak selalu) disertai suatu perubahan habitat atau kelakuan. Ada dua macam metamorphosis utama pada serangga yaitu hemimetabolisme dan holometabolisme. Terdapat dua jenis metamorfosis pada hewan, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna, berikut penjelasannya : 


1. Metamorfosis Sempurna / Holometabola.

Metamorphosis sempurna merupakan perkembangan hewan dimulai dari tahap telur – larva – pupa-imago. Metamorfosis jenis ini juga disebut dengan holometabola. Dikatakan sempurna dikarenakan bentuk larva sangat jauh berbeda dengan bentuk imagonya. tahapan yang dilalui metamorfosis sempurna ada 4 tahap yaitu, telur - larva - pupa / nimfa - imago. 

Binatang yang tergolong mempunyai metamorfosis sempurna harus memiliki 4 fase. Untuk mengetahui hewan mempunyai metamorfosis sempurna, dapat dilihat melalui fase kepompong atau pupa. Hewan yang mempunyai metamorfosis sempurna, harus melalui fase pupa atau kepompong. Sedangkan bentuk pupa atau kepompong dengan imago berbeda. Begitu pula bentuk dari masing-masing fase. Setiap fase juga mempunyai habitat dan cara hidup yang berbeda. Terkadang mempunyai cairan atau sel yang beracun dan berbahaya. 


Tahapan metamorfosis sempurna.


holometabola


Adapun tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada metaorfosis sempurna diantaranya ialah :

Fase Telur. 

Hewan betina akan meletakkan telur- telurnya di tempat yang sesuai dengan kebutuhan pada perkembangan calon anaknya. Misalnya seperti pada kupu- kupu yang meletakkan telur- telurnya pada permukaan daun hal ini karena larva atau hewan muda ialah pemakan tumbuhan. Pada fase telur ini, embrio hasil fertilisasi sel telur dengan sel sperma akan terus menerus mengalami pembelahan, membentuk organ-organ, sampai pada waktu tertentu tergantung pada jenis spesiesnya. Telur- telur nyamuk ini memiliki struktur yang ringan dan rapat seperti sebuah rakit. Induk- induk nyamuk juga meletakkan telur- telurnya di permukaan air yang tenang. Hal ini karena larva nyamuk akan harus menghabiskan kehidupannya di dalam air. Setelah waktu yang ditentukan pada telur-telur ini akan menetas menjadi larva atau hewan muda.

Fase Larva. 

Pada fase ini larva atau hewan muda juga sangat aktif makan. Induk betina akan meletakkan telur-telur ditempat yang sesuai dengan makanannya. Ulat, larva dari kupu- kupu mampu menghabiskan dedaunan dimana ia berada atau hinggap. Larva hewan yang sudah memiliki eksoskleton (rangka luar), seperti pada serangga akan mengalami pergantian kulit atau eksdisis atau molting. Hal ini juga karena ukuran tubuhnya makin membesar sehingga dibutuhkan suatu eksoskleton yang baru untuk ukuran tubuhnya yang membesar. Pergantian kulit ini dapat terjadi sampai beberapa kali dan pada waktu yang ditentukan larva akan berhenti makan dan memasuki fase berikutnya, yakni menjadi pupa. Perubahan ini dapat dikontrol oleh hormonal di dalam tubuh larva.

Fase Pupa. 

Pupa atau kepompom adalah fase transisi. Tubuh kepompom dilindungi dengan rangka luar yang keras disebut juga dengan kokon. Pada fase ini, sebagian besar serangga berada di dalam kondisi inaktif (makan). Di balik kokon, tubuh pupa sangat lebih aktif melakukan metabolisme pembentukan organ—organ dan bentuk hewan dewasanya. Kebutuhan akan energi yang diperoleh dari simpanan cadangan makanan di dalam tubuh larva. (pada fase larva sangat lebih aktif makan, dan sebagian makanannya akan disimpan untuk fase pupa). Fase pupa memakan waktu yang sangat bervariasi.

Fase Imago (Dewasa). 

Sampai waktu yang telah ditentukan, pupa akan keluar dari cangkangnya menjadi hewan dewasa (imago) dengan bentuk yang sangatlah berbeda. Pada fase ini, imago memiliki cara makan dan habitat yang akan berbeda dengan larvanya. Fase imago ini merupakan fase reproduksi dimana, hewan dewasa yang akan saling mengadakan perkawinan (jantan dan betina), yang akan membentuk ratusan telur- telur, dan akan mengulangi sikusnya.


Contoh metamorfosis sempurna

Berikut ini adalah contoh hewan yang mempunyai metamorfosis sempurna / holometabola:

Kupu – kupu.

Fase metamorfosis kupu – kupu dimulai dari telur, larva, pupa hingga imago. Larva dari kupu – kupu adalah ulat yang merupakan hewan lunak. Ulat dari kupu – kupu termasuk hewan yang berbahaya sebab dapat menimbulkan efek gatal ketika menyentuhnya. Pada Sedangkan pupa kupu – kupu kepompong. Lalu ketika dewasa, akan mempunyai sayap dan dapat terbang.

Nyamuk.

Fase metamorphosis nyamuk adalah telur, larva, pupa lalu imago. Larva telur disebut dengan jentik – jentik dan tidak berbahaya. Namun ketika menjadi nyamuk dewasa, sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan penyakit mematikan seperti demam berdarah dan malaria.

Katak.

Untuk metamorphosis katak yaitu telur, larva, nimpha lalu imago. Larva katak disebut dengan kecebong. Kecebong ini mempunyai habitat di air hingga mempunyai organ lengkap dan berubah menjadi nimpha. Nimpha katak akan berada di dalam air hingga dapat bernafas dengan udara.

Semut.

Metamorphosis semut dimulai dari telur, larva, pupa, imago. Pada fase metamorphosis semut hanya mengalami perbedaan tubuh. Sedangkan cara hidup dan habitat sama, berada di darat. Hanya saja pada semut dewasa akan mempunyai keahlian dalam memanjat apa pun dan dimanapun dan mempunyai keseimbangan yang sangat baik.


2. Metamorfosis Tidak Sempurna / Hemimetabola.

Metamorphosis tidak sempurna adalah Hemimetabolisme. Fase spesies yang belum dewasa pada metamorphosis biasanya disebut dengan larva. Tapi pada metamorphosis kompleks pada kebanyakan spesies serangga, hanya saja fase pertama yang disebut larva dan terkadang memiliki nama yang berbeda. Pada hemimetabolisme, perkembangan larva akan berlangsung pada fase pertumbuhan berulang dan ekdisis (pergantian kulit), fase ini disebut instar. Jadi Metamorfosis tidak sempurna ini merupakan metamorphosis yang melewati 2 tahapan yakni dari telur menjadi nimfa kemudian menjadi hewan dewasa. Biasanya juga metamorphosis ini terjadi pada serangga seperti capung, belalang, jangkrik.

Metamorfosis tidak sempurna adalah fase perkembangan hewan atau makhluk hidup lainnya yang hampir tidak mengalami perubahan bentuk apa pun pada setiap fase. Pada metamorphosis tidak sempurna, biasanya hanya mengalami 3 fase.

Hewan yang tergolong ke dalam metamorfosis tidak sempurna mempunyai beberapa karakter. Karakter yang sangat mencolok adalah tidak adanya fase pupa atau kepompong. Lalu perbedaan bentuk pada fase nimpha dan imago hanya terletak pada ukuran dan kematangan dari fungsi organ, seperti organ reproduksi


Tahapan metamorfosis tidak sempurna / hemimetabola.


hemimetabola


Tahapan- tahapan pada hemimetabola yaitu:

Telur. 

Seperti pada umumnya seekor serangga, telur- telur diletakkan ditempat yang sesuai dan aman untuk perkembangan embrio. Embrio- embrio yang dilindungi dengan struktur telur yang bercangkang zar kiitin. Sampai pada waktu yang telah ditentukan, telur akan menetas menjadi nimfa.

Nimfa. 

Berbeda dengan kelompok holometabola, hemimetabola langsung memiliki beberapa bentuk hewan yang sesungguhnya, nimfa, yang ukurannya lebih kecil. Nimfa akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan untuk kematangan organ reproduksi nya. Nimfa juga akan mengalami eksdisis untuk mengganti kerangka luar tubuhnya akibat pertumbuhan yang akan membuat ukuran tubuhnya makin membesar.

Imago. 

Imago juga memiliki kematangan reproduksi dan siap untuk melakukan perkawinan. Siklus ini akan kembali terulang.


Contoh hewan metamorfosis tidak sempurna

Ada beberapa jenis hewan yang mengalami fase molting. Biasanya hal ini terjadi pada hewan yang mempunyai cangkang atau kulit keras. Contoh hewan yang mengalami metamorphosis tidak sempurna:

Belalang.

Fase metamorfosis belalang hanya meliputi telur, nimfa, lalu imago. Untuk transisi antara nimpha dan imago pada belalang memiliki fase molting.

Kecoak.

Fase metamorphosis kecoakk meliputi telur – nimpha – imago. Pada fase nimpha, kecoak akan mengalami pengerasan tubuh untuk membentuk kulit keras.

Capung.

Fase metamorphosis capung yaitu telur, nimpha lalu imago. Pada fase nimpha capung tidak mempunyai sayap dan tidak dapat terbang. Setelah berkembang menjadi imago, akan tumbuh sayap dan dapat terbang.

Ayam.

Hewan ini juga merupakan salah satu hewan yang mempunyai metamorphosis tidak sempurna. Fase metamorphosis ayam yaitu telur, nimpha lalu imago. Pada ayam mempunyai perbedaan yang mencolok antara nimpha dan imago. Perbedaan tersebut terletak pada warna bulu dan suara ayam.

Jangkrik.

Masa metamorfosis jangkrik meliputi telur, nimfa dan imago. Pada imago, jangkrik belum dapat mengeluarkan bunyi nyaring. Setelah tumbuh menjadi imago, jangkrik dapat mengeluarkan bunyi yang sangat khas dan nyaring.

Laron / Rayap.

Sekilas hewan ini merupakan jenis hewan yang berbeda. Padahal rayap merupakan nimpha dari laron. Metamorfosis hewan ini meliputi telur – nimpha – imago. Pada fase imago, laron akan meninggalkan sayap untuk melakukan reproduksi. Metamorfosis tidak sempurna pada serangga hanya melalui tiga tahapan yaitu, telur - nimfa - imago (hewan dewasa). Hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurnya mempunyai bentuk tubuh sama ketika kecil sampai dewasa. yang membedakan adalah pertumbuhan sebagian tubuh hewan tersebut. contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna walang, kepik, whitefly, rayap, kutu daun, jangkrik, capung dll. 



Demikianlah artikel yang menjelaskan tentang " Pengertian Metamorfosis Beserta Jenis - Jenis, Tahapan - Tahapan Dan Contoh Metamorfosis". Semoga melalui tulisan ini memberikan pemahaman kepada pembaca yang sedang mempelarinya. Mohon maaf jika ada kesalahan dan silahkan tinggal tanggapan maupun kritikan yang sifatnya memperbaiki untuk yang akan datang. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar