7 Juli 2020

Pengertian Hormon Beserta Fungsi Dan Kelainan Sistem Hormon.

| 7 Juli 2020
 
fungsi dan kelainan hormon
 
 
Zat yang ada di dalam tubuh manusia memiliki banyak manfaat bagi berkerjanya organ dalam tubuh. Zat tersebut di namakan hormon. Hormon merupakan zat yg berfungsi untuk mengendalikan berbagai fungsi di dalam tubuh. Meskipun kadarnya sedikit, hormon memberikan pengaruh yang nyata dalam pengaturan berbagai proses dalam tubuh.


Pengertian Hormon.

Hormon (dari bahasa Yunani, όρμή: horman - "yang menggerakkan") adalah pembawa pesan kimiawi antar sel atau antarkelompok sel. Semua organisme multiselular, termasuk tumbuhan (lihat artikel hormon tumbuhan), memproduksi hormon. Pengertian hormon secara umum adalah merupakan zat kimia yang di hasilkan organ tubuh tertentu yang berasal dari kelenjar endokrin. Kegunaan dari hormon ini adalah sebagai pemicu fungsi organ tubuh tertentu.


Peredaran Hormon.

Hormon beredar di dalam sirkulasi darah dan cairan sel untuk mencari sel target. Ketika hormon menemukan sel target, hormon akan mengikat protein reseptornya dan mengirimkan sinyal. Reseptor protein akan menerima sinyal tersebut dan bereaksi baik dengan memengaruhi ekspresi genetik sel atau mengubah aktivitas protein seluler, termasuk di antaranya adalah perangsangan atau penghambatan pertumbuhan serta apoptosis (kematian sel terprogram), pengaktifan atau penonaktifan sistem imun, pengaturan metabolisme dan persiapan aktivitas baru (misalnya terbang, kawin, dan perawatan anak), atau fase kehidupan (misalnya pubertas dan menopause).

Pada banyak kasus, satu hormon dapat mengatur produksi dan pelepasan hormon lainnya. Hormon juga mengatur siklus reproduksi pada hampir semua organisme multiselular. Hormon masuk ke dalam aliran darah mengalir ke seluruh tubuh dan ketika sampai pada organ tertentu maka akan merangsang untuk terjadinya suatu perubahan. Perubahan yang terjadi adalah seperti waktu panjang seperti pertumbuhan dan pemasakan seksual. Tetapi ada juga hormon yang memliki waktu pendek seperti saat ada kejadian menakutkan.


Produksi Hormon

Hormon di produksi oleh semua organisme yang bersifat multiseluler yang diantaranya adalah manusia, hewan dan tumbuhan. Hormon dapat berperan dalam pengendalian proses bertumbuh, reproduksi, metabolisme, kekebalan dan berpola dari hidup manusia. Kelenjar endokrin adalah sebagai pemproduksi hormon yang ada di dalam tubuh. Kelenjar endokrin memiliki beberapa macan yaitu kelenjar hipotalamus, kelenjar tiroid, kelenjar ovarium, kelenjar adrenal, kelenjar pankreas, kelenjar timus, kelenjar ovarium dan kelenjar pencernaan.

Hormon merupakan zat kimia yang diproduksi oleh kelenjar endokrin yang mempunyai efek tertentu pada aktifitas organ - organ lain dalam tubuh. Hormon seks merupakan zat yang dikeluarkan oleh kelenjar seks dan kelenjar adrenalin langsung ke dalam aliran darah. Mereka secara sebagian bertanggungjawab dalam menentukan jenis kelamin janin dan bagi perkembangan organ seks yang normal. Mereka juga memulai pubertas dan kemudian memainkan peran dalam pengaturan perilaku seksual.


Hormon pada hewan
Pada hewan, hormon yang paling dikenal adalah hormon yang diproduksi oleh kelenjar endokrin vertebrata. Walaupun demikian, hormon dihasilkan oleh hampir semua sistem organ dan jenis jaringan pada tubuh hewan. Molekul hormon dilepaskan langsung ke aliran darah, walaupun ada juga jenis hormon - yang disebut ektohormon (ectohormone) - yang tidak langsung dialirkan ke aliran darah, melainkan melalui sirkulasi atau difusi ke sel target.

Pada prinsipnya pengaturan produksi hormon dilakukan oleh hipotalamus (bagian dari otak). Hipotalamus mengontrol sekresi banyak kelenjar yang lain, terutama melalui kelenjar pituitari, yang juga mengontrol kelenjar-kelenjar lain. Hipotalamus akan memerintahkan kelenjar pituitari untuk mensekresikan hormonnya dengan mengirim faktor regulasi ke lobus anteriornya dan mengirim impuls saraf ke posteriornya dan mengirim impuls saraf ke lobus posteriornya.


Hormon pada tumbuhan

Pada tumbuhan, hormon dihasilkan terutama pada bagian tumbuhan yang sel-selnya masih aktif membelah diri (pucuk batang/cabang atau ujung akar) atau dalam tahap perkembangan pesat (buah yang sedang dalam proses pemasakan). Transfer hormon dari satu bagian ke bagian lain dilakukan melalui sistem pembuluh (xilem dan floem) atau transfer antarsel. Tumbuhan tidak memiliki kelenjar tertentu yang menghasilkan hormon.


Klasifikasi Hormon.

Hormon juga sejatinya adalah zat yang hanya ada sedikit di dalam tubuh namun tak diragukan lagi fungsi dan kegunannya. Hormon dapat mengendalikan proses pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, kekebalan, dan pola hidup manusia sekalipun. Karena pentingnya fungsi hormon, hormon diproduksi langsung oleh tubuh, tubuh mensekresikan hormon melalui dua kelenjar, kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin. . Hormon juga sejatinya adalah zat yang peka terhadap rangsangan, contohnya hormon adrenalin, insulin, atau testosteron yang merupakan hormon seks pada manusia.
  • Hormon perkembangan/Growth hormone – hormon yang memegang peranan di dalam perkembangan dan pertumbuhan. Hormon ini dihasilkan oleh kelenjar gonad
  • Hormon metabolisme – proses homeostasis glukosa dalam tubuh diatur oleh bermacammacam hormon, contoh glukokortikoid, glukagon, dan katekolamin
  • Hormon tropik – dihasilkan oleh struktur khusus dalam pengaturan fungsi endokrin yakni kelenjar hipofise sebagai hormon perangsang pertumbuhan folikel (FSH) pada ovarium dan proses spermatogenesis (LH)
  • Hormon pengatur metabolisme air dan mineral – kalsitonin dihasilkan oleh kelenjar  tiroid untuk mengatur metabolisme kalsium dan fosfor.

Jenis - Jenis Kelenjar Endokrin Produksi Hormon.

Dalam tubuh manusia, terdapat beberapa jenis kelenjar endokrin untuk memproduksi hormon, mereka adalah:
  • Kelenjar Hipotalamus
  • Kelenjar hipofisis
  • Kelenjar tiroid
  • Kelenjar paratiroid
  • Kelenjar timus
  • Kelenjar pankreas
  • Kelenjar adrenal
  • Kelenjar ovarium
  • Kelenjar testis
  • kelenjar pencernaan.

Fungsi Hormon.

Fungsi hormon yang ada di dalam tubuh sangatlah bermanfaat karena memiliki manfaat sebagai berikut:
  • Mempengaruhi dalam memetabolisme tubuh seperti metabolisme glukosa, protein dan lemak.
  • Dapat mengendalikan tekanan darah.
  • Merangsang pembentukan sel darah merah dalam tubuh.
  • Mengendalikan perkembangan dalam ciri-ciri seksual dan sistem reproduksi.
  • Mengendalikan pembentukan dan dalam pelepasan hormon oleh korteks adrenal.
  • Merangsang dalam pembentukan dan pelepasan yang berasal dari kelenjar tiroid.
  • Mempertahankan keseimbangan keadaan tubuh dengan lingkungan yang ada di sekitarnya atau homeostasis.

Kelainan Sistem Hormon.

Macam macam penyakit akibat Kelainan Pada Sistem Hormon dapat di lihat dibawah ini

Penyakit Addison.

Terjadi karena sekresi yang berkurang dariglukokortikoid. Hal ini dapat terjadi misalnya karena kelenjar adrenal terkena infeksi atau oleh sebab autoimun. Gejala – gejalanya berupa :
Berkurangnya volume dan tekanan darah karena turunnya kadar Na+ dan volume air dari cairan tubuh.
Hipoglikemia dan turunnya daya tahan tubuh terhadap stress, sehingga penderita mudah menjadi shock dan terjadi kematian hanya karena stress kecil saja misalnya flu atau kelaparan.
Lesu mental dan fisik.

Sindrom Cushing

Kumpulan gejala – gejala penyakit yang disebabkan oleh sekresi berlebihan dari glukokortikoid seperti tumor adrenal dan hipofisis. Juga dapat disebabkan oleh pemerian obat – obatan kortikosteroid yang berlebihan.

Gejalanya berupa :
  • Otot - otot mengecil dan menjadi lemah karena katabolisme protein.
  • Osteoporosis
  • Luka yang sulit sembuh
  • Gangguan mental misalnya euphoria (terasa segan)

Sindrom Adrenogenital

Kelainan dimana terjadi kekurangan produksi glukokortikoid yang biasanya akibat kekurangan enzim pembentuk glukokotikoid pada kelenjar adrenal. Akibatnya kadar ACTH meningkat dan zona retikularis dirangsang untuk mensekresi androgen yang menyebabkan timbulnya tanda - tanda kelainan sekunder pria pada seorang wanita yang disebut virilisme yang timbulnya janggut dan distribusi rambut seperti pria, otot - otot tubuh seperti pria, perubahan suara, payudara mengecil, klitoris membesar seperti penis dan kadang - kadang kebotakan.

Pada pria di bawah umur timbul pubertas perkoks, yaitu timbulnya tanda - tanda kelamin sekunder di bawah umur. Pada pria dewasa gejala - gejala diatas tertutup oleh tanda - tanda kelamin sekunder normal yang disebabkan oleh testosterone. Tetapi bila timbul sekresi berlebihan dari estrogen dan progesterone timbul tanda - tanda kelamin sekunder wanita antara lain yaitu ginaekomastia (payudara membesar seperti pada wanita).

Peokromositoma.

Tumor adrenal medulla yang menyebabkan hipersekresi adrenalin dan noradrenalin dengan akibat sebagai berikut :
  • Basa metabolisme meningkat
  • Glukosa darah meningkat
  • Jantung berdebar
  • Tekanan darah meninggi
  • Berkurangnya fungsi saluran pencernaan
  • Keringat pada telapak tangan
Kesemuanya menyebabkan berat badan menurun dan tubuh lemah. Pengobatanya melalu operasi. Pembengkakan dari kelenjar tiroid yang menimbulkan pembenjolan pada leher bagian depan. Penyebab struma antara lain peradangan, tumor ataupun defisiensi yodium. Pada defisiensi yodium, struma terjadi karena kadar T4 dan T3 menurun, kadar TASH meningkat, hal ini menrangsang sel – sela folikel untuk hipertropi dan hyperplasia.

Diabetes Mellitus.

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit yang disebabkan oleh kalainan hormon yang mengakibatkan sel – sel dalam tubuh tidak dapat menyerap glukosa dari darah. Penyakit ini timbul ketikda dala darah tidak terdapat cukup insulin dalam darah. Pada kedua hal tersebut, sel – sel tubuh tidak mendapat cukup glukosa daridarah sehingga kekurangan energi dan akhirnya terjadi pembakaran cadangan lemak dan protein tubuh. Sementara itu, system pencernaan tetap dapat meyerap glukosa dari makanan sehingga kadar glukosa dalam darah menjadi sangat tinggi dan akhirnya diekskresi bersama urin. Penderita DM dapat meninggal karena penyakit yang dideritanya atau karena komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit ini, misalnya penyakit ginjal, gangguan jantung dan gangguan saraf.

Hipotiroidea.

Keadaan dimana terjadi kekurangan hormone tiroid. Bila terjadi pada masa bayi dan anak, hipotiroidea menimbulkan kretinisme yaitu tubuh menjadi pendek karena pertumbuhan tulang dan otot tersumbat, disertai kemunduran mental karena sel – sel otak kurang berkembang.

Hipertiroidea.

Keadaan dimana hormon tiroid disekresikan melebihi kadar normal. Gejala – gejalanya berupa berat badan menurun, gemetaran, berkeringat, nafsu makan besar, jantung berdebar dan BMR maneingkatmelebihi 20 sampai 100.



Demikianlah artikel yang menjelaskan tentang " Pengertian Hormon Beserta Fungsi dan Kelainan Hormon". Semoga melalui tulisan ini memberikan pemahaman kepada pembaca yang sedang mempelarinya. Mohon maaf jika ada kesalahan dan silahkan tinggal tanggapan maupun kritikan yang sifatnya memperbaiki untuk yang akan datang. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar