25 Juni 2020

Pengertian Geopolitik Beserta Sejarah, Tujuan dan Peranan Geopolitik.

| 25 Juni 2020
pengertian,tujuan dan peranan geopolitik


Geopolitik merupakan Ilmu atau studi mengenai penyelenggaraan negara yang tiap - tiap kebijakannya itu dikaitkan dengan masalah - masalah geografi wilayah atau daerah pada suatu bangsa. Sehingga bisa disimpulkan kalau geopolitik ini merupakan sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan serta juga strategi nasional yang didorong oleh aspirasi nasional geografik. Geopolitik ini dapat disebut juga dengan sebutan wawasan nusantara. untuk lebih jelas dibawah ini akan dipaparkan mengenai Geopolitik yang dikemukakan oleh para ahli.

Geopolitik secara tradisional menunjukkan hubungan antara kekuatan politik dan ruang geografis. Konkretnya, geopolitik sering dilihat sebagai prasyarat untuk belajar pemikiran strategis berdasarkan kepentingan relatif dari darat dan laut kekuatan dalam sejarah dunia. Tradisi geopolitik konsisten meneliti korelasi kekuatan geopolitik dalam politik dunia, identifikasi wilayah inti internasional, dan hubungan antara darat dan laut kemampuan.


Pengertian Geopolitik.

Geopolitik, dari bahasa Yunani Γη (bumi) dan Πολιτική (politik), secara luas merujuk pada hubungan antara politik dan teritori dalam skala lokal atau internasional. Geopolitik mencakup praktik analisis, prasyarat, perkiraan, dan pemakaian kekuatan politik terhadap suatu wilayah. Secara spesifik, geopolitik merupakan metode analisis kebijakan luar negeri yang berupaya memahami, menjelaskan, dan memperkirakan perilaku politik internasional dalam variabel geografi. Variabel geografi tersebut umumnya mengarah pada: lokasi geografis negara atau negara yang dipertanyakan, ukuran negara yang terlibat, iklim wilayah tempat negara tersebut berada, topografi wilayah, demografi, sumber daya alam, dan perkembangan teknologi. 

Geopolitik dapat diartikan sebagai sebuah kebijakan politik suatu negara yang memanfaatkan geografi sebagai basis penguasaan ruang hidup demi terjaminnya kelangsungan hidup dan pengembangan kehidupan negara yang bersangkutan.

Secara tradisional, istilah ini lebih digunakan pada dampak geografi terhadap politik, namun pemakaiannya telah berubah dalam satu abad terakhir untuk mencakup konotasi yang lebih luas. Geopolitik secara tradisional menunjukkan hubungan antara kekuatan politik dan ruang geografis. Dalam artian konkret, geopolitik sering dilihat sebagai pemikiran yang mempelajari prasyarat strategis berdasarkan kepentingan relatif kekuatan daratan dan laut dalam sejarah dunia. Tradisi geopolitik secara konsisten mempelajari korelasi kekuatan geopolitik dalam politik dunia, identifikasi wilayah inti internasional, dan hubungan antara kemampuan laut dan darat.

Secara akademik, studi geopolitik mencakup analisis geografi, sejarah, dan ilmu sosial dengan mengacu pada politik ruang dan pola-polanya dalam berbagai skala. Geopolitik memiliki cakupan multidisipliner, dan meliputi segala aspek ilmu sosial dengan penekanan tertentu terhadap geografi politik, hubungan internasional, aspek teritorial ilmu politik, dan hukum internasional. Selain itu, studi geopolitik meliputi studi hubungan bersama antara kepentingan aktor politik internasional, kepentingan yang terfokus pada wilayah, ruang, elemen geografis, hubungan yang menciptakan sistem geopolitik.

Secara khusus, geopolitik adalah metode analisis kebijakan luar negeri yang berusaha untuk memahami, memprediksi dan menjelaskan perilaku politik internasional dalam variabel geografis. Variabel geografis umumnya mengarah ke: negara atau lokasi geografis negara yang bersangkutan, ukuran negara yang terlibat, iklim di daerah di mana negara ini, sumber daya alam, perkembangan teknologi, topografi dan demografi.


Pengertian Geopolitik Menurut Para Ahli.

Berikut adalah pengertian geopolitik menurut beberapa ahli.

1. Frederick Ratzel (1897).

Frederick Ratzel marupakan tokoh yang terkenal mempunyai Teori Geopolitik. Pendapat dari Frederick Ratzel ini juga disebut dengan Teori Ruang. Ratzel menyatakan bahwa “Negara dalam hal- hal tertentu dapat disamakan dengan organism, yaitu mengalami fase kehidupan dalam kombinasi dua tau lebih antara lahir, tumbuh, berkembang, mencapai puncak, surut, kemudian mati”. Inti ajaran Ratzel ini adalah ruang yang ditempati oleh kelompok- kelompok politik (negara- negara) yang mengembangkan hukum ekspansionisme baik di bidang gagasan, perutusan, maupun bidang produk.

2. Karl Houshoffer (1896 – 1946).

Pendapat dari Karl Houshiffer mengenai geopolitik ini juga disebut atau dikenal dengan Teori Ekspansionisme. Karl Houshoffer dalam teori ekspansionismenya mengajarkan paham geopolitik ini sebagai ajaran ekspansionisme dalam bentuk politik geografi yang mempunyai titik berat pada persoalan- persoalan strategi perbatasan, ruang hidup dari bangsa dan juga tekanan rasial, ekonomi dan sosial sebagai faktor yang mengharuskan pembagian baru kekayaan di dunia.

3. Sir Harold Mackinder.

Mackinder ini merupakan penganut teori kekuatan, yang mencetuskan wawasan benua sebagai konsep pengembangan kekuatan darat. Teorinya menyetakan bahwa “barang siapa menguasai daerah jantung (haertland) yaitu benua di dunia seperti Eropa- Asia akan dapat menguasai pulau- pulau dunia dan akhirnya akan menjadi pengusas dunia. Teori ahli Geopolitik yang satu ini menganut “konsep kekuatan”. Ia mencetuskan wawasan benua yaitu konsep kekuatan di darat. Ajaran ilmuwan ini menyatakan bahwa barang siapa dapat menguasai “daerah jantung”, yakni Eropa dan Asia akan dapat menguasai “pulau dunia” yaitu Eropa, Asia, Afrika dan akhirnya dapat menguasai dunia.

4. Sir Walter Raleigh dan Alfred Mahan.

Pendapat dari kedua ahli tersebut sering dikenal sebagai wawasan bahari. Teori Raleigh dan Mahan ini pada dasarnya merupakan teori kekuatan lautan atau kekuatan bahari. Mereka mengatakan bahwa siapa saja yang menguasai lautan akan menguasai jalur perdagangan dunia, yang berarti menguasai kekuatan kekuatan dunia sehingga akhirnya akan dapat mengusai dunia. Barang siapa menguasai lautan akan dapat menguasai perdagangan. Dan menguasai perdagangan berarti menguasai kekayaan dunia, dan pada akhirnya kan menguasai dunia.

5. Hagget.

Geopolitik atau Geografi politik menurut Hagget merupakan suatu cabang cabang ilmu geografimanusia yang bidang kajiannya adalah aspek keruangan pemerintahan atau kenegaraan yang meliputi hubungan regional, hubungan internasional, dan juga pemerintahan atau kenegaraan dipermukaan bumi. Menurut Hagget ini, dalam geografi politik lingkungan geografi dijadikan suatu dasar perkembangan dan juga hubungan kenegaraan. Hagget juga menyatakan bahwa bidang kajian geografi politik ini relatif luas, seperti aspek keruangan, aspek politik, aspek hubungan regional hingga internasional.

6. Preston E. James.

Menurut Preston E. James, geografi dalam geopolitik ini mempersoalkan tata ruang  publik untuk kehidupan, yakni sistem dalam hal menempati suatu ruang yang ada di permukaan bumi. Dengan demikian, geografi mempunyai sangkut paut dengan interrelasi antara manusia dengan lingkungan tempat hidupnya. Sedangkan politik merupakan suatu hal yang selalu berhubungan dengan kekuasaan atau pemerintahan. Dalam studi Hubungan Internasional, geopolitik merupakan sautu kajian yang memperlihatkan masalah atau hubungan internasional dari sudut pandang ruang ataupun geosentrik tertentu. Makna dari Geopolitik ini sebenarnya dapat diringkas dan disederhanakan lagi.

7. Rudolf Kjellen.

Rudolf Kjellen adalah seorang ilmuwan politik yag berasal dari Swedia pada masa awal abad ke-20. Menurut Rudolf Kjellen, geopolitik adalah suatu seni dan juga praktek penggunaan kekuasaan politik atas suatu wilayah tertentu.

8. Hafeznia, MR (2006).

Hafezni berbicara geopolitik ini sebagai cabang dari geografi politik. Geopolitik menurutnya adalah suatu cabang studi mengenai hubungan timbal balik antara geografi, politik, kekuasaan dan juga interaksi yang timbul dari kombinasi dari mereka dengan satu sama lain. Menurut definisi ini, geopolitik merupakan suatu disiplin ilmu dan memiliki ilmu dasar alam.

9. W. Michel dan John Frederick Charles Fulles.

Pendapat dari kedua ahli tersebut disebut dengan wawasan nusantara. Mitchel dan Fuller mempunyai pendapat bahwa kekuatan udara merupakan kekuatan yang paling menentukan penguasaan dunia. Keunggulan yang dimiliki wawasan dirgantara ini adalah pengembangan kekuatan yang ada di udara, yang memiliki daya tangkis yang andal dari berbagai ancaman lawan dalam tempo yang cepat, yang dasyat dan juga dampaknya sangat mengerikan lawan sehingga tidak ada kesempatan bagi lawan untuk bergerak. Kekuatan udara mempunyai daya tangkis terhadap ancaman dan dapat melumpuhkan kekuatan lawan dengan cara penghancuran di kandang lawan itu sendiri agar tidak mampu lagi bergerak menyerang.

10. Nocholas J. Spykman.

Teori dari Spykman juga disebut dengan Wawasan Kombinasi. Yakni teori yang emnghubungkan kekuatan darat, lautm dan juga udara dan dalam pelaksanaannya disesuaikan dengan kondisi dan juga kebutuhan.

11. Sunarso (2006).

Secara etimologis, Geopolitik berasal dari bahasa Yunani dan berasal dari Geo dan juga Politik. “Geo” memiliki arti sebagai bumi yang merupakan wilayah hidup. Sementara politik ini berasal dari kata “polis” yang memiliki arti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri atau negara, dan “teia” yang mempunyai arti urusan (politik) bermakna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Menurut Sunarso yang merupakan tokoh Indonesia, geopolitik mempunyai makna sebagai ilmu penyelenggaraan negara dimana setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah- masalah geografi wilayah atau tempat tinggal suatu bangsa.


Sejarah Lahirnya Konsep Geopolitik.

Sebelum abad XIX, pandangan geopolitik terhadap dunia hanya berkisar pada lingkungan negara dan negara tetangga di sekitarnya. Para ahli belum memahami geografi bumi secara menyeluruh. Hal ini terjadi karena pengetahuan manusia tentang bumi belum lengkap, alat transportasi dan komunikasi yang sangat minim terutama kemampuan jelajahnya.

Guru Besar Geografi di Universitas London, memberikan pandangan dalam teori geopolitiknya yaitu bahwa benteng yang paling kuat di dunia terletak di wilayah Asia. Perkembangan sejarah dunia pada dasarnya diwarnai oleh konflik antara kekuatan darat dan kekuatan lautan.

Dalam perkembangannya geografi politik terus mendapatkan anti tesis dan kritiknya, sehingga muncullah term geopolitik. Ditandai dengan pemikiran seorang neo-logisme geopolitik dari universitas Swedia, Rudolf Kjellen, dalam artikelnya yang muncul dalam jurnal Ymer terbitan 1916, Staten som Lifsform (Negara sebagai Sesuatu yang Hidup), berbicara tentang frontier negaranya dengan mengilustrasikan pengaruh antara ide-ide Darwin dan Ratzel.

Konsepsi awal geopolitik Robert Kjellen (1844-1904) sebagai seorang ahli biologi, mengatakan bahwa dunia ini seperti organisme yang hidup, dengan konsekuensi apa yang terjadi di salah satu ujung dunia pasti akan berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung di ujung dunia lainnya, dan bahkan di seluruh lipatan dunia. Geo berarti “la terre-notre planet” (bumi kita) dengan ruang dan waktu, sementara Politik mewakili “le vivre ensemble” (hidup bersama) dengan interaksi sebagai aksi dari dan reaksi pada aktifitas dalam ruang hidup.


Tujuan Geopolitik.

Adapun tujuan dari geopolitik ini terdapat yakni :

  • Tujuan nasional, ini dapat dilihat dalam Pembukaan UUD 1945, dijelaskan bahwa tujuan dari kemerdekaan Indonesia adalah “untuk dappat melindungi segenap bangsa Indonesia serta juga seluruh tumpah darah Indonesia juga untuk mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa , serta juga berpartisipasi dalam melaksanakan ketertiban dunia yang dengan berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi serta juga keadilan sosial “.
  • Tujuannya yang kedua adalah untuk membawa kesatuan ke dalam semua aspek dari kedua kehidupan alam serta juga sosial, bisa disimpulkan bahwa tujuan darai bangsa Indonesia ialah menjunjung tinggi kepentingan nasional, serta juga kepentingan daerah untuk dapat mengatur serta juga membina kesejahteraan, perdamaian dan juga bangsawan serta martabat manusia di seluruh dunia.

Peranan Geopolitik.

Berikut ini adalah sebuah peran dalam geopolitik dengan cara umum untuk suatu negara, ialah:
  • Untuk meningkatkan sebuah posisi suatu negara di mata internasional.
  • Berusaha dalam menggabungkan sebuah kekuatan negara terhadap potensi sumber daya alam yang telah tersedia.
  • Dapat menentukan sebuah arah utama yang bertujuan untuk negara, contohnya fokus dalam sebuahpembangunan.
  • Menghubungkan semua tindakan pemerintah dengan situasi dan kondisi alami.
  • Dapat penyelesaian dan penghindaran dalam sengketa dengan wilayah terhadap negara-negara tetangga.
  • Menentukan dalam sebuah bentuk dan pola politik secara internasional dan domestik.


Geopolitik Indonesia.

“Geopolitik” kata ini berasal dari politik geo. Politik dan geo berarti bumi. Politik berarti kesatuan masyarakat. Geopolitik bisa juga di sebut dengan wawasan nusantara. Sebagai negara besar yang berbentuk kepulauan dengan seluruh potensi baik dan buruknya, dan perkembangan dunia dengan situasi keadaan negara-negara tetangganya. Sudah seharusnya membicarakan ke-Indonesia-an dengan konsep Geopolitik. Karena studi-studi saat ini yang berkembang di Indonesia dan dipergunakan sebagai alat analisa dalam mencermati bahkan mengambil keputusan-keputusan negara, tidak lagi mencukupi kebutuhan akan itu.

Dengan bentuk kepulauannya dan penyebaran demografi bahkan bencana alamnya, secara jelas menunjukkan kelengkapan variabel-variabel dalam Geopolitik, dimana  distribusi kekuasaan dan penyelenggaraan pemerintahan tidak lepas dari manajemen kewilayahan dalam negeri, hubungan luar negara dan garis-garis batas negara sebagai bentuk pertahanan dan keamanan negara. Pada tahun 1973, Yves lacoste dalam La géographie, ça sert d’abord à faire la guerre, mengingatkan bahwa Geopolitik dalam hubungannya dengan kekuasaan adalah sebuah pelaksanaan.



Referensi

Ankerl, Guy (2000). Global communication without universal civilization. INU societal research. Vol.1: Coexisting contemporary civilizations : Arabo-Muslim, Bharati, Chinese, and Western. Geneva: INU Press. ISBN 2-88155-004-5.
O'Loughlin, John / Heske, Henning. "From War to a Discipline for Peace". In: Kliot, N. and Waterman, S. (ed.): The Political Geography of Conflict and Peace. London: Belhaven Press, 1991
Spang, Christian W.: “As a Factor within Japanese-German Rapprochement in the Inter-War Years?”, in: C. W. Spang, R.-H. Wippich (eds.), Japanese-German Relations, 1895–1945. War, Diplomacy and Public Opinion, London, 2006, pp. 139–157.
Diamond, Jared, Guns, Germs, and Steel (1997)
Amineh, Parvizi M. and Henk Houweling, Central Eurasia in Global Politics, (London, Leiden: Brill Academic Publishing. Introduction and Chapeter.


Demikianlah artikel yang menjelaskan tentang " Pengertian Geopolitik Beserta Tujuan dan Peranan Geopolitik". Semoga melalui tulisan ini memberikan pemahaman kepada pembaca yang sedang mempelarinya. Mohon maaf jika ada kesalahan dan silahkan tinggal tanggapan maupun kritikan yang sifatnya memperbaiki untuk yang akan datang. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar