Various Reviews Knowledge and Education

10 Oktober 2019

Anggota DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan, Dibully Netizen di Medsos.

| 10 Oktober 2019

Anggota DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan - berbagaireviews.com


Anggota DPR dari Fraksi PDIP Arteria Dahlan mengatakan buzzer yang menghujatnya di sosial media setelah debat dengan Emil Salim di acara Mata Najwa tadi malam, Rabu, 9 Oktober 2019. Arteria, 44 tahun, menyatakan menerima kritik pedas dan hujatan sebagai konsekuensi perbedaan pendapat di negara demokrasi. Tapi, menurut dia, ada yang 'bermain' sehingga hujatan begitu masif.


Arteria Dahlan Dibully Netizen di Medsos.


Arteria Dahlan Dibully Netizen - berbagaireviews.com


Arteria Dahlan Dibully di Medsos oleh netizen gara - gara dianggap kasar terhadap dan Emil Salim dalam diskusi Mata Najwa di televisi swasta tadi malam, Rabu, 9 Oktober 2019. Program bincang - bincang episode kali ini memilih judul 'Ragu-Ragu Perpu' yang membahas revisi UU KPK dan tuntutan penerbitan Perpu KPK. Najwa Shihab, pemandu acara, menghadapkan dua kubu, yaitu mewakili partai dan nonpartai.

Dari partai ada Sekjen Partai NasDem Johhny G. Plate, anggota DPR Fraksi PDIP Arteria Dahlan, dan anggota DPR Fraksi Gerindra sekaligus Ketua Baleg Supratman Andi Agtas. Pihak "seberang" diisi dosen Pascasarjana Universitas Indonesia dan mantan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup Emil Salim, Direktur PUSAKO Universitas Andalas Feri Amsari, dan Direktur Eksekutif Lembaga Survey Indonesia Djayadi Hanan. Perdebatan mengenai RUU KPK dan urgensi penerbitan Perpu KPK mulai sengit pada segmen 2, khususnya ketika Arteria Dahlan dan Emil Salim saling berargumen dengan nada tinggi.

Arteria Dahlan mengatakan, "Prof, yang saya ingin katakan pelemahannya dimana? Berhasil dan tidak berhasilnya KPK itu yang tahu kami. Begitu 2015 terpilih, dia buat grand design, roadmap, janji-janji yang harus dikerjakan. Publik ini enggak tahu. Publik ini terhipnotis dengan OTT-OTT (operasi tangkap tangan), seolah-olah itu hebat. Padahal, janji-janji KPK itu banyak sekali di hadapan DPR yang 10 persennya pun belum tercapai."

Dia lalu menunjukkan sejumlah dokumen dari sejumlah kasus KPK yang uang rampasannya tak masuk ke kas negara. Ada pula kasus dengan kerugian Rp 6 triliun, kasus bencana, KONI, serta pasar yang disebutnya tak pernah diangkat. Menurut Arteria, itulah guna Dewan Pengawas untuk memastikan pengusutan berjalan lancar.

"Ini yang saya katakan, ini yang kita coba kita hargai capaian KPK. Tapi enggak boleh menutup mata kalau harus ada pembenahan KPK. Tahu enggak Prof, siapa pelakunya?" ucapnya. Ditanya oleh politikus muda berusia 44 tahun tersebut, Emil Salim sigap menjawab, "Dalam aturan UU KPK, ada kewajiban menyampaikan laporan. Tiap tahun dia menyampaikan laporan."

Arteria Dahlan menanggapi dengan nadalebih tinggi sembari menunjuk-nunjuk Emil Salim, yang usianya lebih tua sekitar 45 tahun dari dia.

"Enggak pernah dikerjakan Prof. Prof tahu enggak. Mana Prof? Saya di DPR Prof, enggak boleh begitu Prof. Saya di DPR, saya yang tahu, Prof. Mana? Prof, sesat! Ini namanya sesat! Prof, sesat!". Tempo.

Arteria Dahlan Panen Kritik Usai Tunjuk- Tunjuk Prof Emil Salim

Arteria Dahlan tak mempermasalahkan kritik-kritik yang ditujukan kepadanya setelah terlibat debat dengan ekonom Emil Salim terkait Perppu KPK. Menurutnya, caranya menyampaikan pandangan memang tidak populer dan dia baik-baik saja akan hal itu.

Pernyataan itu disampaikan Arteria saat dimintai tanggapan soal penyuntingan profilnya di Wikipedia menjadi 'Arteria Bacot'. Arteria menyatakan semua orang bebas berpendapat di negara demokrasi, tapi dia tahu siapa saja yang telah melakukan 'penzaliman' terhadap dirinya.


"Saya mewakafkan diri saya untuk tidak populer, untuk tidak populer, tapi saya bekerja penuh dengan keyakinan yang saya yakini untuk melakukan pendidikan politik kepada rakyat. Ini bagian dari pendidikan politik. Memang tidak populer, tapi saya harus menyatakan kebenaran," kata Arteria saat dihubungi, Kamis (10/10/2019).


Profil Arteria Dahlan.


Profil Arteria Dahlan - berbagaireviews.com


Arteria Dahlan, S.T., S.H., M.H. (lahir di Jakarta, 7 Juli 1975; umur 44 tahun) adalah seorang pengacara dan politisi Indonesia dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pada 23 Maret 2015 Arteria dilantik sebagai anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur VI menggantikan Djarot Syaiful Hidayat yang ditunjuk sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk mendampingi Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Wikipedia.

Pendidikan Arteria Dahlan.
  • SDN GUNUNG 01 Pagi (1981–1987)
  • SMPN II Jakarta Selatan (1987–1990)
  • SMAN 70 Bulungan, Jakarta Selatan (1990–1993)
  • Teknik Elektro, Universitas Trisakti (1993–1999)
  • Ilmu Hukum, Universitas Indonesia (1994–1999)
  • Ilmu Hukum Ketatanegaraan, Universitas Indonesia (2012–2014)

Aktivitas Arteria Dahlan
  • Pimpinan Arteria Dahlan Lawyers
  • Wakil Sekretaris Jenderal DPP Serikat Pengacara Indonesia (DPP SPI)
  • Kuasa Hukum Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI)
  • Tim Legal Sekretariat PSSI (2006–2009)
  • Penasihat Hukum Komite Normalisasi PSSI (2011)

Golkar Bicara soal Etika, Menyayangkan Sikap Arteria Dahlan ke Emil Salim.


Sikap Arteria Dahlan kepada Emil Salim - berbagaireviews.com


Partai Golkar menyayangkan sikap anggota Fraksi PDIP DPR Arteria Dahlan yang menunjuk-nunjuk dan menyebut ekonom Emil Salim sesat. Golkar mengingatkan Arteria untuk berlaku hormat terhadap sesepuh partainya itu.

"Kami sangat menghormati Prof Emil Salim sebagai salah satu sesepuh Partai Golkar. Beliau sudah banyak makan asam garam dalam pemerintahan dan politik. Tentu kita harus menghormati beliau," ungkap Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Debat panas antara Arteria Dahlan dan Emil Salim terjadi di acara Mata Najwa episode 'Ragu-ragu Perpu' pada Rabu (9/10). Episode itu membahas rencana penerbitan Perppu KPK. Dalam salah satu segmen, Arteria dan Emil Salim adu argumen. Nada bicara Arteria sempat meninggi hingga menampilkan gestur menunjuk - nujuk Emil Salim. Dia juga menyebut sang profesor sesat.
Detiknews.


Demikianlah ulasan tentang netizen membully Arteria Dahlan yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan dan kekurangannya, kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar