Various Reviews Knowledge and Education

31 Agustus 2019

Hewan Amfibi (Amphibians), Pengertian, Ciri - Ciri, Anatomi, Kelompok, Contoh - Contoh Hewan Amfibi Beserta Gambar.

| 31 Agustus 2019
 
Hewan Amfibi (Amphibians) - berbagaireviews.com
 
 
Amfibi merupakan golongan hewan bertulang belakang yang memiliki kemampuan untuk hidup di dua alam. Amfibi dapat hidup di daratan tapi juga dapat hidup di air. Amfibi tergolong hewan yang unik. Keunikan tersebut dapat kita temukan pada beragam ciri khas yang dimilikinya.


Pengertian Hewan Amfibi

Amfibia atau amfibi (Amphibia), umumnya didefinisikan sebagai hewan bertulang belakang (vertebrata) yang hidup di dua alam; yakni di air dan di daratan. Hewan yang hidup di dua alam sebagian besar adalah hewan berdarah dingin atau yang biasa disebut poikiloterm. Suhu tubuhnya selalu mengikuti lingkungan tempat hewan itu berada. Jika berada di dalam air maka suhu akan lebih rendah dari saat berada di daratan. Hal inilah yang membuat hewan amfibi mudah beradaptasi, bahkan di lingkungan dengan suhu ekstrem.

Hewan amfibi adalah hewan yang hidup di dua alam, baik di darat maupun di air. Sebagian besar hewan amfibi mengalami metamorfosis. Bentuknya selalu berubah pada setiap fase hidupnya, mulai dari telur hingga dewasa. Hewan ini mempunyai ciri yang dapat kita kenali dengan melihat kulitnya yang selalu terlihat basah dan berlendir. Hal ini karena kulit hewan amfibi sangat mudah menyerap air.

Jantung pada hewan amfibi memiliki tiga ruangan dengan dua ruangan berupa serambi dan satu ruangan bilik. Darah dipompa ke seluruh tubuh melalui peredaran darah yang tertutup. Hewan amfibi saat masih kecil bernapas menggunakan insang dan saat dewasa bernapas menggunakan paru-paru dan kulit.


Ciri - Ciri Hewan Amfibi

Berikut ini ciri – ciri dari hewan amfibi adalah sebagai berikut :

Amfibi merupakan satu-satunya vertebrata yang mengalami metamorfosis lengkap
  • Telur biasanya diletakkan di dalam air atau lingkungan lembab dan dibuahi secara eksternal
  • Berkulit halus,tipis,berbulu,berpori. Kulit mengandung kelenjar lendir dan kelenjar racun
  • Amfibi adalah hewan berdarah dingin. Tidak seperti hewan berdarah panas yang mengatur suhu tubuh secara internal,amfibi mengatur suhu tubuh dari luar tubuh mereka
  • Jantung terdiri dari 3 ruang,2 atrium,1 ventrikel
  • Respirasi dapat secara terpisah atau dalam kombinasi paru-paru,kulit, dan insang
  • Memiliki peredaran darah tertutup
  • Kaki memiliki selaput
  • Anggota badan memiliki ukuran bervariasi dengan anggota bagian depan lebih kecil dari anggota bagian belakang.

Anatomi Hewan Amfibi.
 
 
Anatomi hewan amfibi - berbagaireviews.com
 
 
Kulit

Banyak amfibi melakukan sekresi pada kulit mereka yang membuatkan mereka racun. Mereka tidak menghasilkan racun mereka sendiri. Mereka mendapatkan racun dari apa yang mereka makan. Mereka memakan serangga di habitatnya. Serangga-serangga ini mendapatkan racun dari tumbuhan. Racunnya telah ditemukan di sejenis kumbang. Ini berarti kalau mereka agaknya adalah penyebab ditemukannya racun di binatang amfibi. Suku Indian di Amerika menggunakan racun ini dari katak dart saat berburu.

Kadal dari genus Taricha memiliki racun yang disebut tetrodotoxin. Para ilmuwan percaya kalau racun dari kadal ini disebabkan oleh bakteri di genus Pseudolateromonas, Pseudomonas dan Vibrio. Karena ini, kadal ini tak memiliki banyak predator. Akan tetapi, beberapa spesies ular telah mengembangkan sebuah resistansi. Ini berarti mereka bisa makan kadal itu tanpa takut kalau-kalau racunnya akan menyakiti mereka.

Sistem indra dan rangka

Mata dari binatang amfibi memiliki penutup, kelenjar dan pipa. Mereka punya penglihatan berwarna dan tajam. Mata sesilia kecil dan gelap. Kebanyakan dari mereka buta. Sebagian besar amfibi memiliki indra penciuman yang baik bahkan di bawah air. Sistem rangka amfibi serupa dengan binatang berkaki empat yang lain. Mereka punya tulang belakang, iga yang melengkung, tulang panjang seperti humerus dan femur. Mereka juga punya tulang pendek seperti palang dan metatarsal. Sebagian besar amfibi punya empat anggota gerak kecuali sesilia. Tulang amfibi berlubang-lubang dan tidak terlalu berat.


Kelompok Hewan Amfibi

Secara garis besar, hewan jenis amfibi ini dibagi menjadi tiga kelompok besar yang antara lain Anura, Arodela, dan Apoda.

1. Anura


Anura (kodok) - berbagaireviews.com


Anura adalah sekelompok hewan yang saat muda memiliki ekor dan saat sudah dewasa ekornya perlahan hilang hingga akhirnya habis. Hewan yang masuk kategori ini adalah jenis katak-katakan. Katak memiliki kulit yang selalu lembap dan saat kecil hidup di air namun saat dewasa bisa hidup di air atau pun di daratan. Kodok yang mirip dengan katak juga termasuk ke dalam kelompok Anura meski memiliki golongan sendiri dalam sistematika penamaan ilmiahnya. Contoh hewan dari kelompok Anura adalah Katak sawah, kodok bangkong, katak pemanjat, katak bertanduk, katak beracun dari hutan amazon, dan masih banyak lagi.


2. Apoda
 
 
Apoda (Cecilia) - berbagaireviews.com
 

Salah satu jenis hewan Apoda adalah Cecilia. Hewan amfibi yang tidak memiliki ekor maupun kaki. Bentuknya mirip dengan cacing, belut, dan ular. Tekstur kulit pada cecilia sangat lembut dan berwarna gelap, namun beberapa jenis dari cecilia ditemukan dengan warna kulit sangat cerah seperti merah dan kuning. Pada kulit cecilia terdapat sisik-sisik kecil seperti ular yang menutupi tubuhnya yang beruas-ruas. Kulit dari hewan ini dapat menghasilkan racun yang dapat membantunya dalam bertahan hidup dari pemangsanya. Cecilia memiliki pembuahan internal, berbeda dengan jenis katak yang pembuahannya berada di luar tubuh. Cecilia jantan memiliki organ mirip penis yang disebut Phallodeum. Organ ini akan masuk ke tubuh betina melalui kloaka hingga 3 jam lamanya. Hewan ini banyak sekali ditemukan pada area lembap seperti parit atau pinggir sungai.

3. Arodela.
 
 
Salamander (Arodela) - berbagaireviews.com
 

Hewan amfibi jenis ini adalah salamander. Hewan salamander berbentuk menyerupai kadal yang biasanya hidup di darat. Tapi salamander dapat hidup dan bernapas di dalam air. Tubuh salamander memanjang dengan ekor yang cukup panjang tapi kaki yang pendek. Hewan ini memiliki 550 jenis dan tersebar di seluruh dunia, namun sayang di Indonesia tidak memiliki hewan salamander ini. Hanya jenis katak dan cecilia yang ada. Meskipun jenis ini amfibi namun beberapa jenis dari salamander ada yang sejak kecil hingga dewasa dominan hidup di air, bahkan tidak pernah ke darat sama sekali. Salamander memiliki keunikan dalam hal regenerasi. Bagian tubuh yang putus pada salamander bisa perlahan-lahan tumbuh lagi menjadi organ yang baru, kemampuan sama seperti yang dimiliki oleh kadal dan cicak.


Contoh - Contoh Hewan Amfibi

Ada banyak hewan amfibi yang dapat ditemukan di sekitar kita maupun di hutan. Berikut adalah beberapa contoh hewan amfibi yang ada di dunia.

Kodok (Bufo sp)


 Kodok (Bufo sp) - berbagaireviews.com
 
 
Kodok merupakan salah satu contoh hewan amfibi yang dengan mudah untuk ditemukan. Hewan ini banyak dijumpai di daerah lembab misalnya di dekat rawa ataupun sungai. Kodok memiliki kaki berkuku dan berselaput. Permukaan tubuh kodok beracun dan kasar. Kaki kodok memiliki permukaan yang lebih panjang dibagian belakang yang sangat berguna untuk melompat. Hewan ini cenderung berwarna gelap dan hidup di atas permukaan tanah. Ukuran kecebong kodok diketahui lebih besar dibanding katak. Sistem ekskrei pada reptil berbeda dengan amfibi.

Katak Sawah (Rana sp).


Katak Sawah (Rana sp) - berbagaireviews.com

 
Katak sawah memiliki ukuran yang lebih kecil. Katak ini banyak ditemukan di sawah – sawah yang tergenang. Katak memiliki kaki berselaput yang membuat katak sangat pintar berenang. Kulit pada tubuh katak sangat licin dan berwarna tidak mecolok. Katak banyak memakan serangga kecil di tepi sawah. Kulitnya yang licin namun tidak beracun seperti pada kodok. Katak sawah juga memiliki panjang kaki belakang lebih panjang di banding kaki depan karena memungkinkan berenang dengan cepat. Hal ini menjadi salah satu gaya dalam olahraga berenang yakni gaya katak. Katak bernafas dengan insang saat masa kecebong berbeda dengan sistem pernafasan invertebrata.

Katak Pohon (Hyla sp)


Katak Pohon (Hyla sp) - berbagaireviews.com

 
Katak pohon merupakan katak yang berukuran lebih kecil dari katak sawah dan kodok. Hal yang menarik dari katak pohon adalah memiliki warna yang mencolok dan beracun. Katak pohon menggunakan juluran lidah untuk memangsa makanannya berupa serangga kecil. Kakinya kecil yang memiliki bantalan (pad) memungkinkan katak ini untuk lompat dari pohon satu ke pohon yang lainnya. Katak juga memiliki permukaan kulit yang licin dan halus namun beracun. Ini juga merupakan contoh hewan metamorfosis sempurna.


Salamander (Salamandra sp).
 

Salamander (Salamandra sp) - berbagaireviews.com


Salamander adalah salah satu jenis hewan amfibi yang memiliki bentuk tubuh mirip dengan cicak. Hal ini dpaat diamati dengan cara melihat bagian tubuh pada salamander yang telah patah. Salamander memiliki habitat  didaerah yang lembab misalnya di dekat rawa. Salamander lebih sering menghabiskan waktunya ditempat yang berair.

Sesilia / Apoda (Caecilia sp).
 
 
Sesilia / Apoda (Caecilia sp) - berbagaireviews.com
 

Sesilia atau apoda adalah salah satu jenis hewan yang tergolong amfibi. Hewan ini termasuk ke dalam hewan amfibi kategori langka. Sesilia juga memiliki habitat di tempat yang lembab. Sesilia memiliki bentuk yang panjang seperi ular. Ukuran sesilia hanya saja lebih kecil. Sesilia juga dikenal dengan nama ulo duwel oleh orang jawa. Banyak orang yang menganggap jika hewan sesilia merupakan jenis cacing atau anak ular karena memiliki bentuk yang mirip.

Axolotl (Ambystoma mexicanum)


Axolotl (Ambystoma mexicanum) - berbagaireviews.com

Axolotl adalah salah satu jenis amfibi yang banyak menghabiskan waktu untuk berada didalam air. Hewan axolotl dikenal juga dengan nama salamander meksiko. Hewan ini memiliki bentuk seperti kadal. Banyak yang berpendapat hewan ini sangat imut dan lucu. Tubuhnya memiliki warna tubuh putih. Hal ini akan membuat hewan axolotl menjadi diminati sebagai hewan peliharaan eksotik untuk orang yang menyukainya.

Common Mudpuppy (Necturus maculosus).
 

Common Mudpuppy (Necturus maculosus) - berbagaireviews.com


Hewan ini merupakan salah satu jenis amfibi yang diketahui endemik berada di timur laut bagian Amerika Serikat. Hewan banyak ditemukan di wilayah negara Kanada pada tempat lembab. Mereka suka bersembunyi di dalam air dengan kedalaman hingga 90 kaki. Hewan ini juga diketahui dapat hidup hingga 20 tahun dengan bertahan memakan daging seperti telur ikan, serangga, dan lain – lain.

Neuse River Waterdog (Necturus lewisi).
 

Neuse River Waterdog (Necturus lewisi) - berbagaireviews.com

 
Hewan ini menyerupai kadal dan banyak ditemukan di daerah utara Carolina. Ukuran hewan ini sekitar 16,5 hingga 28 cm. Permukaan kulit halus dengan corak.

Olm (Proteus anguinus).


Olm (Proteus anguinus) - berbagaireviews.com

Hewan ini berasal dari eropa selatan. Hewan banyak ditemukan di perairan yang melalui tanah berkapur. Warna kulit hewan ini merah muda seperti manusia yang berada di sana.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan atau kekurangan kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga Bermanfaat dan Terima Kasih.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar