Home » , » Semen PCC, Portland Composite (PCC), Jenis - Jenis Semen Campuran dan Keunggulan PCC.

Semen PCC, Portland Composite (PCC), Jenis - Jenis Semen Campuran dan Keunggulan PCC.

Posted by berbagaireviews.com on 27 Juni 2018

Mahalnya harga bahan bakar memicu pabrik semen untuk berhemat agar dengan daya beli masyarakat yang barangkali turun, semen tetap terjangkau. Selain itu, dengan perkembangan teknologi bahan, pabrik semen juga berlomba untuk menciptakan produk-produk baru sehingga kadang membingungkan masyarakat. Pada kesempatan ini saya postingkan dua diantara type semen yang ada. Dua tipe ini sering tersedia di pasaran namun karena penggunaannya mirip maka bisa membingungkan kita sebagai konsumen.



Produksi Semen Indonesia - berbagaireviews.com

Semen adalah zat yang digunakan untuk merekatkan batu,bata merah,batako maupun bahan bangunan lainnya dengan campuran pasir.Semakin pesatnya perkembangan industri semen di Indonesia,ada beberapa tipe semen diproduksi yaitu Ordinary Portland Cement, White Cement dan Semen Tipe PCC (Portland Composite Cement).

Pengertian Semen PCC (Portland Composite Cement).

Semen PCC atau Portland Composite Cement atau Semen Portland Composite, adalah semen Portland yang masuk kedalam kategori Belended Cement atau semen campur. Semen campur ini dibuat atau didesign karena dibutuhkannya sifat-sifat tertentu yang mana sifat tersebut tidak dimiliki oleh semen portland tipe I. Untuk mendapatkan sifat-sifat tertentu pada semen campur maka pada proses pembuatannya ditambahkan bahan aditif seperti Pozzolan, Fly ash, silica fume dll.


Semen Portland Composite (PCC) - berbagaireviews.com

Menurut SNI 15 7064.2004 maka defenisi Semen Portland Composite adalah :

Semen Portland Composite, Adalah bahan pengikat hidrolisis hasil penggilingan bersama-sama terak semen portland dan gyps dengan satu atau lebih bahan anorganik atau hasil pencampuran antara bubuk semen portland dengan bubuk bahan anorganik lain.

Bahan anorganik tersebut antara lain :
  • Terak Tanur Tinggi (blast Furnace Slag),
  • Pozzolan,
  • Senyawa silicat,
  • Batu kapur dengan kadar total bahan anorganik 6% – 35 % dari massa semen portland komposite.
Semen adalah perekat hidraulis bahan bangunan, artinya akan jadi perekat bila bercampur dengan air. Bahan dasar semen pada umumnya ada 3 macam yaitu klinker/terak (70% hingga 95%, merupakan hasil olahan pembakaran batu kapur, pasir silika, pasir besi dan lempung), gypsum (sekitar 5%, sebagai zat pelambat pengerasan) dan material ketiga seperti batu kapur, pozzolan, abu terbang, dan lain-lain. Jika unsur ketiga tersebut tidak lebih dari sekitar 3 % umumnya masih memenuhi kualitas tipe 1 atau OPC (Ordinary Portland Cement). Namun bila kandungan material ketiga lebih tinggi hingga sekitar 25% maksimum, maka semen tersebut akan berganti tipe menjadi PCC (Portland Composite Cement).

Jenis - Jenis Semen Campur.

Beberapa jenis semen campur diantaranya:

1. Portland Composite Cement (PCC).

Kegunaan Portland Composite (PCC) ini secara luas adalah bahan pengikat untuk konstruksi beton umum, pasangan batu bata, beton pra cetak, beton pra tekan, paving block, plesteran dan acian, dan sebagainya. Karakteristik Portland  Composite Cement (PCC) lebih mudah dikerjakan, kedap air, tahan sulfat, dan tidak mudah retak. Material ini terdiri dari beberapa unsur diantaranya terak, gypsum, dan bahan anoraganik.

2. Super Portland Pozzolan Composite Cement (PPC).

Kegunaan super portland pozzolan composite cement diantaranya adalah sebagai konstruksi beton massa, konstruksi di tepi pantai dan tanah rawa yang harus memiliki ketahanan terhadap sulfat, tahan hidrasi panas sedang, pekerjaan pasangan dan plesteran. Beberapa jenis bangunan yang menggunakan produk ini diantaranya perumahan, jalan raya, dermaga, irigasi, dan sebagainya. Semen ini merupakan pengikat hidrolis seperti halnya PCC namun terdiri dari campuran terak, gypsum, dan pozzolan.

3. Special Blended Cemeny (SBC).

Ada yang istimewa dari jenis special belended cement (SBC) atau semen campur karena khusus dirancang dalam pembangunan jembatan terbesar yang menghubungkan Surabaya dengan Madura yang dikenal dengan Jembatan Suramadu. Karakteristik special blended cement tentu memenuhi kebutuhan konstruksi bangunan pada air laut seperti halnya jembatan Suramadu yang berdiri diatas laut.

4.  Super Masonry Cement (SMC).

Kegunaan Super Masonry Cement (SMC) diantaranya sebagai bahan baku genteng beton, tegel, hollow brick, dan paving block. Selain itu, digunakan hanya pada kisaran konstruksi bangunan rumah atau irigasi dengan struktur beton paling besar K225. Tipe ini pertama kali diperkenalkan di USA.

5. Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR (High Sulfate Resistance).

Lain rumah, lain pula material yang digunakan untuk sumur bumi. Karakteristik Oil Well Cement (OWC) Class G-HSR yang tahan terhadap sulfat tinggi ini merupakan jenis yang dibuat untuk kegunaan khusus di kedalaman dan temperatur tertentu yang bisa disesuaikan dan kecepatan pengerasan dikurangi. Diantara proyek yang menggunakan material ini yaitu sumur minyak bumi di bawah permukaan bumi dan laut.

6. Semen Thang Long PCB40.

Karakteristik semen thang long PCB40 yang memiliki daya tahan tinggi terhadap sulfat sesuai untuk konstruksi bangunan bawah tanah dan air. Tak hanya itu, semen ini juga memeiliki daya tahan terhadap penyerapan air, erosi lingkungan, dan tahan lama. Jenis ini juga hemat digunakan karena kekuatannya. Iklim Vietnam sangat pas untuk penggunaan jenis semen ini.

7. Semen Thang Long PC50.

Kegunaan semen thang long PC50 yang banyak digunakan untuk proyek-proyek besar dan rumit sehingga membutuhkan jenis semen dengan spesifikasi tinggi. Standarisasi yang setara Asia, Eropa, bahkan Amerika ini diaplikasikan untuk jembataan hingga pembangkir listrik. Karakteristik semen thang long PC50 diantaranya memiliki ketahanan tinggi terhadap sulfat sehingga bisa pula digunakan di bawah tanah dan air.

Karakteristik Portland  Composite Cement (PCC).
  • Lebih mudah dikerjakan,
  • Kedap air,
  • Tahan sulfat, dan
  • Tidak mudah retak.
  • Material ini terdiri dari beberapa unsur diantaranya terak, gypsum, dan bahan anoraganik.

Sifat - Sifat yang dimiliki Semen PCC.
  • Mempunyai panas hindrasi rendah sampai sedang
  • Tahan terhadap serangan sulfat
  • Kekuatan tekan awal kurang, namun kekuatan akhir lebih tinggi
  • Ditinjau dari sifat yang dimiliki oleh Semen PCC maka semen tersebut dapat digunakan sebagai alternatif atau pengganti semen portland tip II,IV atau V.

Standard Acuan Semen PCC.
Standar acuan yang digunakan semen portland composite bersumber dari EN-197-1, Europen Standard CEM II Portland Composite Cement. Menurut EN 197-1 Portland Composite Cement CEM II terbagi 2 yaitu :
  • CEM II/A-M, komposisi semen ini terdiri dari, 80 – 90 % klinker/terak, 6 – 20 % bahan anorganik (Blast Furnace, silica fume,pozzolan, flyash, burn shale lime stone), 0 – 5 % Bahan tambahan Minor (gypsum).
  • CEM II/B-M, komposisi semen ini terdiri dari, 65 – 79 % klinker/terak, 21 – 35 % bahan anorganik (Blast Furnace, silica fume,pozzolan, flyash, burn shale lime stone), 0 – 5 % Bahan tambahan Minor (gypsum).
Sedangkan kalau mengacu ke standard ASTM maka standard yang digunakan adalah ASTM C 595, 
Specification for Blnded Cement. Menurut standard ini maka blended cement terbagi menjadi :
  • Tipe IS = Portland Blast Furnace Slag Cement
  • Tipe IP = Portland Pozzolan Cement
  • Tipe P = Portland Pozzolan Cement for use when higher strength at early age not required
 Kalau menurut SNI maka semen PCC mengacu pada SNI 15 7064, Semen Portland Composite.

Keunggulan Semen Tipe PCC Dibandingkan Tipe Semen Lainnya.

Semen Tipe PCC (Portland Composite Cement) merupakan jenis semen varian baru yang mempunyai karakteristik mirip dengan semen Portland pada umumnya tetapi semen jenis ini mempunyai kualitas yang lebih baik, ramah lingkungan dan mempunyai harga yang lebih ekonomis.

Semen jenis inilah yang sering kita jumpai di toko-toko bahan bangunan dan dipakai untuk keperluan pembangunan rumah tinggal dan sarana lainnya.Jika di daerah khususnya daerah Jawa ada yang menyebut semen dengan istilah PESE (PC) yang sebenarnya berasal dari kata PCC (Portland Composite Cement).

Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I.

Ordinary Portland Cement (OPC) Tipe I - berbagaireviews.com

  • Indonesian Standard : SNI 15-2049-2004
  • American Standard : ASTM C 150-04a
  • European Standard : EN 197-1:2000

Semen Portland Tipe I merupakan jenis semen yang cocok untuk berbagai macam aplikasi beton dimana syarat-syarat khusus tidak diperlukan.

Portland Composite Cement (PCC).


Portland Composite Cement (PCC) - berbagaireviews.com

  • Indonesian Standard : SNI 15-7064-2004
  • European Standard : EN 197-1:2000 (42.5 N & 42.5 R)

PCC (Portland Composite Cement) digunakan untuk bangunan-bangunan pada umumnya, sama dengan penggunaan Semen Portland Tipe I dengan kuat tekan yang sama. PCC mempunyai panas hidrasi yang lebih rendah selama proses pendinginan dibandingkan dengan Semen Portland Tipe I, sehingga pengerjaannya akan lebih mudah dan menghasilkan permukaan beton/plester yang lebih rapat dan lebih halus.

Jadi dari keterangan di atas, kalau kita hanya butuh untuk bangunan biasa dengan lantai tidak terlalu tinggi serta bukan untuk tiang dan balok beton, tipe PCC barangkali cukup memadai. Namun untuk yang memerlukan kekuatan tinggi sebaiknya pakai OPC tipe 1. Plesteran dan pasangan bata barangkali pakai PCC sedang tiang, balok dan lantai coran sebaiknya pakai OPC tipe 1.

" Maaf walaupun contoh gambar di atas ada merk semen (Semen Padang atau semen lainnya), penulis tidak berpihak kepada siapapun, sebab bila memenuhi SNI atau ASTM semua merk boleh anda pakai".

Yang jelas dengan memakai PCC berarti pula menghemat sumber daya alam dan energi karena kebutuhan energinya lebih besar OPC. Silakan mencoba, semoga rumah anda kuat, kokoh, dan nyaman.


Thanks for reading & sharing berbagaireviews.com

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Search

Translate

subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

Follow by Email

Facebook  Twitter  Google+  RSS Feed

RSS

Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.