Various Reviews of Knowledge and Education.

28 September 2017

Ciri - Ciri Karya Sastra dan Fungsi Karya Sastra, Function of Literary Works.

Ciri - Ciri Karya Sastra dan Fungsi Karya Sastra, Function of Literary Works.

Karya Sastra adalah penciptaan disampaikan kepada komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika. Karya-karya ini sering mengatakan, baik di pertama atau ketiga orang, dengan plot dan melalui penggunaan berbagai perangkat sastra yang berhubungan dengan waktu mereka.


Ciri - ciri Karya Sastra dan Fungsi Karya Sastra - berbagaireviews.com

Ciri-Ciri Sastra.
Ciri-ciri sastra antara lain:
  • Isinya dapat menggambarkan akan manusia dengan berbagai bentuk permasalahannya.
  • Terdapat tatanan bahasa yang baik dan indah.
  • Cara penyajiannya dapat memberi kesan yang menarik bagi pembaca.
  • Sastra memberikan hiburan. dalam lubuk hati manusia terpatri kecintaan dan keindahan. Manusia adalah makhluk yang suka keindahan. Karya sastra adalah apresiasi keindahan itu. Karena itu, karya sastra yang baik selalu menyenangkan pembaca.
  • Sastra menunjukkan kebenaran hidup. Dalam karya sastra terungkap berbagai pengalaman hidup manusia, yang baik, yang jahat, yang benar, maupun yang salah. Karena itu manusia lain dapat memetik pelajaran yang baik dari pelajaran yang baik dari karya sastra.
  • Sastra melampaui batas bangsa dan zaman. Nilai-nilai kebenaran, ide, atau gagasan dalam karya sastra yang baik bersifat universal, sehingga dapat dinikmati oleh bangsa manapun.

Fungsi Karya Sastra.
  • Ada beberapa fungsi karya sastra, salah satunya disampaikan oleh Sapardi Djoko Damono yaitu untuk mengkomunikasikan ide dan menyalurkan pikiran serta perasaan estetis manusia pembuatnya. Ide itu disampaikan lewat amanat yang pada umumnya ada dalam sastra.
  • Selain ide, dalam sastra terdapat juga deskripsi berbagai peristiwa, gambaran psikologis, dan berbagai dinamika penyelesaian masalah. Hal ini dapat menjadi sumber pemikiran dan inspirasi bagi pembacanya. Konflik-konflik dan tragedi yang digambarkan dalam karya sastra memberikan kesadaran pada pembaca bahwa hal itu dapat terjadi dalam kehidupan nyata dan dialami langsung oleh pembaca. Kesadarannya itu membentuk semacam kesiapan dalam diri untuk menghadapi kondisi sosial yang terjadi di masyarakat. Sastra juga berguna bagi para pembacanya sebagai media hiburan.
  • Fungsi reaktif yaitu dapat memberikan sebuah kesangan atau hiburan untuk para pembacanya.
  • Fungsi estetis yaitu dapat memberi keindahan bagi para pembacanya.
  • Fungis didaktif yaitu dapat memberikan sebuah pengetahuan atau wawasan mengenai persoalan-persoalan yang ada di kehidupan kepada para pembacanya.
  • Fungsi religius yaitu dapat menghadirkan nilai ajaran keagamaan di dalamnya yang dapat di teladani oleh para pembacanya.
  • Fungsi moralitas yaitu dapat memberi pengetahuan moral antara yang baik dan yang buruk begi para pembacanya.

Bentuk - Bentuk Karya Sastra dan Jenis - Jenis Karya Sastra, Types of literary works.

Bentuk - Bentuk Karya Sastra dan Jenis - Jenis Karya Sastra, Types of literary works.

Menurut Sumardjo dan Sumaini, salah satu pengertian sastra adalah seni bahasa. Maksudnya adalah, lahirnya sebuah karya sastra adalah untuk dapat dinikmati oleh pembaca. Untuk dapat menikmati suatu karya sastra secara sungguh-sungguh dan baik diperlukan pengetahuan tentang sastra. Tanpa pengetahuan yang cukup, penikmatan akan sebuah karya sastra hanya bersifat dangkal dan sepintas karena kurangnya pemahaman yang tepat. Sebelumnya, patutlah semua orang tahu apa yang dimaksud dengan karya sastra. Karya sastra bukanlah ilmu. Karya sastra adalah seni, di mana banyak unsur kemanusiaan yang masuk di dalamnya, khususnya perasaan, sehingga sulit diterapkan untuk metode keilmuan. Perasaan, semangat, kepercayaan, keyakinan sebagai unsur karya sastra sulit dibuat batasannya.

Bentuk Karya Sastra

Ada beberapa fungsi sastra, salah satunya disampaikan oleh amriyan Sukandi adalah untuk mengkomunikasikan ide-ide dan menyalurkan pikiran dan perasaan dari pembuat estetika manusia. Gagasan itu disampaikan melalui mandat yang umumnya ada dalam literatur.

Bentuk - bentuk Karya Sastra - berbagaireviews.com
Selain ide, dalam literatur ada juga deskripsi peristiwa, gambar psikologis, dan pemecahan masalah jangkauan dinamis. Hal ini dapat menjadi sumber ide dan inspirasi bagi pembaca. Konflik dan tragedi yang digambarkan dalam karya sastra untuk memberikan kesadaran kepada pembaca bahwa ini bisa terjadi dalam kehidupan nyata dan dialami langsung oleh pembaca.

Kesadaran yang membentuk semacam kesiapan batin untuk mengatasi kondisi sosial yang berlaku dalam masyarakat. Sastra juga berguna untuk pembaca sebagai media hiburan.

Jenis Karya Sastra.


Jenis - jenis Karya Sastra - berbagaireviews.com

Karya sastra dikenal dalam dua bentuk, yaitu fiksi dan nonfiksi. Jenis karya sastra fiksi adalah prosa, puisi, dan drama. Sedangkan contoh karya sastra nonfiksi adalah biografi, autobiografi, esai, dan kritik sastra. Menurut Suroto, roman terbentuk atas pengembangan seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut.
Ada 2 bentuk karya sastra yaitu fiksi dan non fiksi. 
  1. Jenis karya sastra fiksi seperti Prosa, Puisi, dan Drama. 
  2. Sedangkan karya sastra nonfiksi seperti biografi, autobiografi, esai dan kritik sastra.
1. Karangan Prosa (Karangan Bebas).
Karangan prosa atau karangan bebas adalah karangan yang tidak terikat oleh jumlah baris, bait dan rima (sajak). Ada 2 jenis karangan bebas (prosa) yaitu prosa lama dan prosa baru.

a. Prosa lama, diantaranya :
  • Legenda adalah cerita terjadinya suatu daerah, danau, gunung, dan sebagainya. Contoh : Terjadinya Gunung Tangkuban Perahu, Asal – Usul Terajadinya Danau Toba.
  • Fabel adalah cerita yang tokoh – tokohnya berupa hewan. Contoh : Kelinci dan Buaya
  • Sage adalah cerita tentang sejarah. Contoh : Berdirinya Kerajaan Sriwijaya
  • Mitos adalah cerita tentang makhluk gaib. Contoh : Nyi Roro Kidul
b. Prosa Baru, diantaranya :

Cerita pendek (cerpen) adalah cerita yang bentuknya pendek. 
Ciri- ciri cerpen antara lain 
  • alurnya lebih sederhana, 
  • tokohnya hanya beberapa orang, 
  • latar hanya sesaat, 
  • lingkupnya terbatas dan 
  • temanya lebih sederhana
Novel adalah cerita yang mengisahkan sisi utuh kehidupan tokoh-tokohnya. Ciri-ciri umum novel antara lain alurnya lebih rumit dan panjang, tokoh lebih banyak dalam berbagai karakter, latar waktunya lama dengan lingkup yang luas dan temanya lebih rumit dan kompleks.

Autobiografi adalah karangan yang berisi riwayat hidup seseorang yang ditulis sendiri oleh tokoh tersebut.
Biografi adalah karangan yang berisi riwayat hidup seseorang yang dituis oleh orang lain.
Prosa dapat ditulis dalam berbagai bentuk :

Karangan narasi
Karangan yang disusun berdasarkan suatu peristiwa tertentu dan diceritakan secara berurutan

Karangan deskripsi
Karangan yang menggambarkan sesuatu dengan kata-kata atau kalimat – kalimat secara terperinci dan
cermat.

Karangan argumentasi
Karangan yang berisi pendapat tentang suatu masalah dengan penyajian data atau fakta. Dalam karangan
ini biasanya disertakan grafik, diagram atau gambar.

Karangan persuasi
Karangan yang bertujuan untuk mempengaruhi pembaca agar mau melakukan sesuatu sesuai yang
diinginkan penulis atau pengarang.

2. Cerita Rakyat.

Cerita rakyat adalah cerita yang tumbuh dan berkembang di suatu daerah tertentu. Cerita tersebut berkembang dari lisan ke lisan dan tidak ada kejelasan siapa pengarangnya. 
Contoh cerita rakyat dari Jawa Barat adalah : Lutung Kasarung, Sangkuriang, dan sebagainya.

Ciri-ciri cerita rakyat :
  • Disampaikan secara lisan
  • Pengarangnya tidak diketahui (anonim)
Unsur – unsur dalam cerita rakyat :
  • Latar adalah keterangan mengenai waktu, tempat, ruang, dan suasana yang terjadi dalam cerita.
  • Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca atau pendengar.
  • Watak adalah sifat bathin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku. Ada watak penyabar, bijaksana, ramah, jahat, iri, dengki, pendendam dan sebaganya.
3. Drama
Drama merupakan tiruan kehidupan manusia yang dipentaskan.

Unsur-unsur drama adalah :
a. Kerangka cerita
Kerangka cerita merupakan rangkaian peristiwa yang membentuk cerita.

b. Penokohan
Penokohan menggambarkan watak setiap tokoh

Ada 3 macam watak tokoh, yaitu :
  • Prontagonis yaitu watak tokoh yang menampilkan perilaku baik : penyayang, penyabar, pembela kebenaran dan sebagainya.
  • Antagonis yaitu watak tokoh yang berperilaku jahat atau penenta yang kebaikan
  • Tritagonis yaitu watak tokoh yang mendukung prontagonis
c. Tema yaitu gagasan pokok dalam cerita

d. Perlengkapan yaitu : kostum, tata panggung, tata lampu dan sebagainya.
Struktur drama ada 3 macam, yaitu :
  • Prolog atau adegan pembukaan.
  • Dialog atau percakapan antar tokoh
  • Epilog atau adegan terakhir atau penutup.
4. Karangan Puisi (Karangan Terikat)
Karangan ini terutama dalam puisi lama, masih terikat dengan jumah baris, bait dan rima (sajak). Puisi terdiri atas 2 jenis, yaitu :

a. Puisi lama
1.Pantun
Contoh :
  • Berburu ke padang datar
  • Mendapat rusa belang kaki
  • Berburu kepalang ajar
  • Bagai bunga kembang tak jadi
Ciri – ciri pantun :
  • Setiap bait terdiri dari 4 baris
  • Setiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata
  • Baris pertama dan kedua merupakan sampiran
  • Baris ketiga dan keempat merupakan isi
  • Berima (bersajak) a-b-a-b

b. Syair
Yaitu bentuk puisi lama yang bentuknya lebih bebas daripada pantun.
Contoh :
  • Titik koma mana yang kurang
  • atau ejaan tiada terang
  • Pembaca jangan berhati berang
  • khilaf atau lupa kerap menyerang
Ciri-ciri syair antara lain :
  • Setiap bait terdiri atas 4 baris
  • Setiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata
  • Bersajak a-a-a-a
  • Selain pantun dan syair, karangan puisi lama antara lain Talibun dan Gurindam.
c. Puisi baru
Jenis puisi ini tidak terikat oleh bait, jumlah baris, atau rima.
Pengertian Karya Sastra dan Syarat - Syarat Karya Sastra, Literature Work.

Pengertian Karya Sastra dan Syarat - Syarat Karya Sastra, Literature Work.

Pengertian Karya Sastra.

Karya sastra merupakan bentuk karya yang sangat indah baik secara lisan atau tulisan. Kata Sastra sendiri berasal dari bahasa sanksekerta yang berarti teks yang mengandung instruksi atau pedoman, Sas berarti instruksi atau berupa ajaran dan Tra berarti alat atau sarana.

Pengertian karya sastra - berbagaireviews.com

Karya Sastra ialah Ciptaan yang disampaikan secara komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika. Karya-karya ini sering menceritakan sebuah kisah, baik dalam atau ketiga orang pertama, dengan plot dan melalui penggunaan berbagai perangkat sastra yang terkait dengan waktu mereka.

Pengertian Sastra Menurut Para Ahli.

Engleton
Menurutnya, Sastra adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencacatkan bentuk bahasa harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjang tipiskan dam diterbalikan, dijadikan ganjil.

Ahmad Badrun
Menurutnya, Sastra ialah kegiatan seni yang menggunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alat dan bersifat imajinatif.

Semi
Menurutnya, Sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya.

Mursal Esten
Menurutnya, Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia (masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan).

Panuti Sudjiman
Menurutnya, Sastra sebagai karya lisan dan tulisan yang memiliki keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya.

Plato
Menurutnya, Sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (Mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide.

Aristoteles
Menurutnya, Sastra sebqagai kegiatan lainnya melalui agama, ilmu pengetahuan dan filsafat.

Robert Scholes
Menurutnya, tentu saja sastra itu sebuah kata bukan sebuah benda.

Sapardi
Dia memaparkan bahwa sastra itu adalah sebuah lembaga sosial yang menggunakan nahasa sebagai medium. Bahasa itu sendiri merupakan ciptaan sosial. Sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial.

Taum
Menurutnya, Sastra adalah karya cipta atau fiksi yang bersifat imajinatif” atau “sastra adalah penggunaan bahasa yang indah dan berguna yang menandakan hal-hal lain”.

Mukarovsky, E.E. Cummings, dan Sjklovski
Menurut mereka, Sastra adalah karya fiksi yang merupakan hasil kreasi berdasarkan luapan emosi yang spontan yang mampu mengungkapkan aspek estetik baik antara aspek kebahasaan maupun aspek makna.

Wellek dan Warren
Menurut mereka, Sastra adalah suatu kegiatan kreatif, sederetan karya seni.

Lefevere
Menurutnya, Sastra adalah deskripsi pengalaman kemanusiaan yang memiliki dimensi personal dan sosial sekaligus serta pengetahuan kemanusiaan yang sejajar dengan bentuk hidup itu sendiri.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
Sastra adalah “karya tulis yang bila dibandingkan dengan tulisan lain, ciri-ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya”. Karya sastra berarti karangan yang mengacu pada nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah. Sastra memberikan wawasan yang umum tentang masalah manusiawi, sosial, maupun intelektual, dengan caranya yang khas. Pembaca sastra dimungkinkan untuk menginterpretasikan teks sastra sesuai dengan wawasannya sendiri.

Tarin
Menurutnya, Sastra adalah obyek dari gejolak emosional penulis dalammengungkapkan, seperti perasaan sedih, frustasi, gembira, dan sebagainya.

Sumarno
Menurutnya, Sastra merupakan pengalaman ekspresi pribadi manusia berupa, pikiran, perasaan, ide, semangat, iman, dalam bentuk gambar yangmembangkitkan tarik beton dengan alat bahasa.

Syarat - Syarat Karya Sastra.


Syarat - Syarat Karya Sastra - berbagaireviews.com

Menurut Jakob Sumardjo dan Zaini KM (1988:5-8) ada sepuluh syarat karya sastra bermutu, yaitu;
  • Karya sastra adalah usaha merekam isi jiwa sastrawannya.
  • Sastra adalah komunikasi, artinya bisa difahami oleh orang lain.
  • Sastra adalah sebuah keteraturan, artinya tunduk pada kaidah-kaidah seni.
  • Sastra adalah penghiburan, artinya mampu memberi rasa puas atau rasa senang pada pembaca.
  • Sastra adalah sebuah integrasi, artinya terdapat keserasian antara isi, bentuk, bahasa, dan ekspresi pribadi pengarangnya.
  • Sebuah sastra yang bermutu adalah sebuah penemuan.
  • Karya yang bermutu merupakan (totalitas) ekspresi sastrawannya.
  • Karya sastra yang bermutu merupakan sebuah karya sastra yang pekat, artinya padat isi dan bentuk, bahasa dan ekspresi.
  • Karya sastra yang bermutu merupakan hasil penafsiran kehidupan.
  • Karya sastra yang bermutu Merupakan sebuah pembaharuan.

26 September 2017

Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik pada Cerpen (Cerita Pendek).

Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik pada Cerpen (Cerita Pendek).

Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek dan singkat. Atau pengertian cerpen yang lainnya yaitu sebuah karangan fiktif yang berisi mengenai kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang diceritakan secara ringkas dan singkat yang berfokus pada suatu tokoh saja.


Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik pada Cerpen - berbagaireviews.com

Cerpen memiliki dua unsur pembangun, diantaranya adalah unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Unsur Intrinsik Cerpen (Cerita Pendek).


Unsur Instrinsik Cerpen (Cerita Pendek) - berbagaireviews.com

Unsur intrinsik adalah unsur pembangun cerpen yang berasal dari dalam cerpen itu sendiri. Jika diibaratkan sebuah bangunan, maka unsur intrinsik adalah komponen-komponen bangunan tersebut.

 Unsur intrinsik cerpen terdiri dari tema, tokoh atau penokohan, alur cerita, latar, gaya bahasa, sudut pandang dan amanat. Berikut penjelasannya:

1. Tema.

Tema adalah sebuah gagasan pokok yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen. Tema biasanya dapat langsung terlihat jelas di dalam cerita atay tersurat dan tidak langsung, dimana si pembaca harus teliti dan dapat menyimpulkan sendiri atau tersirat.

Unsur intrinsik cerpen yang pertama adalah tema. Dalam sebuah cerpen tema merupakan ruh atau nyawa dari setiap karya cerpen. Dengan kata lain tema merupakan ide atau gagasan dasar yang melatarbelakangi keseluruhan cerita yang ada dari cerpen.

Tema memiliki sifat umum dan general yang dapat diambil dari lingkungan sekitar, permasalahan yang ada di masyarakat, kisah pribadi pengarang sendiri, pendidikan, sejarah, perjuangan romansa, persahabatan dan lain-lain.

2. Tokoh dan Penokohan

Unsur intrinsik cerpen yang kedua adalah tokoh. Tokoh atau penokohan adalah salah satu bagian yang wajib ada dalam sebuah cerpen. Namun, yang perlu diketahui adalah tokoh dan penokohan merupakan dua hal yang berbeda dalam sebuah penulisan cerpen.

Tokoh merupakan pelaku atau orang yang terlibat di dalam cerita tersebut. Sedangkan penokohan adalah penentuan watak atau sifat tokoh yang ada di dalam cerita. Watak yang diberikan dapat digambarkan dalam sebuah ucapan, pemikiran dan pandangan dalam melihat suatu masalah.

Penokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam cerita tersebut. Sifat yang telah diberikan dapat tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya:
  • Metode analitik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya.
  • Metode dramatik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog, reaksi dari tokoh lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya).
Ada 4 jenis tokoh yang digambarkan dalam cerpen, antara lain:

Protagonis: Tokoh yang yang menjadi aktor atau pemeran utama dan mempunyai sifat yang baik.
  • Antagonis: Tokoh ini juga menjadi pemeran utama yang menjadi lawan daripada tokoh
  • protagonis. Tokoh antagonis memiliki watak yang negatif seperti: iri, dengki, sombong, angkuh, congkak dan lain-lain.
  • Tritagonis: Tokoh ini adalah tokoh penengah dari protagonis dan antara antagonis. Tokoh ini biasanya memiliki sifat yang arif dan bijaksana.
  • Figuran: Tokoh ini merupakan tokoh pendukung yang memberikan tambahan warna dalam cerita.
Penokohan watak dari 4 tokoh diatas akan disampaikan dengan 2 metode, diantaranya:
  • Analitik, yaitu sebuah metode penyampaian oleh penulis mengenai sifat atau watak tokoh dengan cara memaparkan secara langsung. Seperti : keras kepala, penakut, pemberani, pemalu dan lain sebagainya.
  • Dramatik, yaitu sebuah metode penyampaian sifat tokoh secara tersirat. Biasanya disampaikan melalui tingkah laku si tokoh dalam cerita.
3. Alur (Plot).

Unsur intrinsik yang ketiga adalah alur. Alur adalah urutan jalan cerita dalam cerpen yang disampaikan oleh penulis. Dalam menyampaikan cerita, ada tahapan-tahapan alur yang disampaikan oleh sang penulis. Diantaranya:
  • Tahap perkenalan
  • Tahap penanjakan
  • Tahap klimaks
  • Anti klimaks
  • Tahap penyelesaian
Tahap-tahap alur tersebut harus ada di dalam sebuah cerita. Hal ini bertujuan agar cerita tidak membingungkan orang yang membacanya. Ada 2 macam alur yang kerapkali digunakan oleh para penulis, yakni:

Alur maju. Alur ini menggambarkan jalan cerita yang urut dari awal perkenalan tokoh, situasi lalu menimbulkan konflik hingga puncak konflik dan terakhir penyelesaian konflik. Intinya adalah, pada alur maju ditemukan jalan cerita yang runtut sesuai dengan tahapan-tahapannya.

Alur mundur. Di alur ini, penulis menggambarkan jalan cerita secara tidak urut. Bisa saja penulis menceritakan konflik terlebih dahulu, setelah itu menengok kembali peristiwa yang menjadi sebab konflik itu terjadi.

4. Setting (Latar).

Setting atau latar mengacu pada waktu, suasana, dan tempat terjadinya cerita tersebut. Latar akan memberikan persepsi konkret pada sebuah cerita pendek. Ada 3 jenis latar dalam sebuah cerpen yakni latar tempat, waktu dan suasana.

5. Sudut Pandang.

Sudut Pandang

Adalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada 4, antara lain:

Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama

Dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh ”aku” akan menjadi pusat perhatian dari kisah cerpen tersebut. Dalam sudut pandang ini, tokoh "aku" digunakan sebagai tokoh utama.

Contoh:

Pagi ini cuaca begitu cerah hingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.

Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan

Tokoh ”aku” muncul tidak sebagai tokoh utama lagi, melainkan sebagai pelaku tambahan. Tokoh ”aku” hadir dalam jalan cerita hanya untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan kemudian ”dibiarkan” untuk dapat mengisahkan sendiri berbagai pengalaman yang dialaminya. Tokoh dari jalan cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang pada akhirnya akan menjadi tokoh utama, sebab ialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, serta berhubungan dengan tokoh-tokoh yang lainnya. Dengan demikian tokoh ”aku” cuman tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya sebuah cerita yang ditokohi oleh orang lain. Tokoh ”aku” pada umumnya hanya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita. 

Contoh:

Sekarang aku tinggal di Jakarta, kota metropolitan yang memiliki beribu-ribu kendaraan. Dulu, aku sempat menolak untuk dipindahkan ke ibukota. Tapi, pada kali ini aku sudah tidak kuasa untuk menghindar dari tugas ini. Ternyata, bukan aku saja yang mengalaminya. Teman asramaku yang bernama Andi, juga mengalami hal yang sama. Kami berdua sangatlah akrab dan berjuang bersama-sama dalam menghadapi kerasnya kota Jakarta.

Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu

Kisah cerita dari sudut ”dia”, namun pengarang atau narator dapat menceritakan apa saja hal-hal dan tindakan yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut. Pengarang mengetahui segalanya. 

Contoh:

Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah cuman untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain. “Apakah si pemilik rumah itu terlalu sibuk ya?” ungkap salah seorang tetangganya. Pernah 1 kali dia kedatangan tamu yang katanya adalah saudaranya. Memang dia adalah sosok introvert, jadi walaupun saudaranya sendiri yang datang untuk berkunjung, dia tidak menyukainya.

Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat

Dalam sudut pandang ini berbeda dengan orang ketiga serbatahu. Pengarang hanya melukiskan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh tersebut, namun terbatas pada seorang tokoh saja.  

Contoh:

Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah. Tapim kalau dilihat dari raut mukanya, mungkin tak hanya itu yang sedang ia rasakan. Tapi sepertinya dia juga sakit. Bibirnya tampak kering, wajahnya pucat, serta rambutnya kusut.

Sudut pandang merupakan strategi yang digunakan oleh pengarang cerpen untuk menyampaikan ceritanya. Baik itu sebagai orang pertama, kedua, ketiga. Bahkan acapkali para penulis menggunakan sudut pandang orang yang berada di luar cerita.


6. Gaya Bahasa.
Gaya bahasa merupakan ciri khas sang penulis dalam menyampaikan tulisannya kepada publik. Baik itu penggunaan majasnya, diksi dan pemilihan kalimat yang tepat di dalam cerpennya.

7. Amanat.
Amanat (Moral value) adalah pesan moral atau pelajaran yang dapat kita petik dari cerita pendek tersebut. Di dalam suatu cerpen, moral biasanya tidak ditulis secara langsung, melainkan tersirat dan akan bergantung sesuai pemahaman pembaca akan cerita pendek tersebut.
Amanat merupakan sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarang cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu.


Unsur Ekstrinsik Cerpen (Cerita Pendek).


Unsur Ekstrinsik Cerpen (Cerita Pendek) - berbagaireviews.com

Unsur ekstrinsik cerpen merupakan sebuah unsur yang membentuk cerpen dari luar, berbeda dengan unsur intrinsik cerpen yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur ekstrinsik cerpen tidak terlepas dari keadaan masyarakat saat dimana cerpen tersebut dibuat oleh pengarang. Unsur ini sangat memiliki banyak sekali pengaruh terhadap penyajian amanat ataupun latar belakang dari cerpen tersebut. Berikut unsur ekstrinsik cerpen. 

Unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur cerpen yang berada diluar karya sastra. Akan tetapi, secara tidak langsung unsur ini mempengaruhi proses pembuatan suatu cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen antara lain:

1. Latar Belakang Masyarakat
Latar belakang masyarakat yaitu suatu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap terbentuknya sebuah jalan cerita. Pemahaman tersebut dapat berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik, sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi pada masyarakat itu sendiri.

Latar belakang masyarakat merupakan faktor lingkungan masyarakat sekitar yang mempengaruhi penulis dalam membuat cerpen tersebut. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penulis, diantaranya sebagai berikut:
  • Ideologi Negara
  • Kondisi Politik
  • Kondisi Sosial
  • Kondisi Ekonomi
2. Latar Belakang Penulis
Latar belakang penulis adalah sebuah faktor dari dalam diri penulis yang mendorong penulis dalam membuat cerpen. tar belakang pengarang dapat meliputi pemahaman pengarang terhadap sejarah hidup serta sejarah hasil karangan yang telah dibuat sebelumnya.

Latar belakang penulis terdiri dari beberapa faktor, diantaranya adalah:
  • Riwayat Hidup Penulis
  • Kondisi Psikologis
  • Aliran Sastra Penulis
Kondisi Psikologis.
Kondisi psikologis berisi tentang pemahaman kondisi mood ketika pengarang menulis kisah cerita tersebut.
Aliran Sastra
Aliran sastra seorang pengarang pastinya akan mengikuti suatu aliran sastra tertentu. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap gaya penulisan yang dipakai oleh pengarang dalam menciptakan sebuah kisah dalam cerpen tersebut.

3. Nilai yang terkandung dalam Cerpen.
Ada beberapa nilai yang menjadi unsur ekstrinsik dalam sebuah cerpen. Dan nilai-nilai tersebut diantaranya adalah:
  • Nilai Agama
  • Nilai Sosial
  • Nilai Moral
  • Nilai Budaya
Struktur Cerita Pendek (Cerpen) dan Ciri - Ciri Cerpen, Short story structure.

Struktur Cerita Pendek (Cerpen) dan Ciri - Ciri Cerpen, Short story structure.

Cerpen adalah jenis karya sastra yang memaparkan kisah ataupun cerita tentang kehidupan manusia lewat tulisan pendek. cerpen juga bisa disebut sebagai karangan fiktif yang berisikan tentang sebagian kehidupan seseorang atau juga kehidupan yang diceritakan secara ringkas yang berfokus pada suatu tokoh saja.


Struktur cerita pendek (cerpen) - berbagaireviews.com

Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Dalam cerpen dipisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan (Kosasih dkk, 2004:431).

Struktur Cerita Pendek (Cerpen).

Dalam pembuatan cerpen kita juga harus mengetahui tentang kerangka atau struktur dari sebuah cerpen. Adapun struktur cerpen itu sendiri  terdiri dari abstrak, orientasi, komplikasi, evaluasi, resolusi dan koda. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas kerangka tersebut satu persatu:

1. Abstrak
Abstrak adalah ringkasan dari sebuah cerita. Abstrak merupakan inti dari cerita yang akan dikembangkan menjadi beberapa rangkaian kejadian. Abstrak juga bisa disebut sebagai gambaran awal dalam cerita. Abstrak bersifat opsional yang mana dalam sebuah cerpen, kita boleh tidak menggunakan abstrak.

2. Orientasi
Orientasi adalah hal-hal yang berhubungan dengan suasana, tempat dan waktu yang ada dalam cerita tersebut. Biasanya orientasi tidak hanya terpaku pada satu tempat, suasana dan waktu. Karena dalam sebuah cerita terdapat banyak kejadian dan tokoh yang berbeda-beda.

3. Komplikasi
Komplikasi merupakan rangkaian kejadian-kejadian yang berhubungan dan ber risikan tentang sebab akibat kejadian sebuah cerita. Dalam struktur ini kamu bisa menentukan watak atau karakter dari tokoh cerita. Watak atau karakter dari tokoh dapat muncul karena kerumitan permasalahan yang mulai terlihat.

4. Evaluasi
Evaluasi yaitu struktur dari konflik-konflik yang terjadi dalam cerita yang mengarah pada titik klimaks atau puncak permasalahan dan mulai mendapatkan gambaran penyelesaian dari konflik tersebut. Struktur ini merupakan struktur yang sangat penting. Karena struktur ini sangat menetukan menarik tidaknya suatu cerita. Dalam struktur ini penulis dapat menyajikan konflik-konflik yang mampu mebuat hati pembaca terbawa suasana. Sehingga pembaca lebih menghayati dan menjiwai karakter yang ada dalam cerita ini.

5. Resolusi
Resolusi merupakan penyelesaian dari evaluasi. Biasanya resolusi sangat dinanti-nati oleh pembaca, karena pada struktur ini pengarang memberikan solusi mengenai permasalahan yang dialami seorang tokoh atau pelaku dalam cerita.

6. Koda
Koda ialah nilai ataupun pelajaran yang dapat diambil dari suatu cerita. Koda merupaka hikmah yang terkandung dalam cerita. Koda biasanya dapat diketaui setelah pembaca semua cerita dalam cerpen yakni dari permulaan hingga ahir dari cerita. Koda dapat berupa nasehat, pelajaran dan peringatan bagi pembacanya.

Ciri - Ciri Cerita Pendek (Cerpen).

Ciri - ciri cerita pendek (cerpen) - berbagaireviews.com

Ada beberapa ciri-ciri cerpen yang mesti dipahami agar kita dapat membedakannya dengan karya tulis lainnya, diantaranya adalah:
  • Memiliki jumlah kata tidak lebih dari 10.000 kata.
  • Memiliki proporsi penulisan yang lebih singkat dibandingkan dengan Novel.
  •  Kebanyakan mempunyai isi cerita yang menggambarkan kehidupan sehari-hari.
  • Tidak mencerminkan semua kisah tokohnya. Karena dalam cerpen yang dikisahkan hanyalah intinya saja.
  • Tokoh yang diceritakan dalam cerpen mengalami sebuah konflik sampai pada tahap penyelesaiannya.
  • Pemilihan katanya sederhana sehingga memudahkan para pembaca untuk memahaminya.
  • Bersifat Fiktif.
  • Menceritakan satu kejadian saja dan menggunakan alur cerita tunggal dan lurus.
  • Membacanya tidak membutuhkan waktu yang lama.
  • Memberikan pesan dan kesan yang sangat mendalam sehingga pembaca akan ikut merasakan kesan dari cerita tersebut.

Ukuran Cerita Pendek (Cerpen).

Menetapkan apa yang memisahkan cerita pendek dari format fiksi lainnya yang lebih panjang adalah sesuatu yang problematik. Sebuah definisi klasik dari cerita pendek ialah bahwa ia harus dapat dibaca dalam waktu sekali duduk (hal ini terutama sekali diajukan dalam esai Edgar Allan Poe "The Philosophy of Composition" pada 1846). Definisi-definisi lainnya menyebutkan batas panjang fiksi dari jumlah kata-katanya, yaitu 7.500 kata. Dalam penggunaan kontemporer, istilah cerita pendek umumnya merujuk kepada karya fiksi yang panjangnya tidak lebih dari 20.000 kata dan tidak kurang dari 1.000 kata. Cerita yang pendeknya kurang dari 1.000 kata tergolong pada genre fiksi kilat (flash fiction). Fiksi yang melampuai batas maksimum parameter cerita pendek digolongkan ke dalam novelette, novella, atau novel.

Genre Cerita Pendek (Cerita Pendek).

Genre Cerita Pendek - berbagaireviews.com

Cerita pendek pada umumnya adalah suatu bentuk karangan fiksi, dan yang paling banyak diterbitkan adalah fiksi seperti :
  • Fksi ilmiah,
  • Fksi horor,
  • Fksi detektif, dan lain-lain.
Cerita pendek kini juga mencakup bentuk nonfiksi seperti catatan perjalanan, prosa lirik dan varian-varian pasca modern serta non-fiksi seperti fikto-kritis atau jurnalisme baru.
Pengertian Cerita Pendek (Cerpen) dan Sejarah Asal Usul Cerpen, History of Short Stories.

Pengertian Cerita Pendek (Cerpen) dan Sejarah Asal Usul Cerpen, History of Short Stories.

Pengertian Cerita Pendek (Cerpen).

Cerita pendek biasanya mempunyai kata yang kurang dari 10.000 kata atau kurang dari 10 halaman saja. Selain itu, cerpen atau cerita pendek hanya memberikan sebuah kesan tunggal yang demikian serta memusatkan diri pada salah satu tokoh dan hanya satu situasi saja.

Cerpen atau dapat disebut juga dengan cerita pendek merupakan suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerpen cenderung singkat, padat, dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella dan novel.


Pengertian cerita pendek (cerpen) - berbagaireviews.com

Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosa naratif fiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan karya-karya fiksi lain yang lebih panjang, seperti novella (dalam pengertian modern) dan novel. Karena singkatnya, cerita-cerita pendek yang sukses mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh, plot, tema, bahasa dan insight secara lebih luas dibandingkan dengan fiksi yang lebih panjang. Ceritanya bisa dalam berbagai jenis.

Cerpen merupakan salah satu jenis karya sastra yang memaparkan kisah atau cerita mengenai manusia beserta seluk beluknya lewat tulisan pendek dan singkat. Atau pengertian cerpen yang lainnya yaitu sebuah karangan fiktif yang berisi mengenai kehidupan seseorang ataupun kehidupan yang diceritakan secara ringkas dan singkat yang berfokus pada suatu tokoh saja.

Cerita pendek berasal dari anekdot, sebuah situasi yang digambarkan singkat yang dengan cepat tiba pada tujuannya, dengan paralel pada tradisi penceritaan lisan. Dengan munculnya novel yang realistis, cerita pendek berkembang sebagai sebuah miniatur, dengan contoh-contoh dalam cerita-cerita karya E.T.A. Hoffmann dan Anton Chekhov.

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli
Berikut pendapat para ahli mengenai penjelasan tentang cerpen.

Sumardjo dan Saini
Cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa saja terjadi kapanpun serta dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek dan singkat.

Menurut KBBI
Cerpen berasal dari dua kata yaitu cerita yang mengandung arti tuturan mengenai bagaimana sesuatu hal terjadi dan relatif pendek berarti kisah yang diceritakan pendek atau tidak lebih dari 10.000 kata yang memberikan sebuah kesan dominan serta memusatkan hanya pada satu tokoh saja dalam cerita pendek tersebut.

Nugroho Notosusanto dalam Tarigan
Cerpen atau cerita pendek yaitu sebuah cerita yang panjang ceritanya berkisar 5000 kata atau perkiraan hanya 17 hlm kuarto spasi rangkap serta terpusat pada dirinya sendiri.

Hendy
Cerpen ialah suatu karangan yang berkisah pendek yang mengandung kisahan tungal.

Aoh. K.H
Cerpen merupakan salah satu karangan fiksi yang biasa disebut juga dengan kisahan prosa pendek.

J.S. Badudu
Cerpen merupakan cerita yang hanya menjurus serta terfokus pada satu peristiwa saja.

H. B. Jassin
Menurut pendapat H. B. Jassin, cerpen ialah sebuah cerita yang singkat yang harus memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian, serta penyelesaian.

Sejarah Asal Usul Cerita Pendek (Cerpen).

Cerita pendek bermula pada tradisi penceritaan lisan yang menghasilkan kisah-kisah terkenal seperti Iliad dan Odyssey karya Homer. Kisah-kisah tersebut disampaikan dalam bentuk puisi yang berirama. Adapun irama tersebut berfungsi sebagai alat untuk menolong orang untuk mengingat ceritanya. Bagian-bagian singkat dari kisah-kisah ini dipusatkan pada naratif-naratif individu yang dapat disampaikan pada satu kesempatan pendek. Keseluruhan kisahnya baru terlihat apabila keseluruhan bagian cerita tersebut telah disampaikan.

Fabel, yang umumnya berupa cerita rakyat dengan pesan-pesan moral di dalamnya, konon dianggap oleh sejarahwan Yunani Herodotus sebagai hasil temuan seorang budak Yunani yang bernama Aesop pada abad ke-6 SM (meskipun ada kisah-kisah lain yang berasal dari bangsa-bangsa lain yang dianggap berasal dari Aesop). Fabel-fabel kuno ini kini dikenal sebagai Fabel Aesop. Akan tetapi ada pula yang memberikan definisi lain terkait istilah Fabel. Fabel, dalam khazanah Sastra Indonesia seringkali, diartikan sebagai cerita tentang binatang sebagai pemeran(tokoh) utama. Cerita fabel yang populer misalnya Kisah Si Kancil, dan sebagainya.

Selanjutnya, jenis cerita berkembang meliputi sage, mite, dan legenda. Sage merupakan cerita kepahlawanan. Misalnya Joko Dolog. Mite atau mitos lebih mengarah pada cerita yang terkait dengan kepercayaan masyarakat setempat tentang sesuatu. Contohnya Nyi Roro Kidul. Sedangkan legenda mengandung pengertian sebagai sebuah cerita mengenai asal usul terjadinya suatu tempat. Contoh Banyuwangi.

Bentuk kuno lainnya dari cerita pendek, yakni anekdot, populer pada masa Kekaisaran Romawi. Anekdot berfungsi seperti perumpamaan, sebuah cerita realistis yang singkat, yang mencakup satu pesan atau tujuan. Banyak dari anekdot Romawi yang bertahan belakangan dikumpulkan dalam Gesta Romanorum pada abad ke-13 atau 14. Anekdot tetap populer di Eropa hingga abad ke-18, ketika surat-surat anekdot berisi fiksi karya Sir Roger de Coverley diterbitkan.

Di Eropa, tradisi bercerita lisan mulai berkembang menjadi cerita-cerita tertulis pada awal abad ke-14, terutama sekali dengan terbitnya karya Geoffrey Chaucer Canterbury Tales dan karya Giovanni Boccaccio Decameron. Kedua buku ini disusun dari cerita-cerita pendek yang terpisah (yang merentang dari anekdot lucu ke fiksi sastra yang dikarang dengan baik), yang ditempatkan di dalam cerita naratif yang lebih besar (sebuah cerita kerangka), meskipun perangkat cerita kerangka tidak diadopsi oleh semua penulis. Pada akhir abad ke-16, sebagian dari cerita-cerita pendek yang paling populer di Eropa adalah "novella" kelam yang tragis karya Matteo Bandello (khususnya dalam terjemahan Perancisnya). Pada masa Renaisan, istilah novella digunakan untuk merujuk pada cerita-cerita pendek.

Pada pertengahan abad ke-17 di Perancis terjadi perkembangan novel pendek yang diperhalus, "nouvelle", oleh pengarang-pengarang seperti Madame de Lafayette. Pada 1690-an, dongeng-dongeng tradisional mulai diterbitkan (salah satu dari kumpulan yang paling terkenal adalah karya Charles Perrault). Munculnya terjemahan modern pertama Seribu Satu Malam karya Antoine Galland (dari 1704; terjemahan lainnya muncul pada 1710–12) menimbulkan pengaruh yang hebat terhadap cerita-cerita pendek Eropa karya Voltaire, Diderot dan lain-lainnya pada abad ke-18.

Cerita Pendek Cerpen) Terkenal.


Cerita pendek terkenal - berbagaireviews.com
  • "An Occurrence at Owl Creek Bridge" oleh Ambrose Bierce (teks online)
  • "Yours Truly, Jack the Ripper" oleh Robert Bloch
  • "A Sound of Thunder" oleh Ray Bradbury
  • "Cathedral" oleh Raymond Carver
  • "The Most Dangerous Game" oleh Richard Connell
  • "The Story of an Hour" oleh Kate Chopin (teks online)
  • "A Rose for Emily" oleh William Faulkner (teks online)
  • "The Overcoat" oleh Nikolai Gogol (teks online — terjemahan dari bahasa Rusia)
  • "Young Goodman Brown" oleh Nathaniel Hawthorne (teks online)
  • "The Snows of Kilimanjaro" oleh Ernest Hemingway (teks online)
  • "The Gift of the Magi" oleh O. Henry (teks online)
  • "The Lottery" oleh Shirley Jackson (teks online)
  • "The Monkey's Paw" oleh W.W. Jacobs
  • "The Dead" oleh James Joyce (teks online
  • "In der Strafkolonie" oleh Franz Kafka (teks online terj. Inggris dari bahasa Jerman)
  • "The Call of Cthulhu" oleh H.P. Lovecraft
  • "Bartleby, the Scrivener" oleh Herman Melville (teks online)
  • "A Good Man Is Hard to Find" oleh Flannery O'Connor (teks online)
  • "The Tell-Tale Heart" oleh Edgar Allan Poe (teks online)
  • "Brokeback Mountain" oleh Annie Proulx
  • "The Red Room" oleh H.G. Wells
  • "The Last Question" oleh Isaac Asimov
Cerita Pendek (Cerpen) beserta Unsur Instrinsik dan Unsur Ekstrinsik, Short Story.

Cerita Pendek (Cerpen) beserta Unsur Instrinsik dan Unsur Ekstrinsik, Short Story.

Pada dasarnya terdapat banyak sekali contoh cerpen singkat dan unsur intrinsiknya yang terdapat di internet maupun media lain seperti buku, kumpulan cerpen dan lainnya. Disetiap contoh cerpen yang ada tanpa kita sadari akan terdapat dua unsur pembangun yang dinamakan unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik. 
Unsur Instrinsik dan unsur ekstrinsik pada cerpen - berbagaireviews.com

Cerita pendek atau yang lebih populer disebut dengan cerpen merupakan sebuah karya tulis yang berbentuk karangan cerita. Cerita dalam cerpen sendiri dapat berupa kisah nyata yang diangkat dalam sebuah karya sastra atau karya tulis dan dapat pula berupa sebuah karangan fiksi belaka. Sama seperti halnya karangan sastra lainnya seperti fabel, novel dan sebagainya syarat mutlak terciptanya contoh cerpen yang baik dan berkualitas adalah terdapat dua buah unsur yang dinamakan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik didalam contoh cerpen tersebut.

Berikut Cerita Pendek Cerpen) Beserta Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik

Cinta dan Takdir

Jam dinding terus berputar, gerimis semakin menjadi hujan. Sudah hampir tiga jam dan sekarang hampir mendekati waktu maghrib, Sika yang sejak pulang sekolah terus mengurung diri di dalam kamanya.

Kembali sika melirik buku catatan kecilnya seraya buku catatan itu berkata "baca aku sika!". Namun sebaliknya sika melempar buku itu ke lantai karena kesal ia berkata "aduhhhh susah banget sihhhh masuk ke otak" keluhnya karena belajarnya tidak bisa maksimal. Karena sika merasa pusing dan lelah akhirnya ia menyelonjorkan kaki di kasurnya dan mengambil posisi berbaring. Sembari berbaring entah kenapa ia teringat dengan mantan kekasihnya "hmm andai sajaaaa... AHHH jadi tambah males, kenapa sihhh!" seru sika karena teringat mantan kekasihnya.

Sama seperti perempuan pada umumnya yang pernah merasakan jatuh cinta dan patah hati. Sika merasakan hal yang serupa ketika masih berpacaran dengan andri. Dalam hatinya sika menyesal karena telah menyianyiakan andri "Ah bodoh banget sih aku, kenapa aku dulu harus menyianyiakan andri" Penyesalan itu terus berlajut ketika ia melihat foto andri yang disimpannya dalam laci "ih kenapa aku dulu harus membuat kesalahan". "kenapa aku kurang bersyukur udah punya pacar kayak andri". Meskipun andri bukan laki-laki yang dewasa dan lebih terkesan kekanak-kanakan namun oada kenyataanya sika tidak dapat lepas dari andri. Pada saat andri memberikan sepucuk surat kecil kepada sika tentang perasaanya yang ingin putus sika tidak tahu lagi harus mengiyakan atau menolak pada saat itu. "kenapa aku tidak bisa berpikir lebih dewasa sih?" ujar sika. Semenjak putus dengan andri sika sering melamun seorang diri, berkhayal andaikan waktu dapat diputar dan ia dapat berpikir lebih dewasa pada saat andri memberikan surat putus itu.

Meskipun sika hidup dalam keluarga yang lebih terkesan "broken home" karena memiliki seorang ayah yang ringan tangan tidak membuat sika menjadi perempuan yang pendiam dan sedih. Sejatinya sika adalah perempuan yang tegar.

Telolet Telolet! Bunyi bel istirahat di sekolahnya berdering kencang, namun sika tetap tidak beranjak dari bangkunya. Dengan tatapan kosong dan tanpa gerakan selayaknya orang tertidur, sika bengong dan melamun hingga salah seorang temannya membangunkan sika dari lamunannya.

“Sikkk!” sambil memegang tangannya yang menyangga kepala.
“elu kok melamun aja sih, Kenapa?”
“Aduhhh rin, ngagetin dehh, lagi pusing nih.”
“Ohh Pantesan kok keliatan lesu, biasanya juga sholat dhuha sekarang udah jarang. hihihi.”

“Ihhh itu ada andri tuh sikk", ujar rini sambil menyenggol sika. "Paan sih! Kalo kamu suka dia ya jangan nyenggol aku!" "Yeeee, yang suka aku apa kamuuu?" balas rini dengan penuh sindiran. Sejenak guyonan kedua sahabat itu membuat sika tersenyum kecil hingga ia iangat peristiwa pemukulan ayahnya yang dilakukan pada ibunya tadi malam. Memang ayah sika adalah orang yang ringan tangan, meskipun ibu sika hanya sekedar mengingatkan jangan merokok dan minum miras namun yang didapat malah tamparan dan pukulan.

"Aku udah putus rin dari andri" ujar rini" sambil menahan ketawa yang sebenarnya terasa begitu pahit di hati. Bukan tanpa alasan hati sika terasa pahit karena menahan beban pikiran dan beban kehidupan yang ditanggungnya melihat ibu sika selalu dipukul.

Hari demi hari terus berlalu, Namun perasaan sika pada andri ternyata tidak dapat berubah. Sika tidak dapat membohongi perasaanya bahwa sika masih memendam rasa pada andri. Pada satu siang pada pelajaran matematika, seperti biasanya sika terlelap dalam lamunannya, membayangkan andai saja andri masih menjadi pacar sika "hmm andri andaikan kamu masih jadi pacarku, aku kangen semasa kita pacaran" ujar sika. Hingga salah satu temannya yang bernama trimo menepuk pundak sika dan berkata "sikkk kok ngalamun aja sihhh???" tanpa sengaja sika berteriak karena kaget akan tepukan trimo "ahhhhhhh" teriak sika. Guru matematika sika yang terkesan galak (karena memang kebanyakan guru matematika galak hehehe) sontak menoleh ke arah sika yang seperti orang kebingungan. "Sika kenapa kamu? ayoo maju sini" ujar bu guru. "eee enggak kok bu" balas sika dengan wajah bingung dan memelas" Seisi kelas menahan rasa ingin ketawa karena jika mereka ketawa sudah pasti mereka akan jadi korban selanjutnya hehehe.
Terdapat dua orang yang tidak tertawa, justru sebalikanya, malah mereka berpikir kenapa sika menjadi begini. orang itu tidak lain dan tidak bukan adalah rini dan andri yang merupakan teman sekelas sika.

"hmmm kenapa ya sama sika, kok makin kesini makin buruk aja dia" ujar andri.
"apa mungkin karena kita habis putus" "atau karena dia ada masalah" hmmm.

Disisi lain bu yuli selaku guru matematika memarahi sika habis habisan. Seperti orang yang habis makan cabe rawit 1000 biji. Muka ibu yuli memerah karena menahan marah "Kamu itu yaaaaa, kalo nggak niat ikut pelajaran saya ya gak usah ikut. Ngganggu temenmu yang lain tau gak?! bikin susah aja!" bentak bu yuli pada sika.

Tulilut tulitu tulilulilut......
Bunyi bell sekolah seperti suara es krim campina itu menyelamatkan rini dari amukan guru paling galak disekolahnya.
"Kamu ketua kelas pimpin doa" perintah bu yuli.

Karena merasa simpatik akhirnya andri menghampiri sika dan menanyakan perihal permasalahan tadi siang di kelas. "Sik sebenarnya kamu kenapa sih?" tanya andri. Dengan perasaan berbunga bunga karena sebenarnya sika masih mencintai andri menjawab "enggak kok enggak nggak papa". "Hmmm lain kali kamu harus lebih berhati hati kalo jamnya bu yuli. tau sendiri kan bu yuli kalo marah kek gimana" meskipun andri berceloteh panjang lebar namun sika tidak memperdulikannya karena yang dilihat sika adalah wajah dan mata andri yang coklat besar itu membuat sika semakin terpana dan sulit untuk melupakannya. "sik??? kamu dengerin enggak sih?" tanya andri . "ehhh iya maaf aku denger kok, jawab sika.

Malam harinya disaat sika tengah berada dikamar tiba-tiba ayah memanggil sika, "Sik, kesini bapak mau bicara penting". Tidak biasanya bapak sika mengajak bicara sika. setelah sika berada di depan bapaknya akhirnya bapaknya menceritakan bahwa pada besok sore dia akan dilamar oleh anak teman bapaknya "APAA???? aku kan masih sekolah pak? trus gimana sekolahku?!" tanya sika dengan wajah bingung dan kecewa mendengar berita yang disampiakan ayahnya. "Yaa kamu kan bisa tunangan dulu, lulus kuliah nanti baru kamu menikah sama dia, orangnya baik kok" jawab ayah. Sebagai seorang anak sika tidak bisa melakukan apa-apa karena jika ayahnya mengajak berbicara itu bukanlah negosiasi melainkan sebuah pemberitahuan yang tidak dapat diganggu gugat. Yang mampu sika lakukan hanyalah bercerita sambil menangis pada ibunya. Sang ibu yang penyanyang dan penyabar sangat mengerti betul sikap suaminya yang keras kepala. "Sudahlah nakk, turuti dulu apa mau bapakmu" sambil menangis, ibu memberi nasehat pada sika.

Keesokan harinya sika tidak masuk sekolah, Bukan tanpa alasan sika tidak mau masuk sekolah karena ia sangat kelelahan menangisi nasibnya sepanjang malam. Entah karena kebetulan atau bukan, Namun andri juga tidak masuk sekolah hari itu tanpa pemberitahuan yang jelas.

Jam sudah menunjukkan pukul 16.00 Sika sudah harus bersiap siap untuk menyambut calon tunangannya. "Buu, aku nggak mau dilamar dulu" pinta sika sambil merengek pada ibunya" namun ibu sika hanya bisa menggelengkan kepala sembari menahan kesedihan.

pada pukul 17.00 tepat datanglah iring-iringan rombongan mempelai pria layaknya acara lamaran pada umumnya. Betapa kagetnya sika ketika melihat siapa yang keluar dari mobil sedan putih tersebut karena ternyata calon tunangan yang dijodohkan dengan sika adalah andri sendiri yang merupakan mantan kekasih sika.

"Kamu????" "kok kamu ada disini sih?" tanya sika setengah tidak percaya.
"Iya ini aku andri" Jawab andri dengan suara lirih.
Tanpa basa basi akhirnya sika memeluk erat andri karena memang sika sangat mencintai andri
"SIk, maafin aku yaa, sebenernya aku sangat sayang dan cinta sama kamu" ujar andri karena memang andri masih sangat sayang pada sika.
"Iya ndri, aku juga minta maaf"
Betapa terkejutnya sika dan andri karena takdir mempertemukan mereka kembali dalam ikatan pertunangan setelah mereka lama berpisah.

Unsur Intrinsik Cerpen
Tema: Takdir dan percintaan
Amanat: Dalam kehidupan berpikirlah dua kali sebelum mengambil sebuah tindakan agar tidak menyesal dikemudian hari.
Alur: Alur yang digunakan adalah alur campuran (Maju dan mundur)

Setting:
Kamar sika pukul 17.00.
Rumah sika Pukul 16.00.
Sekolahan sewaktu jam sekolah.
Kelas pada saat jam istirahat.

Penokohan dan perwatakan:
Sika : sabar, tertutup, tabah, kuat, pelamun, taat beribadah.
Andri : kekanak-kanakan, pemalu, perhatian.
Rini : Setia kawan, perhatian, lucu.
Bapak tari : Keras kepala, emosian, egois.
Ibu tari: Penyayang, sabar.
Trimo: Usil.
Bu yuli: Galak, Tidak sabaran.

Sudut pandang : Sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandan orang ketiga karena pengarang tidak terlibat langsung dalam cerita.

‘’KENANGAN AYAH DAN KUMIS LEBATNYA”

Waktu bagaikan penentu perjalanan manusia yang terjadi dimasa lalu,sekarang hingga masa depan.Waktu dapat dikatakan sebagai  perekam  yang merekam perjalanan hidup dan proses yang dialami oleh setiap umat manusia yang dapat teringat kembali dimasa yang akan datang. Berbagai waktu senang,waktu sedih, hingga waktu susahpun terselip di antara waktu yang menceritakan  perjalanan seseorang yang kemudian terangkai menjadi sebuah kisah yang disebut dengan kenangan . Hal inipun tak luput terjadi pada diriku sendiri, kenangan itu kujadikan sebagai salah satu pelajaran hidup yang berarti maupun candaan yang tak akan terulang kembali dalam perjalanan hidupku. Banyak kenangan masa kecil yang selalu telintas  dalam ingatanku seperti  salah satunya kenangan ketika aku masih duduk ditaman kanak-kanak, masih teringat dengan jelas bagaimana banyak kenangan yang terjadi pada masa itu padahal sekarang aku telah duduk dibangku sekolah menengah atas ,entah mengapa kenangan ini tak dapat lepas dari ingatanku . Kini kenangan itu kuceritakan kembali  untuk mengenangnya.

Inilah salah satu pengalamanku. Ketika aku masih duduk disalah satu taman kanak-kanak di daerah tempat tinggalku, aku selalu dijemput oleh ayahku. Ayahku adalah orang yang sangat baik dan penyayang. Ayahku memiliki  badan yang cukup tinggi dan besar serta berkumis lebat. Ayahku bekerja sebagai  seorang pegawai negeri yang mengabdi didaerah tempat tinggalku. Setiap aku pulang sekolah dari taman kanak-kanak ,ayahku selalu menjemputku dengan mobil dinasnya dan aku selalu menunggunya didepan kelasku. Seperti biasa yang kulakukan  ketika lonceng sekolahku berbunyi  disiang hari, aku menunggu ayahku untuk menjemputku.

Namun hari itu tampak berbeda dengan hari-hari  biasanya karena aku tak melihat ayahku sehingga membuatku gelisah bukan main .Oleh karena itu kuputuskan untuk berjalan menuju pintu gerbang sekolahku, ketika kuberjalan aku berpapasan dengan sesosok laki-laki yang  menyerupai  ayahku berbadan besar dan tinggi namun tak berkumis lebat. Lalu orang tersebut berkata “ Ayo, Hana mari pulang!” langkahku terhenti sejenak sambil memerhatikan wajah orang itu, namun tak kukenal sama sekali siapa orang itu .Sehingga membuat begitu banyak pertanyaan yang muncul dalam kepalaku, “ siapakah dia? Apakah ia adalah orang utusan ayahku untuk menjeputku?”. Tak ada satupun jawaban yang terlintas untuk menjawab pertanyaan –pertanyaan itu. Tetapi aku masih merasa bahwa aku mengenalnya ,lalu kucoba memperhatikan wajahnya kembali. Betapa terkejutnya dan malunya  aku waktu itu.Orang tersebut adalah ayahku namun ayahku tanpa kumis lebatnya. Lalu ayahku merangkul bahuku mengajakku jalan bersamanya menuju mobil dan pulang  kerumah. Dalam rangkulannya aku tak berani melihat mukanya karena perasaan sangat malu yang bercampur dengan rasa tawa. Selama perjalanan aku masih terheran-heran  terhadap diriku sendiri karena aku tak bisa mengenali ayahku ketika ia tidak memiliki kumis, apalagi jika ia botak mungkin aku benar-benar tak mengenalinya sama sekali dalam benakku .

Oleh karena itu,jika kuteringat kejadian ini kembali aku ingin tertawa yang bercampur malu,namun itu adalah salah satu kenangan yang mungkin tak akan kulupakan hingga sekarang dan aku tahu sekarang alasan ayahku tak pernah  mencukur habis kumis lebatnya itu,ia takut  aku tak mengenalinya lagi hingga sekarang sehingga ia memilih untuk memeliharanya. Itu merupakan salah satu kenangan yang kualami ketika kumasih kecil,mudah-mudahan pengalaman ini  dapat menghibur kalian yang membacanya.Salam kenal…

Unsur Intrinstik Cerpen antara lain:

Tema
-mengenai pegalaman masa kecil yang tidak dapat dilupakan

Tokoh dan penokohan.
-Tokoh : Aku dan ayahku.

-penokohan : Aku :pelupa.

Ayahku :  sangat baik dan penyayang.

Alur
-merupakan alur gabungan ( alur yang merupakan gabungan dari alur maju dan alur mundur) .

Latar
-Latar tempat : Lingkungan sekolah taman kanak-kanak(depan kelas,pintu gerbang sekolah).

-Latar waktu : Siang hari.

-Latar suasana : bingung,menghibur,gelisa.

Sudut pandang
-Sudut pandang orang pertama ( I ).

-Sudut pandang orang ketiga (III) .

Gaya bahasa
-Menggunakan bahasa yang efektif sehingga isi cerita dapat dimengerti oleh pembaca.

Amanat
-Semua orang mempunyai masa lalu yang berkesan maupun yang mengecewakan namun semua pengalaman tersebut selalu memiliki makna tersendiri yang dapat kita ambil dan dikenang kembali dimasa hidup kita kemudian . Selain dikenang pengalaman  dapat juga menjadi obat rindu kita terhadap masa lalu kita. Oleh karena itu apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan pengalaman yang akan dikenang kembali dikemudian hari.
Judul Cerpen

Arin dan Mimpinya

Arin berasal dari keluarga yang cukup harmonis yang terdiri dari ayah ibu dan dengan 2 anak perempuan mereka yaitu Arin dan Raty. Karena keterbatasan dana, sejak SMP Arin sudah bersekolah jauh dari orang tuanya. Dia tinggal bersama saudara dikeluarga ibunya. Seringkali ia merasa ingin bersekolah bersama keluarga, ibu, ayah dan 1 adiknya. Tapi sayangnya, ia sudah terlanjur meminta kepada orang tuanya untuk tinggal dan bersekolah dengan bibinya yang tinggal sangat jauh dari tempatnya berada.

Tiga tahun sudah berlalu, Arin meminta kepada orangtuanya supaya setelah lulus SMP ia melanjutkan kesekolah negeri dekat dengan orang tuanya. Permintaan itu dikabulkan oleh ibunya tetapi ayahnya sedikit keberatan. “kenapa kamu pindah, Rin ? apakah ada masalah di sekolahmu sehingga kamu ingin pindah?” tanya ayahnya. “Tidak yah, Arin ingin pindah sekolah karna Arin ingin mencari pengalaman lebih banyak lagi di sekolah lain” jawab Arin. “Lalu bagaimana dengan bibi mu, apakah dia setuju dengan keputusanmu itu?” tanya ayahnya. Dengan berat hati Arin menjawab, “Aku belum bicara kepad bibi, tetapi pasti aku akan mengatakan padanya segera”

Arin sebenarnya tahu jika orang tuanya merasa keberatan bukan karena dia harus tinggal bersama bibinya. Namun karena mereka tidak mampu untuk mensekoahkan Arin di sana. Arin pun bimbang dan ragu. Di satu sisi dia ingin kumpul lagi bersama orang tuanya, di sisi lain dia tahu ayahnya tak punya uang untuk menyekolahkannya. Hari demi hari berlalu, Arin semakin rindu kepada keluarga kecilnya. Tak jarang dia selalu menangis hingga larut malam.

Bibi Arin pun menyadari apa yang Arin rasakan saat ini. “Kamu kenapa nak?” tanya bibinya. “Aku baik-baik saja kok bulek, aku hanya sedang kelelahan,” jawab Arin. Sebenarnya Bibinya pun sudah mengetahui apa yang sedang Arin rasakan tetapi dia tak mau menambah beban Arin saat ini. “Nak bibi akan selalu mendoakanmu, Bibi juga akan selalu mendukung apa yang ingin kau lakukan, berusahalah dengan giat untuk mendapatkan keinginanmu,” nasehat bibinya. Setelah mendapatkan nasehat itu, Arin menjadi semangat. Meskipun Arin belum membicarakan masalah kepada bibinya, dia tahu bahwa bibinya akan selalu mendukungnya.

Beberapa hari setelah itu, Arin mendapat kabar bahwa sekolah SMAN 1 Bumi Putera di dekat rumah orang tuanya mengadkan lomba pidato dan pemenangnya akan diterima bersekolah disana dan mendapatkan beasiswa. Arin pun mengikuti lomba pidato itu dan akhirnya keluar sebagai pemenang. Dia pun memberitahukan kabar gembira itu kepada orang tua dan Bibinya.

Pada awalnya mereka belum menyetujuinya. Namun setelah mendapatkan penjelasan dari Arin, akhirnya permintaanny diperbolehkan oleh orangtua dan bibinya. Tapi sayang, pihak sekolah sempat menahan Arin karena prestasi-prestasi dari dirinya. Sekolah tidak mengizinkan Arin pindah ke SMA lain karna ia membawa prestasi cemerlang. Tetapi setelah mendesak kepala pimpinannya, akhirnya Arin diperbolehkan pindah. Ia sangat senang sekali. Ia juga sedih ketika ia berpamitan dengan teman-temannya yang sayang padanya. Arin berpesan kepada teman-temannya untuk selalu semangat dan giat dalam belajar dan juga tidak melupakannya.

Ketika masuk tahun ajaran baru, Arin pun bisa kembali berkumpul bersama orang tuanya. Ia berkumpul bersama ayah, ibu, dan adiknya. Rasa rindu yang sangat mendalam dapat berkumpul bersama keluarga walaupun makan dengan lauk sambal akan terasa lebih nikmat bila berkumpul bersama.
Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Cerpen “Arin dan Mimpinya”
Tema : Kebersamaan keluarga
Latar

Tempat : Rumah bibinya, Sekolah Arin, Rumah Arin
Suasana : Sedih (Tak jarang dia selalu menangis hingga larut malam), Bahagia (Dia pun memberitahukan kabar gembira itu kepada orang tua dan Bibinya), Haru (Ia juga sedih ketika ia berpamitan dengan teman-temannya yang sayang padanya)
Waktu : Malam (Terbukti saat Arin menangis karena rindu keluarganya), Pagi hari (Terlihat ketika Arin mengikuti lomba pidato dan berpamitan kepada temannya)
Alur : Maju
Tokoh: Arin (Antagonis), Bibi dan Ayah (Tritagonis), Tidak ada tokoh antagonis karena konflik yang terjadi adalah konflik batin tokoh utamanya
Penokohan:
Arin : Penyayang, Pintar, Berkemauan tinggi,
Bibi : Penyayang, Baik
Ayah : Pesimis, Baik
Sudut pandang : Orang ke tiga tunggal
Gaya Bahasa : Pengarang menyampaikaan ceritanya dengan bahasa yang mudah dimengerti tanpa kiasan sehingga cerita mudah dimengerti
Moral Value: Jangan menyerah dengan keadaan karean setiap masalah pasti ada jalan keluar

Unsur Ekstrinsik Cerpen “Arin dan Mimpinya”
Nilai-nilai dalam cerita
  • Moral : Saat tokoh Bibi mendukung apa yang akan dilakukan oleh Arin.
  • Perjuangan : Saat Arin tak berputus asa dengan nasibnya.
  • Kekeluargaan : Saat Arin berkumpul bersama keluarganya.
Latar belakang penulis

Penulis menjumpai beberapa fenomena di masyarakat tentang terpisahkannya keluaraga akibat keadaan. Fenomena ini banyak terjadi di masyarakat, oleh karena itu penulis ingin menginspirasi semua masyarakat khususnya yang memiliki keadaan yang sama untuk terus berjuang karena setiap ada masalah pasti ada jalan keluar.

24 September 2017

Pembentukan dan Perkembangan Bunga, Development of The Flower.

Pembentukan dan Perkembangan Bunga, Development of The Flower.

Pembentukan  bunga  merupakan  salah  satu  proses  perkembangan  yang  jelas. terlihat  pada  tumbuhan  tinggi.  Sebelum  meristem  bunga  (floral  meristem)  mampu. melakukan diferensiasi menjadi bagian-bagian bunga, tumbuhan harus mencapai fase vegetatif  tertentu  (maturity  &  ripeness  to  flower)  dan  berubah  ke  fase  reproduktif. Proses  perubahan  ini  disebut  floral  evocation.  Lama  fase  pertumbuhan  vegetatif tergantung  pada  spesies.  Tiap  tumbuhan  memerlukan  waktu  yang  berbeda  untuk mencapai  fase  siap  berbunga.  Apabila  fase  itu  tercapai,  tumbuhan  tertentu  langsung membentuk bunga tanpa memerlukan induksi lingkungan, sedangkan pada tumbuhan lain memerlukan kondisi lingkungan tertentu agar mampu membentuk bunga. 


Pembentukan dan perkembangan bunga - berbagaireviews.com

Dalam  transisi  ke  arah  pembungaan  melibatkan  perubahan  dalam  pola morfogenesis  dan  diferensiasi  sel  pada  meristem  apikal  pucuk.  Dalam  proses  ini dihasilkan floral organ (sepala, petala, stamen dan karpela). Proses pembungaan padadasarnya merupakan interaksi dari pengaruh dua faktor utama, yaitu faktor internal dan eksternal.  Faktor  ekternal  meliputi  panjang  hari  dan  temperatur,  sedangkan  faktor internal  meliputi  ritme  endogen,  dan  hormon.  Interaksi  antara  faktor  internal  dan eksternal  memungkinkan  tanaman  menyelaraskan  perkembangannya  sehingga tumbuhan  dapat  menentukan  waktu  yang  tepat  untuk  pembungaan  (timing  of flowering).

Tahap - Tahap Pembentukan Bunga. 

Pembentukan  bunga  merupakan  transisi  dari  fase  vegetatif  ke  fase  reproduktif. Pembungaan dimulai dengan perubahan biokimia tertentu yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan,  yang  mengubah  primordia  vegetatif  menjadi  primordia  reproduktif. Perubahan  itu  terjadi  sebagai  akibat  dari  perubahan  pengaturan  metabolisme  terkait dengan adanya sintesis enzim atau aktivasi enzim yang semula tidak aktif.  Proses ini diikuti  dengan  sintesis  DNA  dan  RNA  yang  diperlukan  untuk  mitosis  cepat  pada meristem.  Juga  mungkin  menghilangkan  hambatan  aktivitas  DNA  yang  diperlukan untuk  sintesis  enzim  untuk  pembungaan.  

Tahap-tahap  pembentukan  bunga  dapat dijelaskan sebagai berikut: 

1. Induksi bunga (evokasi).

Evokasi merupakan tahap pertama dari proses pembentukan bunga, yaitu suatu tahap  ketika  meristem  vegetatif  diprogram  untuk  mulai  berubah  menjadi  meristem reproduktif.  Induksi  pembentukan  bunga  berkaitan  dengan  faktor  genetik  dan  nutrisi. Faktor  genetik  melibatkan  aktivasi  flowering  genes  secara  bertahap  pada  waktu pertumbuhan  vegetatif  maksimum.    Faktor  nutrisi  karena  untuk  berbunga  diperlukan alokasi  asimilat  ke  bagian  apikal  untuk  memasuki  fase  reproduktif.  Bahan  organik sebagai  sumber  energi  dan  bahan  penyusun  senyawa  yang  berguna  dalam  proses reproduktif.  Induksi  bunga  dapat  dideteksi  secara  kimiawi  dari  peningkatan  sintesis asam nukleat dan protein, yang dibutuhkan dalam pembelahan dan diferensiasi sel. 

Induksi  pembentukan  bunga juga  tergantung  pada  lingkungan  meskipun bentuk bunga  dan  morfogenesisnya  diatur  secara  endogen  (developmental  homeostasis). Pembentukan bunga merupakan tahap penting dalam perkembangan tanaman. Bunga dibentuk  karena  ujung  batang  vegetatif  selain  membentuk  daun,  mikro  dan megasporofil,  juga  struktur  perhiasan  bunga.  Transisi  dari  fase  vegetatif  ke  fase reproduktif seiring dengan perubahan karakteristik pada meristem apikal. 
 
2. inisiasi bunga.

Pada  tahap  inisiasi  bunga,  perubahan  morfologis  menjadi  bentuk  kuncup reproduktif  mulai  dapat  terdeteksi  secara  makroskopis.  Transisi  dari  tunas  vegetatif menjadi kuncup reproduktif ini dapat dideteksi dari perubahan bentuk maupun  ukuran kuncup,  serta  proses-proses  selanjutnya  yang  mulai  membentuk  organ-organ reproduktif. 

3. Perkembangan kuncup bunga menuju anthesis.

Tahap  ini  ditandai  dengan  terjadinya  diferensiasi  bagian-bagian  bunga.  Pada tahap  ini  terjadi  proses  mikrosporogenesis  (perkembangan  polen)  dan megasporogenesis  (perkembangan  kantong  embrio  dan  ovulum)  dan  untuk penyempurnaan dan pematangan organ-organ reproduksi jantan dan betina.

a. Mikrosporogenesis (perkembangan polen).

Perkembangan  mikrospora  merupakan  awal  dimulainya  generasi  gametofit jantan.  Seperti  pada  tanaman  lainnya,  yang  bertanggung  jawab  dalam  pembentukan mikrospora adalah mikrosporangium.  Ada 4 tahapan utama perkembangan mikrospora pada tanaman monokotil yaitu sel induk mikrospora, tetrad, uninukleat, dan binukleat. 

Perkembangan mikrospora pada dasarnya merupakan proses meiosis, dari satu sel  induk  mikrospora  menjadi  empat  sel  anakan  mikrospora  (tetrad).  Mikrospora dewasa  atau  setelah  lepas  dari  tetrad  disebut  sebagai  butir  serbuk  sari.  Setiap mikrospora  dan  mikrospora  tetrad  dibungkus  oleh  dinding  kalose.  Inti  dari  setiap mikrospora  tetrad  belum  kelihatan  dengan  jelas,  karena  tidak  berada  ditengah, melainkan berada ditengah-tengah keseluruhan tetrad. Ukuran tetrad saat ini setengah dari ukuran mikrospora maksimum. Perkembangan  selanjutnya  adalah  terlepasnya  tetrad  menjadi  empat mikrospora bebas. Proses ini dikatalisis oleh enzim 1,3 β-glucanase. Setiap mikrospora berbentuk  segitiga  dan  umumnya  inti  secara  perlahan-lahan  bergerak  ke  tengah mikrospora dan dinding mikrospora menebal. Ini merupakan awal dari tahap mikrospora uninukleat.  Pada  tahap  uninukleat  akhir  mikrospora  siap  melakukan  pembelahan mitosis yang pertama. Pembelahan mitosis pertama ini mengakhiri periode mikrospora. 

Mitosis  pertama  terjadi  secara  asimetrik,  menghasilkan  dua  inti  sel  yang  tidak  sama  besar. Yang besar adalah inti vegetatif dan yang kecil adalah inti generatif. Inti generatif letaknya  berdekatan  dengan  dinding  mikrospora.  Inti  generatif  membelah  secara mitosis  (mitosis  II)  menghasillkan  dua  inti  sperma  (gamet  jantan).  Pada  saat  ini mikrospora disebut sebagai butir polen (pollen grain) atau polen dewasa. Pada  tumbuhan  angiospermae,  pada  saat  terjadi  perkembangan  benang  sari, sel-sel  induk  mikrospora  melakukan  meiosis  dan  menghasilkan  4  mikrospora  haploid dimana  masing-masing  akan  berkembang  menjadi  butir  polen  (pollen  grain).  Polen yang masak akan dilapisi oleh beberapa lapis dinding sel, yang terdalam disebut intine dan disebelah luarnya terdapat exine. Pembentukan intine diduga berasal dari tapetum, sedangkan  exine  merupakan  produk  dari  polen.  Butir  polen  merupakan  generasi gametofit  jantan,  terdapat  sel  vegetatif  yang  merupakan  asal  pollen  tube,  serta  sel generatif yang menghasilkan sperma. Sel generatif dan sel vegetatif terbentuk sebagai hasil pembelahan sel mikrospora. Sel  generatif  ini tidak memiliki mitokondria maupun kloroplas. Sel generatif akan membelah secara mitosis untuk membentuk 2 inti sperma dan pembelahan ini umumnya terjadi setelah polinasi.

b. Megasporogenesis (perkembangan kantong embrio dan ovulum).

Pada saat ovulum berkembang, megasporosit (sel induk megaspora) terbentuk di  dalam  nuselus.  Megasporosit  membentuk  kantong  embrio  dan  melakukan pembelahan  meiosis  membentuk  4  sel  haploid.  Satu  dari  4  sel  haploid  yang  dekat dengan bagian kalaza membesar dan menjadi megaspora yang berfungsi, sedangkan 3 sel haploid yang lain akan mengalami degenerasi. Megaspora kemudian melakukan pembelahan mitosis  3  kali berturut-turut  dan  membentuk  gametofit betina  yang  terdiri dari  tujuh  sel  dengan  8  anak  inti  (nuclei)  haploid,  dan  sel  telur  terletak  pada  bagian basal kantong embrio.

4. Anthesis (Pemekaran bunga).

Anthesis merupakan tahap ketika terjadi pemekaran bunga. Biasanya anthesis terjadi  bersamaan  dengan  masaknya  organ  reproduksi  jantan  dan  betina,  walaupun dalam kenyataannya tidak selalu demikian. Ada kalanya organ reproduksi, baik jantan maupun  betina, masak  sebelum  terjadi  anthesis, atau  bahkan  jauh  setelah  terjadinya anthesis.

5. Penyerbukan (polinasi) dan pembuahan (fertilisasi).

Polinasi  merupakan  proses  transfer  polen  dari  anter  ke  kepala  putik  (stigma). Polinasi  pada  sebagian  besar  tumbuhan  angiospermae  dapat  terjadi  dengan  secara fisik (melalui angin), atau dengan bantuan hewan seperti serangga, burung, kelelawar atau  bahkan  perlu  bantuan  manusia.  Setelah  pollen  melekat  di  kepala  putik  (stigma) akan  berkecambah membentuk  buluh sari.  Buluh sari  ini berisi  sel  vegetatif  di  depan dan sel generatif dibelakangnya. Sel generatif akan menghasilkan dua sel sperma yang akan  melakukan  pembuahan  ganda.  Pembuahan  akan  terjadi  apabila  buluh  sari mampu mencapai mikrofil. Satu sel sperma membuahi sel telur membentuk zigot yang bersifat  diploid  (2n),  sedangkan  sel  sperma  lainnya  membuahi  2  inti  kutub  sehingga terbentuk  sel  triploid  (3n).  Sel  ini  akan  membelah  membentuk  jaringan  penyimpan cadangan  makanan  yang  disebut  endosperm.  Selanjutnya  endosperm  akan menyediakan  makanan  bagi  embrio  yang  berkembang  dari  zigot.  Perkembangan embrio  (embriogenesis)  melibatkan  sejumlah  perubahan  morfologi  menghasilkan struktur  embrio  dewasa  yang  tersusun  atas  aksis  embrionik  akar  dan  pucuk    dan kotiledon. 

 
Perkembangan bunga - berbagaireviews.com

Perkembangan Bunga.

Meristem apikal pucuk yang bersifat indeterminate dapat membentuk meristem karangan  bunga  (inflorescence  meristem)  dan  meristem  bunga  (floral  meristem). Perkembangan  bunga  dimulai  dari  SAM  (shoot  apical  meristem)  atau  tunas  samping yang  masuk  ke  fase  reproduktif  dan  membentuk  meristem  karangan  bunga (inflorescence  meristem).  Meristem  karangan  bunga  dapat  bersifat  determinate  yang pada akhirnya membentuk bunga terminal, atau indeterminate. Sejumlah gen diketahui berperan dalam pengaturan perkembangan bunga. Gen TERMINAL FLOWER1 (TFL1) pada  tanaman  Arabidopsis  dapat  mempertahankan  inflorescence  meristem  tetap berada  dalam  kondisi  indeterminate,  sedangkan  gen  LEAFY  (LFY)  dan APETALA1(AP1)  berperan  dalam  fase  awal  perkembangan  bunga.  Mutasi  TFL menyebabkan  inflorescence  meristem  berdiferensiasi  menjadi  bunga,  sedangkan mutasi  LFY  dan  AP1  menyebabkan  bagian  yang  seharusnya  menjadi  bunga  tetap berupa  inflorescence  meristem.  Ekspresi  gen-gen  tersebut  dikontrol  oleh  faktor lingkungan  seperti  fotoperiode  dan  hormon.    Perlakuan  hari  panjang  dan  aplikasi giberelin akan meningkatkan ekspresi LFY, yang kemudian juga memacu ekspresi AP1. 

Bunga merupakan modifikasi dari tunas yang mendukung. Bagian-bagian bunga adalah kelopak, mahkota, benang sari dan putik. Kelopak (calyx) terdiri dari daun-daun kelopak  (sepala).  Kelopak  terdapat  pada  bagian  terluar  dari  bunga,  menyelubungi bagian  bunga  lainnya,  pada  umumnya  berwarna  hijau,  berfungsi  untuk  melindungi kuncup.  Mahkota  (corolla)  terdiri  dari  daun  mahkota  (petala),  bagian  ini  biasanya memiliki  tekstur  dan  warna  yang  menarik.  Keragaman  tekstur  dan  warna  mahkota ditujukan  untuk  menarik  perhatian  serangga  penyerbuk.  Benangsari  merupakan  alat kelamin  jantan  yang  menghasilkan  serbuk  sari  (pollen).  Putik  terbentuk  sebagai  hasil pelekatan  daun-daun  buah  (carpel).  

Putik  dapat terdiri  dari  satu  atau  beberapa  daun buah. Putik terdiri atas 3 bagian yaitu : 
  • Bagian paling bawah biasanya membengkak disebut bakal  buah (ovary), yang mengandung bakal biji (ovulum), 
  • Bagian tengah, berupa tangkai yang ramping disebut tangkai putik (style) dan 
  • Bagian paling ujung, disebut kepala putik (stigma).
Tidak  semua  bunga  memiliki  bagian-bagian  bunga  berupa  kelopak,  mahkota, benangsari  dan  putik  secara  lengkap.  Bunga  yang  mempunyai  ke  empat  bagian tersebut  disebut  bunga  lengkap,  sebaliknya  bila  bunga  kehilangan  salah  satu  bagian tersebut  disebut  bunga  tak  lengkap.  Berdasarkan  kelengkapan  alat  kelamin  dikenal bunga  sempurna  dan  bunga  tak  sempurna.  Bunga  disebut  sempurna  apabila mengandung kedua alat  kelamin yakni benangsari dan  putik.  Bunga demikian disebut juga  bunga  biseksual.  Apabila  bunga  hanya  memiliki  benang  sari,  atau  putik  saja disebut  bunga  uniseksual  yang  tergolong  bunga  tak  sempurna.  Bunga  yang  hanya mengandung  putik  tanpa  benang  sari  disebut  bunga  betina,  sedangkan  bunga  yang memiliki benangsari tanpa putik disebut bunga jantan.

Proses organogenesis bunga (floral organogenesis) telah banyak dipelajari dan dikontrol  oleh  sekelompok  gen  yang  dikenal  sebagai  MADS-box  genes.  Gen-gen  ini merupakan  homeotic  genes,  atau  gen-gen  yang  dapat  menentukan  formasi keseluruhan organ. Pada  tumbuhan  tiga  kategori homeotik  gen  ini  telah  berhasil  diidentifikasi  dan merupakan gen yang terlibat dalam diferensiasi bunga. Dalam model ABC ini diyakini ada  4  lingkaran  yang  menyusun  bunga  dengan  kombinasi  gen-gen  tersebut.  Gen  A (misalnya  apetala  1  atau  apetala  2)  terekspresi  di  lingkaran  1  dan  menentukan pembentukan  sepala.  Di  lingkaran  ke  dua  gen  A  dan  B  terekspresi    (misal  apetala  3 atau  pistillata)  dan  menghasilkan  pembentukan  petala.  Di  lingkaran  ke  tiga  gen  B terekspresi, tetapi ekspresi gen A diganti oleh gen C (gen A dan C saling menekan dan umumnya tidak  terekspresi secara  bersamaan).  Ekspresi  gen  B  dan  C  menghasilkan pembentukan stamen. Akhirnya pada lingkaran ke empat hanya gen C yang terekspresi dan menyebabkan pembentukan karpela atau ovarium.
  • Jika  gen  A  mengalami  mutasi  (misalnya  apetala2),  ekspresi  gen  C  meluas  ke empat lingkaran dan akibatnya hanya karpela dan stamen yang terbentuk
  • Jika  gen  B mengalami  mutasi maka  ekspresi  gen  A  dan  gen  C  mengakibatkan hanya terbentuk sepala dan karpela.
  • Jika  gen  C  mengalami mutasi, ekspresi gen  A  meluas ke  empat    lingkaran dan hanya sepala dan petala yang terbentuk
Pada  beberapa  tumbuhan  seperti  jagung  bunga  jantan  dan  bunga  betina terdapat  pada  satu  individu,  tumbuhan  demikian  disebut  tumbuhan  berumah  satu (monoecious). Bila bunga jantan dan bunga betina terpisah pada individu yang berbeda seperti  pada  salak,  asparagus  dan  lain-lain,  disebut  tumbuhan  berumah  dua (dioecious).

Kelamin bunga dipengaruhi beberapa faktor antara lain temperatur, fotoperiode, nutrien dan hormon. Temperatur rendah pada malam hari memacu terbentuknya bunga betina  pada  ketimun  dan  bayam.  Hari  panjang  memacu  terbentuknya  bunga  jantan pada  SDPs  dan    bunga  betina  pada  LDPs.  Kadar  N  tinggi  memacu  pembentukan bunga  jantan  (misal  pada  ketimun)  atau  bunga  betina  (misal  pada  Begonia).  IAA cenderung  memacu  pembentukan  bunga  betina,  sedangkan  GA  cenderung  memacu pembentukan bunga jantan.

Diah R, M.Nasir, Sudjino, dan K. Dewi. 2009. Fisiologi Tumbuhan. Fakultas Biologi UGM 97