Definisi Psikologi dan Tokoh - Tokoh Psikologi, Psychology. | Berbagai Reviews

Kumpulan Artikel Pendidikan Pengetahuan dan Wawasan Dunia

Sabtu, Januari 07, 2017

Definisi Psikologi dan Tokoh - Tokoh Psikologi, Psychology.

| Sabtu, Januari 07, 2017
Secara etimologi psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya. Dengan singkat disebut ilmu jiwa. Berbicara tentang jiwa, terlebih dahulu kita harus dapat membedakan antara nyawa dan jiwa. Nyawa adalah daya jasmaniah yang adanya tergantung pada hidup jasmani dan menimbulkan badaniah organic behavior, yaitu perbuatan yang ditimbulkan oleh proses belajar. Sedangkan jiwa adalah daya hidup rihaniah yang bersifat abstrak, yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan-perbuatan pribadi (personal behavior) dari hewan tingkat tinggi dan manusia.

Menurut asalnya, psikologi berasal dari bahasa Yunani Kuno: “ψυχή” (Psychēyang berarti jiwa) dan “-λογία” (-logia yang artinya ilmu) sehingga secara etimologis, psikologi dapat diartikan dengan ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Psikologi tidak mempelajari jiwa/mental itu secara langsung karena sifatnya yang abstrak, tetapi psikologi membatasi pada manifestasi dan ekspresi dari jiwa/mental tersebut yakni berupa tingkah laku dan proses atau kegiatannya, sehingga psikologi dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah.

berbagaireviews.com

Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari perilaku-perilaku manusia dan proses mental yang mendasarinya. Wilhelm Wundt dikenal sebagai bapak psikologi karena jasanya mendirikan laboratorium psikologi pertama secara resmi. Namun ilmu ini berakar lebih jauh daripada itu, psikologi awalnya tidak dapat dipisahkan dengan filsafat yang pemikiran-pemikirannya bermula dari Yunani kuno.  

Tokoh - Tokoh Psikologi beserta Aliran Filosofi.

Plato.

berbagaireviews.com

Plato (427-347 SM) merupakan filsuf terkenal yang pertama kali memulai berspekulasi mengenai jiwa manusia. Plato beranggapan jiwa manusia sudah ada sebelum lahir. Terdapat dua dunia, yaitu "dunia sensoris" tempat yang kita tinggali saat ini, serta "dunia idea" yang merupakan tempat kita kembali setelah mati. Dunia idea berada di tempat yang lebih tinggi daripada dunia sensoris, karena seluruh pengetahuan telah ada di dunia idea lalu kemudian baru dibatasi oleh alam sensoris. Karena ajarannya banyak menyinggung idea, maka filsafatnya dikenal sebagai "filsafat idealisme". Plato juga membuat tipologi kepribadian manusia yang dapat bercampur sesuai dengan kadar dominan dan submisif, di antaranya:
  • kemampuan berpikir yang berasal dari kepala,
  • kemampuan merasakan yang berasal dari dada,
  • dan kemampuan berkehendak yang berasal dari perut.
Aristoteles.

Aristoteles (384-322 SM), murid Plato, kemudian mengembangkan filsafat realisme yang bertentangan dengan ajaran gurunya. Menurut Aristoteles, pengetahuan tidak didapat hanya dari alam idea, namun juga dari pengalaman kehidupan. Manusia lahir dalam keadaan "tabula rasa", yang artinya keadaan kosong, tidak punya gagasan atau kepribadian apa-apa. 

berbagaireviews.com

Di dunia ini terdapat 4 macam sifat alam yang berasal dari keberadaan jiwa tertentu pada tiap benda/makhluk hidup:
  • Sifat anorganis: terdapat pada benda-benda mati yang tidak memiliki jiwa.
  • Sifat vegetatif: merupakan sifat dasar yang terdapat pada makhluk hidup yaitu bertumbuh, yang dikendalikan oleh jiwa tumbuhan (anima vegetativa).
  • Sifat sensitif: sifat ini terdapat pada hewan, yaitu kemampuan merasa dan menghendaki. Ia dikendalikan oleh jiwa binatang (anima sensitiva).
  • Sifat intelektif: merupakan sifat yang hanya dimiliki manusia, yaitu kemampuan untuk berpikir yang dikendalikan oleh jiwa rasional (anima intellectiva).
Menurut Aristoteles, jiwa yang lebih tinggi memiliki jiwa yang lebih rendah. Jadi, manusia selain memiliki jiwa anima, juga memiliki jiwa anima vegetativa dan sensitiva. Pemikiran-pemikiran Aristoteles kemudian menjadi sastra dan referensi bagi para pelajar, pada zaman pertengahan setelahnya.

Peter Abelard.

berbagaireviews.com

Peter Abelard (1079-1142) mengembangkan sebuah gagasan filosofis yang dikenal sebagai konseptualisme. Gagasan ini merupakan gagasan yang menengahi nominalisme dan realisme. Alam semesta sebenarnya tidak memiliki arti dan makna, melainkan jiwa yang mengonsepkan makna (dan nama benda-beenda) di balik realitas sesungguhnya dengan cara mendeteksi kesamaan benda yang ada. Contohnya kucing diidentikkan dengan kaki empat, mata menyala, telinga lancip, bunyi "meow", dsb. Perspektif ini masih digunakan sampai saat ini dalam psikologi kognitif.

Thomas van Aquino. 

berbagaireviews.com

Kekristenan pada saat itu, di Zaman Pertengahan, sangat berkuasa, dan filsafat tidak dapat dipisahkan darinya. Tokoh filsuf terbesar pada zaman itu, Thomas van Aquino (1225-1274), memperkenalkan ajaran filsafat skolastisisme. Filsafat skolastisisme memakai metode yang berpusat pada buku teks yang ditulis oleh tokoh autoratif. Ajaran filsafat pada saat itu tidak jauh berbeda dibandingkan zaman kuno, hanya saja ditambahi dengan ajaran Kristen. Thomas Aquinas juga menyetujui dikotomi jiwa seperti Aristoteles, menurutnya jiwa terdiri dari bagian-bagian berikut:
  • Kemampuan vegetatif: makan, minum, seks, dan bertumbuh.
  • Kemampuan sensitif: perasaan dan kemampuan panca indera.
  • Kemampuan lokomotor: bergerak.
  • Kemampuan apetitif: kemampuan untuk berkehendak dan mengingini sesuatu.
  • Kemampuan intelektual: berpikir dan menalar. Kemampuan unggul yang hanya diberikan kepada manusia.
  • Memerangi kefanatikan agama yang membuat kreativitas manusia terkungkung pada zaman itu, muncullah gerakan Renaisans pada abad ke-15 dan 16. Gerakan Renaisans merupakan pemicu gagasan humanisme yang berfokus kepada manusia daripada Tuhan dan afterlife. Gerakan tersebut menimbulkan kesadaran akan kemerdekaan manusia sebagai makhluk individual dan liberal. Pemikiran skolastik mulai ditinggalkan dan pada abad 17-18 humanisme berkembang, dan kemudian mengarahkan pada berkembangnya metode induktif dalam penelitian. Metode induktif berkembang pada sastra, fisika, biologi, dan kemudian psikologi-pun mulai terpengaruh olehnya.

J.L. Vives.

berbagaireviews.com

J.L. Vives (1492-1540) mempelopori berkembangnya psikologi dengan metode empiris yang tidak bersifat spekulatif lagi. Dalam bukunya Deanima et Vita (Tentang Jiwa dan Hidup), Vives menguraikan tentang gejala kesadaran dan asosiasi pikiran, petunjuk cara menghafal, serta gejala nafsu dan perasaan manusia. Vives dijuluki sebagai bapak psikologi modern oleh Foster Watson (1915).

Rene Descartes.

berbagaireviews.com

Rene Descartes (1596-1650) kemudian muncul dengan membawa paham rasionalisme. Filsuf ini terkenal dengan slogannya, cogito ergo sum, yang artinya "saya berpikir maka saya ada". Descartes menjabarkan dua unsur dalam diri manusia, yaitu substansi ekstensio (badani yang bervolume) dan substansi cogitans (pikiran yang tidak bervolume). Dua unsur ini terhubung secara gaib oleh pijnappelklier, yaitu bagian kelenjar buah kacang yang terdapat pada otak bawah bagian tengah. Descrates menunjukkan gaya berpikir dualistis.

B. Spinoza.

berbagaireviews.com

Kemudian B. Spinoza (1632-1677) mengembangkan ajaran di mana tubuh dan jiwa merupakan unsur yang berjalan secara paralel dan tidak memengaruhi satu sama lain, yang bernama psikofisik paralelisme. Ajaran ini bersifat monistis dan menganggap hanya ada satu substansi yang bersifat ketuhanan yaitu alam sendiri. Alam semesta merupakan tubuh Tuhan, ajaran ini pada masa kini disebut panteisme, walaupun pada saat itu disamakan dengan ateisme.

John Locke. 

berbagaireviews.com

John Locke (1632-1704) merupakan tokoh empirisme. Teori tabula rasa kebanyakan diketahui dikembangkan olehnya. Ia menulis essai mengenai Human Understanding, menerangkan bahwa manusia lahir tanpa gagasan atau idea dan bahwa pengetahuan dan pengertian manuia berasal dari pengalaman. Ada dua cara manusia memperoleh pengertian, yang pertama dari penginderaan terhadap dunia luar, dan yang kedua evaluasi atau refleksi yang dilakukan di dalam pikiran. Kedua jenis pengetahuan tersebut merupakan idea sederhana, dan kemudian saling berinteraksi satu sama lain membentuk idea kompleks. Karena penjelasannya banyak menyinggung interaksi gagasan-gagasan, maka psikologi John disebut psikologi asosiasi. John memakai metode induksi dengan meneliti dirinya sendiri, namun tetap melenceng ke arah deduktif, dikarenakan ia tetap harus membuat asumsi-asumsi terlebih dahulu sebelum melakukan observasi.

Kira-kira pada pertengahan abad ke-19, paham materialisme berkembang luas. Orang-orang menganggap segala yang ada di alam semesta berasal dari gejala kebendaan. Energi juga digolongkan sebagai materi. Karena fenomena ini, maka arus perkembangan psikologi juga mengarah ke biologi, yang kemudian menjadi psikologi fa'al. Temuan-temuan sains terus berkembang mengenai sensasi dan persepsi pada otak manusia, bagian mana pada otak yang mengendalikan sensasi tertentu (misalnya proses bicara diatur di pusat Broca, pendengaran di pusat Wernicke, dst). Charles Darwin juga ikut berkonstribusi terhadap pengetahuan tentang perilaku manusia melalui penelitian dan tulisan-tulisannya.

Wilhelm Wundt.

Pada tahun 1879, Wilhelm Wundt (1832-1920) mendirikan laboratorium psikologi pertama, dan pada tahun 1886 akhirnya psikologi mendapat pengakuan dari universitas dan berdiri sebagai disiplin mandiri. Wundt memakai metode eksperimen dalam penelitian-penelitiannya dan menetapkan syarat-syarat pelaksanaan eksperimen. Oleh sebab itu ia dijuluki juga sebagai bapak psikologi eksperimental.

berbagaireviews.com

Wundt mengembangkan perspektif strukturalisme dengan menggunakan metode instrospeksi sebagai sarana psikologisnya. Wundt memperdengarkan suara-suara tertentu kepada subyek di dalam laboratorium dan kemudian subyek melakukan instrospeksi diri. 

Wundt juga menemukan suatu proses mental di mana informasi pengalaman baru yang masuk ke otak akan diasimilasikan dan digubah sesuai dengan pengalaman lama yang telah ada di dalam otak, yang dinamakan apersepsi. Orang berbeda bisa saja mengapersepsikan suatu kejadian secara berbeda, tergantung dengan pengalaman masa lalunya.

Psikologi Gestalt berkembang dari strukturalisme.

William James. 

Kemudian pada saat yang sama muncullah fungsionalisme, yang dikembangkan oleh William James (1842-1910). Fungsionalisme lebih menekankan penelitian psikologi pada fungsi kesadaran manusia dan bukan strukturnya. Psikologi kognitif berakar dari pemikiran fungsionalisme ini.

berbagaireviews.com

William James juga merumuskan teori emosinya. Berbeda dari apa yang diyakini masyarakat luas, dia berargumen bahwa emosi muncul setelah manusia merespon stimulus. Perumpamaannya yang paling terkenal adalah jika Anda melihat beruang, Anda tidak merasa takut terlebih dahulu lalu lari, melainkan respons lari muncul terlebih dahulu yang menyebabkan Anda merasa takut. Jadi respons fisiologis mendahului emosi. Namun teori tersebut dikritik karena tidak dapat menjelaskan kejadian di mana sebuah respon fisiologis dapat menghasilkan emosi yang berbeda, misalnya berkeringat bisa jadi menandakan bahwa orang merasa takut atau terangsang.

Sigmund Freud.

Tidak lama setelah itu, metode baru dalam dunia psikologi mulai merebak, yang dikenal dengan psikoanalisa. Metode ini dikembangkan oleh tokoh psikologi yang mungkin paling terkenal sepanjang masa, dia adalah Sigmund Freud (1856-1939). Freud memiliki latar belakang kedokteran di bidang saraf, dan meneliti pasien yang menderita histeria bersama rekannya, Breuer.

berbagaireviews.com

Beberapa saat kemudian Freud menemukan bahwa kebanyakan kasus pasien yang ditanganinya memiliki permasalahn yang berakar dari satu aspek utama, yaitu hasrat seksual yang tersembunyi. Penemuannya ini menimbulkan kontroversi dan menuai kritikan dari banyak pihak. Freud kemudian memperbaharui teorinya, bahwa manusia didorong oleh dua energi utama yang bersifat instingtif, yaitu energi eros dan thanatos, atau seks dan agresi.

Freud juga mengemukakan bahwa manusia hampir seluruhnya dikuasai oleh alam bawah sadar yang terbentuk pada masa kecil. Dalam tahapan perkembangan psikoseksual yang disusun oleh Freud, ia menunjukkan bahwa perkembangan manusia tidak lepas dari kebutuhan seksual anak bahkan sejak kecil. 

Tahapan tersebut terdiri dari:
  • Tahap oral terjadi pada masa bayi. Pada tahap ini daerah liblinal bayi terletak pada mulut, di mana bayi mendapatkan kepuasan seksual dari menyusu pada ibu.
  • Tahap anal terjadi pada usia 8 bulan hingga 3 tahun. Pada masa ini anak diajarkan untuk menahan buang air dan buang air di tempat yang benar, karena itu daerah kepuasan seksual anak terletak di daerah anus.
  • Tahap falis terjadi pada usia 3 - 6 tahun, di mana anak mulai menyadari perbedaan mendasar pada tubuh laki-laki dan perempuan. Daerah kepuasan seksual anak terletak pada genital diri sendiri. Pada tahap ini juga terjadi apa yang disebut Freud sebagai kompleks Oidipus, di mana anak laki-laki menujukan hasrat libidonya kepada ibu. Anak mengalami perasaan "takut dikebiri" atau castration anxiety oleh ayahnya yang lebih perkasa, dan oleh karena itu ia meredam hasratnya pada ibunya dan kemudian mengidentifikasi sifat ayahnya dengan tujuan membujuk ayah agar tidak mengebirinya (perasaan tersebut terjadi secara metaforis). Murid Freud, Jung, memakai istilah kompleks Elektra untuk mendeskripsikan fenomena tersebut pada anak perempuan.
  • Tahap laten kemudian merupakan masa redupnya hasrat-hasrat seksual, terjadi pada usia 6 tahun hingga pubertas. Hasrat seksual dialihkan pada aktivitas-aktivitas lain di sekolah.
  • Tahap genital berlaku dari pubertas hingga tua kelak. Hasrat seksual anak kembali muncul, namun tidak lagi berpusat pada diri atau dalam keluarga. Hasrat libido diarahkan kepada orang lain. Ego sudah berkembang dan dapat mengendalikan hasrat ke dalam bentuk pertemanan, hubungan keluarga, pacaran, dan lain-lain.

Ivan Pavlov.

berbagaireviews.com

Ivan Pavlov (1849-1936) mengadakan penelitian terhadap anjing yang menjadi penelitian pengondisian klasik yang pertama. Anjing awalnya mengeluarkan air liur hanya jika disodori makanan. Namun setelah bunyi bel dibunyikan tiap kali anjing disodori makanan, anjing perlahan mengasosiasikan bunyi bel dengan makanan. Dengan begitu, akhirnya tiap bel dibunyikan anjing akan mengeluarkan air liur. Penelitian ini memberi kontribusi terhadap aliran psikologi behavioristik.

Carl Gustav Jung. 

Carl Gustav Jung (1875-1961) merupakan murid Freud yang kemudian berpisah dan mengembangkan teori psikologinya sendiri, yaitu psikologi analitis (bedakan dengan psikoanalisa). Teori yang dikembangkan Jung ini merupakan teori yang paling "tidak biasa" selain teori psikoanalisa Freud.

berbagaireviews.com

Jung mengemukakan salah satu idenya yang paling terkenal tentang ketidaksadaran kolektif sebagai salah satu struktur kepribadian manusia. Ketidaksadaran kolektif terdiri dari berbagai arketipe-arketipe yang diwarisi dari leluhur kita. Ia tertanam dalam DNA manusia dan memperlihatkan sifat-sifat universal yang terdapat pada setiap manusia. Arketip-arketip yang paling umum adalah:
  • Persona: Sifat-sifat yang secara sengaja kita tunjukkan pada orang lain untuk menyembunyikan diri yang sebenarnya.
  • Bayang-bayang: Bagian dari kepribadian yang dianggap tidak bisa diterima dan tetap disembunyikan dan jika diperlihatkan mungkin akan dicela oleh masyarakat. Sifat binatang juga diwariskan dalam arketip ini.
  • Anima/Animus: Anima merupakan pemahaman femininitas yang terdapat dalam ketidaksadaran pria, sedangkan animus merupakan pemahaman maskulinitas yang terdapat dalam ketidaksadaran wanita. Ia sering muncul dalam mimpi menjadi representasi diri kita sebagai lawan jenis.
  • Diri: Diri merupakan pusat dari semua aspek kepribadian, baik yang sadar maupun tak sadar. Ia merupakan tujuan yang terus-menerus diperjuangkan oleh manusia, namun jarang tercapai.
Bagi Jung, tugas utama manusia dalam hidup adalah untuk menjalankan proses individuasi, atau proeses integrasi antara setiap aspek dari kepribadian dalam diri manusia, baik yang sadar maupun tidak sadar. Sayangnya, teori Jung sulit untuk diteliti dan dinilai cenderung mengarah ke "suasana mistis". Namun tes asesmen kepribadian ala Jung masih dipakai hingga saat ini, yang merupakan gabungan antara sikap diri (ekstraversi/introversi) dan fungsi diri (pikiran/perasaan/penginderaan/intuisi).

Max Wertheimer.

berbagaireviews.com

Max Wertheimer (1880-1943) adalah pencetus psikologi Gestalt. Ia mempublikasikan karya penelitiannya tentang fenomena phi yang berkonstribusi terhadap berkembangnya sekolah psikologi Gestalt.
American Psychological Association (APA) berdiri pada bulan Juli 1892 di Clark University. Awalnya anggotanya terdiri dari 26 orang yang dipimpin oleh G. Stanley Hall. APA menjadi organisasi psikologi terbesar di dunia saat ini dan telah menjadi acuan para psikolog di seluruh penjuru negeri. Asosiasi ini telah menyusun Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) yang terus diperbaharui sampai saat ini (volume keempat) sebagai panduan para psikolog.

John Watson.

berbagaireviews.com

Behaviorisme adalah salah satu pendekatan psikologi yang didirikan oleh John Watson (1878-1958). Pendekatan ini berusaha mempelajari manusia melalui cara manusia belajar. Pengondisian merupakan teori penting dalam pendekatan ini, yang terdiri dari dua jenis, yaitu pengondisian klasik dan pengondisian operan. Penemuan Ivan Pavlov dijadikan landasan untuk teori pengondisian klasik. Sedangkan pengondisian operan, eksperimennya dilakukan oleh B.F. Skinner.

B.F. Skinner.

B.F. Skinner (1904-1990) melakukan eksperimen terhadap tikus yang diberi stimulus tertentu untuk mendapatkan respon tertentu. Tikus diletakkan dalam Skinner box yang di dalamnya terdapat sebuah tuas yang jika ditekan akan memberi tikus makanan. Tikus dibiarkan bergerak secara acak di dalam kotak hingga kemudian tidak sengaja menekan tuas dan mendapatkan makanan. Kali pertama, tikus belum memahami sistem kerja kotak tersebut, namun setelah stimulus makanan terjadi berulang-ulang, maka frekuensi respons tikus menekan tuas semakin meningkat. 

berbagaireviews.com

Percobaan ini kemudian dikenal sebagai contoh pengondisian operan. Selanjutnya Skinner melakukan penelitian lain yang sejenis menggunakan stimulus yang berbeda-beda. Penelitiannya ini kemudian berpengaruh besar pada aliran behaviorisme dan kognitif.
Kemudian Skinner-pun mengelompokkan jenis-jenis pengondisian operan, yang mana ia digunakan untuk mengendalikan perilaku atau respons, di antaranya:
  • Penguatan positif: Contohnya eksperimen tikus tadi. Pemberian stimulus menyenangkan akan menghasilkan respons yang meningkat.
  • Penguatan negatif: Contohnya percobaan lain Skinner. Skinner box dialiri dengan setruman listrik. Jika tikus menekan tuas, aliran listrik berhenti. Intinya adalah pengurangan stimulus yang tidak menyenangkan akan menghasilkan respons yang meningkat.
  • Hukuman positif: Tikus menekan tuas dan mendapat setruman listrik. Perlahan tikus tidak lagi mau menekan tuas. Pemberian stimulus yang tidak menyenangkan akan menghilangkan/mengurangi respons.
  • Hukuman negatif: Tikus menekan tuas dan tidak mendapat makanan. Kemudian tikus tidak lagi menekan tuas. Rumusnya adalah pengurangan stimulus yang menyenangkan akan menghilangkan/mengurangi respons.
  • Teori pengondisian operan Skinner cocok dipakai dalam pengasuhan anak dan proses belajar di sekolah.
Jean Piaget.

berbagaireviews.com

Jean Piaget (1896-1980) merupakan tokoh perkembangan kognitif yang paling terkenal. Ia memfokuskan pada edukasi terhadap anak-anak. Ia juga mengemukakan dua proses berpikir pada otak manusia, yaitu asimilasi dan akomodasi. Asimilasi adalah proses di mana informasi yang baru disesuaikan dengan kerangka informasi yang telah ada dalam otak sebelumnya. Akomodasi adalah proses di mana sistem kerangka informasi lama yang ada di otak diubah agar sesuai dengan informasi baru yang diterima.
Piaget menyusun tahapan perkembangan kognitif anak, yaitu:
  • Tahap sensorimotor
  • Tahap pra-operasional
  • Tahap operasional konkrit
  • Tahap operasional formal.
Lev Semyonovich Vygotsky.

Lev Semyonovich Vygotsky (1896-1934) adalah seorang teoritikus psikologi Rusia yang lahir di tahun yang sama dengan Piaget, namun meninggal di usia yang relatif muda, 38 tahun. Ia merupakan pionir psikologi sosial-budaya. Menurutnya, teori perkembangan kognitif Piaget terlalu terpusat pada diri dan terlalu meremehkan pengaruh sosial dalam perkembangan kognitif anak. Kemudian ia mengusulkan perkembangan kognitif anak melalui pendekatan sosial-budaya.

berbagaireviews.com

Salah satu topik dalam teorinya adalah Zone of Proximal Development (ZPD),  di mana ia menerangkan bahwa ZPD merupakan jarak antara perkembangan aktual dengan perkembangan potensial. Perkembangan aktual merupakan batas kemampuan anak yang sebenarnya saat mengerjakan sesuatu tanpa bantuan orang lain. Sedangkan perkembangan potensial merupakan  batas kemampuan anak yang lebih jauh yang bisa dicapai jika dibantu oleh orang dewasa atau teman sebaya. Metode scaffolding digunakan untuk membantu anak mencapai perkembangan potensialnya, yaitu dengan cara mengurangi memberi bantuan pada anak secara bertahap saat melakukan sesuatu, dengan tetap mengawasi perkembangannya.

Ladislas J. Meduna.

berbagaireviews.com

Pada tahun 1938, teknik terapi baru yang diciptakan oleh neuropsikiater Hungaria, Ladislas J. Meduna, diujikan untuk pertama kalinya pada manusia. Teknik ini dilakukan dengan memberikan serangan listrik kepada pasien yang telah dianestesi untuk memberikan efek terapitis. Teknik ini disebut Electroconvulsive Therapy (ECT). ECT digunakan hingga hari ini kepada pasien yang menderita depresi berat, mania, atau katanonia. 

Carl Ransom Rogers.

berbagaireviews.com

Lalu mulailah muncul masa awal pendekatan humanistik pada psikologi. Pendekatan ini diciptakan oleh Carl Ransom Rogers (1902-1987), yang juga dijuluki sebagai bapak dari penelitian psikoterapi. 

Abraham Maslow.

Abraham Maslow (1908-1970) juga merupakan salah satu penemu psikologi humanistik. Ia termasuk tokoh yang terkenal oleh teori motivasi yang disusun olehnya, yaitu hierarki kebutuhan manusia. Teori ini juga berpengaruh pada pembentukan psikologi positif. Maslow mengemukakan kebutuhan-kebutuhan manusia dari yang paling dasar hingga yang tertinggi. Jika kebutuhan dasar tidak terpenuhi, maka manusia tidak akan memikirkan kebutuhan lain yang berada di tingkatan yang lebih tinggi. Maslow menyusun kebutuhan-kebutuhan tersebut dalam tingkatan berbentuk piramida. Awalnya hanya terdapat lima kebutuhan, namun kemudian Maslow mengembangkannya menjadi delapan.

berbagaireviews.com

Urutan kebutuhan dari yang paling rendah:
  • Kebutuhan fisiologis: makan, minum, tidur, seks, oksigen.
  • Kebutuhan rasa aman: hukum, rumah, asuransi, polisi.
  • Kebutuhan cinta (sosial): teman, pacar, dukungan, penerimaan, berbagi.
  • Kebutuhan harga diri: jabatan/karir, harta, pengakuan, kehormatan.
  • Kebutuhan kognitif: rasa ingin tahu, belajar, mengamati orang lain.
  • Kebutuhan estetis: bersantai, menikmati alam, menikmati musik, menggambar.
  • Kebutuhan aktualisasi diri: keinginan untuk produktif dan berkembang, menambah kemampuan, merealisasikan bakat.
  • Kebutuhan transendensi: mengajar, beribadah, berdonasi (dilakukan bukan untuk kepentingan diri).
Martin Seligman.

Peneliti-peneliti baru terus bermunculan membawa konstribusi yang sedikit demi sedikit mulai memperkaya kajian psikologi. Pada tahun 1998, Martin Seligman (1942-sekarang) terpilih menjadi presiden APA dan menciptakan perspektif baru yang ia sebut psikologi positif. Jika kebanyakan kajian psikologi membahas bagaimana manusia bisa sakit mental, maka ia membahas tentang bagaimana seseorang bisa menjadi sehat.

berbagaireviews.com

Ilmu psikologi terus berkembang dan berusaha merumuskan pola tingkah laku manusia untuk dipelajari. Di masa kini, pendekatan neurologis mulai populer digunakan dalam mempelajari psikologi manusia. Psikologi diaplikasikan dalam sekolah, bisnis, industri, politik, hukum, olahraga, seni, dan bidang-bidang lainnya. Psikologi juga merambat ke dalam dunia hiburan, contohnya serial TV "Lie To Me" yang berbasis penelitian emosi yang dilakukan Paul Ekman. Di masa depan, psikologi diharapkan mampu membentuk manusia yang sehat dan produktif dalam mengembangkan potensinya pada bidang-bidang yang dibutuhkan demi kemajuan manusia.

Referensi:
Ki Fudyartanta (2012). Psikologi Kepribadian, Paradigma Filosofis, Tipologis, Psikodinamik dan Organismik-Holistik. (Pustaka Pelajar).
Boeree, C.G. (2012). The History of Psychology.
The Guardian (2009). Timeline: The development of psychology.
Berrios G E (1997). "The scientific origins of electroconvulsive therapy". History of Psychiatry 8 (29 pt 1): 105–119. doi:10.1177/0957154X9700802908

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar