Surah Al - Kafirun dan Sebab Turunnya Surah Al - Kafirun. | Berbagai Reviews

Kumpulan Artikel Pendidikan Pengetahuan dan Wawasan Dunia

Selasa, Desember 27, 2016

Surah Al - Kafirun dan Sebab Turunnya Surah Al - Kafirun.

| Selasa, Desember 27, 2016
Pada masa penyebaran Islam di Mekkah, kaum Quraisy yang menentang Rasulullah SAW tak henti - hentinya mencari cara untuk menghentikan ancaman Islam terhadap kepercayaan nenek moyang mereka. Pada salah satu upaya tersebut mereka berusaha mengajukan proposal kompromi kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di mana mereka menawarkan, jika Rasulullah mau memuja Tuhan mereka, maka merekapun akan memuja Tuhan sebagaimana konsep Islam. Kemudian surat ini diturunkan untuk mejawab hal itu.

Surah Al - Kafirun.

Surah Al-Kafirun ini termasuk surah Makiyah yang kandungan pokoknya menegaskan bahwa sesembahan yang disembah orang - orang kafir sangat berlainan dengan sesembahan yang disembah Rasul SAW beserta para pengikutnya yang mereka sembah adalah berhala, sementara yang disembah Rasul SAW dan para pengikutnya adalah Allah SWT.

Seperti diakui oleh ulama, al-Quran diturunkan pada dua bagian.
  • Bagian yang diturunkan secara spontan (tanpa sebab tertentu), ia adalah mayoritas isi al-Quran. 
  • Diturunkan setelah adanya kejadian tertentu atau adanya pertanyaan.
Pada sepanjang masa turunnya wahyu, yaitu dua puluh tiga tahun. Bagian terakhir inilah yang dicari turunnya, karena mengetahui sebab dan kejadian yang mengiringi dan berkaitan dengan suatu nash, akan membantu untuk memahaminya dengan baik, dan memahami apa maksudnya.

Surah Al-Kafirun (bahasa Arab:الكافرون) adalah surah ke-109 dalam al - Qur' an. Surat ini terdiri atas 6 ayat dan termasuk surat Makkiyah. Nama Al Kaafiruun (orang-orang kafir) diambil dari kata yang muncul pada ayat pertama surat ini. Pokok isi surat ini adalah tidak diizinkannya kompromi dalam bentuk mencampuradukkan ajaran agama.

Surat Al Kafirun mengisyaratkan tentang habisnya semua harapan orang-orang kafir dalam usaha mereka agar Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam. meninggalkan da'wahnya. Hubungan Surat AL Kafirun dengan Surat An Nashr. Surat Al Kafirun menerangkan bahwa Rasulullah Sallallahu  Alaihi Wasallam. tidak akan mengikuti agama orang - orang kafir, sedang dalam surat An Nashr diterangkan bahwa agama yang dibawa Nabi Muhammad s.a.w. akan berkembang dan menang 



 Artinya
     “Katakanlah: “Hai orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al Kaafirun: 1-6)

Sebab Turunnya Surah Al - Kafirun.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa kaum Quraisy berusaha mempengaruhi Nabi saw. dengan menawarkan kekayaan agar beliau menjadi seorang yang paling kaya di kota Makkah, dan akan dikawinkan dengan yang beliau kehendaki. Usaha ini disampaikan dengan berkata: "Inilah yang kami sediakan bagimu hai Muhammad, dengan syarat agar engkau jangan memaki-maki tuhan kami dan menjelekkannya, atau sembahlah tuhan-tuhan kami selama setahun." Nabi saw menjawab: "Aku akan menunggu wahyu dari Tuhanku." 

Surah Al Kafirun ini (S.109:1-6) turun berkenaan dengan peristiwa itu sebagai perintah untuk menolak tawaran kaum kafir. Dan turun pula Surat Az Zumar ayat 64 sebagai perintah untuk menolak ajakan orang-orang bodoh yang menyembah berhala. (Diriwayatkan oleh at-Thabarani dan Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Ibnu Abbas.) Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi saw.: "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah berhala) selama setahun, kami akan mengikuti agamamu selama setahun pula." Maka turunlah Surat Al Kafirun (S.109:1-6). (Diriwayatkan oleh Abdurrazaq yang bersumber dari Wahb dan Ibnul Mundzir yang bersumber dari Juraij.) 

Dalam riwayat lain dikemukakan bahwa al-Walid bin al-Mughirah, al-'Ashi bin Wa-il, al-Aswad bin Muthalib dan Umayyah bin Khalaf bertemu dengan Rasulullah saw dan berkata: "Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah dan kami akan menyembah apa yang engkau sembah dan kita bersekutu dalam segala hal dan engkaulah pemimpin kami." Maka Allah menurunkan ayat ini (S.109:1-6) (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim yang bersumber dari Sa'id bin Mina.

Oleh sebab itu kaum kafir Quraisy berusaha keras membujuk dan mempengaruhi Rasulullah SAW., agar bersedia mengikuti ajaran mereka. Mereka menawarkan harta kekayaan yang sangat banyak, agar beliau jadi milioner terkaya di kota Makkah, kepada beliau dijanjikan akan dikawinkan dengan wanita yang paling cantik, baik gadis maupun janda yang beliau kehendaki. Mereka membujuk Rasulullah SAW., seraya mengatakan “inilah wahai Muhammad yang kami sediakan buatmu agar kamu tidak memaki dan menghina Tuhan kami selama satu tahun, jawab Rasulullah SAW. :”saat ini aku belum bisa menjawab, aku akan menunggu wahyu dari Allah SWT., menurunkan wahyu kepada Rasulullah SAW. berupa surah Al-Kafirun, yakni sebagai jawaban penolakan terhadap tawaran kaum kafir.9 Tawaran yang menurut ukuran orang umum sangat menggiurkan akan tetapi Rasulullah SAW tetap mempertahankan dakwah Islam.

Disamping itu turun pula ayat 64 dari surat AZ - Zumar.

قُلْ أَفَغَيْرَ اللَّهِ تَأْمُرُونِّي أَعْبُدُ أَيُّهَا الْجَاهِلُونَ 

Artinya:
    “Katakanlah maka apakah kamu menyuruh aku menyembah selain Allah hai orang-orang yang tidak berpengetahuan”.

Ayat di atas mempertegas pula kewajiban menolak dan menjauhi bujuk rayu orang-orang Jahiliyah, yakni mereka yang menyembah berhala.

Adapun menurut riwayat lain bahwa beberapa orang kaum musyrik, termasuk Al-Walid bin Mughiroh dan Al-‘Ash bin Wail, Al-Aswad bin Al- Muthallib dan Umayyah bin Khalaf datang menemui Rasulullah SAW. menawarkan harta kekayaan dan gadis tercantik kepadanya, dengan syarat beliau bersedia meninggalkan kecaman terhadap Tuhan-Tuhan mereka, ketika Nabi menolak tawaran tersebut, mereka menawarkan “Bagaimana jika anda menyembah Tuhan-Tuhan kami sehari, dan kami menyembah Tuhanmu sehari (bergantian)? “Tetapi tawaran itu juga ditolak oleh Nabi SAW., dan turunlah surah Al-Kafirun  (sebagai penegasan bahwa tidak ada toleransi di dalam peribadatan). Mengetahui surat ini turun untuk memberitahu pada umat manusia terutama umat Muhammad SAW. bahwa Islam tidak mengenal toleransi dalam hal keimanan dan peribadatan.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar