Home » » Struktur Sosial, The Structure of Social.

Struktur Sosial, The Structure of Social.

Posted by berbagaireviews.com on 28 Desember 2016

Pengertian Struktur Sosial.

berbagaireviews.com

Secara harfiah, struktur bisa diartikan sebagai susunan atau bentuk. Struktur tidak harus dalam bentuk fisik, ada pula struktur yang berkaitan dengan sosial. Menurut ilmu sosiologi, struktur sosial adalah tatanan atau susunan sosial yang membentuk kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat.

Definisi struktur sosial adalah tatanan sosial dalam kehidupan bermasyarakat, yang mana di dalam struktur sosial  tersebut terkandung hubungan saling timbal balik antara status dan peranan yang menunjuk kepada suatu keteraturan perilaku. 

Pengertian Struktur Sosial Menurut Para Ahli. 
  • Menurut Borgotta, struktur sosial merupakan lingkungan sosial bersama yang tidak dapat diubah oleh satu orang individu, yang menyediakan lingkungan untuk setiap tindakan individu di sekitarnya.
  • Menurut Koentjaraningrat, pengertian struktur sosial adalah kerangka yang bisa memberikan gambaran keterkaitan berbagai unsur yang ada di dalam kehidupan masyarakat.
  • Soerjono Soekanto: struktur sosial adalah hubungan timbal balik antara posisi-posisi dan peranan-peranan sosial.
  • Raymond Flirt : struktur sosial merupakan suatu pergaulan hidup manusia meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan meliputi pula lembaga-lembaga dimana orang banyak tersebut ambil bagian.
  • George Simmel: struktur sosial adalah kumpulan individu serta pola perilakunya.
  • Coleman : Pola hubungan antar manusia dan antarkelompok manusia
  • Kornblum : Pola perilaku individu dan kelompok, yaitu perilaku  berulang-ulang yang menciptakan  hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat.
  • George C. Homans: struktur sosial merupakan hal yang memiliki hubungan erat dengan perilaku sosial dasar dalam kehidupan sehari-hari.
  • William Kornblum: struktur sosial adalah susunan yang dapat terjadi karena adanya pengulangan pola perilaku undividu.
  • E.R. Lanch : struktur sosial adalah cita-cita tentang distribusi kekuasaan di antara individu dan kelompok sosial.
Ciri - ciri Struktur Sosial
  • Struktur sosial mengacu kepada hubungan sosial yang pokok, yang bisa memberikan bentuk pada masyarakat
  • Lingkup cakupan struktur sosial adalah semua hubungan sosial antara individu-individu pada suatu saat tertentu
  • Struktur sosial meliputi seluruh kebudayaan yang ada di dalam masyarakat
  • Struktur sosial merupakan realitas sosial yang mempunyai sifat statis dan mempunyai kerangka yang membentuk suatu tatanan.
  • Struktur sosial adalah tahapan perubahan dan perkembangan masyarakat yang mengandung 2 pengertian, yaitu yang pertama di dalam struktur sosial terdapat peranan yang bersifat empiris, dan yang kedua di dalam setiap perubahan dan perkembangan tersebut terdapat tahap perhentian.
Fungsi Struktur Sosial.

Menurut Mayor Polak ada 3 fungsi struktur sosial :
  • Sebagai pengawas sosial, yaitu penekanan terhadap kemungkinan terjadinya pelanggaran atas norma / nilai dan peraturan kelompok / masyarakat
  • Sabagai dasar untuk menanamkan disiplin sosial kelompok / masyarakat
  • Struktus sosial merupakan karakteristik yang khas dipunyai oleh masyarakat
Bentuk Struktur Sosial.

Bentuk struktur sosial dalam masyarakat dapat dilihat dari beberapa sudut, yaitu:

Bentuk struktur sosial dilihat dari sifatnya.

a).Struktur Sosial Kaku
Struktur sosial kaku merupakan bentuk struktur sosial yang tidak dapat dirubah atau sekurang-kurangnya masyarakat menghadapi kesulitan besar untuk melakukan perpindahan status atau kedudukannya.struktur sosial seperti ini biasanya terdapat pada masyarakat yang menganut sitem kasta.

b). Struktur Sosial Luwes
Bentuk struktur sosial ini merupakan kebalikan dari struktur sosial kaku. Pada struktur sosial ini masyarakat bebas bergerak melakukan perubahan.

c). Struktur sosial Formal
Merupakan suatu bentuk struktur sosial yang diakui oleh pihak yang berwenang.

d). Struktur Sosial Informal
Merupakan kebalikan dari struktur sosial formal, yaitu struktur sosial yang nyata ada berfungsi tetapi tidak memiliki ketetapan hukum dan tidak diakui oleh pihak berwenang.

Bentuk struktur sosial dilihat dari identitas keanggotaan masyarakatnya.

Bentuk struktur sosial ini dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu struktur sosial yang homogen dan struktur sosial yang heterogen.
  • Struktur Sosial Homogen, pada struktur sosial yang homogen memiliki latar belakang kesamaan identitas dari setiap anggota masyarakatnya, seperti kesamaan ras, suku bangsa, ataupun agama.
  • Struktur Sosial yang Heterogen, struktur sosial ini ditandai oleh keanekaragaman identitas anggota masyarakatnya. Struktur sosial yang heterogen memiliki latar belakang ras, suku, ataupun agama yang berbeda dari para anggota masyarakatnya.
Bentuk Struktur Sosial dilihat dari ketidaksamaan Sosial.

Bentuk struktur sosial berdasarkan ketidaksamaan sosial adalah pengelompokkan manusia secara horizontal dan vertikal. Pengelompokkan ini bisa berdasarkan ciri fisik yang meliputi jenis kelamin, bentuk dan tinggi tubuh, warna kulit, rambut, dan sebagainya. Juga dapat berdasarkan ciri non fisik atau ciri sosial budaya, meliputi kecerdasan, keterampilan, motivasi, minat dan bakat.

Faktor-Faktor Pembentuk Ketidaksamaan Sosial.
  • Kemampuan atau Potensi Diri. Adanya perbedaan potensi diri dapat menghasilkan perbedaan atas dasar profesi, kekayaan, hobi, dan sebagainya.
  • Latar Belakang Sosial. Perbedaan latar belakang sosial dapat menghasilkan perbedaan tingkat pendidikan, peranan, prestise, dan kekuasaan.
  • Keadaan Geografis. Letak geografis suatu wilayah akan mempengaruhi iklim dan cuaca wilayah tersebut sehingga menghasilkan perbedaan mata pencaharian, corak, dan tradisi suatu masyarakat.
Bentuk - Bentuk Ketidaksamaan Sosial.

Dalam sosiologi ketidaksamaan sosial dibedakan secara horizontal dan secara vertikal. Ketidaksamaan sosial secara horizontal disebut dengan istilah diferensiasi sosial, sedangkan ketidaksamaan sosial secara vertikal disebut stratifkasi sosial.
  • Secara Horizontal, struktur sosial dilihat secara horizontal adalah merupakan struktur masyarakat dengan berbagai kesatuan-kesatuan sosial yang berdasarkan kepada perbedaan-perbedaan suatu suku bangsa, agama, dan adat istiadat yang dikenal dengan sebutan difensiasi sosial. Sebagai contoh bahwa di dalam masyarakat Indonesia terdapat suku bangsa Minangkabau, suku bangsa Jawa, Sunda, Dayak, dan lain-lain.
  • Secara Vertikal adalah struktur sosial yang ditandai oleh kesatuan-kesatuan sosial yang berdasarkan kepada perbedaan-perbedaan pelapisan sosial, baik lapisan atas maupun lapisan bawah yang dikenal dengan istilah stratifikasi sosial.
Unsur – unsur Struktur Sosial
  • Menurut Soerjono Soekanto unsur – unsur social dalam struktur social meliputi :
  • Kelompok social
  • Kebudayaan
  • Lembaga social
  • Stratifikasi social
  • Kekuasaan dan wewenang.
Elemen Dasar Struktur Sosial.

a. Status sosial.
Merupakan kedudukan atau posisi sosial seseorang pada suatu kelompok masyarakat. Status sosial dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu:
  • Ascribed Status, Status sosial yang “diberikan” kepada seseorang oleh masyarakat tanpa memandang bakat atau karakteristik unik orang tersebut. Status ini diperoleh secara otomatis melalui kelahiran (keturunan)
  • Achieved Status, Status yang diperoleh seseorang melalui usaha-usahanya sendiri
  • Assigned Status, Status yang diberikan kepada seseorang sebab tjasa yang telah dilakukan dalam masayarakat.
b. Peran sosial (social role)
Adalah seperangkat harapan terhadap seseorang yang menempati suatu posisi atau status sosial tertentu.

c. Kelompok
Adalah sejumlah orang yang mempunyai norma-norma, nilai-nilai, dan harapan-harapan yang sama, serta secara sadar dan teratur saling berinteraksi.

d. Lembaga
Merupakan pola terorganisasi dari kepercayaan dan perilaku yang dipusatkan pada kebutuhan sosial yang mendasar. Lembaga ini dibentuk untuk memenuhi suatu kebutuhan tertentu.

Peter M. Blau membagi struktur sosial menjadi dua tipe, yakni.
  • Intersected social struktur, sebuah struktur sosial dikatakan intersected apabila keanggotaan dalam kelompok-kelompok sosial yang ada bersifat menyilang (berpotongan).
  • Consolidated social struktur, sebuah struktur sosial dikatakan consolidated apabila terjadi tumpang tindih parameter (tolak ukur) dan mengakibatkan penguatan identitas keanggotaan dalam sebuah kelompok.
Bentuk masyarakat berdasarkan Ciri - Ciri Struktur Sosial.

Berikut ini adalah tiga bentuk masyarakat berdasarkan ciri-ciri struktur sosial dan budayanya seperti yang dikemukukan oleh Selo Soermardjan

Masyarakat sederhana.

berbagaireviews.com

Ciri-ciri struktur sosial dan budaya pada masyarakat sederhana adalah sebagai berikut:
  • Ikatan keluarga dan masyarakatnya sangat kuat.
  • Organisasi sosial berdasarkan tradisi turun-temurun.
  • Memiliki kepercayaan yang kuat terhadap kekuatan gaib.
  • Tidak memiliki lembaga-lembaga khusus, seperti lembaga pendidikan.
  • Hukum yang berlaku tidak tertulis.
  • Sebagain besar produksi hanya untuk keperluan keluarga sendiri atau untuk pasaran dalam skala kecil.
  • Kegiatan ekonomi dan sosial dilakukan secara gotong royong.
Masyarakata madya.

berbagaireviews.com

ciri-ciri struktur sosial dan budaya pada masyarakat madya adalah sebagai berikut:
  • Ikatan keluarga masih kuat, tetapi hubungan dengan masyarakat setempat sudah mengendor.
  • Adat istiadat masih dihormati, tetapi mulai terbuka dengan pengaruh luar.
  • Timbulnya rasionalitas dalam cara berpikir sehingga kepercayaan-kepercayaan pada kekuasaan kekuatan gaib baru timbul apabila orang mulai kehabisan akal untuk menanggulangi suatu masalah.
  • Timbulnya lembaga-lembaga pendidikan formal sampai tingkat lanjutan.
  • Hukum tertulis mulai mendampingi hukum tidak tertulis.
  • Memberi kesempatan pada produksi pasar sehingga muncul diferensiasi dalam struktur masyarakat.
  • Gotong royong hanya untuk keperluan di kalangan tetangga dan kerabat, sedangkan kegiatam ekonomi dilakukan atas dasar uang.
Masyarakat modern.

berbagaireviews.com

ciri-ciri struktur sosial dan budaya masyarakat modern adalah sbegaia berikut ini:
  • Hubungan sosial didasarkan atas kepentingan pribadi.
  • Hubungan dengan masyarakat lainnya sudah terbuka dan saling mempengaruhi.
  • Kepercayaan terhadap ilmu kengatahuan dan teknologi sangat kuat.
  • Terdapat stratifikasi sosial atas dasar keahlian
  • Tingkat pendidikan formal tinggi.
  • Hukum yang berlaku sudah hukum tertulis.
  • Ekonomi hampir seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasarkan atas penggunaan uang dan alat pembayaran lain.

Thanks for reading & sharing berbagaireviews.com

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Search

Translate

subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

Follow by Email

Facebook  Twitter  Google+  RSS Feed

RSS

Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.