Pohon Sahabi, Pohon yang Merunduk Meneduhkan Nabi Muhammad SAW dari Terik Matahari, The Blessed Tree. | Berbagai Reviews

Kumpulan Artikel Pendidikan Pengetahuan dan Wawasan Dunia

Selasa, Oktober 18, 2016

Pohon Sahabi, Pohon yang Merunduk Meneduhkan Nabi Muhammad SAW dari Terik Matahari, The Blessed Tree.

| Selasa, Oktober 18, 2016
Nabi Muhammad SAW, bagi umat Islam tentu sangat hafal dengan namaNya. Dan juga, Non muslim pun tentu ada yang mengetahui namaNya. Dalam buku The 100, a Ranking of the Most Influental Persons in History, karya Michael Hart, Nabi Muhammad saw, menempati peringkat pertama. Penempatan ini tentunya bukan tanpa alasan, apalagi yang menempatkannya adalah tokoh non muslim yang bernama Michael Hart. Michael Hart adalah seorang ilmuwan Amerika ternama di bidang astronomi dan geometri. Dia bekerja di Badan Antariksa Amerika (NASA).
berbagaireviews.com

Namun kita akan membahas salah satu peninggalan jejak Nabi yang masih ada hingga kini, yakni sebatang pohon yang hidup ribuan tahun yang lalu dan zaman dulu masih tumbuh subur dan rindang. Tumbuhan ini disebut - sebut sahabi, pohon yang diberkati. Pohon Sahabi, merupakan satu-satunya pohon yang pernah menjadi saksi hidup dari Nabi Muhammad SAW. Karena pohon tersebut berhasil bertahan hidup di tengah ganasnya gurun Yordania selama 1400 tahun. Letaknya di bagian utara padang pasir Yordania. Dalam radius ratusan kilometer, tak ada pohon lain yang hidup, menemani sang sahabi. Pohon yang 'kesepian' ini dipercaya sebagai saksi pertemuan biarawan Kristen bernama Bahira dengan Nabi Muhammad. Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa'd al - Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir.

Saat itu Nabi Muhammad SAW baru berusia 9 atau 12 tahun. Ia menyertai pamannya Abu Thalib dalam perjalanan untuk berdagang ke Suriah. Bahira bertemu dengan kelompok kafilah tersebut dan mengajak mereka untuk beristirahat. Bahira telah mendapat firasat kalau ia akan bertemu dengan sang nabi terakhir. Diperhatikannya masing-masing tamu. Namun tak satupun di antara mereka yang memiliki tanda-tanda mukjizat. Ternyata masih ada satu anggota rombongan yang tidak ikut masuk ke tempat Bahira.

Muhammad kecil diminta menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta - unta. Bahira takjub menyaksikan cabang pohon tersebut merunduk untuk melindungi sang pemuda. Bahira pun meminta agar bocah kecil tersebut diajak berteduh dan bersantap. Konon, segumpal awan memayungi Muhammad ke manapun ia pergi. Dari sanalah sang biarawan yakin kalau pemuda itu memang benar-benar nabi yang sudah diramalkan kedatangannya. Bahira lantas berpesan kepada Abu Talib untuk menjaga pemuda cilik itu, karena kelak ia akan membawa berkah bagi umat manusia. Tetapi tak jarang pula orang yang ingin mencelakakannya.

berbagaireviews.com

1400 tahun kemudian, pohon yang pernah meneduhkan Muhammad itu masih berdiri tegak, menjadi satu-satunya pohon yang berhasil hidup di tengah gurun. Penemuan kembali pohon itu terjadi secara tak sengaja. Menurut situs Last Prophet, Pangeran Ghazi bin Muhammad menemukan manuskrip tentang pohon tersebut ketika memeriksa arsip negara. Jika dirunut dari naskah - naskah tua tersebut, kemungkinan besar tempat terjadinya pertemuan Bahira dan Muhammad adalah di gurun Yordania.

Sejumlah ilmuwan dan cendekia pun diminta untuk memeriksa area tersebut. Berdasarkan pengamatan mereka, memang benar pohon tua tersebut yang disebutkan dalam catatan Bahira. Namun tentu saja, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan otentisitasnya. Dilansir Green Prophet, Pangeran Ghazi menyebutkan,"Rasulullah duduk di bawah pohon ini." Dan kenyataan bahwa pohon itu bersedia merundukkan cabang-cabangnya demi Muhammad merupakan bukti mengenai kesaksiannya terhadap kerasulan Muhammad. "Karena itulah kami menyebutnya sahabi dalam bahasa Arab. " Sekarang pohon tersebut dilestarikan oleh pemerintah. Sekelilingnya dilindungi pagar dan keberadaannya dipantau secara rutin.

berbagaireviews.com

Hingga saat ini pohon Sahabi masih tetap tumbuh subur dan juga daunnya tetap rindang dan sejuk dipandang mata. Ajaibnya, pohon Sahabi tidak pernah sekalipun mengalami kekeringan. Padahal pohon ini terletak ditengah padang gurun yang sangat gersang. Dan juga sulit mendapatkan air.


Untuk melihat article lainnya, silahkan click  http://www.berbagaireviews.com/search/label/History

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar