Home » » Pengertian Cerita Fabel, Struktur dan Kaidah Kebahasaan Cerita Fabel.

Pengertian Cerita Fabel, Struktur dan Kaidah Kebahasaan Cerita Fabel.

Posted by berbagaireviews.com on 2 Agustus 2016

Pengertian Teks Cerita Fabel.

berbagaireviews.com

Fabel adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang(berisi pendidikan moral dan budi pekerti).Fabel bukan hanya untuk anak kecil saja,tapi orang tua juga karena fabel berisi banyak hikmah yang dapat kita petik.

Cerita fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan kisah tentang kehidupan nyata. Cerita fabel sering juga disebut cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral. Tokoh pada cerita fabel biasanya binatang. Teks cerita fabel tidak hanya mengisahkan kehidupan binatang, tetapi juga mengisahkan kehidupan manusia dengan segala karakternya.

Binatang-binatang yang ada pada cerita fabel memiliki karakter seperti manusia. Karakter mereka ada yang baik dan ada juga yang tidak baik. Mereka mempunyai sifat jujur, sopan, pintar, dan senang bersahabat, serta melakukan perbuatan terpuji. Mereka ada juga yang berkarakter licik, culas, sombong, suka menipu, dan ingin menang sendiri. Cerita fabel menjadi salah satu sarana yang potensial dalam menanamkan nilainilai moral. Kamu dapat belajar dan mencontoh karakter-karakter yang baik dari binatang itu agar kamu memiliki sifat terpuji.

Definisi Teks Cerita Fabel.

Teks Cerita Fabel adalah materi pelajaran bahasa indonesia yang akan kita bahas kali ini. Adapun materi teks cerita fabel yang akan kita bahas kali ini yaitu tentang pengertian, struktur teks, kaidah kebahasaan, dan juga contoh teks cerita fabel singkat beserta strukturnya. Baiklah tanpa banyak basa basi lagi mari langsung saja kita simak materi teks cerita fabel yang telah saya rangkum sebagai berikut.

Struktur Teks Cerita Fabel.

Struktur adalah sesuatu yang membangun sebuah teks. Struktur teks yang dimiliki teks cerita fabel diantaranya adalah orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Untuk lebih jelasnya mengenai struktur teks bisa lihat dibawah ini.

Orientasi.
Orientasi, adalah bagian awal dari sebuah cerita fabel. Orientasi berisi pengenalan dari cerita fabel, seperti pengenalan background, pengenalan tokoh, maupun latar tempat dan waktu. Orientasi dapat juga dikatakan bagian awal dari suatu cerita yang berisi pengenalan tokoh,latar tempat dan waktu,serta awalan masuk ke tahap berikutnya. 

Komplikasi.
Komplikasi, merupan klimaks dari cerita, berisi puncak permasalahan yang dialami tokoh. Dengan kata lain, komplikasi berisi terjadinya konflik/permasalahan antara tokoh utama dengan tokoh lain.

Resolusi.
Resolusi adalah bagian yang berisi pemecahan masalah. Masalah harus diselesaikan dengan cara yang kreatif. Singkatnya, resolusi berisi pemecahan masalah yang dialami tokoh.

Koda.
Koda merupakan bagian terakhir fabel yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut. Koda biasanya berisi pesan dan amanat yang ada pada cerita fabel tersebut.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fabel.

Kaidah kebahasaan atau yang biasa disebut juga sebagai unsur kebahasaan merupakan ciri dari bahasa yang digunakan dalam suatu teks seperti cerita fabel. Adapun berikut akan saya jelaskan unsur kebahasaan atau kaidah kebahasaan dari teks cerita fabel sebagai berikut.

Kata Kerja.

Salah satu kaidah atau unsur kebahasaan dalam sebuah teks cerita fabel adalah adanya kata kerja. Kata kerja dalam cerita fabel dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu kata kerja aktif transitif dan kata kerja aktif intransitif. 
  • Kata Kerja Aktif Transitif, adalah kata kerja aktif yang memerlukan objek dalam kalimat, misalnya memegang, mengangkat.
  • Kata Kerja Aktif Intransitif, adalah kata kerja aktif yang tidak memerlukan objek dalam kalimat, misalnya diam.
Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang.

Pada teks cerita fabel sering sekali adanya penggunaan kata sandang si dan sang. Berikut merupakan penggunaan kata sandang si dan sang yang ada pada teks cerita fabel.

Contoh:
  1. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.
  2. Sang semut mengejek kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana.
  3. Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka.
  4. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut.
  5. “Aku adalah kepompong yang pernah kau ejek,” kata si kupu-kupu.
Kaidah penulisan si dan sang terpisah dengan kata yang diikutinya. Kata si dan sang ditulis dengan huruf kecil, bukan huruf kapital. 

Perhatikan contoh penggunaan dalam kalimat-kalimat tersebut. Bedakan dengan contoh berikut ini.
  1. “Bagaimana caranya agar si kecil rajin belajar?” tanya ibu.
  2. Kedua orang itu, si Kecil dan si Kancil, adalah pembantu di pasar.
Kata kecil pada kalimat 1, ditulis dengan huruf kecil karena bukan merupakan nama. Pada kalimat 2, Kecil ditulis dengan huruf /K/ kapital karena dimaksudkan sebagai panggilan atau nama julukan.
Penggunaan Kata Keterangan Tempat dan Waktu.
Dalam teks cerita fabel biasanya digunakan kata keterangan tempat dan kata keterangan waktu untuk menghidupkan suasana. Untuk keterangan tempat biasanya digunakan kata depan di dan keterangan waktu biasanya digunakan kata depan pada atau kata yang menunjukkan informasi waktu.

Contoh:
  1. Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman.
  2. Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur.
  3. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
  4. Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu.
Penggunaan Kata Hubung Lalu, Kemudian, dan Akhirnya.

Kata lalu dan kemudian memiliki makna yang sama. Kata itu digunakan sebagai penghubung antarkalimat dan intrakalimat. Kata akhirnya biasanya digunakan untuk menyimpulkan dan mengakhiri informasi dalam paragraf atau dalam teks.

Contoh:
  1. Setelah mendengar berita kebakaran itu, Amir pergi ke luar, kemudian berlari, lalu berteriak sambil menangis.
  2. Lalu, sang semut memegang erat ranting itu.
  3. Kemudian, sang semut berterima-kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya.
  4. Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.



Cerpen - Cerpen Cerita Fabel dan Struturnya, klik  http://www.berbagaireviews.com/2016/08/cerpen-cerpen-cerita-fabel-dan-struktur.html

Thanks for reading & sharing berbagaireviews.com

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Search

Translate

subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Follow by Email

Facebook  Twitter  Google+  RSS Feed

RSS

Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.