11 Maret 2020

Biografi, Profil, Biodata Bob Sadino, Pengusaha Sukses Indonesia Bercelana Pendek.

| 11 Maret 2020
Bob Sadino adalah salah satu pengusaha sukses dari dunia bisnis di Indonesia. Bob sadino adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis dibidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat santai dengan mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya sehari-hari. 


Profil biodata Bob Sadino


Biodata Bob Sadino

Bob Sadino memiliki nama asli Bambang Mustari Sadino, lahir pada tanggal 9 Maret 1933 di Tanjung karang, Lampung. Ia lahir dari keluarga serba kecukupan sebagai anak bungsu dari lima bersaudara. Orang tuanya meninggal pada saat ia masih berusia 19 Tahun, ia dipercaya oleh keluarganya untuk mewarisi seluruh harta dari kedua orang tuanya, dengan alasan karna ia merupakan anak bungsu dan saudara-saudaranya sudah dinilai memiliki kehidupan yang mapan.
  • Nama Lengkap : Bambang Mustari Sadino
  • Dikenal : Bob Sadino / Om Bob
  • Lahir : Tanjungkarang, Lampung, 9 Maret 1933
  • Wafat : Jakarta, 19 Januari 2015
  • Agama : Islam
  • Orang Tua : Sadino, Itinah Soeraputra
  • Istri : Soelami Soejoed
  • Anak : Shanti Dwi Ratih, Mira Andiani

Biografi Bob Sadino

Pengusaha nyentrik ini dilahirkan dengan nama lengkap Bambang Mustari Sadino. Orang-orang mengenalnya sebagai Bob Sadino. Beliau dilahirkan pada tanggal 9 Maret 1933 dan wafat pada tanggal 19 Januari 2015. Ayahnya yang bernama Sadino bekerja sebagai seorang guru sekolah yang kemudian menjadi Kepala Sekolah. Sementara ibunya bernama Itinah Soeraputra.


Kehidupan awal Bob Sadino

Beberapa sumber menyebutkan bahwa Bob Sadino lahir pada 9 Maret 1939, tetapi sebenarnya Sadino lahir pada tanggal 9 Maret 1933. Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.


Masa kecil Bob Sadino

Sejak kecil Bob Sadino hidup berkecukupan serta memiliki pergaulan yang lebih baik karena ayahnya yang seorang amtenaar atau pegawai negeri pada zaman Hindia Belanda. Karena berasal dari kelurga berkecukupan membuatnya tidak sulit untuk memperoleh pendidikan yang layak. Bob Sadino memulai pendidikannya di SR (Sekolah Rakyat) yang setingkat SD, kemudian masuk SMP, hingga masuk SMA dan lulus pada tahun 1953. Kehidupannya kala itu cukup memadai dibanding anak seusianya.


Riwayat karir Bob Sadino.


Biografi profil biodata Bob Sadino


Selepas lulus SMA, Bob Sadino kemudian diterima bekerja di PT Unilever. Namun disana ia hanya bekerja beberapa bulan saja. Ia memilih mengikuti temannya mendaftar kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Namun di bangku kuliah, ia cepat merasa bosan. Tak lama kemudian ia memutuskan meninggalkan bangku kuliahnya dan memilih kembali bekerja di Unilever.

Di Unilever, Bob Sadino bekerja selama beberapa tahun disana. Setelah itu, ia kemudian mencari tantangan baru dengan bekerja di perusahaan pelayaran bernama Jakarta Lyod. Di perusahaan pelayaran itu, Ia melanglang buana keluar negeri. Belanda dan Jerman merupakan negara yang paling sering dikunjungi olehnya. Tak heran bila ia sangat fasih dengan bahasa Inggris, Jerman dan Belanda.


Bekerja di luar negeri dan bertemu dengan berbagai macam orang membuat pergaulannya semakin luas. Gaji yang ia terima disana lebih dari cukup untuk menopang kebutuhan hidupnya selama di Eropa. Dalam biografi Bob Sadino yang ditulis oleh Hana Wisteria dalam buku ‘Bob Sadino: Goblok Pangkal Kaya’ disebutkan bahwa walaupun memiliki penghasilan yang cukup selama di Eropa ternyata tidak membuatnya bahagia. Ia selalu merasa tertekan ketika diperintah oleh atasan. Disisi lain, ia adalah orang yang sangat menghargai apa itu arti kebebasan.

…Kamu ini bangun pagi, mandi, pamit kerja pakai seragam, kaki di bungkus sepatu, berangkat pagi pulang sore bayaran ga seberapa. Kerja apa dikerjain? – Bob Sadino

Sembilan tahun bekerja, hidup enak dan tinggal di Eropa akhirnya suami dari Soelami Soejoed memutuskan berhenti bekerja. Ia nekat meninggalkan semua fasilitas yang diberikannya kala itu.


Bob Sadino pulang Ke Indonesia

Bo Sadino bersama dengan kleuarganya kemudian kembali ke Indonesia pada tahun 1967 dan memutuskan memulai semua dari nol lagi. Dari luar negeri ia memboyong dua buah mobil Mercedes miliknya ke Indonesia. Salah satu kobilnya ia jual dan kemudian membeli sebidang tanah di wilayah Kemang, Jakarta yang kala itu masih sepi dan dibangun tempat tinggal.

Pekerjaan pertama yang ia geluti adalah menjadi sopir taksi gelap berbekal mobil mercedes yang ia punya. Namun musibah kecelakaan yang dialaminya membuat mobilnya rusak parah. Peristiwa tersebut membuat Bob Sadino beralih profesi menjadi tukang batu dengan upah 100 rupiah. Hal itu membuatnya tertekan dan depresi.


Bob Sadino merintis telur ayam negeri.


Biografi profil biodata Bob Sadino
 

Hingga suatu hari ada seorang sahabat Bob Sadino yang memberikan saran untuk beternak dan berbisnis telur ayam negeri karena pada saat itu telur ayam negeri masih jarang ada dipasaran. Melihat peluang yang ada, kemudian Bob menangkapnya itulah yang dilakukan, hingga akhirnya ia menggeluti bisnisnya. Bersama istrinyam ia mulai berjualan telur ayam negeri yang ia tawarkan dari pintu ke pintu kepada orang asing yang tinggal di daerah kemang.

Pada saat itu, keberadaan anak negeri beserta telurnya masih belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya hanya dibeli oleh eksparita-ekpariat yang tinggal di daerah Kemang serta beberapa orang Indonesia yang pernah tinggal di luar negeri. Bob Sadino bersama istrinya menjual hanya beberapa kilogram telur perharinya.

Karena memiliki pengalaman hidup di Eropa dan juga fasih dalm berbahasa Inggris membuat Bob tidak kesulitan saat berinteraksi dengan orang asing yang tinggal di daerah Kemang. Dengan berkembangnya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal masyarakat luas sehingga bisnisnya semakin berkembang, kemudian ia melanjutkan usahanya dengan berjualan daging Ayam.

Suatu ketika Bob Sadino berpikir, jika seekor ayam bisa mencari makanannya sendiri untuk menyambung hidup, apalagi seorang manusia yang dibekali akal budi yang seharusnya tidak boleh kalah dengan seekor ayam yang tidak memiliki akal. Dari pemikiran inilah yang membuatnya menjadi pengusaha hebat dan selalu berjuang tidak pantang menyerah sehingga menuntunnya menjadi seorang pengusaha yang sukses di Indonesia.


Bob Sadino pintar melihat peluang

Suatu hari Bob Sadino melihat perbedaan bahwa telur ayam lokal sangat kecil dibandingkan dengan telur ayam di luar negeri. Ia melihat sebuah peluang dengan mencoba memasarkan telur ayam negeri di tempat tinggalnya. Karena tak ada modal, ia kemudian menghubungi sahabatnya Sri Mulyono Herlambang di Belanda untuk dikirimkan 50 bibit ayam broiler langsung dari Belanda.

Bob Sadino bukanlah sarjana peternakan. Ia kemudian mempelajari cara mengembangbiakkan ayam broiler berbekal petunjuk dari majalah peternakan dan perkebunan yang berbahasa Belanda.

Ia berhasil mengembangbiakkan ayam peliharaannya dan menjual telur ayamnya kepada tetangga sekitar tempat tinggalnya. Bob Sadino adalah orang yang pertama kali memperkenalkan telur ayam negeri di Indonesia.

…Ilmu memang berserakan dimana-mana di seluruh muka bumi ini, jauh lebih banyak dibanding yang ada dalam gedung sekolah atau kampus. Bahkan seekor ayam pun bisa memberikan ilmu dan inspirasi yang sangat berharga. – Bob Sadino.

Telur ayamnya banyak disukai terutama tetangganya yang kala itu kebanyakan ekspatriat atau orang asing karena ukurannya yang kala itu lebih besar di banding telur ayam kampung. Disisi lain, ia yang fasih dalam berbahasa Inggris membuat usahanya semakin laris manis. Awalnya sehari ia mampu menjual beberapa kilogram telur ayam saja kemudian meningkat menjadi puluhan kilo dalam sehari. Ini berkat keuletannya dalam melayani pelangganya walaupun tak jarang ia kadang dimaki oleh pelanggannya. Ketika menjual telur ia tidak lupa menyisipkan setangkai anggrek dalam kemasan telurnya.


Bob Sadino mendirikan perusahaan.


Biografi profil biodata Bob Sadino


Pada tahun 1970, Bob sadino mendirikan sebuah perusahaan yang diberi nama Kem Chicks. Kem Chickk adalah supermarket yang menyediakan beragam produk pangan impor untuk masyarakat Jakarta. Seiring dengan berjalannya waktu, Bob sadino melihat bahwa permintaan akan daging sosis semakin meningkat, maka pada tahun 1975, ia kembali mendirikan perusahaan yang bernama Kem Food, yang merupakan pelopor industry daging olahan di Indonesia. Kem Food memproduksi berbagai jenis daging olahan seperti Sosis, Burger. dan Baso.

Selain menjadi orang pertama yang mengenalkan ayam negeri, Bob sadino merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayuran sistem hidroponik di Indonesia. Kem Fams , merupakan sebuah ladang sayur yang didirikan oleh Bod Sadino dengan sistem hidroponik. Berdasarkan catatan awal 1985 menunjukkan bahwa rata-rata perbulan perusahaan Bob Sadino menjual 40 sampai 50 ton daging segar, 60 sampai 70 ton daging olahan dan 100 ton sayuran segar.


Bob sadino dari sektor agribisnis ke properti

Dari berjualan telur, ia kemudian merambah ke bisnis sayur mayur segar. Ia melihat peluang bahwa banyak sayur mayur serta buah-buah unik di luar negeri yang belum ada di Indonesia. Bob Sadino lah orang yang pertama kali memperkenalkan jagung manis, brokoli serta melon yang kala itu masih belum dikenal di Indonesia. Ia juga adalah orang yang memperkenalkan cara berladang dan berkebun secara hidroponik. Dari cara ini membuatnya dapat menghasilkan sayur-sayuran segar. Disamping itu, ia juga bekerja sama dengan para petani lokal. Dari sini ia kemudian mendirikan PT Kem Farm yang kemudian produknya berupa sayur-sayuran diekspor ke Jepang.

Dari bisnis sayur mayur, Bob Sadino kemudian merambah ke bisnis daging olahan. Produk andalannya adalah sosis, baso, burger dengan sertifikasi MUI dan berstandar mutu tinggi. Setelah itu, Bob Sadino kemudian mendirikan Kem Chicks, sebuah supermarket yang sangat modern di wilayah Kemang, jakarta. Setelah sukses sebagai pengusaha agribisnis, Bob Sadino melebarkan usahanya ke sektor properti dengan mendirikan The Mansion, sebuah hunian apartemen di wilayah Kemang, Jakarta bekerja sama dengan Agung Sedayu Group.

…Orang Goblok itu ga banyak mikir yang penting melangkah, Orang pintar kebanyakan mikir akibatnya tidak pernah melangkah. – Bob Sadino

Bisnisnya yang cukup banyak membuat Bob Sadino dikenal sebagai seorang konglomerat atau pengusaha sukses. Walaupun demikian Bob Sadino dikenal sebagai sosok yang ramah dan bersahaja. Dalam kesehariannya selain mengurus usahanya, ia juga banyak mengisi seminar sebagai seorang pembicara. Pria yang dikenal gemar menggunakan celana pendek dan baju safari ini sangat menyukai musik country.


Bob Sadino meninggal dunia.


Biografi profi biodata Bob Sadino


Setelah sempat dirawat selama dua bulan, pengusaha nyentrik Bob Sadino akhirnya menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta pada hari Senin, tanggal 19 januari 2015 setelah berjuang dengan penyakitnya yaitu infeksi saluran pernafasan kronis. Bob Sadino dikatakan sudah tak sadar dalam 2-3 minggu. Penyakitnya terkait dengan usianya yang sudah lanjut serta kondisinya yang makin menurun setelah istrinya meninggal dunia pada Juli 2014.


Kata bijak motivasi Bob Sadino

Tidak hanya sebagai pengusaha, Bob Sadino juga tidak jarang tampil di layar televisi untuk memberikan motivasi kepada para pengusaha di Indonesia. Pengalaman suka-duka yang ia alami ia bagikan kepada mereka. Berikut ini beberapa kata-kata motivasi yang pernah dilontarkan oleh pengusaha yang berpenampilan nyentrik
  • Dibalik setiap harapan selalu diikuti kekecewaan, jadi berhentilah berharap
  • Yang beneran punya, ngga akan banyak bicara seperti mereka yang berlaga sok punya
  • Setiap bertemu dengan orang baru, saya selalu mengosongkan gelas saya terlebih dahulu
  • Saya bisnis cari rugi, ketika rugi saya semangat, dan jika untung bertambah rasa syukur saya
  • Setinggi apapun pangkat yang Anda miliki, Anda tetaplah karyawan. Sekecil apapun usaha Anda, Anda adalah Bosnya
  • Orang Goblok itu ga banyak mikir yang penting melangkah, orang pintar kebanyakan mikir akibatnya tidak pernah melangkah
  • Orang Goblok sulit dapat pekerjaan, akhirnya buka usaha sendiri. Saat bisnisnya berkembang, orang goblok mempekerjakan orang pintar
  • Semakin goblok seseorang akan kian banyak ilmu yang diperolehnya saya menggoblokan diri sendiri sebelum menggoblokan orang lain
  • Saya tidak mau pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki terkubur bersama tubuh saya ketika mati kelak


Demikianlah artikel yang menjelaskan secara lengkap mengenai " Biografi dan Profil Bob Sadino". Semoga melalui tulisan ini memberikan pemahaman kepada pembaca yang sedang mempelarinya. Mohon maaf jika ada kesalahan dan silahkan tinggal tanggapan maupun kritikan yang sifatnya memperbaiki untuk yang akan datang. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar