Various Reviews of Knowledge and Education.

3 Oktober 2019

Tawuran, Latar Belakang, Faktor Penyebab, Dampak Akibat Tawuran, Solusi Mencegah Tawuran.

| 3 Oktober 2019
Tawuran adalah salah satu dari bentuk kenakalan remaja - berbagaireviews.com


Tawuran pelajar bukan hanya merugikan pelajar yang terlibat, tetapi merugikan orang lain juga khususnya siswa lain yang tidak ikut tawuran. Gangguan psikologi siswa yang merasa sudah tidak nyaman lagi belajar karena adanya sebuah ancaman dan kekerasan menjadi faktor utama. Selain itu akibat tawuran, banyak fasilitas umum yang rusak. Hal ini menandakan bahwa tawuran yang dilakukan oleh beberapa pelajar benar-benar tidak hanya merugikan pelajar yang bertawuran tapi juga merugikan orang banyak. (Pandu Wibowo, Menyikapi Tawuran Pelajar dengan Teori, 2011).


Pengertian tawuran.

Tawuran (atau tubir) adalah bentuk dari kekerasan antar geng sekolah dalam masyarakat urban di Indonesia. Wirumoto, sosiolog Indonesia, berpendapat bahwa tindakan tersebut sebagai salah satu cara untuk menghilangkan stress selama ujian. W. D. Mansur juga berpendapat bahwa tindakan tersebut terjadi bukan akibat dari faktor pribadi, melainkan berasal dari pengaruh lingkungan di sekitar serta prasangka dari masyarakat.


Latar belakang tawuran.

Tawuran pelajar merupakan suatu tindak kekerasan yang dilakukan oleh antar genk sekolah atau auatu komunitas remaja yang didasari dengan alasan solidaritas sesame teman. Penyebab - penyebab tawuran tersebut sebenarnya hanya karena masalah ringan. Misalkan, ada sebuah kelompok pelajar yang menamai mereka sebagai pelajar dari sekolah A yang mempunyai tujuan untuk menguasai tempat berkumpulnya pelajar atau tempat nongkrong tertentu. Tapi tiba-tiba pelajar dari sekolah lain (sekolah B) juga memilki keinginan yang sama. Akhirnya untuk mencapai tujuan tersebut, para pelajar yang masih berjiwa labil mudah frustasi dan emosi. Pada tahap ini, mereka cenderung akan memotivasi diri untuk saling menguasai tempat tersebut walau harus saling melukai.

Sebenarnya masih banyak lagi penyebab terjadinya tawuran selain berebutan tempat. Contoh saling ejek antara pelajar sekolah A dan sekolah B, dan adanya dendam antara satu pelajar sekolah A kepada pelajar sekolah B, yang menular kepada pelajar yang lain. Dari situlah timbul rasa untuk saling menguasai dan mencapai tujuan di antara para pelajar walau harus saling melukai.


Faktor penyebab tawuran.

Beberapa faktor tersebut antara lain:

 1.   Mau menunjukan siapa yang hebat, kuat, berkuasa & layak disegani.

 Banyak diantara pelaku tawuran, akan merasa bangga saat mereka bisa melukai / menghajar lawan habis habisan, padahal mereka bersama – sama melakukannya (baca: melukai / menghajar). Jadi, dimana letak “paling kuat & hebat”-nya? Disegani? Masyarakat akan segan dengan pribadi yang memiliki wibawa, ingtegritas, dan prestasi serta teladan yang bisa dicontoh yang tinggi dibalut dengan ke-rendah-an hatinya, sedangkan dengan para pelaku tawuran, teladan apa yang mau kita ambil?

 2.  Mau menunjukan siapa yang paling berani.

 Sebenarnya, alasan ini kurang bisa diterima, kenapa? Dari faktor ke-1 tadi, mereka (baca: pelaku tawuran) setelah “berhasil menjalankan misinya” mereka akan segera berlarian membubarkan diri ketika ada Polisi / masyarakat sekitar yang akan menangkap mereka. Jadi, dimana letak “berani” dari para pelaku? Menurut penulis, berani artinya adalah siap menanggung resiko dari apa yang telah diperbuat, sedangkan mereka, layak kah disebut pemberani?

 3.   Agar kelompok mereka ‘di-cap’ memiliki solidaritas tinggi.

 Ini alasan yang paling bertolak belakang dari semua kegiatan yang mereka lakukan. Kenapa? Mereka akan terlihat “solid” ketika menyerang kelompok lain (keroyokan), tetapi ketika ada salah satu anggota mereka yang terluka parah, tertangkap kelompok lawan / warga sekitar maupun polisi yang bertugas, kemanakah teman – teman mereka yang katanya “solid” itu?

 4. Cinta.

Mungkin di telinga sebagian pembaca menganggap ini merupakan alasan yang konyol, penulis juga sependapat. Ternyata, ada diantara penyebab pecahnya aksi tawuran yang disebabkan ada anggota kelompok lain yang berhasil memikat lawan jenis yang juga disukai oleh anggota kelompok lain,merasa tak dihargai, kelompok yang anggotanya tidak terima pun akhirnya meluncurkan “misi” baru.Dari setiap tindakan yang kita lakukan sudah pasti ada akibat / impact, entah itu secara langsung maupun tidak. Tawuran juga meninggalkan “jejak” baik yang kecil maupun yang besar. Tanpa harus penulis ulas kembali disini, pembaca pastinya sudah mengetahui betul efek / impact dari tawuran itu sendiri.

Ditinjau secara psikologi, terdapat beberapa factor yang menjadi penyebab terjadinya perkelahian antar remaja, diantaranya:

Faktor internal penyebab tawuran
  • Kurangnya kemampuan untuk melakukan adaptasi pada situasi lingkungan yang semakin kompleks/beragam dan banyak, sehingga menimbulkan tekanan pada dirinya.
  • Kurang kemampuan dalam mengatasi dan memanfaatkan siatuasi untuk pengembangan dirinya, sehingga mudah putus asa dan cepat melarikan diri dari setiap masalah, selalu menyalahkan orang lain setiap masalahnya dan cenderung lebih memilih menggunakan cara tersingkat untuk memecahkan masalah.
  • Sering mengalami konflik batin sehingga mudah frustasi, emosi yang tidak stabil, tidak peka terhadap persaan orang lain, dan memiliki perasaan rendah diri serta biasanya sangat membutuhkan pengakuan.

Faktor penyebab tawuran di keluarga
  • Adanya tindak kekerasan dalam suatu keluarga yang berdampak pada perkembangan psikologis anak, menimbulkan karakter anak yang penuh dengan kekerasan. sehingga anak berpikir bahwa kekerasan merupakan bagian dari dirinya dan suatu hal yang wajar jika dia melakukan tindak kekerasan pula.
  • Orang yang terlalu melindungi anaknya juga dapat berpengaruh pada anak, sehingga anak tumbuh sebagai remaja yang tidak mandiri dan tidak berani mengembangkan identitasnya. Pada saat bergaul dan bergabung dengan teman-temannya, dia akan menyerahkan dirinya secara total terhadap kelompoknya sebagai menjadi bagian identitas yang dibangunnya.

Faktor penyebab tawuran di sekolah.
  • Adanya lingkungan sekolah yang tidak membakar semangat siswanya untuk belajar, suasana kelas yang monoton dan membosankan, peraturan yang tidak relevan dengan pengajaran dan dianggap mengekang, tidak adanya kelas praktikum dan lain sebagainya, sehingga membuat pelajar lebih senang melkakukan kegiatan diluar bersama teman- temannya.
  • Peran guru sebagai penghukum dan pelaksana aturang yang tidak dibarengi sebagai pendidik dan pembimbing, dan masih adanya tidak kekerasan dalam mendidik siswa.
  • Faktor lingkungan. Lingkungan rumah yang sempit/kumuh, anggota keluarga dan masyarakat yang berperilaku buruk, sarana transportasi yang sering menomorsekiankan pelajar, dan lingkungan masyarakat yang penuh dengan kekerasan dapat menimbulkan reaksi emosional yang berkembang yang mendukung perilaku berkelahi.

Dampak akibat tawuran

Tawuran juga berdampak pada pekembangan psikologis pelajar dan masyarakat seperti:
  • Membentuk kepribadian yang penuh dengan tindak kekerasan
  • Menjadi pribadi yang mudah frustasi karena tidak bisa mencapai tujuan yang diinginkan yang disebabkan rasa takut akibat segala aksinya tersebut.
  • Mudah stress karena tekanan, ketegangan yang dialaminya sehingga mengganggu kondisi mental palajar dan tidak mampu menjalani aktivitasnya seperti biasa.
  • Menimbulkan keresahan dan traumatic pada masyarakat sehingga muncul rasa tidak percaya dan rasa takut, tidak berani berhadapan kelompok pelajar.

Solusi mencegah tawuran pelajar

Dengan memandang masa remaja merupakan periode storm and drang period (topan dan badai) dimana gejala emosi dan tekanan jiwa sedang gencar dialami, sehingga perilaku mereka mudah menyimpang. Maka pelajar itu sendiri perlu mengisi waktu luangnya dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan dapat mengembangkan bakat yang dimiliki, seperti mengikuti kegiatan kursus, berolahraga, mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, belajar, dan sebaginya.

Solusi mencegah tawuran dari keluarga
  • Pengasuhan anak secara baik, penuh kasih sayang, disiplin, membedakan hal baik dan buruk, bertanggung jawab, dan lain sebagainya.
  • Menciptakan suasana yang hangat dan bersahabat sehingga membuat anak betah dirumah dan selalu rindu ingin pulang ke rumah.
  • Meluangkan waktu untuk bersama dengan keluarga
  • Memperkuat nilai moral dan beragama pada individu dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari- hari.
  • Melakukan pengawasan anak dalam menonton film yang berisi tindak kekerasan dan melakukan pemilahan permainan video games yang cocok dengan usianya

Solusi mencegah tawuran di sekolah
  • Mengadakan kurikulum pendidikan yang baik dan bisa mengembangkan potensi anak dalam berpikir, berestetika dan berkeyakina terhadap Tuhan.
  • Adanya ruang atau lapangan olahraga di setiap sekolah, selain untuk kegiatan olahraga juga untuk penyaluran agresivitas pelajar.
  • Menjalin komunikasi dan koordinasi yang terpadu , bersama- sama mengembangkan pola penanggulangan dan penanganan kasus dan bisa juga mengadakan acara pertandingan atau kesenian diantara sekolah- sekolah.
  • Aparat kepolisian juga dapat melakukan kegiatan penyuluhan disekolah- sekolah mengenai dampak dan upaya yang perlu dilakukan agar dapat menanggulangi tawuran. dan ikut andil dalam menanggulangi tawuran seperti melakukan penempatan petugas didaerah rawan guna untuk pemantauan terhadap tawuran, juga melakukan razia pada pelajar yang membawa senjata tajam.
  • Pemerintah berperan menghapuskan tayangan berbaru kekerasan yang merajalela di layar kaca. Sudah tugas negara untuk menjaga mental rakyatnya dari informasi media massa yang merusak.

 
Demikianlah ulasan tentang tawuran salah satu bentuk kenakalan remaja  yang dapat kami sampaikan, jika ada kesalahan dan kekurangannya, kami mohon maaf, silahkan tinggalkan komentar dengan sifatnya membangun menjadi lebih baik. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar