Pengertian Gurindam dan Macam - Macam atau Jenis - Jenis Grurindam beserta Contoh - Contoh Gurindam. | Berbagai Reviews

Kumpulan Artikel Pendidikan Pengetahuan dan Wawasan Dunia

Senin, Mei 14, 2018

Pengertian Gurindam dan Macam - Macam atau Jenis - Jenis Grurindam beserta Contoh - Contoh Gurindam.

| Senin, Mei 14, 2018
 
Pengertian gurindam beserta contoh gurindam - berbagaireviews.com
 
 
Pengertian Gurindam.

Gurindam adalah bentuk puisi lama yang terdiri dari dua bait, tiap bait terdiri dari 2 baris kalimat dengan rima yang sama, yang merupakan satu kesatuan yang utuh. Gurindam ini dibawa oleh orang Hindu atau pengaruh sastra Hindu. Gurindam berasal dari bahasa Tamil (India) yaitu kirindam yang berarti mula-mula amsal, perumpamaan. Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian dan baris kedua berisikan jawaban nya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.

Gurindam merupakan bentuk puisi lama yang ditandai dengan dua baris kalimat ber-rima sama namun dalam satu kesatuan. Secara definisi, gurindam diartikan sebagai karya sastra lama yang berbentuk seperti puisi dan terdiri dari dua baris kalimat dengan sajak (rima) yang sama. Biasanya gurindam terdiri lebih dari satu bait. Pada baris pertama, gurindam berisi sebuah persoalan atau syarat, sedangkan pada baris kedua gurindam menjawab persoalan pada baris pertama.

Gurindam diidentikan dengan pantun nasehat. Padahal, pada dasarnya kedua karya sastra ini berbeda. Gurindam terdiri dari dua larik saja dalam satu bait, sedangkan pantun bisa lebih dari empat larik. Berikut ini adalah beberapa ciri khas gurindam yang dapat membedakannya dari karya sastra yang lain.

Macam - Macam Gurindam.

Jika dilihat dari barisnya, ada 2 macam bentuk guridam, yaitu gurindam berkait dan gurindam berangkai. Di bawah ini adalah pengertian dan contoh-contoh gurindam.

1. Gurindam Berkait
Gurindam berkait adalah gurindam yang bait pertama berhubungan dengan bait berikutnya dan juga pada bait seterusnya.

Contoh:

Sebelum berbicara pikir dahulu
Agar tak melukai hati  temanmu
kalau berbicara semaumu
tentulah banyak orang yang membencimu

Barang siapa tidak memiliki agama
Pastilah sesat hidupnya di dunia.

Barang siapa yang hidupnya tidak ingin sesat di dunia dan akhirat
Maka cepat-cepatlah bertaubat sebelum terlambat

2. Gurindam berangkai
Gurindam berangkai adalah bentuk gurindam yang memiliki kata yang sama di setiap baris pertama baitnya.

Contoh:

Temukan apa yang dimaksud sahabat
Temukan apa yang dimaksud maksiat
Janganlah menjadi orang yang memelas
Nanti kamu menjadi orang yang malas

Ciri - Ciri Gurindam.
 
Sama seperti beberapa jenis karya sastra pada umumnya yang dikategorikan berdasarkan ciri khas, begitu juga dengan gurindam. Menurut baris yang dimiliki terdapat dua jenis atau bentuk dari gurindam. Berikut ciri - ciri gurindam, antara lain :
  • Pada tiap baris bersajak A-A, B-B, dan seterusnya.
  • Gurindam hanya terdiri dari dua baris, tidak lebih pada tiap baitnya. Selain itu jumlah kata per baris hanya sekitar 10 kata saja.
  • Gurindam berisi nasehat hidup
  • Pada tiap baris gurindam mempunyai hubungan sebab-akibat.
  • Baris kedua berupa isi.

Contoh - Contoh Gurindam.

Barang siapa tinggalkan sholat
Akan menuntun ke perbuatan maksiat
Barang siapa melakukan perbuatan maksiat
Pasti akan disiksa di akhirat

Jika bekerja tidak berhati lurus
Pikiran akan menjadi tergerus
Jika pikiran selalu tergerus
Pikiran tak karuan tubuh menjadi kurus
Advertisement

Apabila selalu mencela orang
Tandanya dia bermain curang
Jika Anda bermain curang
Tentulah lawan menjadi berang

Apabila orang banyak berkata
Itu tandanya dia berdusta

Dengan orang tua jangan pernah melawan
Kalau tidak mau hidup berantakan
Jagalah hati jagalah lisan
Agar kau tidak hidup dalam penyesalan
Sayangilah orang tua dengan sepenuh hati
Itulah cara menunjukan bakti
Teruslah menyakiti diri sendiri
Kelak kau akan mati berdiri

Belajar janganlah ditunda-tunda
Karena kamu tidak akan kembali muda
Jika kamu terus menunda
Hilanglah sudah kesempatan berharga

Masa lalu biarlah berlalu
Masa depan teruslah kau pacu
Apabila anak tak diajari ilmu agama
Pastilah anak menjadi tercela
Lestarikan alam kita
sebelum alam menjadi murka
Belajarlah demi masa depan
Untuk mencapai semua harapan

Apabila mata terjaga
Hilanglah semua dahaga
Apabila kuping tertutup handuk
Hilanglah semua kabar buruk
Apabila mulut terkunci rapat
Hilanglah semua bentuk maksiat
Apabila tangan tidak terikat rapat
Hilanglah semua akal sehat
Apabila kaki tidak menapak
Larilah semua orang serempak

Jika hendak mencapai akhirat
Teruslah berdoa dan jangan lupa bertaubat
Jika hendak menggapai cita-cita
Bekerjalah lebih dari rata-rata
Jika hendak hidup bahagia
Jangan penah melakukan perbuatan sia-sia
Jika hendak mencari cinta sejati
Carilah dengan penuh hati-hati

Barang siapa tidak takut tuhan
Hidupnya tidak akan bertahan
Barang siapa tidak pernah puasa
Hidupnya akan penuh dosa
Barang siapa meninggalkan sholat
Berarti dia berbuat maksiat
Barang siapa tidak pernah mengeluarkan zakat
Hartanya tidak akan mendapat berkat
Barang siapa yang mampu melaksanakan haji
Tentulah orangnya patut dipuji

Apabila dengki sudah merasuki hati
Tak akan pernah hilang hingga nanti
Apabila kelakuan baik berbudi
Hidup menjadi indah tak akan merugi
Apabila hidup selalu berbuat baik
Tanda dirinya berhati cantik

Contoh Gurindam dengan makna perpasalnya.
 
 
Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji - berbagaireviews.com
 
 
Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji (Pasal 1 sampai 12)

Pasal 1

Barang siapa tiada memegang agama
Sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama
Maknanya, berupa nasehat bahwa sebagai manusia haruslah berpedoman pada agama, karena jika tidak arah hidup orang tersebut tidak akan berguna.

Barang siapa mengenal yang empat
Maka dia itulah orang yang ma’rifat
Maknanya, bahwa dalam kehidupan terdapat empat tingkatan yang harus dikenal oleh manusia yaitu Syariat, Tarekat, Hakekat, dan Ma’rifat. Jadi, jika seseorang telah mengenal tingkat yang keempat maka dia akan mengenal Tuhannya.

Barang siapa mengenal Allah
Suruh dan tegahnya tiada ia menyalah
Maknanya, seseorang yang bertaqwa kepada Allah, pasti akan taat pada perintah Allah.

Barang siapa mengenal diri
Maka telah mengenal akan Tuhan yang bahri
Maknanya, seseorang yang telah mengenal dirinya sendiri, maka ia akan mengenal kekuasaan Tuhan yang sesungguhnya.

Barang siapa mengenal dunia
Tahulah ia barang terpedaya
Maknanya, seseorang yang mengetahui akan kebahagiaan duniawi, maka ia akan tahu bahwa semua hanyalah kesemuan saja.

Barang siapa mengenal akhirat
Tahulah ia dunia melarat
Maknanya, seseorang yang mengetahui akhirat, dirinya akan mengetahui kekekalan akhirat dan dunia hanya sesaat saja.

Pasal 2

Barang siapa mengenal yang tersebut
Tahulah ia akan makna takut
Maknanya, seseorang yang takut akan Allah, akan patuh pada perintah dan menjauhi larangan Allah.

Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tanpa tiang
Maknanya, seseorang yang tiada melakukan sembahyang, hidupnya akan terombang-ambing tidak kokoh seperti tiang.

Barang siapa meninggalkan puasa
Tidaklah mendapat dua termasa
Maknanya, seseorang yang tidak menjalankan ibadah puasa, maka hidupnya tidak akan mengenal baik dan buruk.

Barang siapa meninggalkan zakat
Tiadalah hartanya beroleh berkat
Maknanya, sebesar apapun harta yang dimiliki, bila tidak berzakat akan susah terkumpul.

Barang siapa meninggalkan haji
Tiadalah ia menyempurnakan janji
Maknanya, siapapun yang punya harta tapi enggan berhaji, maka ia sudah lupa terhadap rejeki yang datang dari Allah.

Pasal 3

Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
Maknanya, seseorang yang menjaga pandangannya mampu mengendalikan diri.

Apabila terpelihara kuping
Khabar yang jahat tiadalah damping
Maknanya, seseorang yang menjaga pendengarannya dari segala hal buruk, maka dirinya tidak akan mendapat masalah.

Apabila memelihara lidah
Niscaya akan mendapat faedah
Maknanya, seseorang yang mampu menjaga setiap ucapannya maka akan mendapat manfaat yang baik.

Bersungguh-sungguh engkau pelihara tangan
Daripada segala berat dan ringan
Maknanya, agar seseorang berhati-hati dalam melakukan sesuatu.

Bila perut terlalu penuh
Maka keluarlah fi’il yang tiada senonoh
Maknanya, segala sesuatu yang berlebihan akan menimbulkan dampak yang buruk.

Anggota tengah hendaklah ingat
Disitulah banyak orang hilang semangat
Maknanya, bahwa segala sesuatu harus dijalankan dengan sepenuh hati.

Hendaklah peliharakan kaki
Daripada berjalan yang membawa rugi
Maknanya, seseorang yang berhati-hati mengambil keputusan, maka jalannya akan baik.

Pasal 4

Hati kerajaan didalam tubuh
Jikalau dzalim segala anggota pun roboh
Maknanya, seseorang yang mempunyai hati yang jahat akan menuju kesengsaraan.

Apabila dengki sudah bertanah
Datanglah daripadanya beberapa anak panah
Maknanya, seseorang yang mempunyai rasa dengki akan menuju pada sebuah penderitaan.

Mengumpat dan memuji hendaklah pikir
Disitulah banyak orang tergelincir
Maknanya, bahwa setiap orang haruslah memikirkan setiap akibat yang diterima saat ia hendak melakukan sesuatu agar tidak menyesal.

Pekerjaan marah jangan dibela
Nanti hilang akal di kepala
Maknanya, seseorang yang melakukan segalanya dengan emosi, akan membuat pikirannya tidak bisa menghasilkan kebaikan.

Jika sedikitpun berbuat bohong
Boleh diumpamakan mulutnya itu pekong
Maknanya, seseorang yang berbohong akan mendapat balasan yang setimpal.

Tanda orang yang amat celaka
Aib dirinya tiada ia sangka
Maknanya, bahwa seseorang yang tidak mengakui dan sadar akan aibnya sendiri jelas akan menuai penyesalan.

Bakhil jangan diberi singgah
Itupun juga perampok yang amat gagah
Maknanya, seseorang yang memiliki sifat buruk haruslah diubah karena itu bisa menimbulkan penderitaan.

Barang siapa yang sudah besar
Janganlah kelakuannya membuat kasar
Maknanya, bahwa seseorang yang mempunyai kekuasaan tidak boleh bertindak semaunya.

Barang siapa perkataan kotor
Mulutnya itu umpama ketur
Maknanya, penilaian yang buruk akan diberikan pada seseorang yang suka berkata buruk.

Dimana tahu salah diri
Jika tidak orang lain yang berperi
Maknanya, diri sendiri dapat dinilai dari pendapat orang lain.

Pasal 5

Jika hendak mengenal orang berbangsa
Lihat kepada budi dan bahasa
Maknanya, seseorang yang berbudi pekerti baik dapat dilihat dari prilakunya.

Jika hendak mengenal orang berbahagia
Sangat memeliharakan yang sia-sia
Maknanya, setiap orang yang berbahagia pasti tidak akan menyia-nyiakan yang dimiliki.

Jika hendak mengenal orang mulia
Lihatlah kepada kelakuan dia
Maknanya, seseorang yang kelakuannya baik pasti memiliki akhlak yang baik.

Jika hendak mengenal orang berilmu
Bertanya dan belajar tiadalah jemu
Maknanya, seseorang yang berilmu tinggi dapat dilihat dari keinginan belajarnya yang tinggi

Jika hendak mengenal orang yang berakal
Didalam dunia mengambil bekal
Maknanya, setiap orang yang memiliki akal, pasti berpikir untuk kehidupannya di akhirat.

Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai
Maknanya, sosialisasi yang baik dengan banyak orang bisa menunjukkan bahwa seseorang itu baik

Pasal 6

Cari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
Maknanya, mencari sahabat haruslah yang selalu ada disetiap saat

Carilah olehmu seorang guru
Yang boleh tahu tiap seteru
Maknanya, mencari seorang guru haruslah yang mampu membimbing kita dengan pengalaman yang baik.

Carilah olehmu seorang istri
Yang boleh menyerahkan diri
Maknanya, pasangan yang baik adalah pasangan yang rela berkorban

Carilah olehmu seorang kawan
Pilih segala orang yang setiawan
Maknanya, mencari seorang teman haruslah teman yang setia

Carilah olehmu akan abdi
Yang ada baik sedikit budi
Maknanya, mencari seseorang yang dapat dipercaya adalah mencari orang yang baik budinya.

Pasal 7

Apabila banyak berkata
Disanalah banyak jalan masuk dusta
Maknanya, biasanya orang yang banyak bicara adalah seseorang yang suka berdusta

Apabila banyak berlebih-lebihan suka
Itulah tanda hampir duka
Maknanya, seseorang yang suka dengan hal secara berlebihan, semakin dekat ia dengan petaka

Apabila kita kurang siasat
Itulah tanda pekerjaan hendak tersesat
Maknanya, bahwa dalam menjalankan pekerjaan harus berpikir dengan matang dan berhati-hati.

Apabila anak tidak dilatih
Jika besar bapaknya letih
Maknanya, seorang anak yang dewasa tanpa bimbingan, ketika besar akan melawan orang tuanya

Apabila banyak mencela orang
Itulah tanda dirinya kurang
Maknanya, seseorang yang suka mencela orang lain tidak akan sadar kekurangannya

Apabila orang banyak tidur
Sia-sia sajalah umur
Maknanya, hendaklah orang memanfaatkan waktunya di dunia dengan hal yang baik agar tidak menjalani hidup yang sia-sia

Apabila mendengar akan kabar
Menerimanya itu hendaklah sabar
Maknanya, seseorang dalam menghadapi sebuah kenyataan haruslah wajib bersabar.

Apabila mendengar akan aduan
Membicarakannya itu hendaklah cemburuan
Maknanya, jika seseorang tengah membicarakan keburukan orang lainb wajibnya tidaklah dihiraukan

Apabila perkataan lemah lembut
Lekaslah orang segera mengikut
Maknanya, seseorang hendaklah mengikuti prilaku yang baik

Apabila perkataan yang amat kasar
Lekaslah orang sekalian gusar
Maknanya, seseorang yang suka bicara keras, hanya akan dianggap sebagai pembawa masalah bagi orang lain.

Apabila pekerjaan yang amat benar
Tidak boleh orang berbuat onar
Maknanya, setiap pekerjaan yang didasari niat baik, akan menang melawan apapun kejahatan.

Pasal 8

Barang siapa khianat akan dirinya
Apalagi kepada lainnya
Maknanya seseorang yang berbohong pada diri sendiri sudah pasti pada orang lain demikian.

Orang yang suka menampakkan jasa
Setengah daripada syirik mengaku kuasa
Maknanya, seseorang tidak boleh pamer yang telah dia lakukan

Kejahatan diri disembunyikan
Kebaikan diri didiamkan
Maknanya, menampilkan sisi yang baik dari diri sendiri dan menutup aib diri sendiri

Keaiban orang jangan suka dibuka
Keaiban diri hendaklah disangka
Maknanya, seseorang yang baik hendaklah menyadari kekurangan diri dan tidak membahas kekurangan orang lain.

Pasal 9

Tahu pekerjaan tak baik tetap dikerjakan
Bukannya manusia itulah syetan
Maknanya, seseorang yang tahu perbuatannya salah dan tetap dilakukan tidak ada bedanya dengan setan

Kejahatan seorang perempuan tua
Itulah iblis punya penggawa
Maknanya, orang yang jahat adalah pengikut dari iblis

Pasal 10

Dengan bapa jangan durhaka
Supaya Allah tidak murka
Maknanya, seseorang haruslah patuh terhadap orang tuanya agar mendapat ridho dari Allah

Dengan ibu hendaklah hormat
Supaya badan dapat selamat
Maknanya, seseorang jika ingin selamat dunia dan akhirat haruslah menghormati seorang ibu

Dengan anak janganlah lalai
Supaya boleh naik ke tengah balai
Maknanya, jika ingin membawa anaknya dalam kesuksesan hendaklah membimbing sedari kecil

Dengan kawan hendaklah adil
Supaya tangannya jadi kafil
Maknanya, menjadi orang baik haruslah berbuat adil pada siapa saja

Pasal 11

Hendaklah berjasa
Kepada yang sebangsa
Maknanya, sebagai warga negara yang baik haruslah siap membela dan berbakti pada negara.

Hendaklah jadi kepala
Buang perangai yang cela
Maknanya, jadilah seorang pemimpin yang baik dan amanat

Hendaklah memegang amanat
Buanglah khianat
Maknanya, jalankan segala amanat dengan penuh tanggung jawab

Hendak marah
Dahulukan hajat
Maknanya, ketika seseorang ingin mencapai sebuah keinginan hendaklah menahan emosinya

Hendak dimulai
Jangan melalui
Maknanya, janganlah pernah menunda suatu hal

Hendak ramai
Mudahkan perangai
Maknanya, jika ingin memiliki banyak kawan hendaklah berbuat yang baik

Pasal 12

Raja mufakat dengan materi
Seperti kebun berpagarkan duri
Maknanya, kerja sama adalah bentuk upaya untuk kesatuan yang sangat kuat

Betul hati kepada raja
Tanda jadi sebarang kerja
Maknanya, seseorang yang selalu patuh terhadap perintah pimpinannya

Hukum adil atas rakyat
Tanda raja beroleh inayat
Maknanya, seorang pemimpin haruslah menegakkan keadilan

Kasihkan orang yang berilmu
Tanda rahmat atas dirimu
Maknanya, seseorang yang berilmu jalan hidupnya akan dipermudah

Hormat akan orang yang pandai
Tanda mengenal kasa dan cindai
Maknanya, berkawan dengan orang yang pandai akan membawa dampak yang baik

Ingatkan dirinya mati
Itulah asal berbuat bakti
Maknanya, lakukanlah segala hal yang baik sebelum kita mati

Akhirat itu terlalu nyata
Kepada hati yang tidak buta

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar