Home » » Tokoh - Tokoh dan Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia, Organizations and Leaders of National Movement Indonesia

Tokoh - Tokoh dan Organisasi Pergerakan Nasional Indonesia, Organizations and Leaders of National Movement Indonesia

Posted by berbagaireviews.com on 15 Maret 2015

Pergerakan Nasional.

berbagaireviews.com


Pergerakan nasional adalah suatu bentuk perlawanan terhadap kepada kaum penjajah yang dilaksanakan tidak dengan menggunakan kekuatan bersenjata, tetapi menggunakan organisasi yang bergerak di bidang sosial, budaya, ekonomi dan politik. Demikian halnya dengan pergerakan nasional yang terjadi di Indonesia. Pada awalnya, berdirinya organisasi ini tidak ditujukan untuk perlawanan terhadap kaum penjajah, tetapi organisasi-organisasi tersebut pada dasarnya didirikan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan rakyat yang mengalami penderitaan akibat penjajahan, namun pada akhirnya bertujuan untuk mewujudkan kemerdekaan. Hal yang demikian ini pula yang menjadi faktor awal berdirinya berbagai macam organisasi pergerakan nasional di Indonesia.

   Perjuangan rakyat Indonesia mengusir penjajah tidak hanya dilakukan dengan kekuatan fisik, tetapi juga melalui organisasi. Putera - putera bangsa Indonesia, mulai sadar perlunya organisasi modern untuk perjuangan kemerdekaan. Selain itu, tumbuh juga kesadaran perlunya persatuan dari rakyat Indonesia untuk mengusir penjajah.

Tokoh dan Organisasi Pergerakan Nasional.
  • Budi Utomo.
berbagaireviews.com

Budi Utomo (ejaan Soewandi: Boedi Oetomo) adalah sebuah organisasi pemuda yang didirikan oleh Dr. Sutomo dan para mahasiswa STOVIA yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo dan Soeraji pada tanggal 20 Mei 1908. Digagaskan oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, dan kebudayaan tetapi tidak bersifat politik. Berdirinya Budi Utomo menjadi awal gerakan yang bertujuan mencapai kemerdekaan Indonesia walaupun pada saat itu organisasi ini awalnya hanya ditujukan bagi golongan berpendidikan Jawa.

  • Serikat Islam (SI).
berbagaireviews.com

Sarekat Islam awalnya bernama Sarekat Dagang Islam (SDI) yang didirikan oleh Haji Samanhudi tahun 1911 di Solo. Organisasi ini merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang bertujuan menghidupkan kegiatan ekonomi pedagang Islam, khususnya di Jawa. Setelah berkembang pesat, pada tahun 1912, SDI berganti menjadi SI dan terbuka untuk seluruh umat Islam dari berbagai lapisan masyarakat.

  • Indische Partij (IP).
berbagaireviews.com

Indische Partij adalah partai politik pertama di Hindia Belanda, berdiri tanggal 25 Desember 1912. Didirikan oleh tiga serangkai, yaitu E.F.E. Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo dan Ki Hajar Dewantara. Maksudnya adalah untuk mengganti Indische Bond yang merupakan organisasi orang-orang Indonesia dan Eropa di Indonesia. Hal ini disebabkan adanya keganjilan-keganjilan yang terjadi (diskriminasi) khususnya antara keturunan Belanda totok dengan orang Belanda campuran (Indonesia). IP sebagai organisasi campuran menginginkan adanya kerja sama orang Indo dan bumi putera. Hal ini disadari benar karena jumlah orang Indo sangat sedikit, maka diperlukan kerja sama dengan orang bumi putera agar kedudukan organisasinya makin bertambah kuat.
  • Muhammadiyah.
berbagaireviews.com

Muhammadiyah merupakan organisasi Islam modern yang berdiri di Yogyakarta pada tanggal 18 November 1918 dan didirikan oleh tokoh agama K.H Ahmad Dahlan. Pada awalnya, K.H Ahmad Dahlan masuk dalam organisasi Budi Utomo dengan harapan dapat memberikan pemikiran Islam pembaharuan kepada anggota organisasi tersebut, namun cara tersebut kurang efektif sehingga ia mendirikan organisasi Muhammadiyah. Muhammadiyah mencurah-kan kegiatannya pada usaha-usaha pendidikan serta kesejahteraan. Dalam program dakwahnya berusaha menghapus bentuk-bentuk pemikiran dan pelak-sanaan Islam yang dihubungkan dengan hal-hal mistik atau takhayul. Ide pembaharuan K.H Ahmad Dahlan dipengaruhi gerakan pembaharuan di Arab saat ia menuntut ilmu agama di sana.

  • Tri Koro Dharmo (Jong Java).
berbagaireviews.com

Pada saat didirikan, ketuanya adalah Dr. Satiman Wirjosandjojo, dengan wakil ketua Wongsonegoro, sekretaris Sutomo dan anggotanya Muslich, Mosodo dan Abdul Rahman. Tri Koro Dharmo bertujuan untuk mempersatukan para pelajar pribumi, menyuburkan minat pada kesenian dan bahasa nasional serta memajukan pengetahuan umum untuk anggotanya. Hal ini dilakukan antara lain dengan menyelenggarakan berbagai pertemuan dan kursus, mendirikan lembaga yang memberi beasiswa, menyelenggarakan berbagai pertunjukan kesenian, serta menerbitkan majalah Tri Koro Dharmo. TKD berubah menjadi Jong Java pada 12 Juni, 1918 dalam kongres I-nya yang diadakan di Solo, yang dimaksudkan untuk bisa merangkul para pemuda dari Sunda, Madura dan Bali. Bahkan tiga tahun kemudian atau pada tahun 1921 terbersit ide untuk menggabungkan Jong Java dengan Jong Sumatranen Bond, namun upaya ini tidak berhasil.

  • Jong Sumatera Bond.
berbagaireviews.com

Jong Sumatranen Bond (JSB) adalah perkumpulan yang bertujuan untuk mempererat hubungan di antara murid-murid yang berasal dari Sumatra, mendidik pemuda Sumatra untuk menjadi pemimpin bangsa serta mempelajari dan mengembangkan budaya Sumatra. Perkumpulan ini didirikan pada tanggal 9 Desember 1917 di Jakarta. JSB memiliki enam cabang, empat di Jawa dan dua di Sumatra, yakni di Padang dan Bukittinggi. Beberapa tahun kemudian, para pemuda Batak keluar dari perkumpulan ini dikarenakan dominasi pemuda Minangkabau dalam kepengurusannya. Para pemuda Batak ini membentuk perkumpulan sendiri, Jong Batak.

  • Taman Siswa.

Ki Hajar Dewantara memiliki nama asli Raden Mas Suwardi Suryaningrat. Bersama dengan Danudirja Setiabudi (Douwes Dekker), dan Cipto Mangunkusumo, beliau mendirikan Indische Partij. Mereka bertiga dikenal dengan sebutan Tiga Serangkai. Indische Partij menuntut kemerdekaan Indonesia. Taman Siswa didirikan pada 1922 oleh Suwardi Suryaningrat. Perguruan ini mengajarkan kepada siswanya sifat kebangsaan. Karena peranannya sangat besar dalam dunia pendidikan, Ki Hajar Dewantara diberi julukan sebagai Bapak Pendidikan Nasional.Tujuannya mengembangkan edukasi dan kultural yang direalisasikan dengan baik, terbukti dengan pendirian sekolah-sekolah di lingkungan Taman Siswa. Pendidikan berjenjang dari Taman Siswa menghasilkan tokoh-tokoh yang berperan besar dalam pergerakan nasional berikutnya.

  • Partai Nasional Indonesia (PNI).
berbagaireviews.com

Algemene Studie Club di Bandung yang didirikan oleh Ir. Soekarno padatahun 1925 telah mendorong para pemimpin lainnya untuk mendirikan partai politik, yakni Partai Nasional Indonesia ( PNI). PNI didirikan di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 oleh 8 pemimpin, yakni dr. Cipto Mangunkusumo, Ir.Anwari, Mr. Sartono, Mr. Iskak, Mr. Sunaryo, Mr. Budiarto, Dr. Samsi, dan Ir. Soekarno sebagai ketuanya. Kebanyakan dari mereka adalah mantan anggota Perhimpunan Indonesia di Negeri Belanda yang baru kembali ke tanah air.
  • Partai Indonesia (Partindo).

berbagaireviews.com

Setelah PNI dibubarkan, pada tanggal 1 Mei 1931, Sartono mendirikan Partindo sebagai penggantinya. Tujuan organisasi ini adalah mencapai satu Negara Republik Indonesia. Partai Indonesia atau disingkat Partindo adalah salah satu partai politik yang pernah ada di Indonesia. Pendirian partai ini merupakan hasil keputusan Sartono sewaktu ia menjabat ketua PNI-Iama menggantikan Soekarno yang ditangkap pemerintah Belanda tahun 1929. Sartono membubarkan PNI dan membentuk Partindo. Tujuan pokok Partindo sama dengan PNI-lama, yaitu mencapai Indonesia merdeka dengan menjalan kan politik non-kooperasi terhadap pemerintahan Belanda. Tindakan Sartono ini mendapat reaksi keras dari anggota PNI-lama, di antaranya Moh. Hatta dan Sutan Sjahrir, serta golongan yang tidak menyetujui dengan pembubaran ini. Mereka membentuk Golongan Merdeka dan menjadi organisasi baru bernama Pendidikan Nasional Indonesia (PNI-baru). Partindo dan PNI-baru bersaing dalam memperoleh simpati rakyat.

  • Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Pendidikan).
berbagaireviews.com

Setelah PNI dibubarkan, Moh. Hatta membentuk PNI Pendidikan pada Agustus 1932. PNI Pendidikan menyokong pemerintahan rakyat dan menganut sistem sosialisme dan demokrasi. PNI Baru lahir pada tahun 1931. PNI Baru berhaluan nasionalis dan demokrasi. Dari PNI Baru muncul tokoh Sutan Syahrir (20 tahun) yang pada waktu itu masih menjadi mahasiswa di Amsterdam. Ia pulang ke Tanah Air atas permintaan Moh. Hatta untuk menjadi ketua partai. Walaupun cita - cita dan haluan kedua partai itu sama, yaitu kemerdekaan dan nonkooperatif, strategi perjuangannya berbeda. PNI Baru lebih menekankan pada pentingnya pendidikan kader, sedangkan Partindo lebih menekankan aksi massa untuk mencapai kemerdekaan.

  • Putri Mardika.

berbagaireviews.com


Putri Mardika adalah organisasi keputrian tertua dan merupakan bagian dari Budi Utomo. Tujuannya adalah untuk memberikan bantuan, bimbingan dan penerangan kepada wanita-wanita pribumi dalam menuntut pelajaran dan dalam menyatakan pendapat di muka umum. Kegiatannya antara lain sebagai berikut: memberikan beasiswa dan menerbitkan majalah bulanan. Tokoh-tokohnya: P.A Sabarudin, R.A Sutinah Joyopranoto, R.R Rukmini, dan Sadikun Tondokukumo. Putri Mardika didirikan atas bantuan Budi Utomo di Jakarta pada tahun 1912. Perkumpulan perempuan ini bertujuan memajukan pengajaran terhadap anak perempuan melalui penerangan dan bantuan dana.

  • Perkumpulan Keutamaan Istri.
berbagaireviews.com

Dewi Sartika merupakan seorang bangsawan Sunda. Ia lahir pada tanggal 8 Desember 1884. Ibunya bernama Raden  Ayu Rajapermas, sedangkan ayahnya bernama Raden Somanegara. Dewi Sartika, adalah salah satu tokoh pelopor pendidikan perempuan di Indonesia. Dia tak hanya sekedar bermain dalam tataran konsep, gagasan, atau ide kemajuan perempuan saja, tetapi sudah selangkah lebih maju. Dewi Sartika berhasil mewujudkan cita-citanya memajukan pendidikan kaum perempuan dengan mendirikan Sakola Kautamaan Istri (Sekolah Keutamaan Perempuan) di tahun 1904 di kota Bandung.
Perkumpulan ini mulanya didirikan tahun 1913 di Tasikmalaya. Organisasi ini kemudian didirikan di berbagai tempat dengan tujuan mengadakan rumah sekolah untuk anak-anak perempuan. Pengajarnya antara lain Raden Dewi Sartika.

  • Perhimpunan Indonesia.
berbagaireviews.com

Indische Vereeniging atau Perhimpunan Hindia adalah organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda yang berdiri pada tahun 1908. Indische Vereeniging berdiri atas prakarsa Soetan Kasajangan Soripada dan R.M. Noto Soeroto yang tujuan utamanya ialah mengadakan pesta dansa-dansa dan pidato-pidato. Sejak Tjipto Mangoenkoesoemo dan Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara) masuk, pada 1913, mulailah mereka memikirkan mengenai masa depan Indonesia. Mereka mulai menyadari betapa pentingnya organisasi tersebut bagi bangsa Indonesia. Semenjak itulah vereeninging ini memasuki kancah politik. Waktu itu pula vereeniging menerbitkan sebuah buletin yang diberi nama Hindia Poetera, namun isinya sama sekali tidak memuat tulisan-tulisan bernada politik.
  • Parindra.


Dr. Soetomo, salah seorang pendiri Budi Utomo, pada akhir tahun 1935 di kota Solo, Jawa Tengah berusaha untuk menggabungkan antara PBI (Persatuan Bangsa Indonesia), Serikat Selebes, Serikat Sumatera, Serikat Ambon, Budi Utomo, dan lainnya, sebagai tanda berakhirnya fase kedaerahan dalam pergerakan kebangsaan, menjadi Partai Indonesia Raya atau Parindra. PBI sendiri merupakan klub studi yang didirikan Dr. Soetomo pada tahun 1930 di Surabaya, Jawa Timur.

Tokoh-tokoh lain yang ikut bergabung dengan Parindra antara lain 
  1. Woeryaningrat
  2. Soekardjo Wirjopranoto
  3. Raden Mas Margono Djojohadikusumo, 
  4. R. Panji Soeroso
  5. Mr. Soesanto Tirtoprodjo.
  • Gabungan Politik Indonesia (GAPI).

berbagaireviews.com

Untuk pertama sekali pimpinan dipegang oleh Muhammad Husni Thamrin, Mr. Amir Syarifuddin, Abikusno Tjokrosujono.

Di dalam anggaran dasar di terangkan bahwa GAPI berdasar kepada:
  1. Hak untuk menentukan diri sendiri
  2. Persatuan nasional dari seluruh, bangsa Indonesia dengan berdasarkan kerakyatan dalam paham politik, ekonomi dan sosial
  3. Persatuan aksi seluruh pergerakan Indonesia
GAPI merupakan gabungan dari Parindra, Gerindo, Persatuan Minahasa, Partai Islam Indonesia, Partai Katolik Indonesia, Pasundan, dan PSII. GAPI berdiri pada 21 Mei 1939 oleh M.H. Thamrin. Selain masalah-masalah sosial, tujuan utama GAPI adalah terwujudnya “Indonesia Berparlemen” yang berarti negara yang berdiri sendiri.

Untuk melihat seluruh artikel, silahkan klik http://www.berbagaireviews.com/p/blog-page_46.html

Untuk melihat artikel lainnya, silahkan klik http://www.berbagaireviews.com/

Thanks for reading & sharing berbagaireviews.com

Previous
« Prev Post

4 komentar:

  1. wow ternyata banyak banget ya organisasi pergerakan nasional di indonesia

    BalasHapus
  2. Makasih bgt ini buat tugas pkn alhamdulillah

    BalasHapus
  3. Top Lah ni tugas buat ips ane susah sangaD!

    BalasHapus

Search

Translate

Diberdayakan oleh Blogger.

subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

Follow by Email

Facebook  Twitter  Google+  RSS Feed

RSS