Tari Piring: Pengertian, Sejarah, Makna, Gerakan, Alat, Dan Perkembangan | Berbagai Reviews

Kumpulan Artikel Pendidikan Pengetahuan dan Wawasan Dunia

Sabtu, Februari 24, 2024

Tari Piring: Pengertian, Sejarah, Makna, Gerakan, Alat, Dan Perkembangan

| Sabtu, Februari 24, 2024
gerakan tari piring

Sahabat berbagai reviews, pertunjukan tari selalu menjadi daya tarik dari suatu daerah, tak terkecuali tari piring. Tari piring berasal dari Sumatera Barat dan sering dijadikan sebagai ajang promosi dan pariwisata di kebudayaan Indonesia Tari piring merupakan tarian tradisional Minangkabau yang menampilkan atraksi menggunakan atribut piring. Secara tradisional tari ini berasal dari Solok, Sumatra Barat.

Pengertian Tari Piring

Tari piring merupakan tari tradisional yang berasal dari Minangkabau, secara tradisional dapat disebutkan bahwa tari piring berasal dari Solok, Sumatera Barat. Tarian ini menampilkan aksi atraksi menari menggunakan piring. Para penari akan mengayunkan piring yang berada di telapak tangan mereka selaras dengan music iringan serta gerakan yang cepat dan teratur tanpa melepaskan atau membiarkan satu piring pun terjatuh. Gerakan tari piring diambil dari gerakan silat Minangkabau atau yang biasa disebut silek.

Tari piring dipopulerkan oleh Huriah Adam. Modern ini, tari piring biasanya digunakan sebagai sambutan untuk menyambut tamu terhormat atau juga biasanya digunakan untuk pembukaan suatu upacara adat. Tari piring sangatlah popular di Indonesia, bersama dengan tari lainnya, seperti tari saman, jaipong, dan pendet yang kerap digunakan sebagai tari untuk menyambut tamu-tamu terhormat dalam beberapa acara dan digunakan sebagai ajang promosi pariwisata serta kebudayaan yang ada di Indonesia.

Sejarah Tari Piring

Secara tradisional, tari ini berasal dari Solok, Sumatera Barat. Menurut legenda awal kemunculannya, Tari Piring ini berfungsi sebagai tarian dalam upacara kesuburan. Tarian ini juga menjadi salah satu bentuk seni tradisional yang banyak sekali menyimpan nilai-nilai estetis yang cukup tinggi dan mengandung nilai-nilai kebudayaan leluhur yang sangat mendalam. Tari ini juga merupakan ritual ucapan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa setelah mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah. Ritual dilakukan dengan membawa sesaji dalam bentuk makanan yang diletakkan di dalam piring sembari melangkah dengan gerakan yang dinamis.

Setelah masuknya agama Islam ke Minangkabau, tari piring tidak lagi digunakan sebagai ritual ucapan rasa syukur kepada dewa-dewa. Akan tetapi, tari tersebut digunakan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat banyak yang ditampilkan pada acara-acara keramaian.

Tari piring juga menjadi bentuk tarian tradisional yang kaya akan nilai-nilai estetis yang tinggi dan juga memiliki nilai kebudayaan dari leluhur yang dalam sehingga tari bisa menjadi bentuk ucapan terima kasih serta gambaran rasa syukur masyarakat yang mendalam kepada dewa-dewa yang sudah menyuburkan dan membuat hasil panen mereka menjadi tidak gagal.

Ritual tersebut biasanya dilakukan oleh masyarakat setempat dengan cara membawa beberapa sesaji, biasanya sesaji yang dibawa dalam bentuk makanan lalu sesaji akan diletakkan di dalam sebuah piring sambil mengambil langkah dengan gerakan yang teratur,sinkron dan dinamis.

Namun, semenjak kedatangan pedagang Arab di Indonesia yang membawa agama Islam masuk ke Indonesia, kepercayaan masyarakat setempat terhadap tari piring ini perlahan mulai berubah. Tak hanya kepercayaan masyarakat terhadap tari tersebut saja, tapi juga dengan konsep tari dari tari piring ini pun juga ikut berubah. Sekarang ini, tari piring digunakan sebagai media hiburan seperti untuk pernikahan, acara adat atau bahkan pertunjukan untuk menerima tamu, sekaligus menjadi sarana pendidikan untuk generasi muda dalam mengenal serta mempelajari kebudayaan mereka.

Tari piring pernah berhasil memecahkan rekor dunia, mereka menarikan tari piring dengan jumlah penari yang menarikannya sampai dengan lebih dari 2000 penari. Semua orang dengan berbagai jenis profesi ikut serta dalam pemecahan rekor dunia tersebut.

Setiap gerakan-gerakan yang terdapat pada tari piring memiliki makna yang berbeda-beda. Penari tari piring biasanya membawa dua piring yang diletakkan pada kedua telapak tangan mereka. Kemudian, piring akan di ayun-ayun kan mengikuti gerakan tari yang makin lama makin cepat.

Biasanya, saat akhir tarian penari akan membanting piring ke lantai sampai pecah dan berserakan, lalu penari akan tetap menari di atas pecahan piring tadi. Konon katanya piring-piring tersebut telah diberi doa supaya tidak menyakiti kaki para penari.

Sebuah tarian tanpa music agaknya seperti ada yang kurang, supaya lebih semarak Tari Piring ini diiringi oleh alat music khas Sumatera Barat yaitu Saluang dan Talempong. Paduan alunan music khas Sumatera Barat dengan gerakan lincah dari penari membuat tari piring semakin terlihat menakjubkan.

Gerakan Tari Piring

Gerakan tari piring pada umumnya adalah meletakkan dua piring di atas dua telapak tangan. Penari mengayunkan piring dalam gerakan-gerakan yang cepat, diselingi dengan mendentingkan piring atau dua cincin di jari penari terhadap piring yang dibawanya. Pada akhir tarian, biasanya piring-piring yang dibawakan oleh para penari dilemparkan ke lantai dan para penari akan menari di atas pecahan-pecahan piring.

Jumlah penari tari piring biasanya berjumlah ganjil yang terdiri dari tiga sampai tujuh orang. Para penari mengenakan pakian berwarna cerah dengan nuansa warna merah dan kuning keemasan serta tutup kepala.

Tarian ini diiringi oleh kombinasi alat musik talempong dan saluang. Tempo alunan musik awalnya lembut dan teratur, kemudian lama-kelamaan berubah menjadi lebih cepat.

Gerakan dalam tari piring ini merupakan salah satu unsur penting untuk menjadikan tarian menjadi bentuk yang bermutu. Tari Piring ini bersumber dari beberapa gerakan, seperti: Gerakan dasar pencak silat, Gerakan alang babega, gerakan tupai bagaluik, gerakan bungo kambang, dan lain sebagainya. Tidak hanya itu tari piring juga sering kali menggambil berbagai gerakan kehidupan sehari-hari, seperti : gerak bacamin, gerak basiang, gerak buai anak, gerak mangompu suto, gerak malunyah, gerak maiinjak piriang, gerak bagolek dan gerak manyemba lalok.

Makna Gerakan Tari Piring

Paling tidak tari piring memiliki 20 gerakan yang dibawakan oleh penari. 20 gerakan tersebut memiliki makna yang pastinya berbeda-beda, berikut nama dan makna dari setiap gerakan tari piring:

1. Gerak Pasambahan

Gerakan ini merupakan gerakan untuk memulai tarian yang dilakukan oleh para penari pria. Gerakan Pasambahan dimaknasi sebagai bentuk syukur kepada Allah serta bentuk permintaan para penari kepada setiap orang yang menonton supaya tidak mengganggu tarian tersebut.

2. Gerak Singanjuo Lalai

Gerakan singanjuo lalai dibawakan oleh para penari perempuan, gerakan yang tercipta dari tarian ini adlaah gerakan lemah lembut dan gemulai. Ini dikarenakan gerakan singajuo lalai dimaknai untuk melambangkan suasana di pagi hari yang sejuk.

3. Gerak Mencangkul

Terlihat dari namanya gerakan ini melambangkan gerakan penari ketika mengolah sawahnya dalam tarian piring.

4. Gerak Menyiang

Gerakan ini juga diambil dari kegiatan petani di sawah yaitu menyiangi. Menyiangi sendiri merupakan kegiatan membersihkan sawah dari rumput-rumput liar atau gulma. Para penari juga menggunakan kegiatan tersebut dalam gerakan tari piring.

5. Gerak Membuang Sampah

Gerakan ini merupakan lanjutan dari kegiatan petani yang ada pada gerakan menyiang, yaitu membuang rumput atau sampahnya.

6. Gerak Menyemai

Selanjutnya, gerakan menyemai juga diambil dari kegiatan pertanian di sawah. Gerakan menyemai pada tari piring seperti sedang menyemai benih padi yang akan ditanam.

Seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa gerakan tari piring memiliki 20 gerakan yang diperagakan ketika pentas tari piring, maka 14 gerakan, selain enam gerakan di atas yang ada pada tari piring, yaitu:

  • Gerakan memagar
  • Gerakan mencabut benih
  • Gerakan melepas kesal
  • Gerakan mengantar juadah
  • Gerakan menyabit padi
  • Gerakan mengambil padi
  • Gerakan menggampo padi
  • Gerakan mengangin-anginkan padi
  • Gerakan mengirik padi
  • Gerakan menumbuk padi
  • Gerakan gotong royong
  • Gerakan menampi padi
  • Gerakan menginjak pecahan kaca

Properti yang digunakan pada Tari Piring

Hal yang menarik dari tari piring tentunya adalah properti utamanya yaitu piring, namun tentunya terdapat property lain yang membuat tari piring semakin menarik perhatian banyak orang, berikut properti yang ada pada tari piring:

1. Piring

Seperti pada namanya properti yang utama pada tarian ini pastilah piring. Piring tersebut diletakkan di atas tang penari, masing-masing penari membawa dua piring di tangan kanan dan kiri.

2. Alat Musik

Setiap tarian pasti dilengkapi dengan music, alat music yang digunkaan aadalah gendang dan dilengkapi dengan saluang dan talempong yaitu alam music yang terbuat dari logam.

3. Damar

Properti lainnya pada tari piring yaitu damar. Damar digunakan dengan cara diberi lubang sehingga ujung jari tengah tangan kanan dan kiri bisa dimasukkan ke dalam lubang tersebut.

Kemudian, saat sedang menari damar diketuk-ketukkan ke piring sesuai dengan lantunan music. Hal itu dilakukan supaya tari piring semakin meriah.

4. Kostum

Properti terakhir pastinya kostum, kostum tari piring zaman dulu seperti kostum pencak silat dengan celana berwarna hitam. Namun, supaya semakin meriah saat ini kostum tari piring beraneka warna. Kostum khusus tersebut memiliki nama baju kurung yang terbuat dari beludru atau satin dengan motif bunga, tari piring juga menggunakan kain kodek yang mirip dengan sarung.

Alat Musik

Jenis alat musik yang digunakan adalah: Talempong pacik, talempong sendiri adalah alat musik pukul khas Minangkabau yang terbuat dari campuran tembaga dan kuningan yang akan berbunyi jika dipukul dengan sepasang kayu. Disebut dengan talempong pacik karena dalam memainkan alat musik ini dengan dipegang. Ada tiga jenis talempong pacik :

  • Talempong jantan
  • Talempong betina
  • Talempong Pangawin

Pupuik batang padi : Pupuik batang padi ini merupakan instrumen bernada tunggal. Namun dengan beberapa modifikasi yaitu dengan melubangi batang padi di beberapa titik yang berfungsi layaknya lubang pada seruling, alat musik ini dapat mengeluarkan alunan irama yang unik.[

Gandang (Gendang Minang) : Istilah gendang dalam bahasa Minang adalah gandang (dalam bahasa Batak gondang), bentuknya sama dengan yang ada di daerah lain, seperti di Melayu, Batak, Sunda, Jawa, dan lain - lain. Cara memainkan adalah sama juga, yaitu sisi lingkaran kecil di sebelah kiri dan yang lebih besar ada di sebelah kanan. Namun cara memukul antara masing-masing daerah sangat berbeda, yaitu di Minang tergantung dari jenis rentak lagu.

Perkembangan Tari Piring

Perkembangan budaya Tari Piring dalam masyarakat Minangkabau masa kini telah mengalami pergeseran nilai dan fungsi. Pada masa kini Tari Piring tidak hanya dikelola oleh daerah tetapi juga oleh masyarakat minangkabau yang hidup di rantau. Tujuan utama masyarakat perantauan mengembangkan Tari Piring ini adalah untuk menjaga eksitensi dan sebagai bagian dari warisan dan identitas budaya masyarakat Minangkabau.

Nilai dan aspek dari Tari Piring itu sendiri telah bergeser dari masa ke masa, baik di daerah maupun di perantauan. Perubahan itu dapat dilihat seperti nilai dari pelengkap upacara adat yang kini juga dialih fungsikan sebagai pertunjukan hiburan, hal ini dapat dilihat dari banyaknya sanggar-sanggar tari daerah yang bekerja sama dengan agensi hiburan. Meskipun begitum perkembangan ini tetap tidak mematikan peranan Tari Piring sebagai identitas asli budaya Minangkabau.

Meskipun banyak ide garapan dan corak dari bentuknya lahir dari pemikiran seorang koreografer individual moderen, namuan secara esensi baik masyarakat di rantau maupun di Sumatera Barat tetap menyatakan bahwa Tari Piring yang telah berkembang secara kualitas tersebut disebut Tari Piring asli Minangkabau.


Demikianlah informasi dari artikel yang berjudul Tari Piring: Pengertian, Sejarah, Makna, Gerakan, Alat, Dan Perkembangan. Apabila ada kekurangan ataupun kekeliruan pada penulisan artikel ini, Berbagai Reviews mengucapkan mohon maaf yang sebesar - besarnya. Silahkan tinggalkan pesan yang bijak pada kolom komentar yang tersedia. Terima kasih sudah mampir, semoga bermanfaat.

Bahan bacaan lainya silahkan klik Pustaka Pengetahuan

Tutorial cara budidaya silahkan klik Baraja Farm 

Untuk belajar budidaya, silahkan klik Baraja Farm Channel

Media sosial silahkan klik facebook


Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar