Profil Negara Republik Demokratik Timor Leste (Republik Demokratik Timor Leste). | Berbagai Reviews

Kumpulan Artikel Pendidikan Pengetahuan dan Wawasan Dunia

Selasa, September 08, 2020

Profil Negara Republik Demokratik Timor Leste (Republik Demokratik Timor Leste).

| Selasa, September 08, 2020
Democratic Republic of Timor Leste


Negara Timor Leste merupakan sebuah negara yang terletak di bagian timur Pulau Timor, benua Asia bagian Tenggara (Asia Tengara). Pulau Timor yang berada di sebelah utara benua Australia ini dimiliki oleh dua negara yaitu Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste. Sebelum merdeka, Timor Leste merupakan salah satu Provinsi di Republik Indonesia dengan nama Provinsi Timor Timur. Timor Leste secara resmi merdeka dari Indonesia pada tanggal 20 Mei 2002 dan menetapkan Kota Dili sebagai Ibukotanya.


Profil Negara Timor Leste.

Berikut ini adalah Profil Negara Timor Leste :

  • Nama Lengkap : Republik Demokratik Timor Leste (Democratic Republic of Timor-Leste)
  • Nama Lokal : Republika Demokratika Timor Lorosa’e (bahasa Tetum)
  • Bentuk Pemerintahan : Republik semi-Presidensil
  • Kepala Negara : Presiden Francisco GUTERRES (sejak 20 Mei 2017)
  • Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri Taur Matan RUAK (sejak 22 Juni 2018)
  • Ibukota : Dili
  • Luas Wilayah : 14.874km2
  • Jumlah Penduduk : 1.321.929 jiwa (2018)
  • Pertumbuhan Penduduk : 2,39% (2016)
  • Bahasa Resmi : Bahasa Tetum dan Bahasa Portugis
  • Agama : Katolik Roma 96,9%,
  • Suku Bangsa : Austronesian (Malayo-Polynesian) dan Papua
  • Mata Uang : Dolar Amerika Serikat (USD)
  • Hari Kemerdekaan : 20 Mei 2002 (dari Indonesia)
  • Hari Nasional : 20 Mei 2002 (Hari Kemerdekaan)
  • Lagu Kebangsaan : “Patria” (Fatherland)
  • Kode Domain Internet : .tl
  • Kode Telepon : 670
  • Pendapatan Domestik Bruto : US$ 7,426 miliar (2017)
  • Pendapatan Per Kapita : US$ 6.000,- (2017)
  • Pertumbuhan Ekonomi : -4,6%
  • Lokasi : Benua Asia (Asia Tenggara)

Lambang Negara Timor Leste.

timor leste

Bendera Timor Leste.


timor leste



Letak Astronomis Timor Leste.

Menentukan letak secara astronomis suatu wilayah, bisa dilihat dari posisinya pada garis bujurr dan garis lintang. Letak negara berdasarkan kedua garis ini nantinya bisa menimbulkan terjadinya perbedaan waktu dan kondisi iklim (lihat pengertian iklim) di suatu negara tersebut. Sebut saja contohnya di Indonesia yang terletak pada dua garis bujur membuat Indonesia memiliki wilayah waktu yang bervariasi. Hal ini jugalah yang berlaku pada Timor Leste. Secara astronomis, Timor Leste atau Timor Timur berada pada posisi sebagai berikut:
  • Berdasarkan garis lintang, Timor Leste berada pada 8° LS – 10° LS
  • Sedangkan berdasarkan garis bujurnya, Timor Leste berada pada 124° Bt -127° 30’ BT.


Letak Geografis Timor Leste

Berdasarkan garis yang membagi bumi menjadi bagian utara dan selatan serta timur dan barat atau dikenal dengan letak astronomis, suatu negara juga bisa dilihat berdasarkan kenampakan nyatanya di bumi. Kenampakan nyata suatu negara di bumi inilah yang dikenal dengan letak geografis. Jika dilihat dari geografis atau berdasarkan letak geografisnya, negara Timor Leste dibatasi oleh beberapa fitur geografis dan berbatasan langsung dengan negara lain seperti yang dijelaskan di bawah ini.
  • Utara: berbatasan langsung dengan Selat Banda, Pulau Wetar, dan Pulau Alor di Indonesia
  • Selatan: Berbatasan dengan negara Australia dan Selat Timor
  • Barat: berbatasan dengan Kabupaten Kupang Nusa Tenggara Timur
  • Timur: berbatasan dengan Kepulauan Leti


Sejarah Negara Timor Leste.


negara timor leste


Negara Republik Demokratik Timor Leste (juga disebut Timor Lorosa'e), yang sebelum merdeka bernama Timor Timur, adalah sebuah negara kecil di sebelah utara Australia dan bagian timur pulau Timor. Selain itu wilayah negara ini juga meliputi pulau Kambing atau Atauro, Jaco, dan enklave Oe-Cusse Ambeno di Timor Barat. Negara Timor Leste dan hubungannya dengan Indonesia, negara ini sebelumnya merupakan wilayah jajahan Portugis pada abab ke 16 hingga bergabung dengan Indonesia sebagai salah satu provinsi di Indonesia pada tahun 1976. Pada tahun 1999, Presiden Republik Indonesia yang menjabat saat itu yaitu B.J. Habibie memberikan izin referendum pemisahan diri kepada Timor Timur yang akhirnya menghasilkan keputusan untuk berpisah dari Indonesia dan membentuk negara sendiri. Pada tanggal 20 Mei 2002, Negara Timor Leste secara resmi terbentuk. Beberapa bulan kemudian yaitu pada tanggal 27 September 2002, Timor Leste diterima sebagai anggota PBB.

Timor Timur dijajah oleh Portugal pada abad ke-16, dan dikenal sebagai Timor Portugis sampai 28 November 1975, ketika Front Revolusi Kemerdekaan Timor-Leste (FRETILIN) mengumumkan kemerdekaan wilayah tersebut. Sembilan hari kemudian, Indonesia melakukan invasi dan kemudian menganeksasi Timor Timur. Timor Timur dinyatakan sebagai provinsi ke-27 oleh Indonesia pada tahun berikutnya. Pendudukan Indonesia di Timor Timur ditandai oleh konflik yang sangat keras selama beberapa dasawarsa antara kelompok separatis (khususnya FRETILIN) dan militer Indonesia.

Pada tanggal 30 Agustus 1999, dalam sebuah referendum yang disponsori PBB, mayoritas rakyat Timor Timur memilih untuk lepas dan merdeka dari Indonesia. Segera setelah referendum, milisi anti-kemerdekaan Timor-Leste - yang diorganisir dan didukung oleh militer Indonesia - memulai kampanye militer bumi hangus. Milisi membunuh sekitar 1.400 rakyat Timor Timur dan dengan paksa mendorong 300.000 rakyat mengungsi ke Timor Barat. Mayoritas infrastruktur hancur dalam gerakan militer ini. Pada tanggal 20 September 1999, Angkatan Udara Internasional untuk Timor Timur (INTERFET) dikirim ke Timor Timur untuk mengakhiri kekerasan. Setelah masa transisi yang diorganisasi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, Timor Timur diakui secara internasional sebagai negara dan secara resmi merdeka dari Indonesia pada tanggal 20 Mei 2002. Sebelumnya bernama Provinsi Timor Timur, ketika menjadi anggota PBB, mereka memutuskan untuk memakai nama Portugis "Timor Leste" sebagai nama resmi.

Pada tahun 2011, Timor Leste mengumumkan niatnya untuk mendapatkan status keanggotaan dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dengan mengajukan diri menjadi anggota kesebelas. Selain Filipina, Timor Leste adalah negara yang sebagian besar penduduknya beragama Kristen di Asia Tenggara.

Peristiwa sejarah timor leste
  • Abad ke-16: Kedatangan kaum Portugis
  • 1902: Pembagian Timor antara kaum Portugis dan Belanda secara definitif
  • 1975: Timor Portugis ditelantarkan Portugal yang dilanda Revolusi Anyelir. Invasi oleh Indonesia, dibantu Australia, Inggris dan Amerika karena ditakutkan jadi negara komunis.
  • 1976: menjadi Provinsi Timor Timur, bagian dari Indonesia.
  • 1976 - 1999: Pendudukan Indonesia di Timor Timur. Sekitar 100.000 - 250.000 orang tewas.
  • 1991: Insiden Santa Cruz
  • 1999: Referendum pemisahan diri Timor Timur diizinkan Presiden B. J. Habibie. Setelah pengunduran diri Presiden Soeharto, kesepakatan yang disponsori PBB antara Indonesia dan Portugal diijinkan untuk sebuah referendum dalam pengawasan PBB pada bulan Agustus 1999. Pemungutan suara yang jelas untuk kemerdekaan Timor Timur disambut dengan kampanye kekerasan milisi pro-integrasi Timor-Leste dengan dukungan dari Indonesia. Dengan izin dari Indonesia, pasukan penjaga perdamaian multi nasional yang dipimpin Australia ditempatkan sampai situasi pulih. Pada akhir 1999, administrasi Timor diambil alih oleh PBB melalui Pemerintahan Transisi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor Leste.
  • 2002: Terbentuknya negara Timor Leste
  • 2006: Sepertiga mantan tentara nasional Timor Leste memberontak menuntut keadilan; pecah konflik antara pihak polisi yang mendukung pemerintah dengan pihak militer


Pada tanggal 30 Agustus 2001, rakyat Timor Leste memberikan suara dalam pemilihan pertama mereka yang diselenggarakan oleh PBB untuk memilih anggota parlemen. Pada bulan Mei 2002, lebih dari 20.000 pengungsi telah kembali. Pada tanggal 20 Mei 2002, Konstitusi Republik Demokratik Timor Leste mulai berlaku dan Timor Leste diakui independen oleh PBB. Parlemen Nasional dibentuk dan Xanana Gusmão dilantik sebagai Presiden pertama negara tersebut. Pada tanggal 27 September 2002, Timor Timur diganti namanya menjadi Timor-Leste, menggunakan bahasa Portugis, dan diterima sebagai negara anggota oleh PBB.

Tahun berikutnya, Gusmão menolak masa jabatan presiden yang lain, dan menjelang pemilihan presiden bulan April 2007 terjadi wabah kekerasan. José Ramos-Horta terpilih sebagai presiden pada pemilihan bulan Mei 2007, sementara Gusmão menjalankan pemilihan parlemen dan menjadi Perdana Menteri. Ramos-Horta mengalami luka kritis dalam percobaan pembunuhan pada Februari 2008. Perdana Menteri Gusmão juga kena baku tembak secara terpisah namun berhasil lolos tanpa cedera. Bala bantuan Australia segera dikirim untuk membantu menjaga ketertiban. Pada tahun 2006, PBB mengirim pasukan keamanan untuk memulihkan ketertiban saat kerusuhan dan pertempuran memaksa 15 persen penduduk (155.000 orang) meninggalkan rumah mereka. Pada bulan Maret 2011, PBB menyerahkan kontrol operasional kepolisian kepada pihak berwenang Timor Leste. PBB mengakhiri misi pemeliharaan perdamaian pada tanggal 31 Desember 2012.


Politik Timor Leste.


negara timor leste


Sistem pemerintahan Timor Leste adalah Republik semi-Presidensil. Dikatakan semi-presidensil karena kepala negaranya adalah seorang Presiden yang dipilih oleh rakyat setiap 5 tahun. Namun Presiden Timor Leste tidak memiliki kekuasaan penuh terhadap pemerintahan. Meskipun fungsinya hanya seremonial, Presiden Timor Leste  ini juga memilki Hak Veto terhadap undang-undang dan juga sebagai Pemimpin Tertinggi Militer. Di Pemerintahaan, Timor Leste dipimpin oleh seorang Perdana Menteri sebagai Kepala Pemerintahannya yang dipilih dari pemilihan multi partai dan diangkat atau ditunjuk dari partai mayoritas sebuah koalisi mayoritas.

Kepala Negara Republik Timor Leste adalah seorang presiden, yang dipilih secara langsung dengan masa bakti selama 5 tahun. Meskipun fungsinya hanya seremonial saja, ia juga memiliki hak veto undang-undang. Perdana Menteri dipilih dari pemilihan multi partai dan diangkat/ditunjuk dari partai mayoritas sebuah koalisi mayoritas. Sebagai kepala pemerintahan, Perdana Menteri mengepalai Dewan Menteri atau Kabinet dalam Kabinet Pemerintahan.

Parlemen Timor Leste hanya terdiri dari satu kamar saja dan disebut Parlamento Nacional. Anggotanya dipilih untuk masa jabatan selama lima tahun. Jumlah kursi di parlemen antara 52 dan 65 tetapi saat ini berjumlah 65. Undang-Undang Dasar Timor Leste didasarkan konstitusi Portugal. Angkatan Bersenjata Timor Leste adalah FALINTIL-FDTL (F-FDTL), sedangkan angkatan kepolisiannya adalah PNTL (Polícia Nacional Timor-Leste).


Ekonomi Timor Leste.


negara timor leste


Di bidang Perekonomian, Timor Leste telah menghadapi tantangan besar dalam membangun kembali infrastrukturnya, memperkuat administrasi sipil, dan menghasilkan lapangan kerja bagi kaum muda yang memasuki angkatan kerja sejak kemerdekaannya. Pengembangan sumber daya minyak dan gas lepas pantai telah banyak menambah pendapatan pemerintah Timor Leste. Akan tetapi, industri yang intensif teknologi ini tidak menghasilkan pekerjaan yang banyak karena tidak ada fasilitas produksi di Timor-Leste. Gas saat ini disalurkan ke Australia untuk diproses, tetapi Timor-Leste telah menyatakan minatnya untuk mengembangkan kemampuan pemrosesan dalam negeri. Pada tahun 2017, Pertumbuhan ekonomi Timor Leste yang dilihat dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) mengalami penurunan hingga -4,6% yaitu menjadi US$ 7,426 miliar (PDB tahun 2016 adalah US$7,784 miliar). Sedangkan Pedapatan Perkapita Timor Leste adalah sebesar US$6.000,- pada tahun 2017.

Perekonomian Timor Leste diklasifikasi sebagai ekonomi dengan pendapatan menengah ke bawah oleh Bank Dunia. Berada di peringkat 158 dalam daftar HDI, ini menunjukkan rendahnya tingkat perkembangan manusia. 20% penduduk menganggur, dan 52,9% hidup dengan kurang dari US $ 1,25 per hari. Sekitar setengah dari penduduk buta huruf. Negara ini terus menderita akibat dampak setelah perjuangan kemerdekaan selama puluhan tahun melawan Indonesia, yang mengakibatkan rusaknya infrastruktur dan banyaknya ribuan pengungsi warga sipil. Walaupun telah merdeka, Timor Leste masih sangat tergantung dengan pasokan barang-barang dari Indonesia mulai dari sembako sampai bahan bakar minyak (BBM) terutama melalui provinsi Nusa Tenggara Timur.

Selain amat tergantung secara politik kepada mantan penjajah Portugal, Timor Leste mengadopsi mata uang Dolar Amerika Serikat sebagai mata uang yang mengakibatkan daya beli rakyat jauh menurun dibandingkan ketika masih menjadi provinsi Indonesia. Pada November 2007, terdapat sebelas kecamatan di mana kebutuhan makanan harus dipasok oleh bantuan internasional. Tidak ada hukum perlindungan hak cipta di Timor Leste. Saat ini tiga bank asing memiliki cabang di Dili: ANZ National Bank, Banco Nacional Ultramarino yang merupakan anak perusahaan dari bank terbesar Portugal Caixa Geral de Depósitos, dan Bank Mandiri.


Penduduk Timor Leste.


negara timor leste


Pada tahun 2005 penduduk Timor Leste diperkirakan berjumlah 1.040.880 jiwa. Penduduk Timor Leste merupakan orang keturunan Austronesia (Melayu-Polinesia), Papua, sejumlah minoritas Tionghoa (Hakka) dan beberapa keturunan Portugis Eropa yang biasa disebut Mestiços. Mayoritas penduduk Timor Leste beragama Kristen Katolik (96,8%), diikuti Kristen Protestan (3%), dan sisanya Buddha, Hindu (0,1%), dan aliran kepercayaan (0,1%). Karena mayoritas penduduk beragama Katolik, maka kini terdapat tiga keuskupan (diosis) yaitu: Diosis Dili, Diosis Baucau dan Diosis Maliana yang baru didirikan pada tanggal 30 Januari 2010 oleh Paus Benediktus XVI.


Bahasa Timor Leste

Sejak kemerdekaan Timor Leste pada tahun 2002, setelah sejak tahun 1999 di bawah pemerintahan transisi PBB, berdasarkan konstitusi Timor Leste memiliki 2 bahasa resmi yaitu Bahasa Tetun dan Bahasa Portugis. Selain itu dalam konstitusi disebutkan pula bahwa Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dijadikan bahasa kerja. Dalam praktik keseharian, masyarakat banyak menggunakan bahasa Tetun Portugis sebagai bahasa ucap. Sementara bahasa Indonesia banyak dipakai untuk menulis. Misalnya anak sekolah di tingkat SMA masih menggunakan bahasa Indonesia untuk ujian akhir. Banyak mahasiswa dan dosen lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dan menulis karangan ilmiah. Selain itu terdapat pula belasan bahasa daerah, diantaranya: Bekais, Bunak, Dawan, Fataluku, Galoli, Habun, Idalaka, Kawaimina, Kemak, Lovaia, Makalero, Makasai, Mambai, Tokodede, dan Wetarese.

Menurut Laporan Pembangunan PBB 2006, hanya kurang dari 5% dari penduduk Timor berbicara bahasa Portugis secara fasih. Meskipun demikian, validitas laporan ini dipertanyakan oleh para anggota institut linguistik nasional Timor, yang mempertahankan pendapat bahwa bahasa Portugis diucapkan hingga 25% dari penduduk Timor. Seiring dengan bahasa lokal lainnya, bahasa Tetum merupakan bahasa yang paling umum digunakan untuk berkomunikasi, sementara itu bahasa Indonesia masih banyak digunakan di media dan sekolah dari SMA hingga perguruan tinggi. Sebagian besar kata dalam bahasa Tetum berasal dari bahasa Portugis, tetapi juga terdapat kata-kata serapan dari bahasa Indonesia, contohnya adalah notasi bilangan.


Pembagian Wilayah Administratif Timor Leste.


timor leste


Secara administratif, Timor Leste terbagi atas 13 Distrik. Berikut ini adalah daftar 13 distrik di Timor Leste :
  • Aileu
  • Ainaro
  • Baucau
  • Bobonaro
  • Cova-Lima
  • Dili
  • Ermera
  • Lautem
  • Liquica
  • Manatuto
  • Manufahi
  • Oecussi-Ambeno
  • Viqueque



Demikianlah artikel yang menjelaskan tentang "Biografi dan Profil Negara Timor Leste". Semoga melalui tulisan ini memberikan pemahaman kepada pembaca yang sedang mempelarinya. Mohon maaf jika ada kesalahan dan silahkan tinggal tanggapan maupun kritikan yang sifatnya memperbaiki untuk yang akan datang. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar