20 Mei 2020

Penemuan Kota Pompeii, Kota Romawi Kuno Yang Lenyap Dari Peradaban.

| 20 Mei 2020
Kota Romawi Kuno


Sebuah prasasti yang baru ditemukan di Pompeii membuktikan bahwa kota Romawi Kuno itu dihancurkan oleh Gunung Vesuvius setelah 17 Oktober tahun 79 Masehi dan bukan pada 24 Agustus seperti yang diperkirakan sebelumnya. Arkeolog baru-baru ini mengatakan bahwa seorang pekerja telah menemukan fakta tersebut dari tulisan tangan penduduk Pompeii di sebuah bangunan.


Kota Pompeii

Pompeii merupakan sebuah kota zaman Romawi kuno yang telah menjadi puing dekat kota Napoli dan sekarang berada di wilayah Campania, Italia. Pompeii hancur oleh letusan gunung Vesuvius pada 79 M. Debu letusan gunung Vesuvius menimbun kota Pompeii dengan segala isinya sedalam beberapa kaki menyebabkan kota ini hilang selama 1.600 tahun sebelum ditemukan kembali dengan tidak sengaja. Semenjak itu penggalian kembali kota ini memberikan pemandangan yang luar biasa terinci mengenai kehidupan sebuah kota di puncak kejayaan Kekaisaran Romawi. Saat ini kota Pompeii merupakan salah satu dari Situs Warisan Dunia UNESCO.


Lokasi kota Pompeii

Pompeii terletak pada koordinat 40°45′00″N 14°29′10″E, sebelah tenggara kota Napoli, dekat dengan kota modern Pompei saat ini. Kota ini berdiri di lokasi yang terbentuk dari aliran lava ke arah utara di hilir Sungai Sarno (zaman dulu bernama "Sarnus"). Saat ini daratan ini agak jauh letaknya di daratan, tetapi dahulu merupakan daerah yang dekat dengan pantai.

Pada abad pertama M, Pompeii hanyalah salah satu dari sekian kota yang berlokasi di sekitar kaki Gunung Vesuvius. Wilayah ini cukup besar jumlah penduduknya yang menjadi makmur karena daerah pertaniannya subur. Beberapa kelompok kota kecil di sekitar Pompeii seperti Herculaneum juga menderita kerusakan atau kehancuran oleh tragedi letusan Vesuvius.


Sejarah Awal Kota Pompeii

Kota Pompeii didirikan sekitar abad ke-6 SM oleh orang-orang Osci atau Oscan, yaitu suatu kelompok masyarakat di Italia tengah. Saat itu, kota ini sudah digunakan sebagai pelabuhan yang aman oleh para pelaut Yunani dan Fenisia. Ketika orang-orang Etruskan mengancam melakukan serangan, kota Pompeii bersekutu dengan orang-orang Yunani yang kemudian menguasai Teluk Napoli. Pada abad ke-5 SM orang-orang Samnium mendudukinya (beserta semua kota di Campania). Para penguasa baru ini memaksakan arsitektur mereka dan memperluas wilayah kota. Diyakini juga bahwa selama pendudukan orang-orang Samnium, Roma sempat merebut kembali Pompeii untuk sementara waktu, tetapi teori ini belum terbuktikan.

Pompeii ikut ambil peranan dalam peperangan yang dimulai oleh kota-kota Campania melawan Roma, tetapi pada tahun 89 SM kota ini dikepung oleh Sulla. Walaupun tentara Liga Sosial yang dipimpin oleh Lucius Cluentius ikut membantu dalam melawan Roma, pada tahun 80 SM Pompeii dipaksa menyerah setelah Nola ditaklukkan. Pompeii lalu menjadi sebuah koloni Roma dengan nama: Colonia Cornelia Veneria Pompeianorum. Kota ini menjadi jalur penting bagi barang-barang yang datang lewat laut dan harus dikirim ke Roma atau Italia Selatan yang terletak di sepanjang Via Appia yang tidak jauh dari situ.

Pada tahun 62 M, sebuah gempa bumi hebat merusakkan Pompeii bersama banyak kota lainnya di Campania. Pada masa antara tahun 62 M hingga letusan besar Vesuvius tahun 79 M, kota ini dibangun kembali, mungkin lebih megah dalam bidang bangunan dan karya seni dari sebelumnya.


Letusan Gunung Vesuvius.


Kota Pompeii Romawi Kuno


Para penduduk Pompeii, seperti mereka yang hidup di daerah itu sekarang, telah lama terbiasa dengan getaran kecil, tetapi pada 5 Februari 62 terjadi gempa bumi yang hebat yang menimbulkan kerusakan yang cukup besar di sekitar teluk itu dan khususnya terhadap Pompeii. Sebagian dari kerusakan itu masih belum diperbaiki ketika gunung berapi itu meletus. Namun, ini mungkin merupakan sebuah gempa tektonik daripada gempa yang disebabkan oleh meningkatnya magma yang terdapat di dalam gunung berapi.

Pada awal Agustus tahun 79, mata air dan sumur-sumur mengering. Getaran-getaran gempa ringan mulai terjadi pada 20 Agustus 79, dan menjadi semakin sering pada empat hari berikutnya, tetapi peringatan-peringatan itu tidak disadari orang, dan pada sore hari tanggal 24 Agustus, sebuah letusan gunung berapi yang mematikan terjadi. Ledakan itu merusakkan wilayah tersebut, mengubur Pompeii dan daerah-daerah permukiman lainnya. Kebetulan tanggal itu bertepatan dengan Vulcanalia, perayaan dewa api Romawi.

Laporan saksi mata satu-satunya yang bertahan dan dapat diandalkan tentang peristiwa ini dicatat oleh Plinius Muda dalam dua pucuk surat kepada sejarahwan Tacitus. Dari rumah pamannya di Misenum, sekitar 35 km dari gunung berapi itu, Plinius melihat sebuah gejala luar biasa yang terjadi di atas Gn. Vesuvius: sebuah awan gelap yang besar berbentuk seperti pohon pinus muncul dari mulut gunung itu. Setelah beberapa lama, awan itu dengan segera menuruni lereng-lereng gunung dan menutupi segala sesuatu di sekitarnya, termasuk laut yang di dekatnya.

"Awan" yang digambarkan oleh Plinius Muda itu kini dikenal sebagai aliran piroklastik, yaitu awan gas yang sangat panas, debu, dan batu-batu yang meletus dari sebuah vulkano. Plinius mengatakan bahwa beberapa gempa bumi terasa pada saat letusan itu dan diikuti oleh getaran bumi yang dahsyat. Ia juga mencatat bahwa debu juga jatuh dalam bentuk lapisan-lapisan yang sangat tebal dan desa tempat ia berada harus dievakuasi. Laut pun tersedot dan didorong mundur oleh suatu "gempa bumi", sebuah gejala yang disebut oleh para geolog modern sebagai tsunami.


Penemuan Kembali Kota Pompeii.


Kota Pompeii Romawi Kuno


Sejarah mencatat pada 24 Agustus tahun 79, Gunung Vesuvius meletus dahsyat. Awan panas, batuan dan abu membara menghujam ke dua kota, Pompeii dan Herculaneum. Lapisan debu tebal menutupi dua buah kota yang lokasinya dekat dengan kaki gunung Vesuvius, sehingga kedua kota ini menjadi hilang dan terlupakan. Sekitar 1.600 tahun kemudian, secara tak sengaja keberadaan Pompeii ditemukan. Ada jasad-jasad manusia yang diawetkan oleh abu dengan segala pose. Kota Herculaneum ditemukan kembali pada 1738, dan Pompeii pada 1748. Kedua kota ini digali kembali dari lapisan debu tebal dengan membebaskan semua bangunan-bangunan dan lukisan dinding yang masih utuh.

Fakta menyatakan bahwa Pompeii merupakan satu-satunya situs kota kuno di mana keseluruhan struktur topografinya dapat diketahui dengan pasti tanpa memerlukan modifikasi atau penambahan. Kota ini tidak dibagi sesuai dengan pola-pola kota Romawi pada umumnya dikarenakan permukaan tanah yang tidak datar (kota ini berada di kaki gunung). Namun jalan-jalan di kota ini dibuat lurus dan berpola pada tradisi murni Romawi kuno, permukaan jalan terdiri dari batu-batu poligon dan memiliki bangunan-bangunan rumah dan toko-toko di kedua sisi jalan, mengikuti decumanus dan cardusnya. Decumanus adalah jalan-jalan yang merentang dari timur ke barat, sementara cardus merentang dari utara ke selatan.


Temuan Unik di Kota Pompeii.


Orang menjadi batu di kota Pompeii


Kota Pompeii memberikan gambaran sesaat mengenai kehidupan kota Romawi pada abad pertama. Gambaran sesaat ini memperlihatkan bahwa Pompeii merupakan kota yang sangat hidup sebelum terjadinya letusan gunung. Bukti-bukti memberi petunjuk hingga ke hal yang amat detail dari kehidupan sehari-hari mereka. Misalnya, pada lantai sebuah rumah (rumah Sirico) sebuah tulisan terkenal Salve, lucru (Selamat datang, uang), mungkin dimaksudkan sebagai humor, menunjukkan kepada kita perusahaan perdagangan yang dimiliki oleh dua sejawat, Sirico dan Nummianus (namun nama ini mungkin hanya julukan, karena nummus berarti mata uang, uang). Di rumah-rumah lainnya, terdapat banyak gambaran terinci mengenai profesi dan kategori, seperti pekerja binatu (Fullones). Kendi-kendi anggur bertuliskan Vesuvinum (istilah permainan kata dalam perdagangan). Grafiti yang dipahat di dinding memberitahu kita akan nama suatu jalan.

Ketika letusan terjadi, kota Pompeii mungkin memiliki penduduk sejumlah 20.000 orang dan berlokasi di area di mana orang Roma memiliki vila-vila liburan mereka. Banyak pelayanan yang disediakan di kota Pompeii ditemukan, misalnya: Macellum (pasar raya menyediakan makanan), Pistrinum (penggilingan gandum), Thermopolium (sejenis bar yang menyediakan minuman dingin dan panas), cauporioe (restoran kecil), dan sebuah amfiteater.

Tahun 2002 penemuan lain yang tak kalah pentingnya di hilir Sungai Sarno mengungkapkan bahwa pelabuhan tersebut juga memiliki banyak penduduk dan para penduduknya tinggal di palafitte (desa dengan rumah-rumah yang menjorok di atas danau), dalam sebuah sistem kanal yang, menurut para ilmuwan, menyerupai kanal-kanal di Venesia. Namun fakta ini masih harus dipelajari lebih jauh.


Pompeii dalam dunia hiburan populer.


Pompeii dalam dunia hiburan populer


Pompeii dijadikan latar belakang novel sejarah modern The Last Days of Pompeii dan sebuah film seri televisi Inggris Up Pompeii, dan novel Robert Harris baru-baru ini, Pompeii, sebuah kisah fiksi yang terpusat pada aquarius (ahli saluran air) Marcus Attilius yang harus memperbaiki kerusakan pada akuaduk di dunia, Aqua Augusta, yang rusak di suatu tempat di sekitar Gn. Vesuvius. Dalam seni visual, The Last Day of Pompeii adalah sebuah lukisan terkenal oleh Carlo Brullo yang kelahiran Rusia. Pada Oktober 1971, band terkenal Pink Floyd mengadakan pertunjukan di sebuah amfiteater yang kosong dan berusia 2.000 tahun di Pompeii, di hadapan penonton yang terdiri dari para kru film termasuk para kamerawan.


Fakta Terkuburnya Kota Pompeii (Romawi Kuno)

Pompeii adalah sebuah kota Romawi Kuno di Italia. Ketika gunung Vesuvius meletus pada tahun 79 Masehi, letusannya menghancurkan seluruh kota dan mengubur kota tersebut beserta seluruh isinya. Debu gunung berapi tersebut tumpah ke sepanjang daratan seperti banjir dan menyelimuti kota dalam kegelapan. 2 ribu orang tewas dalam tragedi tersebut dan kota ditinggalkan hingga berabad-abad lamanya.


Kota Pompeii yang hilang dari peradaban.


Fakta lenyapnya kota Pompeii


Pompeii kemudian hilang selama 1500 tahun sampai ditemukan kembali pada tahun 1599 ketika dilakukan penggalian untuk mengalihkan aliran sungai. Dalam penggalian tersebut, ditemukan dinding yang dipenuhi lukisan dan tulisan. Seorang arsitek, Domenico Fontana menemukan beberapa lukisan dinding, tapi banyak yang menggambarkan tema seksual. Karena pada masa itu hal-hal berbau seksual tidaklah baik untuk dibicarakan apalagi dipajang, ia memutuskan untuk menguburnya lagi.

Pompeii kemudian terkubur lagi selama 150 tahun sampai akhirnya ditemukan lagi untuk kedua kalinya pada 1748 oleh seorang teknisi militer Spanyol, Rocque Joaquin de Alcubierre. Kali ini, barulah dilakukan penggalian besar-besaran untuk menemukan sisa peninggalan kota bersejarah ini. Sebuah peradaban yang mewah bisa hilang hanya dalam waktu semalam oleh bencana alam. Mungkin hal ini juga bisa menjadi pengingat untuk para manusia bahwa manusia sebenarnya tidak berdaya melawan kekuatan alam. Karena itulah, ada baiknya jika kita mulai bersahabat dengan alam.


Kota Pompeii adalah kota yang sangat berkembang.


Fakta lenya kota Pompeii


Pompeii didirikan sekitar abad ke 7 Sebelum Masehi. Pompeii kemudian berkembang menjadi kota yang kaya sebelum bencana terjadi. Kota ini begitu terkenal akan resort dan villa yang sering menjadi tempat tujuan wisata bagi para orang Romawi yang kaya.Bahkan Nero, salah satu Kaisar terkenal dari Romawi memiliki villa atau rumah berlibur di Pompeii. Bahkan istri keduanya, Poppaea Sabina berasal dari kota ini.


Penduduk kota Pompeii tidak mengetahui gunung merapi.


Fakta lenyapnya kota Pompeii


Gunung Vesuvius adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak 9 kilometer di Timur Naples modern. Bahkan jaraknya juga hanya beberapa kilometer dari Pompeii, tapi penduduk lokal tidak tahu kalau itu adalah sebuah gunung berapi. Penduduk Pompeii tidak tahu seberapa berbahaya tinggal di dekat gunung Vesuvius. Hal ini karena letusan besar terakhirnya saat itu terjadi pada tahun 1800 Sebelum Masehi. Pada masa itu, letusannya menghancurkan beberapa pemukiman zaman perunggu.


Kota Pompeii termasuk daerah rawan gempa.


Fakta lenyapnya kota Pompeii


Lokasi Pompeii terletak di daerah yang rawan gempa. Karena hal itu pula penduduk Pompeii yang telah lama tinggal di sana sudah terbiasa dengan getaran-getaran kecil yang terjadi. Pada 6 Februari 62, gempa terjadi cukup parah hingga menimbulkan kerusakan, bahkan perbaikan belum selesai dilaksanakan ketika gunung Vesuvius meletus.

Gempa lain yang terjadi pada tahun 64 juga sempat dicatat dalam biografi tentang Nero yang ditulis oleh Suetonius. Pasalnya saat itu Nero tampil di panggung Napoli untuk pertunjukkan dan tidak berhenti bernyanyi meski gempa terjadi. Bahkan penulis Plinius juga menyebutkan bahwa getaran tersebut tidak terlalu menakutkan karena sudah sering terjadi.


Mengabaikan tanda - tanda bencana gunung merapi.


Fakta lenyapnya kota Pompeii


Pada awal Agustus tahun 79, sudah muncul tanda - tanda bahwa ada yang sedang tidak beres. Mata air dan sumur-sumur di Pompeii telah mengering. Intensitas gempa juga semakin sering terjadi sejak 20 Agustus 79 dan terus bertambah hingga empat hari berikutnya. Segala tanda - tanda peringatan bencana tersebut tidak disadari oleh penduduk. Mereka tetap beraktivitas seperti biasa dan bahkan melakukan persiapan untuk perayaan dewa api Romawi yang jatuh pada tahun 24 Agustus 79. Tidak disangka, di tanggal yang sama itulah bencana terjadi.


Gunung Vesuvius meletus.


Fakta lenyapnya kota Pompeii


Letusan gunung Vesuvius diperkirakan terjadi pada 24 Agustus 79 setelah festival Vulcanalia, dewa Api Romawi. Letusannya berlangsung selama 24 jam, tapi abu, lelehan batu, dan bebatuan lainnya terus menutupi kota selama 2 hari hingga mengubur kota tersebut sedalam 6 meter. Lelehan lava dengan suhu 700 derajat celcius terus membanjiri kota dengan kecepatan 110 kilometer perjam. Sementara itu batu-batuan yang disemburkan oleh gunung mencapai 1,5 juta ton per detik. Lava dan abu menutupi area seluas lebih dari 500 kilometer persegi dan tidak hanya menghancurkan Pompeii, tapi juga beberapa kota disekelilingnya. Dalam tragedi tersebut diperkirakan lebih dari 25 ribu orang meninggal dunia.




Demikianlah artikel yang menjelaskan tentang "Penemuan Kota Pompeii Setelah Lenyap Dari Peradaban". Semoga melalui tulisan ini memberikan pemahaman kepada pembaca yang sedang mempelarinya. Mohon maaf jika ada kesalahan dan silahkan tinggal tanggapan maupun kritikan yang sifatnya memperbaiki untuk yang akan datang. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar