3 April 2020

Gunung Merapi Meletus, Proses Pembentukan Dan Sejarah Erupsi Gunung Merapi.

| 3 April 2020
Proses pembentukan gunung merapi

 
Salah satu gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta kembali meletus pada Kamis (2/4/2020), pukul 15.10 WIB. Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta kembali meletus pada Kamis, pukul 15.10 WIB. Daerah dekatnya di Selo Kabupaten Boyolali, masih aman.


Asal gunung merapi.

Nama "Merapi" berasal dari penyingkatan "meru" (= gunung) dan "api", sehingga nama "merapi" sebenarnya sudah berarti "gunung api". Gunung ini adalah gunung termuda dalam rangkaian gunung berapi yang mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, dan Gunung Merapi. Gunung ini terbentuk karena aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia menyebabkan munculnya aktivitas vulkanik di sepanjang bagian tengah Pulau Jawa. Puncak yang sekarang ini tidak ditumbuhi vegetasi karena aktivitas vulkanik yang tinggi. Puncak ini tumbuh di sisi barat daya puncak Batulawang yang lebih tua.

Gunung Merapi (ketinggian puncak 2.930 mdpl, per 2010) (Hanacaraka) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara. Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004.

Gunung ini sangat berbahaya karena menurut catatan modern mengalami erupsi setiap dua sampai lima tahun sekali dan dikelilingi oleh permukiman yang sangat padat. Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak 68 kali. Kota Magelang dan Kota Yogyakarta adalah kota besar terdekat, berjarak kurang dari 30 km dari puncaknya. Di lerengnya masih terdapat permukiman sampai ketinggian 1700 m dan hanya berjarak empat kilometer dari puncak. Oleh karena tingkat kepentingannya ini, Merapi menjadi salah satu dari enam belas gunung api dunia yang termasuk dalam proyek Gunung Api Dekade Ini (Decade Volcanoes).


Proses pembentukan gunung merapi.


Gunung merapi


Proses pembentukan Gunung Merapi telah dipelajari dan dipublikasi sejak 1989 dan seterusnya. Berthomier, seorang sarjana Prancis, membagi perkembangan Merapi dalam empat tahap.
Tahap pertama adalah Pra-Merapi (sampai 400.000 tahun yang lalu), yaitu Gunung Bibi yang bagiannya masih dapat dilihat di sisi timur puncak Merapi. 

Tahap Merapi Tua terjadi ketika Merapi mulai terbentuk namun belum berbentuk kerucut (60.000 - 8000 tahun lalu). Sisa-sisa tahap ini adalah Bukit Turgo dan Bukit Plawangan di bagian selatan, yang terbentuk dari lava basaltik. 

Merapi Pertengahan (8000 - 2000 tahun lalu), ditandai dengan terbentuknya puncak-puncak tinggi, seperti Bukit Gajahmungkur dan Batulawang, yang tersusun dari lava andesit. Proses pembentukan pada masa ini ditandai dengan aliran lava, breksiasi lava, dan awan panas. Aktivitas Merapi telah bersifat letusan efusif (lelehan) dan eksplosif. Diperkirakan juga terjadi letusan eksplosif dengan runtuhan material ke arah barat yang meninggalkan morfologi tapal kuda dengan panjang 7 km, lebar 1–2 km dengan beberapa bukit di lereng barat. Kawah Pasarbubar (atau Pasarbubrah) diperkirakan terbentuk pada masa ini. Puncak Merapi yang sekarang, Puncak Anyar, baru mulai terbentuk sekitar 2000 tahun yang lalu. Dalam perkembangannya, diketahui terjadi beberapa kali letusan eksplosif dengan VEI 4 berdasarkan pengamatan lapisan tefra.

Karakteristik letusan sejak 1953 adalah desakan lava ke puncak kawah disertai dengan keruntuhan kubah lava secara periodik dan pembentukan awan panas (nuée ardente) yang dapat meluncur di lereng gunung atau vertikal ke atas. Letusan tipe Merapi ini secara umum tidak mengeluarkan suara ledakan tetapi desisan. Kubah puncak yang ada sampai 2010 adalah hasil proses yang berlangsung sejak letusan gas 1969.


Pos pengamatan visual dan pencatat kegempaan gunung merapi.


Gunung merapi


Karena potensi bahayanya, gunung ini dimonitor tanpa jeda oleh Pusat Pengamatan Gunung Merapi di Kota Yogyakarta menggunakan berbagai instrumen geofisika telemetri yang sensornya ditempatkan di sekitar puncak gunung, dibantu enam (hingga 2019) pos pengamatan visual dan pencatat kegempaan (Pengamatan Gunung Merapi, PGM):
  • Ngepos (sisi barat daya; Kec. Srumbung, Magelang)
  • Babadan (sisi barat laut; Desa Krinjing, Dukun, Magelang)
  • Jrakah (sisi utara–barat laut; Desa Jrakah, Selo, Boyolali)
  • Selo (sisi utara; Desa Selo, Kecamatan Selo, Boyolali)
  • Kaliurang (sisi selatan; Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman)
  • Plawangan (sisi selatan).
Sisi timur gunung ini tidak diamati karena dianggap relatif aman akibat adanya punggungan puncak Bibi yang terbentuk di era pra-Merapi.


Erupsi gunung merapi 2006

Di bulan April dan Mei 2006, mulai muncul tanda-tanda bahwa Merapi akan meletus kembali, ditandai dengan gempa-gempa dan deformasi. Pada tanggal 15 Mei 2006 akhirnya Merapi meletus. Lalu pada 4 Juni, dilaporkan bahwa aktivitas Gunung Merapi telah melampaui status awas. Tanggal 1 Juni, Hujan abu vulkanik dari luncuran awan panas Gunung Merapi yang lebat, tiga hari belakangan ini terjadi di Kota Magelang dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tanggal 8 Juni, Gunung Merapi pada pukul 09.03 WIB meletus dengan semburan awan panas yang membuat ribuan warga di wilayah lereng Gunung Merapi panik dan berusaha melarikan diri ke tempat aman. Hari ini tercatat dua letusan Merapi, letusan kedua terjadi sekitar pukul 09.40 WIB. Semburan awan panas sejauh 5 km lebih mengarah ke hulu Kali Gendol (lereng selatan) dan menghanguskan sebagian kawasan hutan di utara Kaliadem di wilayah Kabupaten Sleman.


Erupsi gunung merapi 2018.

Aktivitas vulkanik kembali ditunjukan gunung ini pada Jumat, 11 Mei 2018, pukul 07.30 WIB. Meski berstatus normal, Gunung Merapi mengeluarkan suara gemuruh disertai asap membumbung tinggi. Aktivitas Merapi terus meningkat hingga pada tanggal 21 Mei 2018, pukul 23.00 WIB status Merapi dinaikkan dari normal aktif menjadi waspada. Pada Kamis, 24 Mei 2018 Merapi kembali erupsi dengan memuntahkan asap setinggi 6.000 meter. Gunung Merapi kembali meletus Jumat, 1 Juni 2018 pada pukul 08.20 WIB dengan durasi 2 menit. Menurut BPPTKG, kolom letusan gunung Merapi sekitar 6.000 meter dari puncak, atau sekitar 8.968 meter di atas permukaan laut arah barat laut dan teramati dari Pos Pengamatan Jrakah. Letusan tersebut menyebabkan hujan abu di Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah dan Selo. Bahkan laporan hujan abu hingga ke Salatiga dan Kabupaten Semarang. 


Vegetasi gunung merapi.


Gunung merapi
 

Gunung Merapi di bagian puncak tidak pernah ditumbuhi vegetasi karena aktivitas yang tinggi. Jenis tumbuhan di bagian teratas bertipe alpina khas pegunungan Jawa, seperti Rhododendron dan edelweis jawa. Agak ke bawah terdapat hutan bambu dan tetumbuhan pegunungan tropika. Hutan hujan tropis pegunungan di lereng selatan Merapi merupakan tempat salah satu forma anggrek endemik Vanda tricolor 'Merapi' yang langka. Lereng Merapi sisi barat daya, khususnya di bawah 1.000 m, merupakan tempat asal dua kultivar salak unggul nasional, yaitu salak 'Pondoh' dan 'Nglumut'.


Rute pendakian gunung merapi.


Gunung merapi
 

Gunung Merapi merupakan objek pendakian yang populer. karena gunung ini merupakan gunung yang sangat mempesona. Jalur pendakian yang paling umum dan dekat adalah melalui sisi utara dari Sélo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, tepatnya di Desa Plalangan, Selo, Boyolali, Desa ini terletak di antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pendakian melalui Selo memakan waktu sekitar 4-5 jam hingga ke puncak.

Jalur populer lain adalah melalui Kaliurang, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Yogyakarta di sisi selatan. Jalur ini lebih terjal dan memakan waktu sekitar 6-7 jam hingga ke puncak. Jalur alternatif yang lain adalah melalui sisi barat laut, dimulai dari Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan melalui sisi tenggara, dari arah Deles, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.


Berita gunung merapi meletus.


Gunung merapi


Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menyebut tidak ada tanda-tanda bakal terjadi erupsi besar Gunung Merapi. Hal ini diutarakan terkait dengan Gunung Merapi yang kembali erupsi dengan durasi 345 detik, pada Kamis (2/4). BPPTKG mengatakan tinggi kolom erupsi kali ini mencapai 3.000 meter dari puncak.

"Tidak ada tanda-tanda untuk terjadi erupsi besar. Erupsi saat ini di dominasi gas, yang merupakan salah satu tipe erupsi Merapi," tuturnya saat dihubungi via pesan teks. Kepala BPPTKG mengatakan status Gunung Merapi saat ini masih dinyatakan waspada atau tidak ada perubahan status sejak erupsi pada 21 Mei 2018.

"Status masih waspada," ujar Hanik. Lebih lanjut, Hanik berkata data BPPTKG mencatat Gunung Merapi telah mengalami erupsi sebanyak delapan kali sejak awal tahun 2020. Akan tetapi dia mengatakan erupsi yang terjadi tahun ini merupakan rangkaian erupsi yang terjadi sejak tahun 2018. Terkait dengan erupsi kali ini, Hanik mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Namun, dia berkata untuk memperhatikan radius bahaya dan informasi yang disampaikan oleh pemerintah. "Potensi bahaya ada di radius 3 kilometer dan ikuti terus informasi Gunung Merapi melalui media BPPTKG," ujar Hanik.

Berdasarkan penelusuran dari situs Magma ESDM, erupsi Gunung Merapi tahun ini jauh lebih banyak dari tahun 2019. Pada 2019, erupsi Gunung Merapi tercatat tiga kali. Selebihnya, hanya terjadi guguran lava di gunung tersebut pada awal 2019. Sementara sejak awal 2020, gunung di utara Yogyakarta itu tercatat sudah 8 kali erupsi. Berikut data erupsi Gunung Merapi pada tahun 2019-2020.


Demikianlah artikel yang menjelaskan secara lengkap mengenai " Gunung Merapi". Semoga melalui tulisan ini memberikan pemahaman kepada pembaca yang sedang mempelarinya. Mohon maaf jika ada kesalahan dan silahkan tinggal tanggapan maupun kritikan yang sifatnya memperbaiki untuk yang akan datang. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar