Simbol - Simbol Bahan Kimia Berbahaya, Nama, Gambar, Lambang | Berbagai Reviews

Kumpulan Artikel Pendidikan Pengetahuan dan Wawasan Dunia

Sabtu, Mei 11, 2024

Simbol - Simbol Bahan Kimia Berbahaya, Nama, Gambar, Lambang

| Sabtu, Mei 11, 2024
Bahan Kimia Berbahaya


Simbol bahan kimia berbahaya yang harus kalian ketahui. Dewasa ini, era modern menjadikan ilmu pengetahuan dan teknologi tumbuh semakin pesat seiring dengan perkembangan zaman. Dengan demikian pasti penelitian-penelitian juga semakin banyak dilakukan di berbagai penjuru dunia oleh para ilmuwan ataupun mahasiswa guna menciptakan penemuan baru. Pada beberapa penelitian, biasanya  berkaitan dan tidak lepas dengan bahan-bahan kimia yang digunakan sebagai bahan penunjang penelitian itu sendiri.

Suatu simbol adalah jalan keluar terbaik untuk membedakan / mengidentifikasi antara bahan-bahan kimia yang dianggap berbahaya dengan bahan-bahan kimia yang dianggap tidak berbahaya sehingga mempermudah setiap orang untuk mengingatnya. Nah, dengan demikian berdasarkan hal tersebut akhirnya dibuatlah suatu peraturan-peraturan mengenai simbol-simbol bahan kimia yang dianggap berbahaya. Melalui peraturan-peraturan tersebut, akhirnya dibuatlah suatu simbol-simbol yang menggambarkan bagaimana sifat bahan-bahan kimia yang dianggap berbahaya dengan menggunakan background berwarna orange.

Bahan - bahan kimia yang ada di laboratorium memiliki sifat yang beraneka ragam. Di antara sifat-sifatnya tersebut, ada beberapa di antaranya yang ternyata dapat membahayakan bagi kesehatan dan keselamatan para pekerja dan lingkungannya (K3LH). Untuk membedakan antara bahan kimia berbahaya dengan bahan kimia yang tidak berbahaya diperlukan suatu simbol khusus yang bersifat universal. Inilah yang mendasari dibuatnya suatu peraturan tentang simbol bahan kimia berbahaya. Melalui peraturan tersebut, dibuatlah suatu simbol-simbol yang menandakan sifat berbahaya dari suatu bahan kimia.

Bahan-bahan kimia juga digunakan dalam bidang industri untuk menunjang produksi mereka. Bahan-bahan kimia banyak digunakan dalam lingkungan kerja dan terbagi menjadi tiga kategori yaitu :

Industri Kimia.

Disebut industri kimia karena didefinisikan sebagai suatu industri yang mengolah, menghasilkan, menyimpan dan mendistribusikan bahan-bahan kimia, diantaranya industri pupuk, asam sulfat, soda, bahan peledak, pestisida, cat, deterjen, dan lain-lain. Proses-proses perubahan kimia atau secara fisik merupakan hal yang pasti terjadi di dalam lingkungan sekitar industri kimia.

Industri Pengguna Bahan Kimia.

Industri pengguna bahan kimia merupakan suatu industri yang memakai ataupun menggunakan bahan kimia sebagai bahan pembantu yang utama sebagai proses pengolahannya, diantaranya industri tekstil, kulit, kertas, pelapisan listrik, pengolahan logam, obat-obatan dan lain-lain.

Laboratorium.

Laboratorium dapat didefinisikan sebagai suatu tempat yang digunakan untuk kegiatan pengujian mutu, penelitian-penelitian dan pengembangan serta pendidikan di berbagai kalangan. Biasanya dalam ruang lingkup industri, lembaga penelitian dan pengembangan, perusahaan jasa, rumah sakit dan perguruan-perguruan tinggi  banyak dijumpai kegiatan laboratorium karena sebagian besar lingkungan tersebut mempunyai sebuah laboratorium.

Dalam suatu ruang lingkup lingkungan kerja tersebut, banyak bahan-bahan kimia yang terpakai ataupun digunakan tiap harinya sehingga para pekerja mempunyai kemungkinan besar bisa terpapar efek buruk bahayanya dari bahan-bahan kimia itu sendiri. Bahaya itu terkadang bisa mengalami perubahan yang cepat dan meningkat dalam kondisi tertentu mengingat sifat bahan-bahan kimia itu, seperti mudah terbakar, beracun, dan sebagainya.

Dengan demikian, jelas bahwa bekerja di lingkungan yang berkaitan dan berhubungan secara langsung dengan bahan-bahan kimia mengandung resiko yang sangat besar dan berbahaya, baik dalam proses pengerjaan/pengolahan, penyimpanan, transportasi, pendistribusian, dan penggunaannya. Akan tetapi, berapapun besarnya bahaya bahan-bahan kimia tersebut, dengan proses penanganan yang benar dan baik akan dapat mengurangi atau menghilangkan dampak dan resiko yang besar, berbahaya yang diakibatkan olehnya.

Menurut peraturan tentang bahan berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances), simbol berbahaya digunakan untuk pelabelan bahan-bahan berbahaya . Suatu aturan untuk melindungi/menjaga bahan-bahan berbahaya, terutama bagi keselamatan kerja merupakan peraturan tentang bahan berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances). Peraturan tentang Bahan Berbahaya (Ordinance on Hazardeous Substances) digunakan dan dipakai dalam segala aspek bidang , aspek area, dan aspek aplikasi untuk klasifikasi, pengepakan dan pelabelan bahan kimia, kemudian tentu saja juga untuk lingkungan, perlindungan para konsumen dan kesehatan manusia sendiri.


Simbol Bahan Kimia Berbahaya.

 
Berikut beberapa simbol beserta keterangannya mengenai bahan kimia yang berbahaya, yaitu :

Oxidizing (Pengoksidasi).



Pengoksidasi

  • Nama : Oxidizing
  • Lambang : O
  • Arti : Bahan kimia bersifat pengoksidasi, dapat menyebabkan kebakaran dengan menghasilkan panas saat kontak dengan bahan organik dan bahan pereduksi.
  • Tindakan : Hindarkan dari panas dan reduktor.
  • Contoh : Hidrogen peroksida, Kalium perklorat.
Simbol bahan kimia berbahaya yang pertama adalah oxiding (oksidator). Definisi bahan berbahaya oksidator adalah zat yang dapat menyebabkan, atau berkontribusi pada, pembakaran bahan lain. Berdasarkan definisi ini, beberapa material yang dikelompokkan sebagai oksidator oleh praktisi dan akademisi kimia analitik tidak diklasifikasikan sebagai oksidator dalam cakupan bahan berbahaya. Sebagai contoh kalium dikromat, yang tidak lolos uji sebagai kelompok bahan berbahaya kelompok oksidator.


Toxic (Beracun).

Beracun
  • Nama : Toxic
  • Lambang : T
  • Arti : Bahan yang bersifat beracun, dapat menyebabkan sakit serius bahkan kematian bila tertelan atau terhirup.
  • Tindakan : Jangan ditelan dan jangan dihirup, hindari kontak langsung dengan kulit.
  • Contoh : Metanol, Benzena.

Toksisitas adalah tingkat merusaknya suatu zat jika dipaparkan terhadap organisme. Toksisitas dapat mengacu pada dampak terhadap seluruh organisme, seperti hewan, bakteri, atau tumbuhan, dan efek terhadap substruktur organisme, seperti sel (sitotoksisitas) atau organ tubuh seperti hati (hepatotoksisitas).

Umumnya ada tiga jenis zat beracun, yaitu kimia, biologi, dan fisika:
  • Zat beracun kimiawi meliputi zat-zat inorganik seperti timah, merkuri, asbestos, asam hidrofluorat, dan gas klorin, serta zat-zat organik seperti metil alkohol, sebagian besar obat-obatan, dan racun dari makhluk hidup.
  • Zat beracun biologis meliputi bakteri dan virus yang dapat menciptakan penyakit di dalam organisme hidup. Toksisitas biologis sulit diukur karena “batas dosis”-nya bisa berupa satu organisme tunggal. Secara teori, satu virus, bakteri, atau cacing dapat bereproduksi dan mengakibatkan infeksi parah. Akan tetapi, di dalam inang yang memiliki sistem kekebalan tetap, toksisitas yang tertanam di dalam organisme diseimbangkan oleh kemampuan inang untuk melawan balik; toksisitas yang efektif adalah gabungan dari kedua belah hubungan tersebut. Keadaan sejenis juga dapat terjadi pada beberapa jenis agen beracun lainnya.
  • Zat beracun fisik adalah zat-zat yang karena sifat alamiahnya mampu mengganggu proses biologis. Misalnya, debu batu bara dan serat asbestos yang dapat mematikan jika dihirup.

Explosive (Mudah Meledak).


Mudah Meledak
  • Nama : Explosive
  • Lambang : E
  • Arti : Bahan kimia yang mudah meledak dengan adanya panas atau percikan bunga api, gesekan atau benturan.
  • Tindakan : Hindari pukulan/benturan, gesekan, pemanasan, api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik.
  • Contoh : KClO3, NH4NO3, Trinitro Toluena (TNT).
Simbol bahan kimia selanjutnya adalah explosive (mudah meledak). Bahan peledak adalah material yang tidak stabil secara kimia atau energikal, atau dapat menghasilkan pengembangan mendadak dari bahan tersebut diikuti dengan penghasilan panas dan perubahan besar pada tekanan (dan biasanya juga kilat atau suara besar) yang biasa disebut ledakan.

Ledakan akan dipicu oleh suatu reaksi keras dari bahan. Energi tinggi dilepaskan dengan propagasi gelombang udara yang bergerak sangat cepat. Resiko ledakan dapat ditentukan dengan metode yang diberikan dalam Law for Explosive Substances.


Flammable (Mudah Terbakar).


Mudah Terbakar

  • Nama : Flammable
  • Arti : Bahan kimia yang mempunyai titik nyala rendah, mudah terbakar dengan api bunsen, permukaan metal panas atau loncatan bunga api.
  • Tindakan : Jauhkan dari benda-benda yang berpotensi mengeluarkan api.
  • Contoh : Minyak terpentin.
Adapun beberapa contoh benda/barang dengan simbol bahan kimia seperti ini atau yang bersifat flammable dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
  • Zat terbakar langsung. Contohnya : aluminium alkil fosfor. Keamanan : hindari kontak bahan dengan udara.
  • Gas amat mudah terbakar. Contohnya : butane dan propane. Keamanan : hindari kontak bahan dengan udara dan sumber api.
  • Cairan mudah terbakar. Contohnya: aseton dan benzene. Keamanan : jauhkan dari sumber api atau loncatan bunga api.
  • Zat sensitive terhadap air, yakni zat yang membentuk gas mudah terbakar bila kena air atau api.

Harmful Irritant (Bahaya Iritasi).
 
Bahaya Iritasi

  • Nama : Irritant
  • Lambang : Xi
  • Arti : Bahan yang dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal dan dapat menyebabkan luka bakar pada kulit.
  • Tindakan : Hindari kontak langsung dengan kulit.
  • Contoh : NaOH, C6H5OH, Cl2
Bahan kimia dapat menyebabkan iritasi, luka bakar pada kulit, berlendir, mengganggu sistem pernafasan bila kontak dengan kulit, dihirup atau ditelan. Simbol terbagi menjadi 2 kode, yaitu kode Xn dan kode Xi. Kode Xn menunjukan adanya risiko kesehatan jika bahan masuk melalui pernafasan (inhalasi), melalui mulut (ingestion), dan melalui kontak kulit, contoh bahan dengan kode Xn misalnya peridin. Sedangkan kode Xi menunjukan adanya risiko inflamasi jika bahan kontak langsung dengan kulit dan selaput lendir. Selalu hindari barang atau benda dengan simbol bahan kimia seperti ini untuk mencegah terjadinya iritasi pada diri anda.


Dangerous for Enviromental (Bahan Berbahaya bagi Lingkungan).


Bahan Berbahaya bagi Lingkungan

  • Nama : Dengerous For the Environment
  • Lambang : N
  • Arti : Bahan kimia yang berbahaya bagi satu atau beberapa komponen lingkungan. Dapat menyebabkan kerusakan ekosistem.
  • Tindakan : Hindari kontak atau bercampur dengan lingkungan yang dapat membahayakan makhluk hidup.
  • Contoh : Tributil timah klorida, Tetraklorometan, Petroleum bensin.
Beberapa bahan kimia bisa mengakibatkan dampak buruk dan tidak baik bagi lingkungan dan kelangsungan ekologi (pencemaran pada air, tanah, udara dan juga mikroorganisme yang hidup di sekelilingnya). Beberapa contoh bahan dengan simbol bahan kimia ini misalnya tetraklorometan, tributil timah klorida, dan petroleum bensin. Frase-R untuk bahan berbahaya bagi lingkungan yaitu R50, R51, R52 dan R53.


Corrosive (Korosif).


Korosif

  • Nama : Corrosive
  • Lambang : C
  • Arti : Bahan yang bersifat korosif, dapat merusak jaringan hidup, dapat menyebabkan iritasi pada kulit, gatal-gatal dan dapat membuat kulit mengelupas.
  • Tindakan : Hindari kontak langsung dengan kulit dan hindari dari benda-benda yang bersifat logam.
  • Contoh : HCl, H2SO4, NaOH (>2%)
Korosif adalah sifat suatu subtantsi yang dapat menyebabkan benda lain hancur atau memperoleh dampak negatif. Korosif dapat menyebabkan kerusakan pada mata, kulit, sistem pernapasan, dan banyak lagi. Contoh bahan kimia yang bersifat korosif antara lain asam sulfat,asam astetat,asam klorida dan lain-lain.

Bahan dan formulasi dengan notasi CORROSIVE adalah merusak jaringan hidup. Jika suatu bahan merusak kesehatan dan kulit hewan uji atau sifat ini dapat diprediksi karena karakteristik kimia bahan uji, seperti asam (pH <2) dan basa (pH>11,5), ditandai sebagai bahan korosif. Frase-R untuk bahan korosif : R34 dan R35.

Poison Gas (Gas Beracun).
 

Gas Beracun

  • Nama : Poison Gas
  • Arti : Simbol yang digunakan pada transportasi dan penyimpanan material gas yang beracun.
  • Tindakan : Jauhkan dari pernapasan kita.
  • Contoh : Chlorine, Methil bromide, Nitric oxide.
Digunakan untuk transportasi gas beracun – pada tabung gas, atau kadang-kadang sebagai indikator pada kendaraan.


Dangerous when wet (Berbahaya saat basah).

 

Berbahaya saat basah

  • Nama : Dengerous When Wet
  • Arti : Material yang bereaksi cukup keras dengan air.
  • Tindakan : Jauhkan dari air dan simpan di tempat yang kering/tidak lembab.
  • Contoh : Calcium carbide, Potassium phosphide, Maneb.
Secara umum barang dengan simbol bahan kimia sepeti ini akan bereaksi dan sangat berbahaya jika tercampur dengan air atau saat basah.


Flammable Solid (padatan mudah terbakar).


padatan mudah terbakar

  • Nama : Flammable Solid
  • Arti : Padatan yang mudah terbakar.
  • Tindakan : Hindari panas atau bahan mudah terbakar dan reduktor, serta hindari kontak dengan air apabila bereaksi dengan air dan menimbulkan panas serta api.
  • Contoh : Sulfur, Picric acid, Magnesium.
Padatan yang mudah terbakar didefinisikan sebagai padatan yang memenuhi salah satu syaratyaitu merupakan bahan peledak basah, Merupakan zat yang dapat bereaksi sendiri, karena tidak stabil terhadap panas dan terdekomposisi menghasilkan panas (walaupun tanpa oksigen dari udara), Padatan yang mudah sekali terbakar.

Bahan yang bereaksi dengan air dan menimbulkan panas serta api (pyrophoric material) adalah suatu cairan atau padatan (banyak atau sedikit jumlahnya) yang dalam 5 (lima) menit berada di udara bebas tanpa disulut api dapat terbakar (menimbulkan api) dengan sendirinya.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar