Home » » Pidato, Contoh - Contoh Pidato Islami untuk Pesantren dan Acara penyambutan, Speech.

Pidato, Contoh - Contoh Pidato Islami untuk Pesantren dan Acara penyambutan, Speech.

Posted by berbagaireviews.com on 29 Mei 2018


Pidato - pidato Islami - berbagaireviews.com


Teks Pidato Tentang
"Cinta dalam Pandangan Islam"

Assalamu ‘Alaikum Wr. Wb.

Innalhamda lillah nahmaduhu wanasta’inuhu wanastagfiruh, wana’udzubillah min suruuri anfusinaa min sayyiaati a’malina, man yahdilahu falaa mudhillalah wa man yudlill falaa haadiyalah. Asyhadualla ilaaha illallah wahdahu laasyarikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluhu la nabiya ba’dah.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Allah yang telah memberikan rahmat kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul kembali dalam acara khitobah.

Shalawat salam kita curahkan kepada junjungan nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW.

Kepada Pak. Raharso dan Pak Ust. Judin selaku Pembina Panti Asuhan yang saya hormati, serta teman-temanku seperjuangan, sebangsa dan sebahasa yaitu bahasa Indonesia campur Tegalan.
Saya berdiri disini akan menyampaikan sedikit tentang “Cinta dalam Pandangan Islam”. Mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar kata cinta, betul apa betul??? Cinta singkatan dari cerita indah nyaris tanpa akhir maksudnya adalah setiap cinta pasti pernah merasakan sakit hati, diputus cinta yang kemudian dalam sebuah percintaan itu ada kenangan yang tidak bisa dilupakan yaitu perpisahan.
Jadi, untuk apa kita mencintai seseorang kalau pada akhirnya sakit hati, iya ora? …kadang ora percaya, coba hitung berapa kali kalian putus cinta?...(pasti berkali-kali…hehehehehe) iya ra?

Jama’ah rohimakumullah,

Cinta dalam pandangan Islam hukumnya haram, maksudnya cinta yang lebih mengarahkan atau mendekatkan dua insan kepada perzinahan, seperti pacaran; pacaran gayanya zaman sekarang yang sudah layaknya seperti suami isteri, itu terlalu jauh, terlalu murahan, terlaaaalu mengedepankan hawa nafsu sebagai pelampiasan atas keinginannya sesaat. Nau’dzubillah tsumma na’udubillah………..???

ولا تقربوا الزنى إنّه كان فاحشة، وشاء سبيلا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk”.
Kita tahu menumpahkan syahwat bukan pada tempatnya adalah haram seperti zina (menyalurkan syahwat bukan pada tempatnya), kecuali kepada isteri atau suami-suami mereka, maka janganlah pacaran ini dijadikan alasan yang bermacam-macam, jika sudah cocok dan cukup mengenal satu sama lain dengan cara mengkhitbahnya, maka nikahi segera daripada kelamaan, malah menimbulkan fitnah dan dosa, bukannya begitu???

Ada hadits Nabi begini:

“Wahai Rasulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab : “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa, demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala” (Hadits Arbain, ke-25; HR. Muslim. No. 1006).

Jelaslah bahwa ibadah yang paling indah (nikmat) adalah ibadah persetubuhan antara suami dan isteri; bagi keduanya pahala sedekah.

Cinta disisi lain adalah hukunya wajib, cinta yang bagaimana? Cinta yang derajatnya paling tinggi yakni mencintai Allah dan Rasul-Nya serta cinta kepada Al-Qur’an. Diantaranya dengan cara melaksanakan kewajiban seperti shalat lima waktu tepat waktu, mengaji, menuntut ilmu agama dan ilmu umum dan berdakwah yaitu mengajak kepada manusia kepada kebaikan (ke jalan Allah); maka baginya pula pahala.

Maka cinta kita dianggap bohong jika kita tidak melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya. Dari Dr. A’id Al-Qarny menuliskan dalam bukunya:
  • Cinta duniawi meliputi kehidupan dunia, berbaur tanah dan berada pada tataran yang rendah. Ini merupakan cinta murahan, cinta monyet dan sendagurau saja.
  • Cinta ilahiyah, cinta yang meliputi langit. Berada pada tataran yang tinggi dan merupakan cermin dari ketaatan dan ibadah.
Misalnya, Imru’ul Qais jatuh cinta kepada seorang gadis bernama laila, Abu Jahal mencintai Uzza dan Manat. Qorun mencintai emas / hartanya. Abu Lahab mencintai kedudukannya. Mereka semua hina dan calon neraka, kenapa? Karena mereka semua telah melakukan kesalahan yang fatal. Berbeda dengan Bilal bin Rabah ia mencintai kepada kebajikan. Ketika ia dibaringkan di atas pasir yang panas di bawah terik sinar matahari, tubuhnya tertindih sebuah batu besar, dia berseru kepada penguasa langit dan bumi, ahad, ahad…karena di dalam hatinya ada iman yang teguh seteguh gunung uhud.

Allah berfirman dalam surat an-Nazi’at: 37-41:
37. Adapun orang yang melampaui batas,
38. dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,
39. Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).
40. dan Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa   nafsunya,
41. Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).

Demikian yang bisa saya sampaikan, apabila ada kesalahan datangnya dari saya sendiri, dan jika benar semata-mata datangnya dari Allah SWT.

Nasruminallah wafathun qariib

Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb


Contoh 2

Teks Pidato Tentang

"Islam dalam Tantangan Zaman"

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, arrahmanirrahim maliki yaumid din, wa shalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya’i wal mursalin sayyidina wa maulana Muhammadin khatamin Nabiyyina wa imamil mursalin, wa ‘ala alihi thahiriina wa shahabatihi ajma’in, amma ba’du.

Yang ternormat para alim ulama.

Yang terhormat bapak dan Ibu guru.

Dan para pendengar yang saya cintai.

Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi Maha penyayang, hanya  kepada-Nya kita memuja, dan hanya kepada-Nya kita meminta pertolongan.

Terima kasih saya sampaikan kepada saudara pimpinan, yang dengan penuh ramah telah memberi kesempatan kepada saya, untuk berbicara di hadapan saudara-saudara sekalian. Saya berdiri di sini akan berbicara singkat, dengan mengambil judul: "ISLAM DALAM TANTANGAN ZAMAN".

Jika kita membuka sejarah Islam pada  masa jahiliyah, bunuh membunuh merupakan suatu hal  yang  biasa. Tidak ada rasa kemanusiaan dan kesatuan antar mereka. Perbudakan adalah suatu yang telah  mengakar di antara mereka. Karakter mereka pada zaman itu seperti anak laki laki yang masuk ke dalam kegelapan, di dalam suatu jalan berlumpur,  tidak ada lampu dan tanpa tongkat untuk meniti  jalan.

Lalu Allah memilih Muhammad saw untuk menjadi Nabi-Nya, supaya memandu  semua manusia  di dunia ini. Allah memiliki kitab yang agung yaitu Al Qur'an, yang menjadi sumber pengetahuan, hukum, dan cara hidup di dunia.

Nabi Muhammad tidak pernah berhenti  dalam menyebarkan ajaran Islam, meskipun mendapatkan  berbagai cobaan dan rintangan yang sangat berat. Beliau hanya hidup enam puluh tiga tahun, tetapi mempunyai keberhasilan yang sangat mengagumkan. Beliau wafat setelah berhasil mengubah dunia dari gelap gulita kekafiran menuju cahaya kebenaran, yaitu agama Islam.

Saudara-saudara sekalian yang berbahagia.

Pada zaman keemasan Islam muncul Dinasti Abbasyyah, di mana  orang bisa hidup  dengan  damai  dan sejahtera. Tidak ada perbedaan antara yang satu dan lainnya, berbagai hal dan urusan sosial berjalan lancar dan mereka bisa menyebarkan ajaran Islam ke Eropa. Tetapi setelah Dinasti Abbasyyah,  secara perlahan Islam mengalami kemunduran dan  masa-masa suram.

Pada abad kedua puluh ini, semua orang Islam seluruh dunia timbul dari deklinasi besar mereka, dan semangat Islam yang telah hilang akan menyala lagi  untuk mendapat keagungan, hingga kita melihat kebangkitan Islam muncul di berbagai tempat, seperti di Amerika, walaupun Islam di bawah   pengawasan zionisme. Di Thailand walaupun Islam  di bawah pengawasan yurisdiksi Budisme. Di Filipina, walaupun Islam  di bawah pengawasan pemerintahan Arroyo dan seterusnya. Tetapi Islam terus menggeliat bangkit, tumbuh  pesat.

Di negeri  kita Indonesia tercinta,  Islam juga terus bangkit berkembang pesat, di mana-mana, masjid-masjid penuh dengan jama'ah yang melakukan kajian-kajian keislaman. Dan wanita­wanita  pemakai jilbab ada di mana-mana, dan bukan merupakan pemandangan yang aneh lagi. Sebab  mereka mulai  memahami, hal  itu adalah suatu  kewajiban,  demi  untuk   mematuhi   aturan dan  hukum Islam.

Kita sebagai santri dan generasi muda Islam, harus mendekati mereka dan kita harus memberi  mereka semangat untuk memperdalam  hukum  Islam dan mengamalkan ajaran-ajarannya hingga tercipta "Baldatun Toyyibatun wa Rabbun Ghafuur".

Mari kita gunakan masa-masa muda kita ini dengan berbagai aktivitas keislaman dan amal saleh baik yang berdimensi ibadah ritual mahdhah maupun kesalehan yang berdimensi sosial kemasyarakatan.

Demikianlah, kiranya uraian pidato secara singkat dari saya. Apabila ada kesalahan sebagai manusia  biasa, saya mohon maaf yang sebanyak-banyaknya, akhirul kalam. 

Billahit taufik walhidayah, Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb.

Thanks for reading & sharing berbagaireviews.com

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Search

Translate

Diberdayakan oleh Blogger.

subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

Follow by Email

Facebook  Twitter  Google+  RSS Feed

RSS