Home » , » Pengertian Reproduksi, Tujuan, Jenis - Jenis Reproduksi Hewan, Reproduksi pada IKan, Reproduction

Pengertian Reproduksi, Tujuan, Jenis - Jenis Reproduksi Hewan, Reproduksi pada IKan, Reproduction

Posted by berbagaireviews.com on 28 Mei 2018

Reproduksi pada ikan - berbagaireviews.com


Pengertian Reproduksi.

Reproduksi atau perkembangbiakan adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan individu baru yang sifatnya sama atau menyerupai induknya. Pada hewan, cara perkembangbiakannya ada yang dengan cara kawin (generative), ada yang dengan cara tidak kawin (vegetative). Namun, ada beberapa jenis hewan yang berkembangbiak secara kawin dan juga secara tak kawin.

Reproduksi pada ikan seperti halnya pada mahluk hidup lainnya, adalah suatu proses alamiah dalam rangka pengelakan spesies. Reproduksi adalah suatu proses makhluk hidup dalam usaha pengabdian spesies dan proses pemunculan spesies dengan ciri atau sifat yang merupakan kombinasi perubahan genetik. Ikan mengembangkan berbagai strategi reproduksi untuk mencapai keberhasilan reproduksi. Disini organ-organ yang terkait dengan proses reproduksi sangat berperan. Hal ini berhubungan dengan kondisi lingkungan perairan tempat hunian ikan. Perubahan lingkungan akan memberikan efek yang berbeda pada spesies ikan yang berbeda. Beberapa jenis ikan bahkan melakukan perjalanan ruaya yang jauh untuk memijah. Pemijahan yang tepat tempat dan tepat waktu untuk  kepastian keberhasilan reproduksi terkait erat dengan peran sistem endoktrin.

Tujuan Reproduksi.

Reproduksi pada makhluk hidup bertujuan untuk:
  • Menambah jumlah populasi
  • Menjaga dan mempertahankan kelestarian jenisnya di bumi ini agar tidak habis atau punah. Namun, kelestarian jenis suatu makhluk hidup tidak hanya ditentukan oleh kemampuan untuk bereproduksi. Kelestarian jenis suatu organisme ditentukan juga oleh kemampuan adaptasi dan seleksi alam.

Jenis - Jenis Reproduksi Hewan.

Perkembangbiakan pada hewan juga terjadi baik secara aseksual maupun seksual. Hewan tingkat rendah dapat bereproduksi secara seksual dan aseksual. Sedangkan hewan tingkat tinggi hanya bereproduksi secara seksual saja. Cara reproduksi pada hewan secara umum dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Reproduksi Aseksual.

Reproduksi aseksual yaitu dihasilkannya individu baru tanpa peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Perkembangbiakan aseksual umumnya terjadi pada hewan tidak bertulang belakang (avertebrata), dan sebagian kecil hewan bertulang belakan (vertebrata). Beberapa cara reproduksi aseksual diantaranya sebagai berikut :
Membelah diri (pembelahan biner),  yaitu pembelahan diri dari satu sel menjadi dua sel baru. Misalnya, terjadi pada Protozoa.
Fragmentasi, yaitu pemisahan sebagian sel dari suatu koloni dan selanjutnya membentuk koloni sel baru. Misalnya, terjadi pada Volvox.
Beberapa jenis vertebrata juga mampu melakukan reproduksi seksual dan aseksual secara parthenogenesis. Pada bulan Mei 2007, para ilmuwan menemukan bahwa hiu martil dapat bereproduksi secara aseksual melalui partenogenesis, di mana hiu jenis ini memiliki kemampuan untuk menyuburkan telur mereka sendiri hingga menjadi individu baru.

2. Reproduksi Seksual.

Perkembangbiakan seksual melibat organ kelamin jantan dan organ kelamin betina serta ditandai oleh adanya peristiwa pembuahan (fertilisasi). Pembuahan dapat terjadi di luar tubuh maupun di dalam tubuh. Bila terjadi di luar tubuh disebut fertilisasi eksternal, misalnya pada ikan dan katak. Bila pembuahannya terjadi di dalam tubuh disebut fertilisasi internal. Misalnya pada kura-kura (reptile), ayam (aves), dan singa (mamalia). Fertilisasi pada hewan dibagi menjadi dua berdasarkan tempat terjadinya, yaitu:
  • Fertilisasi internal. Fertilisasi internal apabila fertilisasi terjadi di dalam tubuh induk betina. Misalnya pada reptilia, burung, dan mamalia
  • Fertilisasi eksternal. Fertilisasi yang terjadi di luar tubuh induk betina disebut fertilisasi eksternal. Fertilisasi eksternal biasanya dialami oleh hewan yang hidup di air, misalnya ikan dan katak.

Reproduksi Pada Ikan.

Ikan merupakan anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas
dengan insang. Untuk melestarikan jenisnya ikan perlu bereproduksi. Ikan bereproduksi dengan cara seksual. Pembuahan terjadi diluar tubuh induk, yaitu di dalam air.

Sekali bertelur ikan mampu menghasilkan ribuan telur yang tidak dilindungi oleh cangkang. Telur yang telah dibuahi selanjutnya ada yang dibiarkan terapung-apung dalam air, ada yang ditempatkan dalam sarang dan dijaga oleh induknya, ada yang ditempelkan pada tumbuhan dalam air, serta ada pula yang disimpan di dalam rongga mulut induk betinanya hingga menetas.

Tipe Reproduksi dan Seksualitas pada Ikan.

Berdasarkan tipe-tipe reproduksi dan seksualitas, ikan dapat di bedakan menjadi 3 tipe, antara lain yaitu :

Biseksual.

Biseksual dapat di artikan sebagai jenis ikan yang memiliki dua kelamin dalam satu spesies atau dengan kata lain dapat di bedakan menjadi jantan dan betina. Pembedaan ini dapat dilakukan dengan melihat ciri seksual primer dan sekunder nya. Ciri seksual primer hanya bisa di lihat dengan melakukan pembedahan. Ciri seksual primer hanya dapat ditandai oleh organ yang berhubungan langsung dengan proses reproduksi; yaitu testis dan saluran pada ikan jantan, dan ovarium dan saluranya pada ikan betina. Sedangkan ciri seksual sekunder dapat dibedakan oleh dimorfise seksual atau melihat ciri morfologi dari ikan tersebut dan dikromatisme seksual dengan melihat warna dari ikan tersebut.

Uniseksual.

Uniseksual dapat diartikan sebagai organisme yang berkelamin tunggal. Pada beberapa spesies ikan penentuan kelamin lebih mudah dilakukan karena semua individu berkelamin betina. Contoh yang tepat mengenai fenomenan ini adalah kelompok ikan molly-amazon (Poecillia formosa) merupakan ikan yang ditemukan pertama kali sebagai ikan yang berkelamin betina. Molly-amazon bertindak sebagai parasit seksual terhadap dua spesies lain dari genus yang sama. Sperma dari jantan dari jenis ikan inang diperlukan untuk mengaktifkan perkembagan telur-telur molly-amazon, tetapi penyatuan kromosom jantan dan betina tidak terjadi sehingga hanya terbentuk betina yang secara genetik seragam. Pembentukan keturunan unuseksual ini disebut dengan partenogenesis (partenos,perawan, dan genesis, kejadian).

Hermaprodit.

Hermaprodit dapat diartikan sebagai sebuah organisme yang memiliki kelamin ganda. Hermaprodit dapat dibedakan menjadi tiga tipe yaitu hermaprodit singkroni, hemaprodit protandi, dan hemaprodit protogini. Hermaprodit singkroni adalah golongan ikan yang gonadnya terdapat sel kelamin jantan dan betina yang dapat aktif secara bersamaan. Hemaprodit protandi adalah golongan ikan yang dalam hidupnya mengalami perubahan jenis kelamin dari jantan menjadi betina misalnya ikan black  porgy, ikan ini pada umur tiga tahun berubah dari kelamin jantan ke betina. Hermaprodit Protogini adalah golongan ikan yang dalam hidupnya mengalami perubahan dari jenis betina menjadi jantan misalnya Labroides dimidiatus.

Organ Reproduksi Ikan - berbagaireviews.com



1. Organ Reproduksi Ikan Jantan.
Organ reproduksi pada ikan sering disebut dengan gonad. Gonad ikan jantan terdiri dari sepasang testis yang pada umumya berwarna putih atau kekuningan. Letak testis menggantung pada dinding tengah rongga perut (abdomen).

Testis berfungsi menghasilkan spermatozoa. Spermatozoa yang berasal dari testis akan dialirkan ke saluran sperma (vas deferens), kemudian menuju lubang urogenital. Lubang urogenital adalah lubang tempat bermuaranya saluran kelamin dan saluran urin. Melalui lubang urogenital inilah spermatozoa akan dikeluarkan.

Letak saluran urogenital berdekatan dengan anus. Beberapa jenis ikan bersifat hermafrodit di mana satu ikan memiliki dua jenis kelamin dan mampu memproduksi ovum dan sperma. Ikan yang bersifat hermafrodit dapat memiliki dua jenis kelamin secara bersamaan atau jenis kelaminnya berganti seiring dengan perkembangan.

Ikan Poecilia formosa adalah ikan hermafrodit yang berkembang biak secara partenogenesis di mana telur berkembang langsung menjadi embrio tanpa dibuahi.

2. Organ Reproduksi Ikan Betina.

Organ reproduksi atau gonad ikan betina terdiri dari ovarium yang berwarna bening kemerahan seperti agar-agar. Ovarium terletak di dekat usus, mengisi dua pertiga rongga perut atau hampir menutupi organ-organ tubuh. Ovarium berfungsi menghasilkan sel telur atau ovum.

Ovum keluar dari ovarium menuju oviduk atau saluran telur kemudian menuju lubang urogenital. Dari lubang urogenital inilah ovum yang telah siap dibuahi akan keluar.

Proses fertilisasi atau pembuahan pada ikan ada 2 cara, yakni pembuahan di dalam (internal fertilization) dan pembuahan di luar (external fertilization). Namun demikian kebanyakan jenis ikan melakukan pembuahan di luar tubuh induk betina.

1. Fertilisasi Internal.

Ikan yang melakukan pembuahan di dalam tubuh induknya disebut ikan jenis ovovivipar. Ikan jenis ini berkembang biak dengan cara melahirkan. Pembuahan terjadi di dalam tubuh ikan betina (internal fertilization). Sperma memasuki sel telur (oosit) melalui sebuah lubang yang disebut dengan mikrofil.
Umumnya hanya satu sperma yang dapat masuk ke dalam sebuah sel telur. Oosit yang telah dibuahi oleh sel sperma disebut zigot. Embrio berkembang di dalam tubuh induk betina, kemudian melahirkan anak yang sudah berwujud mirip dengan induknya. Ikan yang berkembangbiak secara ovovivipar adalah ikan dari famili Poecilidae, seperti platy, guppy, dan molly.

2. Fertilisasi Eksternal.

Ikan yang melakukan pembuahan diluar tubuh induknya disebut ikan jenis ovipar. Ikan jenis ovipar mengeluarkan telur dari dalam tubuhnya untuk dibuahi oleh ikan jantan. Proses pembuahan sel telur oleh sel sperma berlangsung diluar tubuh ikan.

Pada saat ikan betina bertelur mengeluarkan ovum-ovumnya, ikan jantan mendekati telur-telur tersebut sambil mengeluarkan spermatozoidnya. Jika ovum bertemu dengan spermatozoid terjadilah pembuahan atau fertilisasi menghasilkan zigot yang kemudian tumbuh dan berkembang menjadi embrio ikan.

Telur-telur yang telah dibuahi tampak seperti bulatan-bulatan kecil berwarna putih. Telur-telur ini akan menetas dalam waktu 24-40 jam. Anak ikan yang baru menetas mendapat makanan dari sisa kuning telurnya yang masih menempel di dalam perutnya. Anak ikan dapat langsung hidup sendiri, hanya beberapa jenis induk ikan terutama ikan jantan yang menjaga anak-anaknya.

Thanks for reading & sharing berbagaireviews.com

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Search

Translate

Diberdayakan oleh Blogger.

subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

Follow by Email

Facebook  Twitter  Google+  RSS Feed

RSS