Kantong semar atau Nepenthes, Tropical pitcher plant. | Berbagai Reviews

Kumpulan Artikel Pendidikan Pengetahuan dan Wawasan Dunia

Sabtu, Oktober 21, 2017

Kantong semar atau Nepenthes, Tropical pitcher plant.

| Sabtu, Oktober 21, 2017
Tanaman kantung semar merupakan genus Nepenthes yang masuk dalam familia monopotik, tanaman ini terdiri dari sekitar 130 spesies dan belum termasuk hibrida alami maupun buatan. Genus ini merupakan tumbuhan karnivora yang dapat tumbuh di kawasan tropis. Habitat dengan spesies terbanyak ada di pulau Sumatera dan Borneo.
Kantong semar atau Nepenthes (Tropical pitcher plant) - berbagaireviews.com

Genus Nepenthes (Kantong semar, bahasa Inggris: Tropical pitcher plant), yang termasuk dalam familia monotipik, terdiri dari 130 spesies dan belum termasuk hibrida alami maupun buatan. Genus ini merupakan tumbuhan karnivora di kawasan tropis Dunia Lama, kini meliputi negara Indonesia , Republik Rakyat Tiongkok bagian selatan, Indochina, Malaysia, Filipina, Madagaskar bagian barat, Seychelles, Kaledonia Baru, India, Sri Lanka, dan Australia. Habitat dengan spesies terbanyak ialah di pulau Borneo dan Sumatra.

Ciri - ciri fisik kantong semar (Nepenthes).

Bunga kantong semar mempunyai 3 wujud kantong, yaitu kantong roset, kantong bawah dan kantong atas. Kantong atas biasanya dimiliki oleh kantong semar yang berusia dewasa yang biasanya berbentuk silinder, tidak bersayap, tidak menarik dan kantong ini biasanya menangkap hewan yang terbang seperti lalat atau serangga lain yang terbang. Begitupun kantong lain yang serupa dan sama tugasnya.

Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 15–20 m dengan cara memanjat tanaman lainnya, walaupun ada beberapa spesies yang tidak memanjat. Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam.

Biasanya tanaman kantong semar mencapai tinggi hingga 30 meter dan merambat, namun beberapa spesies memiliki keunikan sendiri dengan penampakan fisik tanamannya. Terdapat sulur dengan bentuk unik yang ada di ujung daun. Sulur ini digunakan untuk menangkap mangsa yang akan menjadi santapannya. Tanaman ini sangat unik karena menangkap jenis serangga, kodok, atau pacet sebagai makananya.

Penyebaran tanaman ini sangat luas mulai dari tepi pantai sampai dengan dataran tinggi. Hal ini bisa terjadi karena tanaman ini memang mempunyai 2 type tanaman yang mana bisa tumbuh di dataran tinggi atau rendah dengan tanaman yang mempunyai klasifikasi masing masing.

Pada umumnya, Nepenthes memiliki tiga macam bentuk kantong, yaitu kantong atas, kantong bawah, dan kantong roset. Kantong atas adalah kantong dari tanaman dewasa, biasanya berbentuk corong atau silinder, tidak memiliki sayap, tidak mempunyai warna yang menarik, bagian sulur menghadap ke belakang dan dapat melilit ranting tanaman lain, kantong atas lebih sering menangkap hewan yang terbang seperti nyamuk atau lalat, kantong jenis ini jarang bahkan tidak ditemui pada beberapa spesies, contohnya N. ampullaria. Kantong bawah adalah kantong yang dihasilkan pada bagian tanaman muda yang biasanya tergelatak di atas tanah, memiliki dua sayap yang berfungsi sebagai alat bantu bagi serangga tanah seperti semut untuk memanjat mulut kantong dan akhirnya tercebur dalam cairan berenzim di dalamnya, adapun kantong roset, memiliki bentuk yang sama seperti kantong bawah, namun kantong roset tumbuh pada bagian daun berbentuk roset, contoh spesies yang memiliki kantong jenis ini adalah N. ampullaria dan N. gracilis. Beberapa tanaman terkadang mengeluarkan kantong tengah yang berbentuk seperti campuran kantong bawah dan kantong atas.

Taksonomi kantong semar (Nepenthes).

Sekitar 160 spesies of Nepenthes yang diakui secara resmi pada saat ini, merupakan peningkatan jumlah secara cepat, dengan beberapa spesies baru yang didefinisikan setiap tahun. Tanaman ini memiliki penyebaran yang sangat luas dari pinggir pantai sampai dataran tinggi, karena inilah nepenthes dibagi dalam dua jenis yaitu jenis dataran tinggi dan jenis dataran rendah, walau kebanyakan spesies tumbuh di dataran tinggi. Spesies yang tercatat tumbuh di ketinggian paling tinggi adalah N. lamii yaitu di ketinggian 3,520 m

Kebanyakan spesies tumbuh di tempat dengan kelembaban tinggi dan cahaya dengan tingkat menengah hingga tinggi. Beberapa spesies seperti N. ampullaria tumbuh di tempat yang teduh dengan tidak terlalu banyak cahaya, sedangkan N. mirabilis tumbuh ditempat yang terbuka dengan cahaya yang berlimpah. Tanah tempat tumbuh nepenthes biasanya miskin hara dan asam. Beberapa spesies tumbuh di tempat yang sangat beracun bagi tanaman lain seperti N. rajah yang tumbuh pada tanah dengan kandungan logam berat dan N. albomarginata yang tumbuh pada pantai berpasir di zona yang terkena siraman air laut, beberapa spesies tumbuh epifit seperti N. inermis yang tumbuh tanpa bersentuhan dengan tanah.
Klasifikasi kantong semar (Nepenthes).


Klasifikasi kantong semar Nepenthes - berbagaireviews.com

Klasifikasi ilmiah
Kingdom:    Plantae
Divisi:    Magnoliophyta
Kelas:    Magnoliopsida
Ordo:    Caryophyllales
Famili:    Nepenthaceae Dumort. (1829)
Genus:    Nepenthes L. (1753)

Simbiosis kantong semar (Nepenthes).

Simbiosis dengan semut

Para ilmuwan menemukan sebuah simbiosis unik antara tumbuhan karnivora dengan semut. Tumbuhan kantong semar itu merekrut semut sebagai petugas kebersihan sekaligus pengawal yang kejam.

Hubungan unik ini dimiliki oleh Nepenthes bicalcarata, sejenis kantong semar yang hidup di daerah miskin hara di hutan rawa gambut di Kalimantan, dengan semut Camponotus schmitzi.
Kantong semar itu sebenarnya bukan jenis tanaman karnivora berbahaya. Kantongnya tidak memiliki dinding licin yang membuat mangsa terpeleset. Tanaman ini juga tidak menghasilkan cairan korosif pencerna mangsa yang terjebak masuk ke dalam kantong.

Untuk menyiasati kelemahannya, N. bicalcarata memanfaatkan pasukan semut C. schmitzi untuk menjaga bibir kantong jebakan tanaman. Sebagai gantinya, kantong semar membuat rumah dari sulur untuk para semut. Nektar pun disediakan sebagai sumber makanan semut.

Simbiosis dengan kelelawar.

Kelelawar berbulu wol (genus Kerivoula) diketahui bersimbiosis dengan kantong semar. kelelawar tersebut tidur di dalamnya sambil melindungi diri dari serangga yang akan tergelincir jatuh ke dalam kantong semar. Selain itu, kotoran kelelawar juga bernutrisi bagi kantong semar

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar