Kitab Lauh Mahfuzh sebagai Skenario Alur Hidup Manusia beserta Alam Semesta. | Berbagai Reviews

Kumpulan Artikel Pendidikan Pengetahuan dan Wawasan Dunia

Jumat, September 22, 2017

Kitab Lauh Mahfuzh sebagai Skenario Alur Hidup Manusia beserta Alam Semesta.

| Jumat, September 22, 2017
Pada drama dan film kita mengenal naskah skenario yang mengisahkan alur cerita, maka hal ini juga berlaku dalam kehidupan di alam semesta. Ternyata kehidupan di jagad raya ini sudah tertulis sebelumnya dalam sebuah kitab. Layaknya naskah skenario film, penghuni semesta hanya mengikuti alur cerita yang sudah tertulis dalam kitab tersebut. Adalah Lauh Mahfuzh, sebuah kitab tempat Allah SWT menuliskan seluruh skenario kejadian di alam semesta. 


pengertian dan makna kitab lauhul mahfudz - berbagaireviews.com

Lauh Mahfuzh (Arab:لَوْحٍ مَحْفُوظٍ) adalah kitab tempat Allah menuliskan segala seluruh skenario/ catatan kejadian di alam semesta. Menurut syariat Islam, kitab yang disebut sebanyak 13 kali dalam Alquran ini telah mencatat segala kejadian dari permulaan zaman sampai hari akhir.

Sebutan lain dari Lauh Mahfuzh.

Nama lain dari Lauh Mahfuzh berdasarkan Al-Qur'an adalah sebagai berikut:

Induk Kitab (أم الكتاب, Ummu al-Kitab),

Kitab yang Terpelihara (كِتَابٍ مَّكْنُونٍ, Kitabbim Maknuun).

“    ...pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),...(Al-Waaqi'ah, 56:78)    ”

Kitab yang Nyata (كِتَابٍ مُّبِينٍ, Kitabbim Mubiin).

“    Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (An Naml, 27:75)    ”

Gambaran Lauh Mahfuzh

Menurut syariat Islam, Allah telah mencatat segala kejadian-kejadian di dalam Lauh Mahfuzh, dari permulaan zaman sampai akhir zaman. Baik berupa kisah nabi dan rasul, azab yang menimpa suatu kaum, pengetahuan tentang wahyu para nabi dan rasul, tentang penciptaan alam semesta dan lain-lain. Sekalipun jika kita tidak melihat segala sesuatu, semua itu ada dalam Lauh Mahfuzh.

Wujud Lauh Mahfuz yang diyakini oleh para sahabat adalah sebidang papan atau tulang yang biasa ditulisi. Papan dan tulang itu hanya disebut lauh jika sudah ditulisi.

Lauh Mahfuzh akan kekal selamanya karena ia termasuk makhluk yang abadi, selain Lauh Mahfuzh makhluk abadi ada 'Arsy, surga, neraka dan lain-lain.

Ayat Al - Qur'an dan Hadist tentang Lauh Mahfuzh.

Itulah sebabnya, Nabi Muhammad SAW mengetahui apa yang terjadi dimasa lalunya dan yang akan datang, karena mendapat petunjuk dari Allah yang sudah tertulis Lauh Mahfuzh. Penasaran dengan kitab ini? Berikut rangkumannya.

Kitab Lauh Mahfuzh dijelaskan dalam salah satunya ayat di dalam Alquran yakni Surah An Naml, 27:75 yang artinya: Tiada sesuatu pun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (An Naml, 27:75)

Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Lauh Mahfuzh diciptakan dari mutiara berwarna putih yang berasal dari yaqut (batu mulia) merah. Panjang buku ini antara langit dan bumi, sedangkan lebarnya membentang antara barat di timur. Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat At-Tirmidzi yang artinya:

"Yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah qalam yang berasal dari cahaya.’ Menurut sebuah pendapat, qalam berasal dari permata putih yang panjangnya hampir sama antara langit dan bumi. ‘Kemudian Dia menciptakan Lauh Mahfuzh (Lembaran yang Terjaga) dari mutiara putih yang berasal dari yaqut (batu mulia) merah, yang panjangnya antara langit dan bumi, sedangkan lebarnya antara barat dan timur." (HR. Tirmidzi)

Amr bin al-‘Ash mengatakan, bahwa Rasulullah pernah berkata bahwa 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi, Allah SWT telah mencatat takdir-takdir makhluk-Nya.

"Allah telah mencatat takdir-takdir makhluk 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi." (Amr bin al-‘Ash)

Sementara dari Anas bin Malik mengatakan, “Rasulullah saw bersabda,

‘Allah memiliki lauh (lembaran) yang salah satu permukaannya terbuat dari yaqut merah dan permukaan lainnya dari zamrud hijau, sedangkan qalam-nya berasal dari cahaya’

“Sesungguhnya Allah memiliki lauh yang berasal dari mutiara putih. Dia suka melihatnya 360 kali dalam sehari semalam. Dalam setiap kali lihatan, Dia mencipta, memberi rezeki, mematikan, menghidupkan, mencabut kerajaan, memberikan kerajaan, dan mengerjakan apa pun sekehendak-Nya.” (Ibnu Abbas ra)

Masih banyak Hadist-hadist lain yang menjelaskan tentang kitab ini. Selain informasi dari Rasulullah SAW, Lauh Mahfuzh juga diinformasikan oleh Allah SWT dalam Alquran. 

“Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata.” (Yaasiin [36]: 12), yakni di dalam Lauh Mahfuzh.

Tafsir Qurtubi menjelaskan bahwa semua takdir Allah yang telah ditulis-Nya di Lauh Mahfuz bisa dihapus atau diubah oleh Allah. Allah lah yang menetapkan apa yang dikehendakinya terhadap hamba-hambaNya. Namun ini hanya akan berubah dengan doa dan perbuatan baik/ usaha.

Nabi Muhammad bersabda: "Tiada yang bisa mengubah takdir selain doa dan tiada yang bisa memanjangkan umur kecuali perbuatan baik"

Para Jin mencuri berita.

Allah telah menjadikan Lauh Mahfuzh ini sebagai tempat untuk menyimpan segala rahasia dilangit dan di bumi. Jin dari golongan setan akan berusaha untuk mencuri segala rahasia yang tertulis di dalamnya untuk menipu manusia. Disamping itu, mereka juga memiliki tujuan untuk memainkan aqidah manusia. Sebab itu Allah melarang manusia untuk mengetahui ramalan nasib, karena peramal itu dibantu oleh jin dan jin itu akan membisikkan hasil curian itu kedalam hati peramal. Jika ada setan yang berusaha mencuri berita, maka malaikat penjaga Luh Mahfuzh akan melemparkan bintang ke arah pencuri berita tersebut, pelemparan ini yang kadang-kadang kita lihat dengan adanya bintang jatuh atau meteor.

“    ...dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya), dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk, kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (Al Hijr 16 - 18)    ”
Tidak banyak diketahui tentang Lauh Mahfuz dan para ulama jarang menjabarkannya dengan detail, karena ia adalah urusan alam ghaib/ rahasia Allah. Dalam Al-Quran pun, Luh Mahfuz di sebut secara sepintas saja, tanpa penjelasan lebih lanjut. Sebagai contohnya dalam satu peristiwa yang amat bersejarah, ahli tafsir menyatakan Luh Mahfuz disebut berkaitan dengan Nuzul Al-Quran dari Luh Mahfuz ke Baitul Izzah (langit dunia) secara sekaligus yang terjadi dalam bulan Ramadhan.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya), dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk, kecuali syaitan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (Al Hijr 16 - 18).

Meski banyak dijelaskan dalam hadist dan Alquran, namun tidak diketahui secara detail tentang kitab ini. Ini adalah perkara gaib yang menjadi rahasia Allah dan manusia hanya wajib mengimaninya. Wallahualam bisawab, hanya Allah maha tinggi menguasai ilmu pengetahuan.


Maha Suci Allah, Yang  Lebih Maha Mengetahui segalanya.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar