Home » » Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), Pengertian dan Sejarah berdirinya VOC.

Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC), Pengertian dan Sejarah berdirinya VOC.

Posted by berbagaireviews.com on 19 September 2016

Pengertian Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).
berbagaireviews.com

VOC merupakan singkatan dari Vereenidge Oostindische Compagnie yang berarti “Persekutuan Perusahaan Hindia Timur”. Penamaan Hindia Timur karena ada juga persekutuan dagang Hindia Barat yang bernama Geoctroyeerde Westindische Compagnie.

VOC adalah kongsi dagang asal Belanda yang memonopoli aktivitas perdagangan di Asia dan menyatukan perdagangan rempah-rempah dari wilayah timur. Kongsi Dagang atau Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie atau VOC) yang didirikan pada tanggal 20 Maret 1602 adalah persekutuan dagang asal Belanda yang memiliki monopoli untuk aktivitas perdagangan di Asia. Disebut Hindia Timur karena ada pula Geoctroyeerde Westindische Compagnie yang merupakan persekutuan dagang untuk kawasan Hindia Barat. Perusahaan ini dianggap sebagai perusahaan multinasional pertama di dunia sekaligus merupakan perusahaan pertama yang mengeluarkan sistem pembagian saham.

Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah persekutuan badan dagang saja, tetapi badan dagang ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang istimewa. Misalnya VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain. Bisa dikatakan VOC adalah negara dalam negara.

VOC memiliki enam bagian (Kamers) di Amsterdam, Middelburg (untuk Zeeland), Enkhuizen, Delft, Hoorn, dan Rotterdam. Delegasi dari ruang ini berkumpul sebagai Heeren XVII (XVII Tuan-Tuan). Kamers menyumbangkan delegasi ke dalam tujuh belas sesuai dengan proporsi modal yang mereka bayarkan; delegasi Amsterdam berjumlah delapan.

Sejarah Berdirinya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

berbagaireviews.com


Awal terbentuknya VOC dimulai dari datangnya orang Eropa melalui Jalur Laut Vasco da Gama di tahun 1497-1498 yang berlayar dari Eropa ke India melalui Tanjung Pengharapan (Cape of Good Hope) di ujung selatan Afrika yang membuat tidak adanya persaingan dengan pedagang-pedagang Timur Tengah untuk mendapatkan jalan ke Asia Timur, yang pada awalnya ditempuh di Jalur darat yang sangat berbahaya. Tujuan awal bangsa Eropa ke Asia Timur dan Tenggara termasuk ke Nusantara adalah untuk perdagangan, seperti hal dengan bangsa Belanda. Misi dagang tersebut dilanjutkan dengan politik pemukiman (kolonisasi) yang dilakukan bangsa belanda dengan kerajaan-kerajaan di Jawa, Sumatera, dan Maluku, sedangkan di Suriname dan Curacao, tujuan Belanda sejak awal adalah kolonisasi (pemukiman). Dari perdagangan menjurus ke koloniasasi bangsa Indonesia (Hindia Belanda) berawal. 

Selama abad ke-16 perdagangan rempah-rempah dikuasai oleh portugis dengan menggunakan lisbon sebagai elabuhan utama. Sebelum terjadinya revolusi belanda, kota Antwerp berperang penting dalam distributor di Eropa Utara, namun setelah tahun 1591 Portugis bekerja sama dengan firma-firma di Jerman, Spanyol dan Italia sebagai hamburg pelabuhan utama dalam mendistribusikan barang-barang dari Asia, berpindah jalur dengan tidak melewati Belanda. Akan tetapi perdagangan portugis tidak dapat mencukupi permintaan, khususnya lada. Dari suplai yang tidak lancar membuat harga lada meroket di saat itu. dan disaat  itu juga Unifikasi Portugal dan Kerajaan Spanyol berperang dengan belanda pada tahun 1580 yang menimbulkan kekhawatiran Belanda. Dari tiga faktor yang mendorong Belanda memasuki perdagangan rempah-rempah Internasional dimana Jan Huyghen van Linschoten dan Cornelis de Houtman menemukan jalur rahasia pelayaran Portugis dan disaat itu juga pelayaran pertama Cornelis de Houtman ke Banten, pelabuhan utama di Jawa di tahun 1595-1597. 

Tahun 1596 empat kapal ekspedisi dipimpin oleh Cornelis de Houtman menuju ke Indonesia dan sebagai hubungan pertama Indonesia dengan Belanda. Ekspedisi tersebut mencapai Banten, namun terlibat perseteruan dengan portugis dan penduduk lokal, lalu berlayar lagi ke arah timur melalui pantai utara Jawa yang sempat diserang oleh pendudk lokal di sedayu yang mengakibatkan kehilangan 12 orang awak, dan terlibat perseteruan dengan penduduk lokal di Madura yang menyebabkan seorang pimpinan lokal terbunuh. Setelah kehilangan separuh awak kapal, ditahun berikutnya memutuskan untuk kembali ke Belanda dengan rempah-rempah yang cukup menghasilkan keuntungan. 

Tanggal 31 Desember 1600, Inggris mendirikan perusahaan dagang Asia bernama The British East India Company berpusat di Kalkuta. Belanda menyusul di tahun 1602 bersama prancis yang mendirikan French East India Company tahun 1604. 

Tanggal 20 Maret 1602, Pedagang belanda mendiringkan VOC (Verenigde Oost-Indische Compagnie) atau perkumpulan dagang india timur. Saat itu terjadi persaingan kuat antara Negara Eropa seperti Portugis, Spanyol Inggris, Prancis, dan Belanda. untuk memperebutkan kekuasaan perdagangan di Asia Timur. Mengenai masalah ini, VOC diberi kewenangan kepada belanda dalam menghadapi masalah tersebut oleh Staaten Generaal di Belanda dimana wewenang untuk memiliki tentang atas biaya sendiri dan dapat membuat perjanjian kenegaraan serta menyatakan perang kepada suatu negara. Wewenang tersebut membuat VOC dapat bertindak seperti suatu negara. 

VOC kemudian mendirikan markas di Batavia (Jakarta) di pula Jawa dan pos kolonial di Maluku (kepulauan rempah-rempah yang termasuk kepulauan Banda dimana disana VOC memonopoli pala dan fuli yang dipertahankan dengan metode kekerasaan terhadap populasi lokal, pemerasan dan pembunuhan massal. Pos perdagangan lebih tentram terletak di Deshima, pulau buatan di lepas pantai Nagasaki tempat orang Eropa berdagang dengan Jepang.

Pada tahun 1603, VOC mendapatkan izin di Banten untuk mendirikan kantor perwakilan, dan di tahun 1610 Pieter Both diangkat sebagai Gubernur Jenderal VOC pertama (1610-1614), akan tetapi ia memilih Jayakarta sebagai tempat administrasi VOC. Sedangkan Frederik de Houtman sebagai Gubernur VOC di Ambon (1605-1611) dan setelah itu ia pun menjadi Gubernur di maluku (1621-1623).

Hak Istimewa Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Hak-hak istimwa yang tercantum dalam Oktrooi (Piagam atau Charta) pada tanggal 20 Maret 1602 antara lain sebagai berikut :
  • Hak monopoli untuk berdagang dan berlayar di wilayah sebelah timur Tanjung Harapan dan sebelah barat Selat Magelhaens serta menguasai perdagangan untuk kepentingan sendiri.
  • Hak kedaulatan (soevereiniteit) sehingga dapat bertindak layaknya suatu negara untuk memelihara angkatan perang,memaklumkan perang dan mengadakan perdamaian, merebut dan menduduki daerah-daerah asing di luar Negeri Belanda, memerintah daerah-daerah tersebut, menetapkan/mengeluarkan mata-uang sendiri, dan memungut pajak.
Tujuan Dibentuknya Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Tujuan utama dibentuknya VOC seperti tercermin dalam perundingan 15 Januari 1602 adalah untuk “menimbulkan bencana pada musuh dan guna keamanan tanah air”. Yang dimaksud musuh saat itu adalah Portugis dan Spanyol yang pada kurun Juni 1580 – Desember 1640 bergabung menjadi satu kekuasaan yang hendak merebut dominasi perdagangan di Asia. Untuk sementara waktu, melalui VOC bangsa Belanda masih menjalin hubungan baik bersama masyarakat Nusantara.

Berdirinya VOC atas tujuan tertentu antara lain sebagai berikut :
  • Menghindari persaingan dagang yang tidak sehat sesama pedagang Belanda yang ada sebelumnya sehingga dapat memperoleh kentungan maksimal. 
  • Memperkuat kedudukan bangsa Belanda terhadap persaingan dengan para pedagang bangsa Eropa lainnya
  • Untuk memonopoli perdagangna di wilayah yang dikuasai
  • Membantu dana pemerintah Belanda menghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda.

Politik dan Ekonomi Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

berbagaireviews.com

Usaha VOC untuk mendapatkan untung yang sebesar-besarnya adalah melalui monopoli perdagangan. Untuk itu VOC menerapakan beberapa aturan dalam melaksanakan monopoli perdagangan antara lain :

Verplichhte Leverantie
Verplichhte Leverantie yaitu penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang telah ditetapkan oleh VOC. Peraturan ini melarang rakyat untuk menjual hasil bumi kepada pedagang lain selain VOC.

Contingenten
Contingenten yaitu kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi.

Ektripasi
Ektripasi yaitu hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah agar tidak terjadi kelebihan produksi yang dapat menyebabkan harga merosot.

Pelayaran Hongi
Pelayaran Hongi yaitu pelayaran dengan menggunakan perahu kora-kora untuk mengawasi pelaksanaan perdagangan VOC dan menindak pelanggarnya.

Faktor Penyebab Kehancuran/Runtuhnya VOC.

Pada pertengahan abad ke-18 VOC mengalami kemunduran karena beberapa sebab sehingga dibubarkan. Alasannya adalah sebagai berikut:
  • Banyak pegawai VOC yang curang dan korupsi
  • Banyak pengeluaran untuk biaya peperangan contoh perang melawan Hasanuddin dari Gowa
  • Banyaknya gaji yang harus dibayar karena kekuasaan yang luas membutuhkan pegawai yang banyak
  • Pembayaran dividen (keuntungan) bagi pemegang saham turut memberatkan setelah VOC mengalami kekurangan pemasukan
  • Bertambahnya saingan dagang di Asia terutama Inggris dan Perancis
  • Perubahan politik di Belanda dengan berdirinya Republik Bataaf 1795 yang demokratis dan liberal menganjurkan perdagangan bebas.
Berdasarkan alasan di atas VOC dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 dengan utang 136,7 juta gulden dan kekayaan yang ditinggalkan berupa kantor dagang, gudang, benteng, kapal serta daerah kekuasaan di Indonesia. Aset-asetnya dialihkan kepada pemerintahan Belanda.




Untuk melihat article sejarah lainnya, silahkan klik   http://www.berbagaireviews.com/search/label/History

Thanks for reading & sharing berbagaireviews.com

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Posting Komentar

Search

Translate

subscribe

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Arsip Blog

Follow by Email

Facebook  Twitter  Google+  RSS Feed

RSS

Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.