Various Reviews of Knowledge and Education.

5 Agustus 2016

Macam - Macam Seni Rupa, Fine Art

Macam - Macam Seni Rupa, Fine Art

Seni Rupa Berdasarkan Wujudnya.

Seni rupa dua dimensi . 

berbagaireviews.com

Seni rupa dua dimensi, adalah seni rupa dengan karya dua ukuran, yaitu panjang dan lebar. Seni rupa dua dimensi hanya dapat dilihat dari satu arah yaitu dari arah depan. 

Contoh seni rupa dua dimensi adalah : 
  • seni lukis 
  • seni batik
  • sketsa
  • seni ilustrasi. 
Seni rupa tiga dimensi.

berbagaireviews.com

Seni Rupa Tiga Dimensi, adalah seni rupa yang yang memiliki tiga ukuran panjang, lebar dan tinggi atau tebal (memiliki volume). Hasil dari karya seni dapat dinikmati atau dihayati dari sembarang arah pandang. 

Contoh seni rupa tiga dimensi adalah :
  • seni kriya
  • seni taman
  • seni bangunan
  • dekorasi 
  • dan lain-lain. 

Seni Rupa Berdasarkan Massanya.

Seni rupa tradisional.

berbagaireviews.com

Seni rupa tradisional, adalah seni rupa yang dibuat dengan pola, aturan, atau pakem tertentu sebagai pedoman dalam berkarya seni dan dibuat berulang-ulang tanpa merubah bentuk aslinya. Aturan-aturan umum terkait dengan penciptaan bentuk, ola, corak, penggunaan warna, bahan dan ukuran, Aspek-aspek berkarya seni seni rupa tradisional misalnya masih dipertahankan secara turun-temurun, dari generasi ke generasi sampai sekarang. Sehingga seni rupa bersifat statis, sejak dulu hingga sekarang bentuk dan coraknya tidak mengalami perubahan.

Contoh seni rupa tradisional adalah :
  • Wayang kulit
  • wayang golek
  • wayang beber
  • ornamen pada rumah-rumah tradisional di tiap daerah
  • batik
  • songket
  • dan lain-lain.
Seni rupa modern.

berbagaireviews.com

Seni rupa modern, adalah karya seni yang ditandai dengan munculnya kreativitas untuk mencitakan hal yang baru yang belum pernah ada sebelumnya. Unsur kebaharuan menjadi sangat penting dan harus ada untuk memberikan karya seni rupa modern yang mengutamakan aspek kreativitas dalam berkarya sehingga tercipta suatu karya yang baru. Sehingga seni rupa modern bersifat lebih individualis.

Contoh seni rupa modern berupa :
  • lukisan, 
  • grafis, 
  • patung 
  • kriya. 
Seni rupa kontemporer.

berbagaireviews.com

Seni rupa kontemporer, adalah karya seni yang pemunculannya dipengaruhi oleh waktu dimana karya seni tersebut diciptakan. Seni rupa kontemporer bersifat kekinian dan temporer yang diangkat dari seni rupa kontemporer mengenai situasi dan kondisi saat karya tersebut diciptakan yang biasa untuk ekspresi pribadi seniman dan mengungkapkan daya fantasi, imajinasi, maupun dengan cita-cita harapan yang dikaitkan mengenai situasi dan kondisi kapan karya tersebut diciptakan.

Contoh seni rupa kontemporer adalah :
  • karya-karya happening art
  • karya-karya Christo 
  • berbagai karya enviromental art.
Seni Rupa Berdasarkan Fungsinya.
  
Seni rupa terapan.

berbagaireviews.com

Seni rupa terapan adalah karya seni rupa yang tidak hanya digunakan untuk hiasan atau pajangan di rumah, tetapi bisa memberikan manfaat lain bagi kehidupan sehari-hari. Seni rupa terapan lebih cenderung mengutamakan faktor kegunaan dibandingkan faktor keindahan dan artistiknya. Seni rupa terapan disebut juga sebagai seni pakai (applied art). Karya yang digunakan dari benda-benda dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat, seperti senjata, poster, keramik, rumah dan lain-lain yang dihadirkan dari tujuan praktis.

Contoh seni rupa terapan adalah :
  • senjata, 
  • poster, 
  • keramik
  • rumah
  • pakaian
  • alat transportasi
Seni rupa murni.

berbagaireviews.com

Seni rupa murni merupakan cabang dari seni rupa yang di buat tanpa mempertimbangkan fungsi dan kegunaanya akan tetapi lebih mengutamakan Fungsi keindahaan atau Estetika. Dengan kata lain, seni rupa murni adalah karya seni rupa yang diciptakan bukan untuk tujuan digunakan melainkan untuk mengungkapkan ide dari penciptanya dan hanya mengutamakan nilai keindahan. Seni rupa murni cenderung lebih bebas dan biasanya memiliki nilai estetika yang sangat tinggi. Sementara itu, Fungsi seni rupa murni hanyalah di gunakan sebagai hiasan atau pajangan saja. Seni rupa terapan, bebas untuk semua orang dalam mengungkapkan keinginan, harapan, impian, khayalan dalam karya seninya. 

Contoh seni rupa murni adalah :
  • relief
  • patung
  • lukisan
  • kerajinan keramik
  • kaligrafi
  • mozaik

Bidang seni rupa
  • Seni rupa murni
  • Seni lukis
  • Seni grafis
  • Seni patung
  • Seni instalasi
  • Seni pertunjukan
  • Seni keramik
  • Seni film
  • Seni koreografi
  • Seni fotografi
Desain
  • Arsitektur
  • Desain grafis
  • Desain komunikasi visual
  • Desain interior
  • Desain busana
  • Desain produk

Kriya
  • Kriya tekstil
  • Kriya kayu
  • Kriya keramik
  • Kriya rotan
  • Kriya Logam
  • Kriya Kulit
  • Kriya Bambu


Seni Rupa, Pengertian dan Fungsi Seni Rupa, Fine Art.

Seni Rupa, Pengertian dan Fungsi Seni Rupa, Fine Art.

Pengertian Seni Rupa.

berbagaireviews.com
Seni adalah sebuah hasil dari imajinasi atau pengungkapan Ekspresi sesorang dan biasanya memiliki Estetika. Seni rupa juga merupakan salah satu cabang dari seni yang bisa di lihat oleh mata dan juga bisa di rasakan dengan Rabaan. Karya seni rupa ini tercipta dengan cara mengolah dan memadukan konsep yang dapat berupa garis, titik, bidang, volume, bentuk, warna, tekstur dan  juga efek pencahayaan dengan menggunakan acuan estetika.

Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep titik, garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika. Seni rupa juga diartikan sebagai hasil ciptaan kualitas, hasil, ekspresi, atau alam keindahan atau segala hal yang melebihi keasliannya serta klasifikasi objek-objek terhadap kriteria tertentu yang diciptakan menjadi suatu struktur sehingga dapat dinikmati menggunakan indera mata dan peraba.

Pengertian seni rupa adalah hasil ciptaan kualitas, hasil ekspresi, atau alam keindahan atau segala hal yang melebihi keasliannya serta klasifikasi objek-subjek terhadap kriteria tertentu yang diciptakan menajdi suatu struktur sehingga dapat dinikmati menggunakan indera mata dan peraba.

Unsur - Unsur Seni Rupa.

Unsur - unsur seni rupa dibangun dari beberapa unsur yang saling membentuk suatu kesatuan padu sehingga dapat dinikmati secara utuh. Unsur - unsur seni rupa merupakan unsur yang digunakan untuk mewujudkan sebuah karya seni rupa. 

Unsur-unsur seni rupa yaitu sebagai berikut :

Titik.
Titik, adalah unsur seni rupa yang paling dasar yang melahirkan suatu wujud dari ide-ide atau gagasan yang melahirkan garis, bentuk, atau bidang. Teknik lukisan yang menggunakan kombinasi dari berbagai variasi ukuran dan warna titik dikenal dengan sebutan Pointilisme.

Garis.
Garis, adalah unsur seni rupa sebagai hasil dari penggambungan unsur titik. Berdasarkan jenisnya, garis dibedakan dari garis lurus, panjang, lengkung, pendek, vertikal, horizontal, diagonal, berombak, patah-patah, siral, putus-putus dan lain-lain. Macam-macam garis tersebut akan menimbulkan kesan-kesan tertentu seperti garis lurus berkesan tegak dan keras, garis patah-patah terkesan kaku, garis lengkung berkesan lembut dan lentur, dan garis spiral berkesan lentur. Selain itu, garis juga memberikan kesan watak sehingga dapat digunakan sebagai perlambaan, sebagai contoh :
  • Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan.
  • Garis halus, melengkung-melengkung berirama mengesankan kelembutan kewanitaan.
  • Garis miring, melambangkan akan kegoncangan, gerak, tidak stabil.
  • Garis tegas, kuat, terpatah-patah mengesankan atau melangmbangkan kekuasaan.
  • Sedangkan, berdasarkan wujud garisnya yaitu sebagai berikut :
  • Garis nyata, ialah garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung.
  • Garis semu, yaitu garis yang muncul karena terdapat kesan balance pada bidang, warna atau ruang. 

Bidang.
Bidang, adalah pengembangan garis yang membatasi suatu bentuk sehingga dapat membentuk bidang yang melingkupi dari beberapa sisi. Bidang memiliki sisi panjang, dan lebar dengan memiliki ukuran.

Bentuk.
  • Bentuk, adalah unsur seni rupa dari gabungan berbagai bidang.
  • Bentuk dikelompokkan dalam 2 macam yaitu sebagai berikut :
  • Bentuk Geografis, ialah bentuk yang terdapat ilmu ukur seperti
  • Bentuk kubistis, contohnya kubus dan balok
  • Bentuk silindris, contohnya tabung, bola dan kerucut.
  • Bentuk Nongeometris, adalah bentuk yang meniru bentuk alam, seperti hewan, manusia dan tumbuhan.

Ruang
Ruang, adalah unsur seni rupa dengan dua sifat. Dalam seni rupa dua dimensi, ruang besifat semu sedangkan dalam seni rupa tiga dimensi, ruang bersifat nyata. Ruang juga digolongkan menjadi dua yaitu Ruang dalam bentuk nyata, seperti ruangan kamar, ruangan patung. Ruangan dalam bentuk khayalan (ilusi) seperti ruangan yang terkesan dari lukisan.

Warna
  • Warna, adalah unsur seni rupa yang menimbulkan kesan dari pantulan cahaya pada mata. Warna dikelompokkan dalam beberapa macam yaitu sebagai berikut..
  • Warna Primer, adalah warna dasar yang tidak diperoleh dari campuran warna lain. Warna primer terdiri dari warna merah, kuning dan biru.
  • Warna Sekunder, adalah warna yang dapatkan dari campuran dua warna primer dalam takaran tertentu.
  • Warna Tersier, adalah warna yang didapatkan dari pencampuran warna sekunder
  • Warna Analogus, adalah deretan warna yang letaknya berdampingan dalam satu lingkaran warna atau berdekatan, seperti deretan warna hijau ke warna kuning.
  • Warna  Komplementer, adalah warna yang kontras dan letaknya bersebrangan yang dibentuk dalam satu lingkaran warna, misalnya warna merah dengan hijau, warna kuning dengan warna ungu.
Tekstur.
Tekstur, adalah sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan benda pada sebuah karya seni rupa. Setiap benda memiliki sifat permukaan yang berbeda. Tekstur dapat dibedakan menjadi tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur nyata adalah nilai raba yang sama antara penglihatan dan rabaan. Sedangkan teksur semu adalah kesan yang tidak sama antara penglihatan dan perabaan.

Gelap Terang.
Gelap Terang, adalah unsur yang bergantung dari intensitas cahaya. Semakin besar intensitassuatu cahaya maka semakin terang, sedangkan semakin kecil intensitas cahaya, maka akan semakin gelap. Dalam karya seni rupa dua dimensi, unsur gelap terang dibuat menurut gradiensi dan pemilihan warna yang ada. 
Fungsi Seni Rupa.
Fungsi Individual.

Fungsi pemenuhan kebutuhan fiisk.
berbagaireviews.com
Pada dasarnya, manusia adalah makhluk homofaber yang memiliki kecakapan untuk apresiasi pada keindahan dan pemakaian benda-benda. Seni terapan memang mengacu kepada pemuasan kebutuhan fisik sehingga dari segi kenyamanan menjadi hal yang penting. Sebagai contoh seni bangunan, seni furniture, seni pakaian/textile, seni kerajinan, dll. 

Fungsi pemenuhan kebutuhan emosional.

berbagaireviews.com
Setiap orang memiliki sifat yang berbeda-beda dengan manusia lain. Pengalaman dari setiap orang sangatlahberbedauntuk mempengaruhisisi emosional atau perasaannya. Contohnya perasaan sedih, gembira, letif-lelah, kasihan, cinta, benci, dll. Manusia mampu merasakan semua itu karena di dirinya terdapat dorongan emosional karena merupakan situasi kejiwaan pada setiap manusia normal. Untuk memenuhi kebutuhan emosional manusia memerlukan dorongan dari luar dirinya yang sifatnya menyenangkan, memuaskan kebutuhan batinnya. Contohnya mengalami keletihan sehingga membutuhkan rekreasi seperti teater, menonton biskop, konsert, pameran seni dll. 

Fungsi seni rupa bidang sosial. 

Fungsi sosial seni rupa dibidang rekreasi. 
berbagaireviews.com

Fungsi seni rupa terhadap rekreasi berhubungan dengan penyegaran dan pembaharuan kondisi emosional masyarakat seperti pembuatan taman rekreasi, dan pusat wisata lainnya oleh pemerintah menggunakan seniman. Banyak aktivitas seseorang membuat mereka merasakan kejenuhan sehingga orang tersebut memerlukan penyebaran seperti berlipur ke tempat rekreasi objek wisata (rekreasi alam). dan Seni rupa juga sebagai benda rekreasi seperti seni teater, pameran lukisan, pagelaran musik, dan pameran bonsai. Arti seni benda rekreasi adalah seni yang menciptakan kondisi bersifat penyebaran dan pembaharuan kondisi yang telah ada.

Fungsi sosial seni rupa bidang komunikasi.  
berbagaireviews.com

Seni rupa dalam komunikasi adalah mempermudah penyebaran dan penerimaan informasi kepada para penerima informasi dengan memberikan sentuhan kreativitas. Setiap manusia pasti berkomunikasi dengan bahasa karena merupakan sarana komunikasi paling efektif dapat dengan mudah dimengerti. Namun bahasa memiliki keterbatasan karena tidak semua bahasa dapat dimengerti seluruh orang didunia ini karena bahasa setiap negara berbeda-beda, maka dari itu dibutuhkan bahasa universal yang digunakan untuk berkomunikasi di seluruh dunia ini. Berdasarkan pernyataan tersebut, seni diyakini dapat berperan sebagai bahasa universal. 

Fungsi sosial di bidang pendidikan. 
berbagaireviews.com

Fungsi seni rupa terhadap pendidikan adalah sebagai sarana untuk mempermudah dan memperbagus cara pembelajaran dalam dunia pendidikan sehingga anak didik mampu menerima dan menangkap lebih cepat pembelajaran yang ada. Dalam arti luas, pendidikan adalah suatu kondisi yang bertransformasi yang mengakitkan kondisi tertentu menjadi lebih maju. Seni dapat memberikan pendidikan karena dari setiap pertunjukan seni terdapat makna  yang disampaikan.  Seni bermanfaat untuk membimbing dan mendidik mental dan tingkahlaku seseorang berubah menjadi kondisi yang lebih maju dari sebelumnya. Dari ha ini, bahwa seni menumbuhkan pengalaman estetika dan etika. 

Fungsi sosial seni rupa dibidang rohani atau keagamaan.
berbagaireviews.com
Agama merupakan salah satu sumber insiperasi seni yang berfungsi untuk kepentingan keagamaan. Menurut Kar Barth bahwa keindahan bersumber dari Tuhan. Pengalaman-pengalaman religi menggambarkan bentuk nilai estetika dan mempermudah identifikasi kekhasan suatu agama.
Fungsi lain seni rupa, sebagai berikut :
  • Memuaskan batin seniman penciptanya atau memberikan kepuasan tersendiri
  • Memberikan keindahan yang dinikmati secara luas berdasarkan penilaian yang berbeda.
  • Menyampaikan nilai-nilai budaya dan ekspresi seniman
  • Sebagai benda kebutuhan sehari-hari atau benda praktis
  • Sebagai media atau alat untuk mengenang suatu peristiwa tertentu
  • Sebagai sarana ritual keagamaan.


 Macam - Macam Seni Rupa, klik   http://www.berbagaireviews.com/2016/08/macam-macam-seni-rupa-fine-art.html

2 Agustus 2016

Cerpen - Cerpen Cerita Fabel dan Struktur Cerita Fabel.

Cerpen - Cerpen Cerita Fabel dan Struktur Cerita Fabel.

Cerpen Cerita Fabel Kura-kura dan Monyet.

berbagaireviews.com

Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang.
"Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet.
"Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura.
Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisangnya.
"Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku," kura-kura bernyanyi riang.
Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan.
"Apa kabar Monyet? Bagaimana pohon pisangmu?" sapa kura-kura kepada monyet.
"Biarkan saja, besok-besok juga berbuah," jawab monyet sombong.
Bulan berganti bulan, pohon pisang kura-kura berbuah. Buahnya besar-besar. Ia akan mengundang kawan-kawannya untuk diajak berpesta pisang. Sebaliknya, pohon pisang monyet mati karena tidak dirawat.
Pisang tanaman kura-kura siap dipanen.
"Bagaimana cara memetik buah pisang ini?" pikir kura-kura. "Mungkin monyet mau membantuku."
Kura-kura lalu meminta bantuan kepada monyet. "Maukah kau membantuku memetik buah pisang ini?" tanya kura-kura.
"Aku bersedia, tetapi buah pisang itu nanti dibagi dua." jawab monyet.
"Baik! " jawab kura-kura.
Monyet lalu memanjat pohon pisang kura-kura. Bau harum buah pisang menggoda selera monyet. Ia lupa akan janjinya.
Kura-kura menunggu di bawah pohon pisang.
"Nyet, Nyet, mana pisang bagianku?" teriak kura-kura.
"Sebiji pun tidak ada," jawab monyet rakus.
"Nyet, ini pohon pisangku!" rengek kura-kura hampir menangis.
"Salah sendiri mengapa tidak bisa memanjat pohon?" ejek monyet.
Kura-kura mulai menangis. Hatinya sedih bercampur marah. Ia lalu menggoyang-goyang pohon pisang itu.
Tiba-tiba.... bruk! Pohon pisang itu tumbang. Monyet itu jatuh. Dia mengerang kesakitan. Tubuhnya tertimpa batang pohon pisang.
"Ampun kura-kura, tolong aku! Aku menyesal..." kata monyet.
Tetapi, kura-kura sudah berlalu. Ia mencari sahabat baru.

Struktur Teks Cerita Fabel pada Cerita Kura-kura dan Monyet di atas.  
  
Orientasi.
Di tepi hutan hiduplah seekor monyet dan seekor kura-kura. Pada suatu hari, monyet mengajak kura-kura menanam pohon pisang.
"Kura-kura, mari kita menanam pohon pisang," ajak monyet.
"Ayo, kau di sebelah kanan aku di sebelah kiri," jawab kura-kura.
Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisangnya.
"Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku," kura-kura bernyanyi riang.
Monyet hanya melihat tingkah kura-kura sambil tiduran di rerumputan.

Komplikasi.
Monyet lalu memanjat pohon pisang kura-kura. Bau harum buah pisang menggoda selera monyet. Ia lupa akan janjinya.
Kura-kura menunggu di bawah pohon pisang.
"Nyet, Nyet, mana pisang bagianku?" teriak kura-kura.
"Sebiji pun tidak ada," jawab monyet rakus.
"Nyet, ini pohon pisangku!" rengek kura-kura hampir menangis.
"Salah sendiri mengapa tidak bisa memanjat pohon?" ejek monyet.

Resolusi.
Kura-kura mulai menangis. Hatinya sedih bercampur marah. Ia lalu menggoyang-goyang pohon pisang itu.
Tiba-tiba.... bruk! Pohon pisang itu tumbang. Monyet itu jatuh. Dia mengerang kesakitan. Tubuhnya tertimpa batang pohon pisang.

Koda.
"Ampun kura-kura, tolong aku! Aku menyesal..." kata monyet. Tetapi, kura-kura sudah berlalu. Ia mencari sahabat baru.

Amanat.
Kita harus senantiasa menjadi orang yang dapat dipercaya baik oleh keluarga, teman dan lainnya. Jangan menginkari janji karena selamanya orang tidak akan percaya lagi.


Cerpen Cerita Fabel Beruang yang Malang.

Alkisah pada suatu hari yang cerah di hutan,ada seekor beruang yang kelaparan.Ia menjelajahi hutan untuk mencari madu,tapi sayang dia tak menemukan satu sarang lebah sama sekali.Ia pun akhirnya pergi ke sungai untuk mencari ikan.Di sana,ia menemukan banyak ikan yang sedang berenang.
Ia akhirnya berhasil menangkap satu ikan yang sangat besar.Di saat sang beruang membuka mulutnya lebar-lebar untuk melahap sang ikan,tiba-tiba sang ikan membuka mulutnya.
“Tolong,jangan makan aku!”teriak sang ikan.
Sang beruang pun tidak jadi memakan ikan tersebut.
“Memangnya kenapa?”tanya sang beruang keheranan.
“Kau boleh memakanku,tapi ada syaratnya.Izinkanlah aku meminta izin terlebih dahulu pada keluargaku di rumah.Tunggulah sebentar,aku akan kembali.”janji sang ikan.
“Baiklah,kau akan kulepaskan.”ucap sang beruang yang percaya pada sang ikan.
Akan tetapi,setelah lama sekali,ternyata sang ikan tidak muncul kembali.Akhirnya sang beruang pun sadar dirinya telah ditipu sang ikan.Ia pun sangat menyesal karena sifatnya yang terlalu mudah ditipu sehingga ia tidak jadi mendapatkan apa yang nyaris ia dapatkan.
Akhirnya,sang beruang berjanji bahwa dirinya akan menjadi seekor hewan yang tidak mudah dibodohi atau ditipu hewan lainnya.

Struktur Teks Cerita Fabel pada Cerpen Beruang yang Malang.

Orientasi.
Alkisah pada suatu hari yang cerah di hutan,ada seekor beruang yang kelaparan.Ia menjelajahi hutan untuk mencari madu,tapi sayang dia tak menemukan satu sarang lebah sama sekali.Ia pun akhirnya pergi ke sungai untuk mencari ikan. Di sana, Ia menemukan banyak ikan yang sedang berenang.

Komplikasi.
“Tolong,jangan makan aku!”teriak sang ikan.
Sang beruang pun tidak jadi memakan ikan tersebut.
“Memangnya kenapa?”tanya sang beruang keheranan.

Resolusi.
“Kau boleh memakanku,tapi ada syaratnya.Izinkanlah aku meminta izin terlebih dahulu pada keluargaku di rumah.Tunggulah sebentar,aku akan kembali.”janji sang ikan.
“Baiklah,kau akan kulepaskan.”ucap sang beruang yang percaya pada sang ikan.

Koda.
Ia pun sangat menyesal karena sifatnya yang terlalu mudah ditipu sehingga ia tidak jadi mendapatkan apa yang nyaris ia dapatkan.
Akhirnya,sang beruang berjanji bahwa dirinya akan menjadi seekor hewan yang tidak mudah dibodohi atau ditipu hewan lainnya.

Amanat.
Kita senantiasa jangan mudah menjadi seseorang yang dibodohi ataupun ditipu oleh orang lain.


Cerpen Cerita Fabel Pengorbanan Sang Kakak Siput. 
                                                      
                Terdapat sebuah rumah kecil dari pepohonan. Rumah itu milik keluarga Siput. Ada Popo, Mami,Flo,dan Dyo. Popo dan Mami adalah orang tua dari Flo, dan Dyo. Rumah kecil ini terletak di hutan. Bergabung dengan rumah-rumah hewan lain. Tentang wilayah, jelas wilayah dibedakan karena mengingat jenis hewan itu bervariasi. Wilayah untuk hewan buas dipisahkan dan dibatasi sangat jauh dari hewan-hewan lunak yang mungkin akan menjadi buruannya. Sedangkan hewan herbivora, berdekatan dengan wilayah hewan lunak. Hewan lunak seperti siput,semut,keong,kura-kura dll.
                Flo adalah anak sulung. Maka Flo lah yang harus sering mengalah. Sedangkan Dyo, dia adalah siput bungsu. Sifatnya masih kekanakan dan sering tak mau mengalah, dan pastinya Dyo selalu dipercaya dan dibela oleh siput Popo dan Mami.              
                Disuatu pagi yang cerah. Terlihat Siput Flo sedang membantu ibunya Mami. Membantu untuk menyusun makanan hasil mencari nya pada saat waktu subuh tadi.
“Flo. Bangunkan Dyo. Suruh dia ikut membantu mencari makanan untuk nanti siang.”perintah Mami pada Flo. Flo tak berkata apa-apa dia langsung saja menghampiri Dyo.
“Dyo. Bangun! Ibu menyuruhmu! Ayo!”ucap Flomembangunkan Dyo. Tapi Dyo tetap pura-pura tak mendengar. Karena sebenarnya Flo tau bahwa Dyo sudah terbangung. Makanya Flo terus mendesak.
“Dyo! Cepat!”
“Apa kau tak mau sarapan pagi?”
“Siput Ibu Mami dan Aku tadi sudah mencari makanan untuk kita semua...”
“Ayo Dyo bangun! Aku tau kau sudah bangun!”
“Ibu dan Ayah Popo sudah menunggu! Cepatlah!...”
Flo terus mengoceh agar Dyo mau menuruti perintah ibunya yang tadi diamanatkan padanya. Flo tak menyerah begitu saja apabila hanya diabaikan.
“Sudahlah! Siapa kau mengaturku!”bentak Dyo. Memang Flo dan Dyo tak pernah akur dan rukun. Dyo merasa dirinya tersaingi oleh Flo.
“Aku hanya menyampaikan amanat Ibu Mami Dyoo.... ayolah bangun pemalas sekali”cibir Flo. Cibiran itu hanya bercanda, tapi sepertinya Dyo menganggap serius. Ia pergi meninggalkan Flo dengan mencoba sekuat tenaga agar ia bisa berjalan secara cepat. Seharusnya Dyo menyadari. Dia adalah seekor siput. Seekor siput memang sudah ditakdirkan dan memang sudah kodratnya dia itu lambat. Flo hanya diam, dan tak lama kemudian ia menyusul Dyo dengan berjalan tenang. Flo mengerti dan sudah sangat paham akan sifat Dyo yang memang menyebalkan dan terkadang memancing emosi.
                Siput Popo,Mami,Dyo dan Flo sudah berkumpul. Mereka sudah berunding dan sepakat untuk mencari makanan masing-masing baru nanti dikumpulkan dan dimakan bersama. Mereka mulai mencari makanan nanti pada saat hari mulai cerah, sekitar pukul 9 pagi.
                Siput Popo dan Mami sudah mempersiapkan peralatan untuk mencari makanan. Flo sedang menyiapkan beberapa kantung untuk mewadahi makanan yang ia dapat nanti. Sedangkan, Dyo dia hanya diam bermalas-malasan di luar jauh dari rumah. Yang lain sedang sibuk bersiap karena hari telah mulai menjelang pukul 9, tapi Dyo belum kembali ke rumah. Padahal Dyo ditugaskan mencari makanan bersama Flo. Sedari tadi Flo menunggu Dyo.
“Kemana Dyo? Apa dia belum kembali Flo?”tanya siput Mami pada Flo yang sedari tadi sibuk melihat lihat sekitar seperti mencari sesuatu. Ya memang Flo sedang mencari Dyo.
“Belum siput Mami.”jawab Flo.
“Ya sudah, siput Popo dan Mami pergi terlebih dahulu? Tak apa?”tanya siput Popo. Popo lalu melirik Mami dan Flo bergantian.
“Ya. Tak apa. Aku akan menunggu Dyo,kasihan dia nanti mencari-cari. Sebaiknya, ibu siput Mami dan ayah siput Popo terlebih dahulu pergi mencari makanan, nanti hari terlanjur siang. Aku tak apa”jawab Flo seadanya. Ya memang, Flo dewasa dan bijak. Flo memikirkan dan mementingkan orang lain yang belum tentu orang itu mementingkan dirinya juga.
“Ya sudah. Hati-hati disini, “ucap siput Mami. Lalu siput Mami dan siput Popo segera berangkat membawa peralatan dan perlengkapan yang sudah disiapkan. Flo hanya membalas dengan senyuman. Flo tetap diam menunggu. Kemana Dyo? Itu yang Flo pikirkan sedari tadi.
                Setelah lama Flo menunggu akhirnya Dyo datang. Sekarang sudah pukul 9 pagi lebih 15 menit. Itu tandanya Flo dan Dyo sudah tidak displin dalam melaksanakan tugas yang mereka dapat. Pastinya  Ibu siput Mami dan Ayah siput Popo sudah banyak mendapat makanan. Sedangkan Flo dan Dyo belum satu pun. Flo segera mendekati Dyo dan bertanya.
“Kau dari mana Dyo? Aku sedari tadi menunggu”tanya Flo dengan raut wajah kesal.
“Aku? Aku bermain dengan para monyet dan kura-kura”jawab Dyo santai tanpa memerdulikan raut wajah kakaknya kesal.
“Ayolah! Kita bergegas mencari makanan. Kau tak mau kelaparan bukan saat siang nanti?”tanya sekaligus ajak Flo. Dyo mendengus kesal
“Kau saja! Aku tak mau!”tolak Dyo sambil akan melangkah pergi lagi.
“Jangan menghindar dari tugas Dyo! Apa kau mau Ibu Mami menghukum mu agar kau mencari makan tengah malam di hutan ini sendiri? Hiduplah dengan displin Dyo! Ayo ikut kakak!” Flo terus memaksa. Bagaimana pun tugas tetaplah tugas. Bukannya apabila tak mengerjakan tugas akan ada sanksi? Flo menganggap bahwa tugas adalah suatu tanggung jawab juga. Oleh karena itu tugas itu harus dikerjakan.
“Iya. Aku ikut! Kau menyebalkan”ucap Dyo pasrah. Bagaimana pun ucapan kakak nya –Flo- ada benarnya juga.
                Akhirnya setelah perdebatan kecil tadi, Flo dan Dyo segera pergi mencari makanan. Berkeliling hutan. Flo masih terus semangat mencari makanan sebanyak mungkin agar ada persediaan untuk makan malam nanti. Tapi Dyo hanya berjalan saja mengikuti . sudah 2 jam mereka mencari makanan saat nya mereka pulang, namun...
“Kau duluan saja kak! Aku ingin mencoba ke wilayah hutan buas.”ucap Dyo sok jagoan.
“Untuk apa kau pergi kesana?”tanya Flo. Flo sangat heran dengan kelakuan adiknya itu.
“Aku ingin menantang mereka. Kenapa mereka sangat ditakuti? Hanya hewan biasa seperti kita saja”jawab Dyo
“Kau tak boleh menyepelekan hewan lain seperti itu Dyo. Mereka sangat buas, mereka bisa saja memakanmu hidup hidup. Kau mau mati di tangan mereka? Kau tak kasihan pada ibu Mami? Kau tak perduli dengan ayah Popo? Kau tak kasihan padaku Dyo? Kalau kau mati di tangan mereka pasti aku sangat kehilangan mu begitu juga para keluarga siput lain. “ jelas Flo. Flo tak akan membiarkan Dyo menuruti egonya. Ego negatif nya, yang membuat ia merasa paling paling hebat dibanding para hewan buas/
“Kau tak usah banyak bicara kak! Tong kosong nyaring bunyinya. Banyak bicara tapi tak ada hasilnya! Percuma kakak menjelaskan dan menasihati ku. Aku yakin mereka tidak akan memakanku.”ucap Dyo si siput langsung pergi berbelok ke arah wilayah hewan-hewan buas dan berbisa. Flo bingung, bagaimana dengan nasib Dyo nanti, tapi.. apabila Flo mengikuti Dyo, bagaimana dengan makanan yang sudah dikumpulkan.
“Duh... bagaimana ini?”ucap Flo berbicara pada dirinya sendiri.
“Ah iya! Rumah monyet dekat sini bagaimana kalau aku titipkan saja makanan ini pada monyet” ucap Flo. Lalu, Flo berjalan sedikit menuju rumah monyet dan ia berkata titip makanannya sebentar, kalau bisa tolong antarkan pada rumah siput.
“baiklah siput. Aku antarkan saja ke rumah mu. Hati-hati menyusul adikmu.” Ucap monyet. Siput mengangguk. Siput Flo berjalan dengan tergesa-gesa dengan berusaha sekuat tenaga untuk berjalan bahkan berlalri secara cepat. Demi adiknya si siput Dyo.
                Siput Flo telah sampai di perbatasan wilayah hewan buas. Flo melihat kanan kiri mencari Dyo.
“Ya ampun Dyo! Nekad sekali dia!”ucap si siput Flo kaget. Ia melihat siput Dyo sedang mengganggu salah satu singa disana.
“Hey! Kau singa! Jangan ganggu adikku!” ucap siput Flo lantang. Sontak singa menoleh pada Flo. Menatap kilat tajam. Tapi nyali Flo tidak menjadi ciut. Singa masih diam di tempat. Tapi, siput Dyo malah menghampiri Flo.

“Apa apaan kau ini? Datang datang mericuhkan saja!” bentak siput Dyo
“ Aku? Hanya ingin menyelamatkanmu. Aku bertanggung jawab atas mu! Aku harus melindungi mu! Sadarlah Dyo Siput”ucap Flo siput tegas. Bagaimana pun Dyo Siput tetaplah tanggung jawabnya. Apalagi saat ini Dyo sedang bersamanya.
“alah! Kau hanya alas—“ ucapan Dyo Siput terpotong karena tiba-tiba Flo Siput menubruknya hingga terpental jauh. Daann..
‘KHAAM’
Singa melahap Flo siput. Dyo siput yang melihatnya sangat terkejut dan tidak menyangka. Dyo siput segera pergi dari kawasan itu dan pulang ke rumahnya. Segera memberi tahu orangtua dan keluarga siput lainnya.
Kakaknya. Flo Siput. Kini ia telah tiada. Ini semua salah Dyo yang tak mau menurut dan lengah. Ini salahku ini salahku!. Dyo siput terus mengulang-ulang kata itu ia sungguh merasa bersalah atas kelakuan dirinya sendiri.
                Saat Dyo siput sampai di rumahnya. Ia segera bercerita tentang itu semua. Keluarga nya sangat kaget bahkan banyak yang terisak. Dyo siput hanya bisa diam merenung.
“Ini semua salahku maafkan aku. Aku menyesal. Aku berjanji akan menurut, disiplin dan tak akan menyepelakan dan merendahkan hewan lain yang jelas lebih baik dan kuat dari keluarga siput ku aku menyesal. Sungguh aku sangat menyesal.” Batin Dyo siput. Kini tak ada lagi kakak yang cerewet menasihatiinya. Tak ada lagi yang mengatur ngrtur segala kegiatannya selan ibunya, tak ada lagi yang megingatkan tentang kedisiplinan. Tak ada kakak nya telah pergi. Sungguh mengenaskan. Pengorbanan seorang keluarga kakak siput. Untuk sang adik, demi adiknya selamat ia rela berkorban. Bahkan nyaawnya sendiri. Sungguh Flo siput sangat baik hati, dan Dyo siput sangat beruntung mempunyai kakak seperti Flo siput.

Struktur Teks Cerita Fabel pada Cerita Pengorbanan Sang Kakak Siput di atas.    
 
Orientasi.
                Terdapat sebuah rumah kecil dari pepohonan. Rumah itu milik keluarga Siput. Popo dan Mami adalah orang tua dari Flo, dan Dyo. Rumah kecil ini terletak di hutan sangat jauh sekali dengan kota kota, karena memang ini adalah hutan pedalaman. Rumah keluarga siput juga  bergabung dengan rumah-rumah hewan lain. Tentang wilayah, jelas wilayah dibedakan karena mengingat jenis hewan itu bervariasi. Wilayah untuk hewan buas atau karnivora dipisahkan dan dibatasi sangat jauh dari hewan-hewan lunak yang mungkin akan menjadi buruannya, ya seperti diketahui banyak hewan yang suka memburu hewan lain yang lebih lemah, kan kasihan. Sedangkan hewan herbivora, berdekatan dengan wilayah hewan lunak. Hewan lunak seperti siput,semut,keong,kura-kura dll.Flo adalah anak sulung. Maka Flo lah yang harus sering mengalah. Sedangkan Dyo, dia adalah siput bungsu. Sifatnya masih kekanakan dan sering tak mau mengalah, dan pastinya Dyo selalu dipercaya dan dibela oleh siput Popo dan Mami.       
Komplikasi.
                Masalah terjadi saat ibu Mami siput menyuruh Flo siput membangunkan adiknya yaitu Dyo siput, dan menyuruh Dyo siput untuk membantu mencari makanan untuk siang hari nanti. Tapi Dyo yang malas dan tidak disiplin itu malah menolak dan marah marah. Dan juga saat Dyo siput terlambat datang untuk menemani dan bertugas mencari makanan.

Resolusi.
                Setelah Dyo siput berhasil dibujuk oleh kakaknya yitu Flo siput akhirnya ia mau ikut untuk mencari makanan. Tapi, masalah kembali ditimbulkan oleh Dyo siput yaitu, menjadi sok hebat dan menyepelekan singa dan hewn buas lainnya. Dan Dyo nekad pergi menantang, hingga akhirnya Flo siput menyusul Dyo siput dan mengorbankan nyawanya.

Koda.
                Akhirnya, Dyo Siput menyadari bahwa dirinya egois, tidak patuh dan tidak disiplin. Dyo siput sangat sedih dan menyesal.
Amanat.
                Kita harus sayang pada keluarga dan orang-rang sekitar kita. Dan tidak menyia-nyiakan mereka. Agar tidak menyesal ketika kehilangan mereka yang baru kita sadari bahwa kita sayang pada mereka. Kita tidak boleh menganggap remeh orang lain. Kita harus disiplin agar bisa hidup lebih baik. Kita juga harus menuruti nasihat orang yang lebih tua dari kita, menghargai mereka dan menganggap ada mereka, dan juga tidak menentang perintah dan saran dari mereka selama itu baik.



Pengertian Teks Cerita Fabel dan Struktu Cerita Fabel, klik  http://www.berbagaireviews.com/2016/08/pengertian-teks-cerita-fabel.html



Pengertian Cerita Fabel, Struktur dan Kaidah Kebahasaan Cerita Fabel.

Pengertian Cerita Fabel, Struktur dan Kaidah Kebahasaan Cerita Fabel.

Pengertian Teks Cerita Fabel.

berbagaireviews.com

Fabel adalah cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya diperankan oleh binatang(berisi pendidikan moral dan budi pekerti).Fabel bukan hanya untuk anak kecil saja,tapi orang tua juga karena fabel berisi banyak hikmah yang dapat kita petik.

Cerita fabel merupakan cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan kisah tentang kehidupan nyata. Cerita fabel sering juga disebut cerita moral karena pesan yang ada di dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral. Tokoh pada cerita fabel biasanya binatang. Teks cerita fabel tidak hanya mengisahkan kehidupan binatang, tetapi juga mengisahkan kehidupan manusia dengan segala karakternya.

Binatang-binatang yang ada pada cerita fabel memiliki karakter seperti manusia. Karakter mereka ada yang baik dan ada juga yang tidak baik. Mereka mempunyai sifat jujur, sopan, pintar, dan senang bersahabat, serta melakukan perbuatan terpuji. Mereka ada juga yang berkarakter licik, culas, sombong, suka menipu, dan ingin menang sendiri. Cerita fabel menjadi salah satu sarana yang potensial dalam menanamkan nilainilai moral. Kamu dapat belajar dan mencontoh karakter-karakter yang baik dari binatang itu agar kamu memiliki sifat terpuji.

Definisi Teks Cerita Fabel.

Teks Cerita Fabel adalah materi pelajaran bahasa indonesia yang akan kita bahas kali ini. Adapun materi teks cerita fabel yang akan kita bahas kali ini yaitu tentang pengertian, struktur teks, kaidah kebahasaan, dan juga contoh teks cerita fabel singkat beserta strukturnya. Baiklah tanpa banyak basa basi lagi mari langsung saja kita simak materi teks cerita fabel yang telah saya rangkum sebagai berikut.

Struktur Teks Cerita Fabel.

Struktur adalah sesuatu yang membangun sebuah teks. Struktur teks yang dimiliki teks cerita fabel diantaranya adalah orientasi, komplikasi, resolusi, dan koda. Untuk lebih jelasnya mengenai struktur teks bisa lihat dibawah ini.

Orientasi.
Orientasi, adalah bagian awal dari sebuah cerita fabel. Orientasi berisi pengenalan dari cerita fabel, seperti pengenalan background, pengenalan tokoh, maupun latar tempat dan waktu. Orientasi dapat juga dikatakan bagian awal dari suatu cerita yang berisi pengenalan tokoh,latar tempat dan waktu,serta awalan masuk ke tahap berikutnya. 

Komplikasi.
Komplikasi, merupan klimaks dari cerita, berisi puncak permasalahan yang dialami tokoh. Dengan kata lain, komplikasi berisi terjadinya konflik/permasalahan antara tokoh utama dengan tokoh lain.

Resolusi.
Resolusi adalah bagian yang berisi pemecahan masalah. Masalah harus diselesaikan dengan cara yang kreatif. Singkatnya, resolusi berisi pemecahan masalah yang dialami tokoh.

Koda.
Koda merupakan bagian terakhir fabel yang berisi perubahan yang terjadi pada tokoh dan pelajaran yang dapat dipetik dari cerita tersebut. Koda biasanya berisi pesan dan amanat yang ada pada cerita fabel tersebut.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fabel.

Kaidah kebahasaan atau yang biasa disebut juga sebagai unsur kebahasaan merupakan ciri dari bahasa yang digunakan dalam suatu teks seperti cerita fabel. Adapun berikut akan saya jelaskan unsur kebahasaan atau kaidah kebahasaan dari teks cerita fabel sebagai berikut.

Kata Kerja.

Salah satu kaidah atau unsur kebahasaan dalam sebuah teks cerita fabel adalah adanya kata kerja. Kata kerja dalam cerita fabel dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu kata kerja aktif transitif dan kata kerja aktif intransitif. 
  • Kata Kerja Aktif Transitif, adalah kata kerja aktif yang memerlukan objek dalam kalimat, misalnya memegang, mengangkat.
  • Kata Kerja Aktif Intransitif, adalah kata kerja aktif yang tidak memerlukan objek dalam kalimat, misalnya diam.
Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang.

Pada teks cerita fabel sering sekali adanya penggunaan kata sandang si dan sang. Berikut merupakan penggunaan kata sandang si dan sang yang ada pada teks cerita fabel.

Contoh:
  1. Sang semut berkeliling taman sambil menyapa binatang-binatang yang berada di taman itu.
  2. Sang semut mengejek kepompong yang jelek yang tidak bisa pergi ke mana-mana.
  3. Sang semut selalu membanggakan dirinya yang bisa pergi ke tempat ia suka.
  4. Si kepompong hanya diam saja mendengar ejekan tersebut.
  5. “Aku adalah kepompong yang pernah kau ejek,” kata si kupu-kupu.
Kaidah penulisan si dan sang terpisah dengan kata yang diikutinya. Kata si dan sang ditulis dengan huruf kecil, bukan huruf kapital. 

Perhatikan contoh penggunaan dalam kalimat-kalimat tersebut. Bedakan dengan contoh berikut ini.
  1. “Bagaimana caranya agar si kecil rajin belajar?” tanya ibu.
  2. Kedua orang itu, si Kecil dan si Kancil, adalah pembantu di pasar.
Kata kecil pada kalimat 1, ditulis dengan huruf kecil karena bukan merupakan nama. Pada kalimat 2, Kecil ditulis dengan huruf /K/ kapital karena dimaksudkan sebagai panggilan atau nama julukan.
Penggunaan Kata Keterangan Tempat dan Waktu.
Dalam teks cerita fabel biasanya digunakan kata keterangan tempat dan kata keterangan waktu untuk menghidupkan suasana. Untuk keterangan tempat biasanya digunakan kata depan di dan keterangan waktu biasanya digunakan kata depan pada atau kata yang menunjukkan informasi waktu.

Contoh:
  1. Dikisahkan pada suatu hari yang cerah ada seekor semut berjalan-jalan di taman.
  2. Pada suatu pagi sang semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan, di mana-mana terdapat genangan lumpur.
  3. Si kupu-kupu mengangkat ranting itu dan menurunkannya di tempat yang aman.
  4. Kamu hanya bisa menggantung di ranting itu.
Penggunaan Kata Hubung Lalu, Kemudian, dan Akhirnya.

Kata lalu dan kemudian memiliki makna yang sama. Kata itu digunakan sebagai penghubung antarkalimat dan intrakalimat. Kata akhirnya biasanya digunakan untuk menyimpulkan dan mengakhiri informasi dalam paragraf atau dalam teks.

Contoh:
  1. Setelah mendengar berita kebakaran itu, Amir pergi ke luar, kemudian berlari, lalu berteriak sambil menangis.
  2. Lalu, sang semut memegang erat ranting itu.
  3. Kemudian, sang semut berterima-kasih kepada kupu-kupu karena kupu-kupu telah menyelamatkan nyawanya.
  4. Akhirnya, sang semut berjanji kepada kupu-kupu bahwa dia tidak akan menghina semua makhluk ciptaan Tuhan yang ada di taman itu.



Cerpen - Cerpen Cerita Fabel dan Struturnya, klik  http://www.berbagaireviews.com/2016/08/cerpen-cerpen-cerita-fabel-dan-struktur.html